Peristiwa

Diduga Dahulukan Puluhan Jerigen, Antrean Pemotor di SPBU Jimbaran Mengular 20 Meter, Warga Pertanyakan Prioritas Pelayanan

BADUNG || Jejak-indonesia.id – Pelayanan di sebuah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Taman Griya, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali, menuai sorotan publik setelah muncul unggahan viral di media sosial yang memperlihatkan antrean panjang kendaraan roda dua diduga akibat pengisian bahan bakar menggunakan puluhan jerigen. Peristiwa tersebut memicu gelombang keluhan dari masyarakat yang mempertanyakan profesionalisme dan keadilan pelayanan SPBU terhadap konsumen umum.

Berdasarkan informasi yang beredar, antrean terjadi ketika BBM jenis Pertalite di SPBU tersebut dikabarkan sedang kosong atau masih menunggu proses pengiriman. Kondisi itu membuat para pengendara sepeda motor yang semula hendak membeli Pertalite terpaksa beralih ke Pertamax.

Akibatnya, antrean di jalur pengisian Pertamax memanjang hingga diperkirakan mencapai sekitar 20 meter. Puluhan pengendara harus menunggu cukup lama di bawah terik matahari untuk mendapatkan BBM.

Di tengah panjangnya antrean tersebut, perhatian para konsumen justru tertuju pada sebuah dispenser pengisian di bagian ujung SPBU yang disebut-sebut biasanya tidak digunakan. Menurut unggahan yang viral, dispenser tersebut tiba-tiba dibuka khusus untuk melayani sebuah mobil Suzuki APV yang membawa puluhan jerigen kosong.

Pengunggah mengklaim kendaraan tersebut mengisi sekitar 30 jerigen Pertamax di saat masyarakat masih mengantre panjang.

“Station ujung yang nggak pernah kelihatan dibuka sama sekali itu tiba-tiba dipakai buat APV yang isi sekitar 30 jerigen Pertamax,” tulis pengunggah dalam unggahannya.

Yang semakin memancing reaksi masyarakat adalah dugaan adanya pengawalan dari beberapa pegawai SPBU selama proses pengisian jerigen berlangsung. Dalam video dan narasi yang beredar, terlihat sejumlah petugas berada di sekitar kendaraan tersebut hingga memunculkan anggapan adanya perlakuan istimewa.

“Mana dipagerin empat pegawai, udah kayak artis pakai bodyguard,” tulis pengunggah.

Unggahan tersebut langsung menuai berbagai komentar dari warganet. Banyak yang mempertanyakan apakah pengisian BBM menggunakan puluhan jerigen telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku, terlebih ketika masyarakat umum sedang menghadapi antrean panjang akibat keterbatasan stok.

Sebagian warganet juga mempertanyakan alasan pihak SPBU lebih dahulu melayani kendaraan yang membawa banyak jerigen dibandingkan konsumen roda dua yang telah lebih dulu mengantre.

Hingga berita ini ditulis, belum diketahui secara pasti tujuan pengisian puluhan jerigen tersebut, termasuk apakah telah mengantongi izin sesuai prosedur yang berlaku atau merupakan pengisian untuk kebutuhan usaha tertentu.

Perlu ditegaskan bahwa informasi mengenai adanya perlakuan khusus maupun dugaan prioritas terhadap kendaraan pembawa jerigen masih berdasarkan unggahan masyarakat di media sosial dan belum mendapat klarifikasi resmi dari pihak pengelola SPBU maupun instansi terkait.

Masyarakat kini berharap pihak pengelola SPBU memberikan penjelasan terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah publik. Transparansi dalam pelayanan dinilai penting untuk menjaga kepercayaan konsumen, terlebih di tengah tingginya kebutuhan masyarakat terhadap pasokan bahan bakar.

Apabila benar terjadi adanya pengutamaan pengisian puluhan jerigen di saat antrean kendaraan umum mengular, publik meminta agar dilakukan evaluasi terhadap prosedur pelayanan sehingga prinsip keadilan bagi seluruh konsumen tetap terjaga. Sebaliknya, apabila terdapat alasan operasional atau ketentuan khusus yang mendasari pengisian tersebut, masyarakat juga berharap pihak SPBU segera menyampaikan penjelasan resmi agar polemik yang berkembang tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *