Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am

Polri

Polres Lumajang Dampingi Anak-anak Pengungsi Semeru: Beri Hiburan dan Pulihkan Trauma

LUMAJANG || jejakindonesia.id - Upaya pemulihan psikologis bagi anak-anak pengungsi erupsi Gunung Semeru terus dilakukan oleh Bagian Sumber Daya Manusia (Bag SDM) Polres Lumajang, Polda Jatim.

Kapolres Lumajang, AKBP Alex Sandy Siregar melalui Ketua Tim Psikologi, Iptu Purwaningsih, menyampaikan bahwa hari pertama pascakejadian menjadi masa yang cukup berat, terutama bagi anak-anak yang ikut merasakan kepanikan orang tua mereka.

“Pada hari pertama setelah kejadian, memang keadaannya kacau. Anak-anak itu terpengaruh karena orang tuanya ikut panik. Orang tua panik, akhirnya anak-anak ikut merasakan trauma,” ujar Iptu Purwaningsih saat ditemui di lokasi pengungsian, Selasa (25/11/2025).

Menurutnya, kondisi darurat membuat anak-anak merasa tidak nyaman berada di pengungsian.

Bahkan beberapa kali mereka mengungkapkan keinginan untuk pulang karena suasana rumah jauh lebih membuat mereka tenang.

“Keadaannya seperti ini serba darurat. Mereka kadang-kadang pengin pulang karena di rumah lebih nyaman,”jelas Iptu Purwaningsih.

Meski begitu, pihak kepolisian terus berupaya memberikan rasa aman dan nyaman, terutama melalui kegiatan-kegiatan sederhana yang bersifat menghibur.

Tim Psikologi Bag SDM Polres Lumajang,Polda Jatim melakukan berbagai aktivitas bermain untuk mengurangi ketegangan dan membantu anak-anak melupakan sejenak momen erupsi.

“Terapi yang kami lakukan ya bermain. Memberikan motivasi, semangat. Tidak akan selamanya kejadian ini ada. Kami bantu mereka untuk melupakan sejenak waktu kejadian itu,” tambahnya.

Dari data yang dihimpun di lokasi pengungsian SD Negeri 4 Supit Urang, Kecamatan Pronojiwo, terdapat 118 warga pengungsi dari Dusun Sumber Sari dan Dusun Gumuk Mas, Desa Supit Urang, Lumajang.

Sebagian besar di antaranya adalah keluarga dengan anak-anak yang masih membutuhkan pendampingan emosional pascabencana.

Upaya pendampingan psikologi ini diharapkan dapat membantu anak-anak memulihkan rasa aman sambil menunggu situasi di wilayah mereka kembali kondusif.

Sementara itu Kabid Humas Polda Jatim,Kombes Pol Jules Abraham Abast menegaskan, langkah cepat tanggap personel Polda Jatim dan Polres Lumajang di lapangan merupakan komitmen Polri dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat terdampak bencana.

Kombes Abast Ia juga menambahkan bahwa anggota Kepolisian terus memantau situasi di lapangan dan siap melakukan langkah cepat bila terjadi perubahan kondisi.

“Personel tetap siaga di lokasi-lokasi rawan untuk memberikan peringatan serta memastikan keamanan masyarakat,” pungkas Kombes Pol J.Abast.

Polda Sumut Ajak Warga Bangun Budaya Tertib Berlalu Lintas pada Operasi Zebra Toba 2025

MEDAN || jejakindonesia.id — Upaya mewujudkan lalu lintas yang aman dan tertib terus digencarkan Polda Sumatera Utara. Hal ini terlihat dalam program Dialog Aspirasi Sumut yang digelar di Studio I RRI Medan, Selasa (25/11/2025), dengan topik utama membahas “Operasi Zebra Toba 2025.”

Dialog ini menghadirkan tiga narasumber, yaitu Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Sumut AKBP Lutfhi, S.I.K., Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Sumut AKBP Dr. Hendri Nupia Dinka Barus, S.H., S.I.K., M.M., serta Kepala Bagian Operasional Jasa Raharja Sumut Rd. Saeful Kamal Apandi, SE, CRMO. Mereka memberikan penjelasan komprehensif terkait pelaksanaan Operasi Zebra Toba dan pentingnya kesadaran berlalu lintas di masyarakat.

Dalam dialog tersebut, AKBP Hendri menegaskan bahwa Operasi Zebra Toba merupakan operasi kepolisian terpadu yang bertujuan meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas serta menurunkan angka pelanggaran dan kecelakaan di jalan raya.

“Operasi Zebra Toba dilaksanakan serentak di seluruh Sumatera Utara, termasuk Kota Medan, untuk memastikan keamanan dan keselamatan masyarakat dalam berkendara,” jelas AKBP Hendri.

Operasi ini berlangsung selama 14 hari, mulai 17 sampai 30 November 2025, dengan fokus pada kegiatan preemtif, preventif, dan penegakan hukum selektif prioritas di lokasi-lokasi rawan kecelakaan.

Wadir Lantas Polda Sumut AKBP Lutfhi memaparkan jenis pelanggaran yang menjadi fokus penindakan, antara lain:
- Menggunakan ponsel saat berkendara
- Pengendara di bawah umur
- Tidak memakai helm SNI atau sabuk keselamatan
- Melawan arus
- Melebihi batas kecepatan
- Berboncengan lebih dari satu orang
- Mengemudi dalam pengaruh alkohol
- Kendaraan tidak layak jalan, knalpot brong, atau tanpa TNKB
- Menerobos lampu merah
- Melanggar marka serta rambu lalu lintas

Penindakan dilakukan dengan mengutamakan ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement) baik statis, mobile, maupun dashcam. Namun petugas tetap dapat melakukan penindakan manual apabila pelanggaran berpotensi menimbulkan kecelakaan.

Kota Medan termasuk wilayah prioritas operasi karena padat aktivitas lalu lintas dan masih ditemukan banyak pelanggaran seperti melawan arus, tidak menggunakan helm, serta penggunaan trotoar oleh pengendara motor.

Polda Sumut menekankan bahwa masyarakat cukup mematuhi aturan, melengkapi dokumen seperti SIM dan STNK, serta memastikan penggunaan helm dan sabuk keselamatan untuk menghindari sanksi.

AKBP Lutfhi menjelaskan bahwa Operasi Zebra tidak semata-mata berorientasi pada penilangan. Polda Sumut juga memperkuat edukasi di sekolah, komunitas, media sosial, dan siaran radio untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.

“Operasi ini bukan hanya soal tilang, tetapi juga mengedukasi masyarakat agar sadar pentingnya keselamatan,” tegasnya.

Bagi masyarakat yang merasa tidak melakukan pelanggaran namun mendapat tilang, klarifikasi dapat dilakukan melalui kanal resmi ETLE atau langsung ke bagian Gakkum Ditlantas.

Dari Jasa Raharja Sumut, Kepala Bagian Operasional Rd. Saeful Kamal Apandi mengajak masyarakat lebih peduli terhadap keselamatan dan administrasi kendaraan. “Pastikan kelengkapan kendaraan terpenuhi, gunakan helm dan perlengkapan keselamatan, serta jangan lupa membayar pajak kendaraan karena ini membantu pembangunan di Sumatera Utara,” ujarnya.

AKBP Lutfhi juga mengajak masyarakat memulai perubahan dari diri sendiri. “Perubahan perilaku berlalu lintas harus dimulai dari kita dan dimulai saat ini juga. Jangan tunggu menjadi korban untuk sadar akan pentingnya keselamatan,” ujarnya.

Kemudian menutup dialog, AKBP Dr. Hendri Barus memberikan penegasan pentingnya disiplin. “Tertib adalah pangkal selamat. Setiap kecelakaan selalu diawali pelanggaran. Mari disiplin sejak sekarang," tutupnya.

Dialog ini diharapkan menjadi sarana efektif menyampaikan informasi dan edukasi kepada masyarakat luas. Melalui Operasi Zebra Toba 2025, Polda Sumut mengajak seluruh masyarakat membangun budaya berlalu lintas yang aman, tertib, dan berkesadaran tinggi—dimulai dari diri sendiri untuk keselamatan bersama.

Tunjukkan Komitmen Berantas Begal, Polres Belawan Tangkap Empat Pelaku Begal Sadis

BELAWAN || jejakindonesia.id — Polres Pelabuhan Belawan kembali membuktikan komitmennya dalam memberantas aksi begal yang meresahkan masyarakat. Empat pelaku berhasil ditangkap melalui serangkaian operasi.

Penangkapan ini mendapat perhatian besar karena dua pelaku yang diamankan merupakan pelaku Begal Sadis di Gang Jagung, Marelan Pasar 5, termasuk satu pelaku lain yang sebelumnya terlibat dalam kasus Begal di Pajak Baru. Sementara dua pelaku lainnya ditangkap di kawasan Gang Tai, yang juga kerap menjadi lokasi rawan aksi kejahatan jalanan.

Kapolres Pelabuhan Belawan menjelaskan bahwa penindakan ini merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat serta dukungan dari warga Medan Utara untuk membasmi Begal serta kejahatan lainnya. Semua informasi tersebut kami tindak lanjuti secara cepat,” ujarnya.

Para pelaku ditangkap di lokasi berbeda setelah Unit Reskrim melakukan penyelidikan intensif, mengumpulkan rekaman CCTV, serta mengidentifikasi pola pergerakan para tersangka. Dari tangan pelaku, polisi turut mengamankan sepeda motor, senjata tajam, dan barang bukti lain yang digunakan dalam aksi kejahatan.

Saat ini seluruh pelaku telah diamankan di Mapolres Pelabuhan Belawan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Kapolres menegaskan bahwa pihaknya akan terus menindak tegas setiap bentuk kejahatan jalanan.

“Kami tidak memberi ruang bagi pelaku begal. Penangkapan ini adalah bukti nyata komitmen Polres Belawan dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. Dukungan masyarakat menjadi perhatian utama kami,” tegasnya.

Polres Pelabuhan Belawan juga mengimbau warga untuk terus berperan aktif memberikan informasi dan melapor cepat apabila melihat tindak kejahatan.

Polda Jatim Bantu Bersihkan Endapan Lahar Dingin Pascaerupsi Gunung Semeru

LUMAJANG || jejakindonesia.id – Anggota Polda Jawa Timur bersama Polres Lumajang melakukan pembersihan endapan lahar dingin pasca erupsi Gunung Semeru yang terjadi di wilayah Kabupaten Lumajang pada Senin (24/11/2025).

Selain membersihkan material vulkanik yang menutup akses jalan, personel juga membantu warga mengevakuasi barang-barang berharga dari rumah warga yang terdampak di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo.

Petugas turun langsung ke titik-titik yang mengalami penumpukan material lahar dingin, termasuk kawasan pemukiman dan jalur penghubung antar desa.

Dengan peralatan manual dan mesin pendukung, pembersihan dilakukan secara menyeluruh untuk meminimalisir risiko bahaya serta memastikan mobilitas warga tetap aman.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, mengatakan bahwa langkah cepat personel di lapangan merupakan komitmen Polri dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat terdampak bencana.

“Anggota kepolisian terus bekerja membantu warga dengan membersihkan material lahar agar akses jalan kembali aman ketika dilalui," kata Kombes Pol J.Abast.

Di sela kegiatan, anggota Polri juga mendampingi masyarakat memindahkan dokumen penting, perhiasan, serta barang bernilai lainnya dari rumah yang rawan terjangan lahar susulan.

"Upaya ini dilakukan untuk memberikan rasa aman sekaligus mengurangi potensi kerugian materiil bagi warga," ujar Kombes Pol J.Abast.

Ia juga menambahkan bahwa anggota kepolisian terus memantau situasi di lapangan dan siap melakukan langkah cepat bila terjadi perubahan kondisi.

“Personel kami tetap siaga di lokasi-lokasi rawan untuk memberikan peringatan serta memastikan keamanan masyarakat,” pungkas Kombes Pol J.Abast. (*)

Operasi Zebra Semeru Polres Lamongan Amankan 9 Remaja dan 3 Motor Balap Liar

LAMONGAN || jejakindonesia.id — Polres Lamongan Polda Jawa Timur (Jatim) menggelar Operasi Zebra Semeru 2025 yang fokus pada peningkatan kepatuhan masyarakat terhadap aturan berlalu lintas serta pencegahan potensi kecelakaan.

Dalam pelaksanaannya kali ini Satlantas Polres Lamongan Polda Jatim juga melakukan penindakan terhadap pelanggar lalu lintas baik secara teguran maupun pemberian sangsi tilang.

Seperti halnya pada Minggu (23/11) kemarin, petugas juga menjaring para pelaku balap liar yang selama ini meresahkan masyarakat.

Dalam kegiatan penindakan yang dilaksanakan sekitar pukul 23.00 WIB, Satlantas Polres Lamongan Polda Jatim mengamankan 9 remaja pelaku balap liar serta 3 unit sepeda motor yang digunakan dalam aksi tersebut.

Penindakan dilakukan di Jl. Poros Lamongan–Babat, Desa Kebalandono, tepat di depan SPBU AKR, salah satu titik yang kerap dijadikan arena balap liar saat malam hari.

Kasat Lantas Polres Lamongan, AKP I Made Jata Wiranegara menjelaskan bahwa penindakan ini merupakan bagian dari rangkaian Operasi Zebra Semeru 2025.

"Laporan warga mengenai suara bising serta aksi berbahaya membuat kami langsung turun ke lokasi dan melakukan penanganan," kata AKP I Made, Selasa (25/11).

Ia mengungkapkan, 9 remaja yang diamankan di Satlantas Polres Lamongan itu diberikan pembinaan.

"Sebagai langkah pembinaan, orang tua dari para pelaku kami panggil ke Satlantas Polres Lamongan," terang AKP I Made.

Dalam kegiatan tersebut, petugas memberikan pemahaman menyeluruh mengenai bahaya balap liar, risiko kecelakaan fatal, gangguan terhadap masyarakat, serta konsekuensi hukum apabila perbuatan tersebut diulangi.

Para orang tua juga diminta meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak mereka, khususnya pada malam hari.

Sementara itu, Tiga sepeda motor yang digunakan untuk balap liar langsung diberikan tindakan tilang dan diamankan.

Petugas memeriksa kelengkapan kendaraan, termasuk knalpot brong dan komponen yang tidak sesuai standar keselamatan.

Kasat Lantas Polres Lamongan menegaskan bahwa dalam Operasi Zebra ini, Polres Lamongan Polda Jatim tidak hanya fokus pada penindakan, tetapi juga mengedepankan edukasi kepada masyarakat.

“Penertiban harus diimbangi dengan edukasi. Kami ingin membangun tanggung jawab bersama dalam menjaga keselamatan anak-anak kita,” ujarnya.

Polres Lamongan Polda Jatim mengimbau masyarakat untuk terus melaporkan kegiatan balap liar atau gangguan lalu lintas lainnya.

"Melalui Operasi Zebra, Polres Lamongan berkomitmen menciptakan situasi lalu lintas yang aman, tertib, dan kondusif bagi seluruh warga," pungkasnya. (*)

error: Content is protected !!