Closing soon Closes at 5:00 pm

Polri

Lantik 247 Bintara Remaja, Kapolda Jatim : Jadilah Penjaga Kehidupan dan Peradaban

MOJOKERTO || jejakindonesia.id – Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur (Kapolda Jatim), Irjen Pol Drs. Nanang Avianto, M.Si., secara resmi melantik 247 Bintara Remaja dalam Upacara Penutupan Pendidikan, Pelantikan, dan Pengambilan Sumpah Diktukba Polri T.A. 2025 di Lapangan Tribrata SPN Polda Jatim, Rabu (24/12/2025).

​Didampingi Wakapolda Jatim Brigjen Pol Dr. Pasma Poyce, S.I.K., M.H., dan para Pejabat Utama (PJU) Polda Jatim, Kapolda Jatim bertindak langsung sebagai Inspektur Upacara.

Momen sakral ini menandai bertambahnya kekuatan personel Polda Jatim dengan hadirnya ratusan insan Bhayangkara baru yang telah ditempa selama Lima bulan.

​Dalam amanatnya yang mengutip Kepala Lemdiklat Polri, Irjen Pol Nanang Avianto menekankan pesan strategis kepada para lulusan.

Irjen Pol Nanang Avuanto menegaskan bahwa menjadi Polisi bukan sekadar profesi, melainkan jalan hidup (way of life) sebagai pengabdi masyarakat.

​"Jadilah Polisi penjaga kehidupan, pembangun peradaban dan pejuang kemanusiaan,"tegas Irjen Nanang.

Selain itu para Bintara remaja juga diminta menjadi role model, ikon toleransi, serta ikon anti-korupsi di tengah masyarakat.

​Jenderal bintang Dua ini juga mengingatkan agar para Bintara baru menghindari tindakan kontra-produktif, seperti arogansi atau mem-backing hal ilegal, serta wajib menjadi pembelajar sepanjang hayat (long life learner) guna menghadapi tantangan zaman.

​Pelantikan kali ini juga menjadi bukti nyata sistem meritokrasi Polri di bawah kepemimpinan Kapolda Jatim.

Hal ini tercermin dari penghargaan siswa terbaik yang diraih oleh anak-anak dari kalangan sederhana, yakni Bripda Rifky Ardiansah Putra (anak petani asal Lamongan) sebagai Siswa Teladan, dan Bripda Muhamad Ramdan Yoga Pratama (anak pemilik bengkel asal Tulungagung) sebagai Siswa Cendekia.

​Usai prosesi pelantikan, Kapolda Jatim beserta jajaran turut menyaksikan peragaan ketangkasan hasil didik, mulai dari kesenian hadrah, bela diri Polri, hingga simulasi penanganan anarkis, yang menutup rangkaian kegiatan dengan penuh kebanggaan. (*)

Antisipasi ISPA Pascabanjir, Posko Kesehatan Polri Aktif Layani Masyarakat Aceh Tamiang

TAMIANG || jejakindonesia.id - Sejak awal terjadinya bencana banjir yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang, Polri bergerak cepat dengan membuka sejumlah posko pelayanan, salah satunya Posko Kesehatan Polri. Posko ini difokuskan untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak banjir serta anggota Polri yang tengah bertugas dalam penanganan bencana di wilayah tersebut.

Ipda Dokter Asia Rahma Malawat dari Bidokkes Polda Jawa Barat yang melaksanakan Bantuan Kendali Operasi (BKO) di Aceh Tamiang menjelaskan bahwa sebagian besar pasien yang datang ke posko kesehatan mengalami keluhan gangguan pernapasan ringan. “Keluhan yang paling banyak kami temui baik dari masyarakat maupun anggota Polri adalah batuk, pilek, serta nyeri tenggorokan,” ujar Dokter Asia.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Ipda Dokter Meyrina Dwi Yanti, anggota Bidokkes Polda Jawa Barat yang juga melaksanakan BKO di Aceh Tamiang, menyampaikan bahwa pihaknya melakukan langkah pencegahan dini terhadap potensi penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). “Setiap pasien yang datang ke posko kesehatan kami berikan masker. Hal ini sebagai upaya pencegahan ISPA mengingat kondisi pascabencana, di mana tanah yang mengering di permukaan aspal menimbulkan debu beterbangan saat dilalui kendaraan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dokter Asia menegaskan bahwa meskipun dalam kondisi darurat, pelayanan kesehatan di Posko Polri tetap dilengkapi dengan fasilitas dan obat-obatan yang memadai. “Kami menyediakan penanganan medis awal yang cukup lengkap, mulai dari cairan infus, obat antinyeri, obat maag, hingga obat-obatan emergensi lainnya. Selain itu, obat untuk keluhan umum seperti batuk, pilek, diare, nyeri lambung, nyeri badan, serta salep untuk penyakit jamur kaki juga tersedia, mengingat keluhan jamur kaki cukup tinggi pascabencana,” ungkapnya.

Sementara itu, Dokter Meyrina mengimbau masyarakat dan anggota Polri yang masih melaksanakan tugas di Aceh Tamiang agar selalu menjaga kesehatan. “Kami mengimbau agar selalu menggunakan masker sebagai bentuk proteksi dini untuk mencegah penyakit infeksi saluran pernapasan, terutama di tengah kondisi lingkungan pascabanjir,” tuturnya.

Melalui kehadiran Posko Kesehatan Polri, diharapkan pelayanan medis bagi masyarakat terdampak banjir di Aceh Tamiang dapat terus terpenuhi, sekaligus mendukung kelancaran tugas personel Polri di lapangan.

Pastikan Natal Aman, Kapolri Tinjau Langsung Gereja Katedral dan GPIB Immanuel

JAKARTA || jejakindonesia.id - Kapolri Jenderal Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo M.Si., melakukan peninjauan langsung ke Gereja Katedral dan GPIB Immanuel Jakarta Pusat. Hal itu dilakukan untuk memastikan terciptanya pengamanan dan pelayanan optimal bagi masyarakat yang menjalani ibadah Natal.

Peninjauan tersebut dilaksanakan bersama dengan Menko Polkam, Menko PMK, Mendagri, Panglima TNI, Kemenag dan stakeholder terkait lainnya.

Menurut Jenderal Pol. Listyo Sigit, peninjauan ini merupakan tindaklanjut instruksi Presiden Prabowo Subianto agar masyarakat bisa mendapatkan pengamanan dan pelayanan optimal saat Natal dan Tahun Baru (Nataru).

"Sesuai arahan Presiden kita diminta berikan pelayanan terkait operasi Nataru di dalamnya kita mengamankan masyarakat mudik , masyarakat yang melaksanakan Misa ibadah Natal dan masyarakat yang akan melaksanakan kegiatan pergantian tahun," kata Kapolri usai meninjau Gereja Katedral, Jakarta Pusat, Rabu (24/12/2025).

Jenderal Pol. Listyo Sigit memaparkan, untuk mengamankan Nataru tahun ini, sebanyak 147 personel gabungan dikerahkan. Selain itu, Sigit menyebut juga menggandeng organisasi kemasyarakatan (ormas) di antaranya yakni Banser NU dan Kokam Muhammadiyah.

"Kami Polri saat ini menurunkan kurang lebih 147 personel gabungan dan kemarin juga kami melaksanakan apel bersama-sama dengan rekan-rekan lain seperti Banser. Kami juga mengajak Kokam untuk ikut bersama-sama melaksanakan kegiatan pengamanan khususnya di Gereja yang melaksanakan perayaan misa Natal," ujar Kapolri.

Dengan dilibatkannya ormas tersebut, Kapolri menyebut bahwa, hal itu wujud dari Bhinneka Tunggal Ika. Dimana semua elemen bersatu tanpa melihat agama untuk sama-sama menjaga seluruh Bangsa Indonesia.

"Ini juga bagian dari wujud Bhinneka Tunggal Ika. Bagaimana seluruh masyarakat, elemen bangsa sama-sama tanpa membedakan agama, namun semuanya bersatu untuk ikut membantu memberikan jaminan rasa aman," ucap Jenderal Pol. Listyo Sigit.

"Karena itu tentunya kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh rekan-rekan TNI, stakeholder terkait dan teman-teman dari ormas, Banser, Kokam dan lain yang ikut membantu, bagian wujud dari Indonesia adalah negara besar, negara yang terus menjaga kesatuan dan persatuan," tambah Kapolri menekankan.

Di sisi lain, Kapolri berharap seluruh rangkaian Ibadah malam Misa Natal ini juga bisa mendoakan masyarakat yang sedang mengalami duka cita akibat bencana alam di Sumatra. Ia juga meminta agar seluruh pihak bisa menjaga keamanan dan kelancaran hingga pergantian tahun nanti.

"Dan kita berdoa semua agar seluruh rangkaian ibadah Misa Natal baik hari ini ataupun nanti pergantian tahun semua bisa berjalan. Tentunya kita titip doakan saudara kita yang sedang terkena musibah untuk kembali bisa bangkit dan kita berdoa sama-sama untuk saudara kita di Sumatra dan saudara kita di seluruh negeri agar semua terjaga dari situasi prediksi yang kemungkinan bisa terjadi akibat ramalan cuaca," tutup Kapolri.

Natal 2025: Polda Metro Jaya Kerahkan Tim Jibom dan K9 Sterilisasi 1.160 Gereja di Jakarta

JAKARTA || jejakindonesia.id - Polda Metro Jaya mengerahkan personel Tim Penjinak Bom (Jibom) dari Gegana, serta anjing pelacak K9 untuk melakukan sterilisasi gereja dan sejumlah objek vital. Kegiatan ini dilakukan guna memastikan pelaksanaan ibadah Natal 2025 berjalan aman dan khidmat.

Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan, sterilisasi dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan di 1.160 gereja yang melaksanakan ibadah Natal, serta di simpul transportasi publik seperti stasiun kereta api dan terminal bus.

“Tim Jibom dan K9 melaksanakan sterilisasi di gereja-gereja dan beberapa fasilitas publik untuk menjamin keamanan masyarakat selama rangkaian Natal dan Tahun Baru,” ujar Kombes Pol. Budi Hermanto, Rabu (24/12/25).

Kombes Pol. Budi Hermanto menambahkan, kegiatan pengamanan tersebut berlangsung selama Operasi Lilin Jaya 2025. Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri juga turun langsung melakukan pengecekan kesiapan tempat ibadah menjelang perayaan Natal.

“Pengecekan meliputi kesiapan gereja dalam menampung jemaat sesuai kapasitas, termasuk antisipasi kondisi cuaca yang tidak menentu. Panitia ibadah diimbau mempersiapkan pelaksanaan dengan baik,” jelasnya.

Selain pengamanan tempat ibadah, Polda Metro Jaya menyiagakan personel di berbagai titik strategis, seperti bandara, stasiun, terminal, dan kawasan wisata. Total 5.044 personel gabungan Polri, TNI, dan pemerintah daerah dikerahkan pada 106 pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu di wilayah DKI Jakarta.

Polda Metro Jaya memastikan seluruh jajaran bersama stakeholder terkait terus bersiaga untuk menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif. Dengan begitu, masyarakat dapat merayakan Natal 2025 dan menyambut Tahun Baru 2026 dengan rasa aman dan nyaman.

Lantik 111 Bintara Baru, Kapolda Riau: Jadilah Pejuang Kemanusiaan, Hindari Perilaku Menyimpang!

PEKANBARU || jejakindonesia.id — Sebanyak 111 Bintara Polri resmi dilantik dan siap memperkuat jajaran Polda Riau. Para Bintara Remaja tersebut diberi nama *Angkatan Green Policing*, sebagai simbol komitmen Polda Riau dalam mendukung program pelestarian lingkungan hidup.

Prosesi pelantikan berlangsung di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Riau, Kota Pekanbaru, Rabu (24/12/2025). Kegiatan ini dipimpin langsung Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan dan dihadiri Wakapolda Riau Brigjen Adrianto Jossy Kusumo, pejabat utama Polda Riau, perwakilan Plt Gubernur Riau, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai, serta unsur Forkopimda lainnya.

Dalam sambutannya, Kapolda Riau menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada para Bintara yang telah menyelesaikan Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktuba) Polri Tahun Anggaran 2025 dan resmi menyandang pangkat Brigadir Polisi Dua (Bripda).

"Kita semua sadar menjadi panggilan atau jalan hidup, di mana saudara di dalam pekerjaannya baik dalam pikiran, perkataan dan perbuatannya menunjukkan sebagai penjaga kehidupan, pembangun peradaban, dan pejuang kemanusiaan. Saya percaya saudara-saudara adalah orang yang berbakti bagi nusa dan bangsa," kata Irjen Pol. Herry Heryawan.

Dari total 111 Bintara yang dilantik, tiga di antaranya meraih penghargaan atas prestasi selama pendidikan. Roberto Sambas S dinobatkan sebagai siswa dengan predikat terbaik akademik. Muhammad Soni Saputra meraih predikat terbaik mental kepribadian sekaligus terbaik mental keseluruhan. Sementara M Zhazky Alma Zhaggi HS memperoleh predikat terbaik kesehatan.

Kapolda juga mengingatkan seluruh Bintara untuk menjaga nama baik institusi Polri, khususnya Polda Riau, serta senantiasa menjunjung tinggi profesionalisme dan moralitas dalam bertugas.

"Jaga nama baik di mana lembaga pendidikan di mana saudara telah dididik dan dilatih, serta institusi Polri yang kita cintai ini," imbuhnya.

Lebih lanjut, Irjen Pol. Herry Heryawan menegaskan bahwa tugas utama Polri adalah sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Ia meminta para Bintara yang baru dilantik agar benar-benar menunjukkan jati diri sebagai polisi penjaga kehidupan dengan menghindari segala bentuk perilaku menyimpang.

"Tidak melakukan pemerasan, menerima suap, atau menjadi beking hal-hal ilegal. Kemudian polisi harus selalu hadir, memberikan pelayanan, perlindungan dan pengayoman kepada korban dan para pencari keadilan. Bangun budaya tertib, dan terakhir supaya ada kepastian, berikan edukasi bernilai positif kepada masyarakat," pungkasnya.

Usai pelantikan, para Bintara menampilkan simulasi penanganan dan pencegahan kerusuhan massa. Dalam simulasi tersebut, aparat berhasil mengendalikan situasi hingga kembali aman dan kondusif.

error: Content is protected !!