Closing soon Closes at 5:00 pm

Polri

Penangkapan Terhadap Seorang DJ Berinisial M, IPTU Idam Berikan Klarifikasi Resmi

SURABAYA || jejakindonesia.id – Kepolisian akhirnya angkat bicara terkait penangkapan seorang Disc Jockey (DJ) berinisial M beserta dua rekanya yang sempat menjadi perhatian publik. Klarifikasi tersebut disampaikan langsung oleh IPTU Idam, sebagai bentuk transparansi terhadap proses penegakan hukum yang tengah berjalan.

IPTU Idam menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan dan pendalaman data oleh penyidik, diketahui bahwa yang bersangkutan pernah satu kali diamankan oleh Polrestabes Surabaya, bukan oleh Polda Jawa Timur sebagaimana isu yang berkembang di masyarakat.

“Yang bersangkutan pernah satu kali diamankan oleh Polrestabes Surabaya saat bersama mantan pacarnya. Pada saat itu dilakukan pemeriksaan, termasuk tes urine, dan hasilnya negatif,” terang IPTU Idam.

Lebih lanjut, IPTU Idam menegaskan bahwa tidak terdapat catatan penangkapan Ybs oleh Polda Jawa Timur. Hal tersebut sekaligus membantah informasi yang menyebutkan bahwa Ybs telah beberapa kali diamankan oleh aparat kepolisian di tingkat Polda.

“Untuk di Polda Jawa Timur, yang bersangkutan tidak pernah diamankan. Jika memang ada keterangan dari Ybs yang tidak sesuai fakta, maka hal tersebut nantinya bisa diverifikasi melalui data resmi yang dimiliki oleh Badan Narkotika Nasional (BNN),” ujarnya.

IPTU Idam juga menambahkan bahwa seluruh riwayat penanganan kasus narkotika akan tercatat dalam sistem BNN. Apabila benar Ybs pernah diamankan hingga tiga kali sebagaimana isu yang beredar, maka data tersebut dipastikan akan muncul dalam pendataan BNN.

“Kalau memang pernah diamankan sampai tiga kali, pasti ada data di BNN. Itu tidak bisa dihilangkan,” tegasnya.

Terkait dengan kemungkinan rehabilitasi, IPTU Idam menjelaskan bahwa pihak kepolisian tidak dapat mengambil keputusan sepihak. Seluruh proses akan mengacu pada hasil asesmen dan rekomendasi resmi dari BNN sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

“Kami akan mengikuti hasil rekomendasi dari BNN. Jika dinyatakan memenuhi syarat untuk rehabilitasi, maka akan dilakukan rehabilitasi. Namun jika rekomendasi BNN menyatakan tidak dapat direhabilitasi, maka yang bersangkutan akan dikembalikan kepada penyidik untuk menjalani proses hukum lebih lanjut,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa dalam penanganan perkara ini, aparat penegak hukum tetap mengutamakan profesionalitas, transparansi, dan kepastian hukum, serta tidak terpengaruh oleh opini atau tekanan dari pihak mana pun.

“Penanganan kasus ini berjalan sesuai aturan hukum yang berlaku. Tidak ada perlakuan khusus dan tidak ada upaya melindungi pihak tertentu,” pungkas IPTU Idam.

Kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi serta menunggu proses hukum yang sedang berjalan, demi menjaga objektivitas dan kepercayaan publik terhadap penegakan hukum.
(Redho)

Serah Terima Jabatan Kapolres Gresik, AKBP Ramadhan Nasution Gantikan AKBP Rovan Richard Mahenu

GRESIK || jejakindonesia.id - Tongkat kepemimpinan di lingkungan Kepolisian Resor Gresik resmi berganti. AKBP Ramadhan Nasution kini menjabat sebagai Kapolres Gresik menggantikan AKBP Rovan Richard Mahenu, usai pelaksanaan serah terima jabatan yang digelar di Mapolda Jawa Timur dan dipimpin langsung oleh Kapolda Jatim, Irjen Pol. Drs. Nanang Avianto.

Berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/2781/B/XII/KEP./2025 tertanggal 15 Desember 2025. Pergantian ini menandai berakhirnya masa kepemimpinan AKBP Rovan Richard Mahenu yang menjabat sejak Januari 2025.

Selama hampir satu tahun memimpin Polres Gresik, AKBP Rovan Richard Mahenu menorehkan jejak kepemimpinan yang kuat, tegas, dan berkarakter. Di bawah komandonya, Polres Gresik tampil menonjol dalam penegakan hukum, progresif dalam inovasi pelayanan publik, serta humanis dalam membangun kedekatan dengan masyarakat.

Di sektor penegakan hukum, sejumlah pengungkapan kasus besar berhasil menyita perhatian publik, bahkan hingga tingkat nasional. Mulai dari pengungkapan kasus pembunuhan, perampokan dengan kekerasan, hingga pembongkaran jaringan narkotika berskala besar.

Penanganan cepat kasus pembunuhan pengemudi ojek online Sevi Ayu Claudia, serta penangkapan buronan Ahmad Midhol, otak perampokan dan pembunuhan di Gresik, menjadi bukti nyata ketegasan dan profesionalisme aparat di bawah kepemimpinannya.

Komitmen pemberantasan narkoba dan kejahatan jalanan juga ditunjukkan melalui pengungkapan ratusan gram sabu, ratusan butir pil ekstasi, serta penindakan komplotan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) bersenjata api.

Langkah tegas terhadap kelompok gangster yang meresahkan masyarakat semakin menegaskan keseriusan Polres Gresik dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah.

Tak hanya berfokus pada penindakan, AKBP Rovan juga mendorong transformasi pelayanan publik. Salah satu terobosannya adalah program Lapor Kapolres (LaporCakRoma) , kanal pengaduan cepat berbasis WhatsApp yang memangkas birokrasi dan mempercepat respons kepolisian.

Sejak Maret hingga Desember 2025, tercatat sebanyak 601 laporan masyarakat melalui Lapor Kapolres (LaporCakRoma), dan ratusan di antaranya berhasil ditindaklanjuti secara nyata.

Di bidang sosial dan kemanusiaan, optimalisasi layanan ambulans gratis menjadi wujud kehadiran Polri di tengah masyarakat. Layanan ini tercatat membantu 100 kali rujukan medis termasuk warga Pulau Bawean.

AKBP Rovan juga mencatat sejarah sebagai Kapolres pertama yang membuka layanan pembuatan dan perpanjangan SIM langsung di Pulau Bawean, menjawab kebutuhan masyarakat kepulauan yang selama ini terkendala jarak dan akses.

Dengan gaya kepemimpinan yang responsif, tegas, dan humanis, AKBP Rovan aktif membangun sinergi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, serta komunitas digital.

Sejumlah penghargaan, mulai dari Pelayanan Prima Kepolisian di bidang Reformasi Birokrasi, apresiasi dari media, hingga kebijakan pemberian reward bagi anggota berprestasi dan masyarakat yang membantu tugas kepolisian, menjadi pengakuan atas dedikasi dan kinerjanya.

Menutup masa tugasnya di Gresik, AKBP Rovan Richard Mahenu meninggalkan fondasi kepemimpinan yang kokoh, penegakan hukum yang berkeadilan, pelayanan publik yang inovatif, serta hubungan yang semakin erat dan dipercaya antara Polri dan masyarakat.

Sementara itu, AKBP Ramadhan Nasution resmi mengemban amanah sebagai Kapolres Gresik usai serah terima jabatan tersebut. Perwira menengah Polri kelahiran Bandung, 10 Mei 1986, ini dikenal sebagai sosok berpengalaman dengan perjalanan karier yang panjang dan konsisten, khususnya di bidang lalu lintas, sumber daya manusia, serta pengawasan internal kepolisian.

Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun 2007 ini terus mengembangkan kapasitas akademik dan profesionalnya.

Ia menempuh pendidikan magister di Universitas Jayabaya Jakarta dan Universitas Airlangga Surabaya, serta mengikuti Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Polri Dikreg ke-63 Tahun 2023 sebagai bekal kepemimpinan strategis di tingkat kewilayahan.

Sebelum dipercaya memimpin Polres Gresik, AKBP Ramadhan Nasution menjabat sebagai Kasubbid Paminal Bidpropam Polda Metro Jaya, posisi yang menuntut integritas tinggi serta ketegasan dalam penegakan disiplin dan kode etik Polri.

Ia juga pernah bertugas sebagai Kasatlantas Polresta Malang Kota, Kasatlantas Polres Madiun, hingga Kapolsek Menganti Polres Gresik, sehingga cukup mengenal karakteristik wilayah dan masyarakat Gresik.

Karier kepolisiannya dimulai dari berbagai penugasan teknis di bidang lalu lintas di Polda Banten dan Polda Jawa Timur, sebelum kemudian dipercaya menduduki jabatan strategis di tingkat polda. Atas dedikasi dan pengabdiannya, ia dianugerahi Tanda Kehormatan Satyalancana Pengabdian 16 Tahun pada 2024.

Dengan latar belakang akademik yang kuat, pengalaman lapangan yang matang, serta pemahaman mendalam terhadap pembinaan internal Polri, AKBP Ramadhan Nasution diharapkan mampu membawa Polres Gresik semakin profesional, humanis, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, sejalan dengan semangat transformasi Polri yang Presisi.
(Redho)

Pimpinan Baru Polres Pasuruan AKBP Jazuli Dani Iriawan Resmi Digantikan AKBP Harto Agung Cahyono

PASURUAN || jejakindonesia.id — Suksesi kepemimpinan di tubuh Polres Pasuruan resmi berlangsung. AKBP Harto Agung Cahyono S.H., S.I.K., M.H. dilantik sebagai Kapolres Pasuruan menggantikan AKBP Jazuli Dani Iriawan dalam prosesi serah terima jabatan yang digelar di Markas Polda Jawa Timur, Senin (12/1/2026) pukul 09.00 WIB.

Serah terima jabatan tersebut dilaksanakan secara serentak bersama seluruh Kapolres jajaran Polda Jawa Timur yang mengalami mutasi. Upacara dipimpin langsung oleh Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Drs. Nanang Avianto, M.Si., serta dihadiri pejabat utama Polda Jatim dan para Kapolres jajaran.

AKBP Harto Agung Cahyono sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Bondowoso. Ia resmi menggantikan AKBP Jazuli Dani Iriawan yang telah menyelesaikan masa tugasnya sebagai Kapolres Pasuruan.

Pergantian ini merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri dalam rangka penyegaran kepemimpinan, penguatan kinerja, serta peningkatan pelayanan kepolisian kepada masyarakat, khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

AKBP Harto Agung Cahyono dikenal sebagai perwira yang memiliki kedekatan dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan berbagai elemen sosial. Selain itu, ia juga dikenal tegas dalam pembinaan internal terhadap anggota, terutama dalam penegakan disiplin dan profesionalisme.

Karakter kepemimpinan yang merangkul seluruh pihak namun tetap tegas tersebut diharapkan mampu menjaga dan meningkatkan kondusivitas wilayah Pasuruan, yang dinilai membutuhkan sosok pemimpin yang mampu menyatukan berbagai elemen dalam menghadapi dinamika kamtibmas.

AKBP Harto Agung Cahyono merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2005 dan berasal dari Pamekasan, Madura. Dengan pengalaman penugasan di berbagai wilayah, ia dipercaya mengemban amanah sebagai Kapolres Pasuruan yang baru.

Farewell Parade Kapolresta Banyuwangi: Estafet Kepemimpinan dari Kombes Pol Rama Samtama Putra ke Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan

BANYUWANGI || jejakindonesia.id — Polresta Banyuwangi menggelar Upacara Welcome and Farewell Parade Kapolresta Banyuwangi, Sabtu (10/1/2026). Upacara yang sarat nilai tradisi dan kehormatan ini menjadi simbol serah terima estafet kepemimpinan dari Kombes Pol Dr. Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H. kepada Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H.

Tradisi pedang pora mengiringi prosesi pelepasan jabatan Kapolresta Banyuwangi, menandai berakhirnya masa tugas Kombes Pol Rama Samtama Putra yang selanjutnya mengemban amanah baru sebagai Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Papua.

Tradisi Kehormatan dan Simbol Kepemimpinan Polri

Didampingi sang istri, Kombes Pol Rama Samtama Putra menyambut kehadiran Kapolresta Banyuwangi yang baru di gerbang Mapolresta Banyuwangi. Prosesi ini menjadi simbol kesinambungan kepemimpinan dan komitmen Polri dalam menjaga profesionalisme, soliditas, serta pelayanan kepada masyarakat.

Upacara tersebut dihadiri oleh jajaran Pejabat Utama Polresta Banyuwangi, para Kapolsek, Perwira, Brigadir, ASN Polri, serta personel Brimob, menegaskan kuatnya ikatan internal dan semangat kebersamaan di tubuh Polresta Banyuwangi.

Pesan Perpisahan Kapolresta Lama: Empat Prinsip Penjagaan

Dalam sambutan perpisahannya, Kombes Pol Dr. Rama Samtama Putra menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh keluarga besar Polresta Banyuwangi atas dukungan dan kerja sama selama satu tahun tiga bulan masa kepemimpinannya.

Ia menegaskan bahwa mutasi merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri sebagai upaya penyegaran dan peningkatan kinerja. Dalam kesempatan itu, ia kembali mengingatkan empat perintah harian yang menjadi fondasi pengabdian anggota Polri, yaitu:
▪︎ Jaga diri
▪︎ Jaga keluarga
▪︎ Jaga hubungan baik dengan masyarakat dan stakeholder
▪︎ Jaga citra institusi Polri

“Jangan sekali-kali kita menyakiti hati masyarakat. Empat prinsip ini adalah pegangan agar Polri semakin dipercaya dan dicintai masyarakat,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas segala kekhilafan selama memimpin serta memohon doa restu untuk menjalankan tugas di Polda Papua.

Kapolresta Banyuwangi Baru Tegaskan Polisi Harus Melayani

Sementara itu, Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, yang sebelumnya menjabat Dosen Utama Akpol Lemdiklat Polri, dalam sambutan perdananya menegaskan komitmennya untuk menghadirkan sosok polisi yang benar-benar melayani masyarakat.

Menurutnya, nilai-nilai kepemimpinan yang diwariskan Kapolresta sebelumnya bukan sekadar nasihat organisasi, tetapi berakar pada nilai-nilai ilahiah dan moral yang harus dijaga oleh setiap anggota Polri.

“Tidak ada perbedaan atensi. Apa yang telah dibangun dan ditekankan oleh Kapolresta sebelumnya akan saya lanjutkan dan perkuat,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya ketegasan dalam prinsip, yang dilandasi rasa tanggung jawab dan cinta kepada institusi serta anggota. Amanah sebagai Kapolresta Banyuwangi, menurutnya, merupakan kehendak Tuhan yang harus dijalankan dengan penuh keikhlasan dan integritas.

Harapan untuk Polresta Banyuwangi

Dengan pergantian kepemimpinan ini, diharapkan Polresta Banyuwangi semakin solid, profesional, modern, dan adaptif dalam menghadapi dinamika serta kompleksitas tantangan kamtibmas di Kabupaten Banyuwangi.

Upacara Farewell Parade Kapolresta Banyuwangi tidak hanya menjadi seremoni pelepasan dan penyambutan, tetapi juga momentum refleksi dan penguatan komitmen Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. (rag)

Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan Nahkodai Polresta Banyuwangi, Dorong Warga Jadi Polisi untuk Dirinya Sendiri

BANYUWANGI || jejakindonesia.id — Kepemimpinan baru hadir di Polresta Banyuwangi. Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan kini resmi memegang jabatan Kapolresta, membawa semangat kolaborasi dan pelestarian budaya lokal sebagai bagian dari pendekatan kepolisian.

Perwira lulusan Akpol 2001 ini bukan hanya dikenal tegas, tetapi juga religius dan memiliki minat kuat terhadap kebudayaan. Karena itu, penempatannya di Banyuwangi dianggapnya sebagai tugas yang sekaligus terasa dekat dengan nilai-nilai yang ia sukai.

Selama dua pekan awal bertugas, Rofiq intens mempelajari karakter Banyuwangi—wilayah yang dijuluki Sunrise of Java dan memiliki masyarakat yang kuat menjaga tradisi serta kehidupan keagamaan.

“Banyuwangi memiliki potensi budaya yang luar biasa. Dari pengamatan awal, saya melihat masyarakatnya memiliki etos kuat untuk menjaga nama baik daerah,” ujarnya.

*Budaya sebagai kekuatan Banyuwangi*

Menurut Rofiq, budaya bukan sekadar identitas, tetapi merupakan sari pati dari cipta, karya, dan karsa manusia. Nilai-nilai budaya yang baik perlu dijaga dan dilanjutkan, sementara yang belum sesuai dapat diarahkan menjadi lebih selaras.

Dengan potensi tersebut, ia menilai Banyuwangi layak menjadi model daerah dalam pelestarian budaya sekaligus penguatan keamanan berbasis kearifan lokal.

*Ajakan: keamanan bukan hanya tugas polisi*

Kombes Rofiq menegaskan bahwa menjaga Banyuwangi tidak bisa dibebankan pada aparat kepolisian saja. Peran masyarakat, menurutnya, sangat menentukan.

“Saya mengajak seluruh warga Banyuwangi untuk bersama menjaga daerah ini. Tidak mungkin polisi bekerja sendiri,” katanya.

Ia berharap masyarakat mampu menjadi “polisi untuk dirinya sendiri”, yaitu ikut menjaga ketertiban, taat aturan, dan aktif mendukung program-program kepolisian. Dengan sinergi itu, tujuan besar berupa keamanan, ketertiban, keadilan, kemanfaatan, dan kepastian hukum dapat terwujud nyata. (**)

error: Content is protected !!