Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Polri

Eks Kapolres Bima Kota Jadi Tersangka Narkoba, Polri Tegaskan Tak Ada Toleransi untuk Oknum Internal

JAKARTA || Jejak-indonesia.id – Kepolisian Negara Republik Indonesia menegaskan komitmennya dalam memberantas tindak pidana narkotika tanpa pandang bulu, termasuk terhadap oknum internal Polri. Hal tersebut disampaikan Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Jhonny Edison Isir, dalam doorstop di Lobby Lantai 1 Gedung Divhumas Polri, Minggu (15/2) malam.

Kadivhumas Polri menyampaikan bahwa Bareskrim Polri telah menetapkan mantan Kapolres Bima Kota berinisial AKBP DPK sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyalahgunaan dan peredaran narkotika. Penetapan tersangka ini merupakan hasil pengembangan dari pengungkapan jaringan narkoba yang sebelumnya melibatkan anggota Polri lain di wilayah Nusa Tenggara Barat.

“Sebagai institusi penegak hukum yang mengemban amanat untuk memberantas segala bentuk tindak pidana, termasuk narkotika yang merupakan kejahatan luar biasa, Polri tidak mentoleransi segala bentuk penyalahgunaan narkotika dan psikotropika, baik oleh masyarakat maupun oknum internal Polri,” tegas Kadivhumas Polri.

Pengungkapan perkara bermula dari penangkapan dua asisten rumah tangga milik tersangka anggota Polri BRIPKA KIR dan istrinya AN, dengan barang bukti sabu 30,415 gram di rumah pribadi keduanya. Dari hasil pengembangan Ditresnarkoba Polda NTB, ditemukan keterlibatan AKP ML dalam jaringan tersebut.

Pemeriksaan lanjutan oleh Bidpropam Polda NTB terhadap AKP ML menunjukkan hasil positif amfetamin dan metamfetamin. Penggeledahan di ruang kerja dan rumah jabatan AKP ML kemudian menemukan lima paket sabu seberat 488,496 gram. Dari keterangan AKP ML, terungkap dugaan keterlibatan AKBP DPK.

Tim gabungan Biro Paminal Divpropam Polri dan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri selanjutnya melakukan penggeledahan di rumah pribadi AKBP DPK di Tangerang pada 11 Februari 2026. Dari lokasi tersebut, penyidik menemukan sabu 16,3 gram, ekstasi 50 butir, alprazolam 19 butir, Happy Five 2 butir, dan ketamin 5 gram.

Atas perbuatannya, AKBP DPK dijerat Pasal 609 ayat (2) huruf a KUHP juncto Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Ketentuan Pidana serta Pasal 62 UU Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika, dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau maksimal 20 tahun dan denda hingga Rp2 miliar.

Kadivhumas menegaskan bahwa tidak ada perlakuan khusus bagi tersangka meski berasal dari internal Polri. Saat ini AKBP DPK masih menjalani penempatan khusus oleh Divpropam Polri sembari menunggu proses kode etik yang dijadwalkan 19 Februari 2026.

“Pimpinan Polri sudah tegas menjamin tidak ada impunitas bagi personel Polri yang terlibat jaringan narkotika. Kami justru menerapkan standar pemeriksaan yang lebih ketat guna menjaga marwah institusi,” ujar Kadivhumas.

Polri juga telah membentuk tim gabungan Ditipidnarkoba Bareskrim Polri dan Ditresnarkoba Polda NTB untuk mendalami jaringan lebih luas, termasuk mengejar bandar berinisial E yang diduga menjadi pemasok narkotika kepada para tersangka. Berdasarkan pemeriksaan sementara, keterlibatan jaringan ini diperkirakan berlangsung sejak Agustus 2025.

“Jika ditemukan lagi personel yang terlibat mendukung kegiatan ilegal ini, kami akan proses hukum dan kode etik tanpa terkecuali. Ini wujud komitmen Polri dalam perang terhadap narkoba yang mengancam generasi bangsa,” tegas Kadivhumas.

Polri mengajak masyarakat untuk terus berperan aktif melaporkan aktivitas mencurigakan terkait peredaran narkoba di lingkungan masing-masing. Dukungan publik dinilai menjadi faktor penting dalam upaya pemberantasan narkotika secara menyeluruh di Indonesia.

SPPG Polres Gresik di Bedilan Diresmikan Dukung Penguatan Gizi Nasional

GRESIK || Jejak-indonesia.id - Komitmen mendukung penguatan gizi nasional dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, Polres Gresik Polda Jatim telah mendirikan Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) di beberapa titik wilayah Kabupaten Gresik.

Hal itu seperti disampaikan oleh Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution kepada awak media di Gresik, Senin (16/2/26).

Ia mengatakan, SPPG ini dikelola oleh Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Gresik.

Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution menegaskan dukungan penuh terhadap pengoperasian dapur gizi tersebut.

Polres Gresik Polda Jatim juga menyiapkan penambahan pelayanan pemberian bantuan gizi melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Yayasan SLB Kemala Bhayangkari II Gresik.

Kapolres Gresik juga menyebut pemanfaatan aset Polri maupun skema pinjam pakai lahan desa, sebagai bentuk optimalisasi sumber daya demi kepentingan masyarakat luas.

Seluruh kesiapan kegiatan, mulai dari personel, peralatan, hingga dukungan teknis lainnya, telah dipersiapkan secara matang.

"Penambahan layanan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperluas jangkauan penerima manfaat program gizi," kata AKBP Ramadhan Nasution.

Ia mengatakan untuk sementara, tercatat sekitar 3.000 hingga 4.000 penerima manfaat yang akan dilayani.

Kapolres Gresik mengungkapkan, sasaran program tidak hanya anak-anak sekolah, tetapi juga ibu hamil, ibu menyusui, serta masyarakat yang membutuhkan dalam radius 3 hingga 6 kilometer dari lokasi SPPG.

"Program ini diharapkan mampu menjadi solusi konkret dalam upaya pencegahan dan penanganan kekurangan gizi di wilayah Gresik,"tambah AKBP Ramadhan Nasution.

Dengan dukungan pelayanan yang optimal, kebutuhan gizi masyarakat diharapkan dapat terpenuhi secara merata.

Sementara itu Ketua Bhayangkari Cabang Gresik Ny. Yanggi Ramadhan juga telah meresmikan SPPG di Bedilan, Jumat (13/2/26) pekan lalu.

Peresmian tersebut dilaksanakan saat groundbreaking serentak Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Polri oleh Presiden RI, Prabowo Subianto, yang digelar secara daring.

Ny. Yanggi Ramadhan memaparkan bahwa Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Gresik kini telah memiliki beberapa titik SPPG, diantaranya di Yosowilangun, Pongangan, Manyarejo, Bedilan, dan Randuagung.

"Yang baru kami resmikan pekan lalu SPPG yang berlokasi di Jalan Basuki Rahmat No. 22, Bedilan, Kabupaten Gresik," ujar Ny. Yanggi Ramadhan.

Ia juga mengatakan ada Dua lokasi tambahan di Benjeng dan Driyorejo masih dalam tahap pembangunan.

“Program ini menjadi bukti nyata komitmen Polres Gresik dalam mendukung program pemerintah mencetak generasi penerus yang sehat, cerdas, dan berdaya saing,” tutur Ny. Yanggi. (*)

Tinjau Hunian Sementara Korban Bencana di Tapteng, Kapolri-Ketua Komisi IV Salurkan 16 Truk Bantuan Kemanusiaan

TAPULI || Jejak-indonesia.id - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Ketua Komisi IV DPR Siri Hediati Hariyadi meninjau lokasi Hunian Sementara (Huntara) Asrama Haji Pinangsori untuk korban bencana di wilayah Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

Kunjungan tersebut dilakukan pada Minggu (15/2) untuk melihat situasi dan kondisi terkini masyarakat yang sempat terkena bencana banjir dan longsor serta mengetahui apa yang masih dibutuhkan oleh para korban.

"Hari ini kami bersama-sama dengan Ibu Ketua Komisi IV bisa berinteraksi untuk mendengarkan langsung dan melihat situasi dan kondisi masyarakat khususnya yang mengungsi sementara di huntara," jelasnya.

Dalam kunjungan tersebut, Sigit mengatakan pihaknya juga akan menyalurkan total 16 truk bantuan kemanusiaan untuk Huntara Asrama Haji Pinangsori dan tempat lainnya di Tapanuli Tengah yang masih membutuhkan.

Ia menjelaskan proses penyaluran bantuan akan dibantu oleh Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu sesuai dengan kebutuhannya di masing-masing lokasi. Selain itu, kata dia, ada juga bantuan kemanusiaan yang turut diberikan oleh Titiek Soeharto selaku Ketua Komisi IV DPR.

"Ada kurang lebih 16 truk yang akan kami salurkan baik di huntara ini maupun di kabupaten-kabupaten yang ada di wilayah Tapteng," jelasnya.

"Nanti Pak Bupati yang akan membagi terkait kebutuhan yang diperlukan seperti pakaian, bahan makanan, obat, snack dan juga ada bantuan dari Ibu Ketua Komisi IV," imbuhnya.

Selain itu, kata dia, terdapat juga bantuan berupa seragam sekolah, buku pelajaran serta tas untuk para siswa yang terdampak bencana.

"Mudah mudahan ini juga bisa membantu meringankan sekaligus juga mempercepat rangkaian proses pemulihan pasca bencana kemarin," tuturnya.

Di sisi lain, Sigit mengatakan dirinya telah memerintahkan seluruh jajarannya untuk bergerak cepat membantu proses penanganan bencana dan masalah yang dialami masyarakat pasca kejadian tersebut.

"Kita sama-sama berdoa agar bencana ini segera bisa tertanggulangi," pungkasnya.

Dihadiri Ribuan Masyarakat, Puncak Acara PKS di Bunbes Palangka Raya Jadi Komitmen Polda Kalteng Wujudkan Sekolah Aman

PALANGKARAYA || Jejak-indonesia.id - Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui Direktorat Lalu Lintas sukses menggelar puncak acara Polisi Keamanan Sekolah (PKS) yang berlangsung di Bundaran Besar, Kota Palangka Raya, Minggu (15/2/2026) pukul 06.00 WIB.

Acara yang berlangsung dengan dimeriahkan oleh Silent Open Up dari Guest Star 'Juan Reza' dan olahraga senam bersama tersebut, dihadiri Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran, unsur Forkopimda dan ribuan warga, serta diikuti siswa-siswi perwakilan dari seluruh kabupaten dan kota se-Kalimantan Tengah yang sebelumnya telah menyelesaikan rangkaian pelatihan PKS.

Momentum ini menjadi ajang unjuk keterampilan, kedisiplinan, serta semangat generasi muda dalam mendukung budaya tertib berlalu lintas sejak dini.

Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan menegaskan bahwa puncak kegiatan PKS merupakan wujud komitmen Ditlantas dalam membentuk generasi muda yang disiplin, bertanggung jawab, serta peduli terhadap keselamatan berlalu lintas.

"Selain itu, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga keamanan, keselamatan, dan ketertiban berlalu lintas, khususnya di lingkungan sekolah," ujarnya.

Irjen Iwan menyebut bahwa para peserta didik merupakan generasi penerus bangsa yang memiliki potensi besar bagi kemajuan dan kesejahteraan negara di masa depan.

"Kita berharap PKS ini menjadi kelompok peserta didik yang bisa membantu guru dan kepala sekolah menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan sekolah. Tidak ada lagi kekerasan, bullying, narkoba, maupun ketidaktertiban lainnya di sekolah," tegasnya.

Sementara itu, Dirlantas Polda Kalteng Kombes Pol Yusep Dwi didampingi Kabidhumas Kombes Pol Budi Rachmat menambahkan bahwa dalam kegiatan ini juga dirangkaikan dengan deklarasi aksi keselamatan berlalu lintas.

"Harapannya kedepan melalui deklarasi ini, bisa menanamkan nilai kedisiplinan, kepemimpinan, dan kepedulian sosial kepada pelajar, sekaligus memperkuat sinergi antara kepolisian, sekolah, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan tertib," tutupnya.

(adji)

Tinjau Hunian Sementara Korban Bencana di Tapteng, Kapolri-Ketua Komisi IV Salurkan 16 Truk Bantuan Kemanusiaan

TAPULI || Jejak-indonesia.id - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Ketua Komisi IV DPR Siri Hediati Hariyadi meninjau lokasi Hunian Sementara (Huntara) Asrama Haji Pinangsori untuk korban bencana di wilayah Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

Kunjungan tersebut dilakukan pada Minggu (15/2) untuk melihat situasi dan kondisi terkini masyarakat yang sempat terkena bencana banjir dan longsor serta mengetahui apa yang masih dibutuhkan oleh para korban.

"Hari ini kami bersama-sama dengan Ibu Ketua Komisi IV bisa berinteraksi untuk mendengarkan langsung dan melihat situasi dan kondisi masyarakat khususnya yang mengungsi sementara di huntara," jelasnya.

Dalam kunjungan tersebut, Sigit mengatakan pihaknya juga akan menyalurkan total 16 truk bantuan kemanusiaan untuk Huntara Asrama Haji Pinangsori dan tempat lainnya di Tapanuli Tengah yang masih membutuhkan.

Ia menjelaskan proses penyaluran bantuan akan dibantu oleh Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu sesuai dengan kebutuhannya di masing-masing lokasi. Selain itu, kata dia, ada juga bantuan kemanusiaan yang turut diberikan oleh Titiek Soeharto selaku Ketua Komisi IV DPR.

"Ada kurang lebih 16 truk yang akan kami salurkan baik di huntara ini maupun di kabupaten-kabupaten yang ada di wilayah Tapteng," jelasnya.

"Nanti Pak Bupati yang akan membagi terkait kebutuhan yang diperlukan seperti pakaian, bahan makanan, obat, snack dan juga ada bantuan dari Ibu Ketua Komisi IV," imbuhnya.

Selain itu, kata dia, terdapat juga bantuan berupa seragam sekolah, buku pelajaran serta tas untuk para siswa yang terdampak bencana.

"Mudah mudahan ini juga bisa membantu meringankan sekaligus juga mempercepat rangkaian proses pemulihan pasca bencana kemarin," tuturnya.

Di sisi lain, Sigit mengatakan dirinya telah memerintahkan seluruh jajarannya untuk bergerak cepat membantu proses penanganan bencana dan masalah yang dialami masyarakat pasca kejadian tersebut.

"Kita sama-sama berdoa agar bencana ini segera bisa tertanggulangi," pungkasnya.