Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Polri

Kunjungi Teluk Bintuni, Kapolda Papua Barat Jamin Keamanan Warga Moskona Kembali ke Kampung Halaman

TELUK BINTUNI || Jejak-indonesia.id - Kapolda Papua Barat, Brigjen Pol. Alfred Papare, S.I.K., bersama sejumlah jajaran Pejabat Utama (PJU) melakukan kunjungan kerja ke Mapolres Teluk Bintuni pada Jumat (20/2/2026). Dalam kunjungan tersebut, Kapolda menegaskan komitmen Polri dalam menjamin keamanan warga distrik di wilayah Moskona yang sempat mengungsi akibat konflik keamanan.

Kedatangan Brigjen Pol. Alfred Papare didampingi oleh Ketua Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB), Judson Ferdinandus Waprak. Rombongan disambut langsung oleh Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, Kapolres Teluk Bintuni AKBP Hari Sutanto, S.I.K., serta unsur Forkopimda dan perwakilan kepala distrik wilayah Moskona.

Setibanya di gerbang Mako Polres, Kapolres Teluk Bintuni memberikan laporan resmi terkait situasi kamtibmas di wilayah hukumnya yang berada dalam keadaan aman terkendali. Setelah menerima jajar kehormatan dari piket jaga, Kapolda bersama rombongan menyapa seluruh personel Mapolres Teluk Bintuni.

Agenda utama kunjungan ini ditandai dengan pemberian tali asih berupa 350 paket sembako kepada ratusan pengungsi yang berasal dari tiga distrik di wilayah pegunungan Moskona. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban warga yang terdampak konflik.

Dalam sambutannya, Kapolda menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Polres Teluk Bintuni atas dedikasi mereka dalam bertugas. Secara khusus, ia mengajak semua pihak untuk bekerja sama memulangkan warga ke kampung halaman mereka.

"Saya berharap saudara-saudara sekalian dapat segera kembali ke kampung masing-masing. Saya berjanji dan menjamin keamanan serta keselamatan saudara-saudara pascakonflik KKB kemarin," tegas Brigjen Pol. Alfred Papare.

Senada dengan hal tersebut, Kabid Humas Polda Papua Barat, Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, menambahkan bahwa kunjungan ini merupakan bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat. Kapolda berkomitmen memastikan situasi tetap kondusif sehingga aktivitas sosial dan ekonomi warga di wilayah Moskona dapat kembali normal.

Satgas Saber Polres Jember Sidak Pasar Antisipasi Lonjakan Harga Pokok Pangan

JEMBER || Jejak-indonesia.id – Tim Satuan Tugas Sapu Bersih (Satgas Saber) Pelanggaran Harga Polres Jember Polda Jatim bersama Badan Pangan Nasional, Dinas Perdagangan, Dinas Pasar, dan Perum Bulog melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Tanjung, Kabupaten Jember, Jumat (20/2/2026).

Kegiatan ini digelar sebagai langkah antisipasi kelangkaan bahan pokok pangan dan lonjakan harga selama bulan Ramadhan hingga menjelang Idul Fitri 1447 H.

Kepala Unit Tipidter Polres Jember, Ipda Harry Sasongko mengatakan, secara keseluruhan bahan pokok pangan di sejumlah pasar masih dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Ketersediaan bahan pokok pangan masih normal dan masyarakat tidak kesulitan mwndapatkannya di sejumlah pasar,"ujarnya.

Namun demikian, saat Tim Saber gabungan turun di Pasar Tanjung Jember sempat menemukan minyak goreng bersubsidi dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Acuan Pemerintah (HAP) yakni Rp15.700 hingga Rp16.000 per liter.

"Temuan ini menjadi perhatian serius karena berpotensi merugikan masyarakat," tegas Ipda Harry Sasongko.

Ia menegaskan Tim Saber Polres Jember Polda Jatim akan terus memantau untuk mengantisipasi adanya penimbunan maupun permainan harga oleh oknum tertentu.

"Pengawasan akan diperketat guna memastikan distribusi bahan pokok tetap lancar serta harga tetap stabil di pasaran," tegas Ipda Harry.

Langkah ini menjadi bentuk komitmen Satgas Saber dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas harga kebutuhan pokok.

"Upaya ini sekaligus untuk melindungi daya beli masyarakat dari potensi spekulasi dan distorsi pasar menjelang meningkatnya kebutuhan selama bulan suci Ramadhan," pungkasnya. (*)

Pastikan Warga Nyaman Beribadah Selama Ramadhan, Kapolda Papua Barat Daya Instruksikan Jajaran Penertiban Miras

SORONG || Jejak-indonesia.id - Kapolda Papua Barat Daya, Brigjen Pol Gatot Haribowo, menginstruksikan seluruh jajaran Polres untuk memperketat penertiban peredaran minuman keras (miras) selama bulan suci Ramadhan. Langkah ini diambil guna menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), serta menghormati umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa.

"Saya sudah sampaikan kepada para Kapolres agar menindaklanjuti penertiban miras, terutama yang tidak memiliki izin dan marak beredar. Tujuannya agar masyarakat merasa nyaman," ujar Brigjen Pol Gatot di Aimas, Kabupaten Sorong, Jum'at (20/02).

Ia menjelaskan bahwa tindakan tegas ini merupakan bagian dari upaya menciptakan situasi kondusif di wilayah hukum Polda Papua Barat Daya, mulai dari awal Bulan Suci Ramadhan hingga perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.

Selain menyasar peredaran miras, kepolisian juga akan meningkatkan patroli di titik-titik rawan kriminalitas. Masyarakat yang berencana melakukan mudik pun diimbau untuk memastikan keamanan rumah sebelum ditinggalkan.

"Jajaran kepolisian akan mengintensifkan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD), razia penyakit masyarakat, serta pengawasan terhadap berbagai potensi gangguan kamtibmas lainnya," tambahnya.

Lebih lanjut, Brigjen Pol Gatot menegaskan bahwa pengamanan di pusat keramaian seperti pasar, terminal, pelabuhan, dan tempat ibadah akan diperkuat untuk mengantisipasi lonjakan aktivitas warga menjelang Lebaran. Prioritas utama lainnya adalah pengaturan lalu lintas guna memastikan kelancaran arus mudik dan balik.

Strategi pengamanan ini mengacu pada keberhasilan penanganan hari besar keagamaan sebelumnya, seperti perayaan Natal. Kapolda berharap melalui langkah preventif ini, seluruh lapisan masyarakat di wilayah Papua Barat Daya dapat menjalankan ibadah dan merayakan hari raya dengan aman dan nyaman.

Polri Terbitkan Direktif dan Bentuk Satgas ASRI untuk Pastikan Program Presiden Berjalan Optimal

JAKARTA || Jejak-indonesia.id — Kepolisian Negara Republik Indonesia menegaskan komitmennya dalam mendukung Gerakan Nasional Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) dengan menerbitkan direktif melalui Surat Telegram Kapolri serta membentuk Satuan Tugas (Satgas) ASRI Polri. Langkah ini dilakukan untuk memastikan program Presiden Republik Indonesia terlaksana secara konsisten dan berkelanjutan dari tingkat Mabes Polri hingga Polsek.

Direktif tersebut ditujukan kepada seluruh jajaran Polri, mulai dari Polsek, Polres, Polresta, Polrestabes, Polda, hingga Mabes Polri, dan memuat sejumlah poin yang wajib dilaksanakan guna mendukung implementasi Gerakan Indonesia ASRI secara menyeluruh, terstruktur, dan berkesinambungan. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut langsung atas arahan Presiden Republik Indonesia dalam Rapat Koordinasi Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar pada 2 Februari 2026.

Sebagai bentuk penguatan pelaksanaan di lapangan, Kapolri menunjuk Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja, S.E., S.I.K., M.H., selaku Kepala Korps Pembinaan Masyarakat (Kakorbinmas) Polri sebagai Ketua Satgas ASRI Polri. Satgas ini bertugas mengoordinasikan, mengendalikan, serta mengawasi pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI agar berjalan efektif, seragam, dan berjenjang di seluruh satuan kewilayahan.

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, S.I.K., M.T.C.P., menjelaskan bahwa Gerakan Nasional Indonesia ASRI di lingkungan Polri bukan sekadar kegiatan kebersihan, melainkan bagian dari upaya membangun budaya kerja yang tertib, sehat, dan profesional, sekaligus menghadirkan keteladanan institusi di tengah masyarakat.

“Polri tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga berkewajiban memberi contoh. Lingkungan kerja yang aman, sehat, bersih, dan indah mencerminkan kedisiplinan serta kesungguhan Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Kadivhumas.

Pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI di tubuh Polri berlandaskan pada berbagai regulasi dan kebijakan strategis, antara lain Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Polri, Peraturan Kapolri Nomor 6 Tahun 2017 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Polri Nomor 4 Tahun 2025, Surat Menteri Lingkungan Hidup tanggal 6 Februari 2026, taklimat Presiden RI pada Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2 Februari 2026, serta arahan Kapolri pada pembukaan Rapat Pimpinan (Rapim) Polri tanggal 10 Februari 2026.

Berdasarkan landasan tersebut, seluruh Kapolda, Kapolrestabes, Kapolresta, Kapolres, hingga Kapolsek diminta untuk mengambil langkah-langkah strategis, termasuk menyusun dan menetapkan kebijakan internal yang mendukung pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI secara konsisten.

Gerakan Indonesia ASRI mencakup empat fokus utama, yaitu Aman (keamanan lingkungan dan ketertiban ruang publik), Sehat (kualitas lingkungan yang mendukung kesehatan), Resik (kebersihan dan pengelolaan lingkungan secara terintegrasi), serta Indah (estetika dan kenyamanan ruang publik).

Sebagai bentuk implementasi konkret, Polri melaksanakan sejumlah kegiatan rutin. Setiap hari kerja, seluruh personel mengikuti kegiatan “Satu Jam Awal Resik”, yakni satu jam sebelum tugas operasional dimulai untuk membersihkan dan menata ruang kerja masing-masing. Selain itu, Polri juga melaksanakan “Korve Mako Terpadu” secara mingguan yang menyasar kebersihan halaman perkantoran, perumahan dinas atau asrama, drainase, hingga penataan instalasi kabel dan lingkungan sekitar.

Tidak hanya berfokus pada internal, Polri juga menggelar kegiatan periodik “Polri Peduli Lingkungan” secara bulanan dengan menyasar fasilitas umum, baik internal maupun eksternal, seperti taman, rumah ibadah, dan ruang publik. Kegiatan ini melibatkan tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, serta warga sekitar sebagai bentuk penguatan kemitraan Polri dengan masyarakat.

Untuk memperkuat pesan gerakan, Polri melakukan branding dan visualisasi Gerakan Indonesia ASRI melalui media digital, dengan menayangkan poster dan materi kampanye melalui media sosial, videotron, serta sarana informasi lainnya tanpa mencetak fisik, tetap menyesuaikan kearifan lokal dan menampilkan identitas ASRI.

Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir menegaskan bahwa seluruh jajaran Polri wajib melaksanakan monitoring, evaluasi, dan pelaporan secara berjenjang atas pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI.

“Gerakan Nasional Indonesia ASRI di lingkungan Polri merupakan langkah nyata mendukung program pemerintah, sekaligus memperkuat kepercayaan publik melalui keteladanan, kedisiplinan, dan pelayanan yang humanis,” pungkasnya.

Gerakan Nasional ASRI: Polrestabes Surabaya Bersihkan Kawasan Jembatan Merah

SURABAYA || Jejak-indonesia.id - Polrestabes Surabaya Polda Jawa Timur menunjukkan komitmen kuat dalam melaksanakan Gerakan Nasional Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI).

Kali ini melalui aksi nyata puluhan personel Polrestabes Surabaya bersama pemerintah Kota Surabaya melakukan pembersihan aliran kali di kawasan Jembatan Merah, Jumat (20/2/26).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 15.00 WIB tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Telegram Kapolri sebagai bentuk implementasi gerakan nasional yang tidak hanya berorientasi pada kebersihan lingkungan, tetapi juga membangun budaya kerja yang tertib, sehat, dan profesional di lingkungan kepolisian.

Hadir langsung dalam kegiatan ini Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfi Sulistiawan, Wakapolrestabes, para pejabat utama, anggota Polrestabes Surabaya, serta jajaran Pemerintah Kota Surabaya yang bersama-sama turun ke lapangan membersihkan aliran sungai.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfi Sulistiawan menegaskan bahwa Gerakan Nasional ASRI bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari upaya membangun karakter institusi yang humanis dan berorientasi pelayanan.

Menurutnya, kehadiran anggota Polri di tengah masyarakat tidak hanya dalam konteks menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memberikan contoh nyata dalam menjaga lingkungan.

Ia menyampaikan bahwa lingkungan kerja yang aman, sehat, bersih, dan indah mencerminkan kedisiplinan serta kesungguhan personel dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Polri memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi teladan. Ketika lingkungan kerja tertata dengan baik, hal itu akan berbanding lurus dengan kualitas pelayanan publik yang diberikan,” ungkapnya.

Gerakan ini juga menjadi momentum penguatan nilai-nilai kedisiplinan, kebersamaan, dan kepedulian sosial di tubuh Polrestabes Surabaya.

Melalui kegiatan tersebut, tercipta sinergi antara kepolisian dan pemerintah daerah dalam mewujudkan kota yang nyaman, sehat, dan layak huni.

Aksi bersih kali di kawasan Jembatan Merah menjadi simbol bahwa pelayanan kepolisian tidak hanya hadir dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam upaya menjaga kualitas hidup masyarakat melalui lingkungan yang bersih dan sehat.

Dengan semangat Gerakan Nasional Indonesia ASRI, Polrestabes Surabaya berharap budaya menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan dapat menjadi gerakan bersama seluruh elemen masyarakat.

Langkah ini sekaligus memperkuat citra Polri sebagai institusi yang tidak hanya responsif terhadap keamanan, tetapi juga peduli terhadap isu-isu sosial dan lingkungan. (*)