Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am

Polri

Polres Bondowoso olah tempat kejadian perkara penemuan bayi

BONDOWOSO || Jejak-indonesia.id - Warga Desa Bandelan, Kecamatan Binakal, Bondowoso dihebohkan dengan penemuan jenazah bayi di dalam kantong kresek hitam. Bungkusan tersebut ditemukan tergeletak di sebuah saung pinggir jalan menjelang Lebaran, Kamis (16/3/2026).

​Jenazah bayi tersebut ditemukan dalam kondisi utuh dengan tali pusar yang masih melekat pada tubuhnya.

​Pantauan di lokasi, Kapolres Bondowoso, AKBP Aryo Dwi Wibowo, bersama Kades Bandelan, Kapolsek Binakal turun langsung memimpin penanganan penemuan tersebut. Di sekitar lokasi, warga tampak berkerumun untuk menyaksikan proses olah TKP yang dilakukan oleh tim Inafis Polres Bondowoso.

​Bayi di dalam kresek hitam ini pertama kali ditemukan oleh Pak Hay, warga Desa Bandelan yang saat itu hendak mencari rumput.

​Menurut Pak Hay, ia melihat bungkusan hitam mencurigakan di saung pinggir jalan sekitar pukul 12.30 WIB. Karena biasanya saung tersebut dalam keadaan bersih, ia pun merasa curiga.

​Pak Hay kemudian merobek kresek hitam tersebut dan terkejut saat melihat sosok bayi yang sudah tidak bernyawa.

​"Kira-kira pas azan itu," jelasnya.

​Ia menerangkan bahwa di dalam bungkusan tersebut juga terdapat baju putih dan celana hitam. Karena merasa takut, Pak Hay langsung menghubungi Kepala Desa Bandelan.

​Kapolres Bondowoso, AKBP Aryo Dwi Wibowo, mengatakan bahwa jenazah bayi tersebut sudah dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan autopsi.

​"Sesuai laporan Kades tadi, penemuan sekitar pukul 12.30 WIB," jelasnya.
​Berdasarkan fakta di tempat kejadian perkara (TKP), jenazah bayi ditemukan utuh lengkap dengan tali pusarnya. Meski demikian, pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan forensik untuk menentukan usia pasti bayi tersebut.

​Kapolres menegaskan bahwa kejadian ini mengindikasikan adanya tindak pidana pembuangan bayi.

​"Tentunya akan kita tindak lanjuti, kita telusuri, dan akan kita ungkap siapa pelaku di balik kejadian ini," pungkasnya.

​Sementara itu, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara tim Inafis, diketahui jenazah bayi tersebut berjenis kelamin perempuan.

Ledakan di Masjid Jember, Jejak Bahan Kimia Terungkap: Polda Jatim Dalami Dugaan Sumber dari Dalam Bangunan

JEMBER || Jejak-indonesia.id  – Peristiwa ledakan yang mengguncang Masjid Raya Pesona di kawasan Perumahan Pesona Raya Regency, Patrang, kini memasuki fase krusial penyelidikan. Tim dari Polda Jawa Timur menemukan indikasi keberadaan bahan kimia di lokasi, membuka kemungkinan baru terkait sumber ledakan yang sebelumnya misterius.

Kapolda Jatim, Nanang Avianto, menegaskan bahwa pendekatan ilmiah menjadi kunci utama dalam mengungkap peristiwa tersebut. Ia menolak berspekulasi dan memilih menunggu hasil uji forensik yang kini sedang berjalan.

“Pengambilan barang bukti tidak bisa dilakukan secara biasa. Ada dugaan zat kimia, sehingga diperlukan peralatan khusus dan ketelitian tinggi,” ujarnya dalam konferensi pers di Mapolres Jember.

Temuan ini memperkuat dugaan bahwa ledakan bukan sekadar insiden biasa. Terlebih, aparat juga menemukan cairan dalam jerigen serta mengarah pada titik awal ledakan yang diduga berasal dari sebuah lemari besi di dalam masjid indikasi yang memunculkan pertanyaan serius: apakah ini kelalaian, kecelakaan, atau ada unsur lain yang lebih kompleks?

Tim gabungan yang terdiri dari unit penjinak bom (Jibom), laboratorium forensik, hingga reserse kriminal umum kini bekerja secara intensif menyisir setiap detail TKP. Garis polisi telah dipasang, sementara sterilisasi area dilakukan untuk mencegah kontaminasi bukti.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, dampak psikologis dan kerusakan fisik tidak bisa dianggap ringan. Ledakan yang terjadi saat salat tarawih itu sempat memicu kepanikan jamaah. Satu orang dilaporkan harus mendapatkan perawatan medis di RSD dr Soebandi akibat gangguan pendengaran.

Selain mengumpulkan barang bukti fisik, polisi juga mengamankan rekaman CCTV di sekitar lokasi. Sejumlah saksi telah diperiksa, termasuk warga dan pengurus lingkungan setempat. Namun hingga kini, kepolisian masih menahan detail temuan untuk kepentingan penyelidikan.

Kasus ini menjadi perhatian serius karena terjadi di tempat ibadah dan pada momentum Ramadan. Publik kini menunggu transparansi hasil investigasi, sekaligus berharap aparat mampu mengungkap secara terang apakah insiden ini murni kecelakaan teknis atau mengandung unsur yang lebih berbahaya.

Polda Jatim memastikan proses penyelidikan akan dilakukan secara profesional dan secepat mungkin, namun tetap mengedepankan akurasi.

Kapolda Sumut Pantau Arus Mudik via Patroli Udara, Pastikan Jalur Aman dan Lancar

MEDAN || Jejak-indonesia.id – Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto melaksanakan patroli udara guna memantau arus mudik Lebaran 2026 sekaligus melakukan pengecekan pos pengamanan (Pos Pam) Operasi Ketupat Toba 2026 di wilayah hukum Polres Labuhanbatu dan Polres Labuhanbatu Selatan.

Kegiatan tersebut dilakukan secara terpadu dengan memanfaatkan helikopter, sehingga pemantauan kondisi lalu lintas dan kesiapan pengamanan dapat dilakukan secara langsung dari udara maupun di titik-titik pos pengamanan.

Kapolda didampingi Wakapolda Sumut, Brigjen Pol Sonny Irawan beserta jajaran pejabat utama Polda Sumut menyisir jalur-jalur utama mudik, termasuk kawasan rawan kepadatan serta wilayah pesisir yang menjadi lintasan maupun tujuan masyarakat.

Dalam rangkaian kegiatan itu, rombongan juga mendarat di sejumlah titik, di antaranya wilayah Labuhanbatu dan Labuhanbatu Selatan, untuk meninjau langsung Pos Pam serta memastikan kesiapan personel di lapangan.

Selain melakukan pengecekan, Kapolda turut memberikan arahan kepada personel agar meningkatkan kewaspadaan dan pelayanan kepada masyarakat selama pelaksanaan Operasi Ketupat Toba 2026.

Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu mengatakan patroli udara yang dipadukan dengan pengecekan Pos Pam ini bertujuan untuk memastikan pengamanan arus mudik berjalan optimal.

“Patroli udara ini kita lakukan bersamaan dengan pengecekan Pos Pam di wilayah Labuhanbatu dan Labusel, untuk memastikan kesiapan personel serta melihat langsung kondisi arus mudik sehingga langkah antisipasi dapat dilakukan dengan cepat,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemantauan dari udara memberikan gambaran menyeluruh terkait titik-titik rawan kemacetan maupun potensi gangguan lainnya yang tidak sepenuhnya terpantau dari darat.

Dengan kombinasi patroli udara dan pengecekan langsung di lapangan, Polda Sumut memastikan sinergi pengamanan berjalan maksimal, baik dari sisi pengaturan lalu lintas maupun pelayanan kepada pemudik.

Seluruh rangkaian kegiatan patroli udara dan kunjungan kerja tersebut berlangsung aman dan kondusif, serta diharapkan mampu mendukung kelancaran arus mudik di wilayah Sumatera Utara.

Live Report Kapolres: Arus Lalu Lintas Meningkat, Jalur Lingkar Luar Parapat Bantu Urai Kemacetan

SIMALUNGUN || Jejak-indonesia.id - Dalam live report Operasi Ketupat Toba 2026, Kapolres Simalungun AKBP Marganda Aritonang, S.I.K., S.H., M.M., melaporkan langsung bahwa arus lalu lintas sudah mulai mengalami peningkatan di jalur lintas Sumatera Utara, Kamis (19/3/2026). Kapolres yang didampingi Wakapolres Simalungun KOMPOL Imam Alriyuddin, S.H., M.H., melakukan pemantauan langsung dan berinteraksi dengan masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.

Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba saat dikonfirmasi Kamis sore sekitar pukul 16.20 WIB menjelaskan, Kapolres melakukan live report langsung dari jalur lingkar luar Parapat yang menjadi jalur alternatif penting untuk mengurai kemacetan.

"Kapolres melakukan live report langsung dari lapangan. Beliau melaporkan bahwa saat ini situasi arus lalu lintas sudah mulai mengalami peningkatan," ujar AKP Verry Purba.

Dalam live report yang berlangsung sejak pukul 14.00 WIB hingga selesai, Kapolres melakukan pemantauan pos pengamanan dan pelayanan Operasi Ketupat Toba 2026 di wilayah Kabupaten Simalungun.

"Kapolres bersama Wakapolres melakukan pemantauan situasi arus lalu lintas di jalur lintas Sumatera Utara, mulai dari Pos PAM 3 Simpang Palang menuju Kota Wisata Parapat di Pos Yan 3 Pantai Bebas Parapat," ungkap Kasi Humas.

Pemantauan dilanjutkan dengan pengecekan jalur lingkar luar Parapat yang menjadi jalur alternatif menghubungkan Pos PAM 3 Simpang Palang dengan Pos PAM 4 Sitahoan.

"Kapolres melanjutkan pengecekan jalur lingkar luar Parapat sebagai jalur alternatif Pos PAM 3 Simpang Palang menuju Pos PAM 4 Sitahoan," ujar AKP Verry.

Dalam live report-nya, Kapolres menjelaskan bahwa jalur lintas lingkar luar Parapat digunakan dengan tujuan strategis untuk mengurangi volume kendaraan yang melintas di Kota Wisata Parapat.

"Jalur lintas lingkar luar Parapat digunakan bertujuan untuk mengurangi volume kendaraan yang melintas di Kota Wisata Parapat, sehingga dapat membantu menghindari kemacetan lalu lintas," ungkap Kasi Humas menyampaikan laporan Kapolres.

Kapolres melaporkan bahwa dengan penggunaan jalur alternatif ini, perjalanan masyarakat dapat lebih mudah, lebih cepat untuk sampai di tujuan menuju Kabupaten Toba dan seterusnya.

"Perjalanan masyarakat dapat lebih mudah, lebih cepat untuk sampai di tujuan menuju Kabupaten Toba dan seterusnya. Ini sangat membantu kelancaran arus mudik," ujar AKP Verry.

Yang menarik dari live report kali ini adalah Kapolres turun langsung menyentuh masyarakat yang melakukan perjalanan di jalur lingkar luar Parapat.

"Di jalur lintas lingkar luar ini, Kapolres menyentuh secara langsung masyarakat yang melakukan perjalanan dan menyampaikan himbauan kamtibmas serta himbauan keamanan berkendara," ungkap Kasi Humas.

Kapolres menyampaikan tips mudik aman, nyaman, dan lancar kepada masyarakat yang ditemuinya di jalur alternatif tersebut, menunjukkan kepedulian langsung terhadap keselamatan pemudik.

"Kapolres menyampaikan tips mudik aman, nyaman, dan lancar kepada masyarakat. Ini adalah bentuk pelayanan langsung kepada pemudik," ujar AKP Verry.

Dalam live report-nya, Kapolres juga memberikan arahan tegas kepada seluruh personel yang bertugas di pos-pos pengamanan dan pelayanan.

"Kepada seluruh personel, Kapolres mengingatkan bahwa tidak dibenarkan dengan alasan apapun tanpa izin tidak meninggalkan pos, baik Kapos, Padal, ataupun anggota," ungkap Kasi Humas menyampaikan arahan Kapolres.

Kapolres menekankan pentingnya personel untuk selalu melakukan pengaturan di persimpangan dekat pos dan melaksanakan patroli di wilayah sekitar.

"Lakukan selalu pengaturan di persimpangan dekat pos dan melaksanakan patroli di wilayah sekitar, baik Posyan dan Pospam. Ini sangat penting untuk menjaga keamanan," ujar AKP Verry.

Kapolres melakukan pengecekan di tiga lokasi strategis dalam live report-nya. Lokasi pertama adalah Pos Yan 3 Pantai Bebas Parapat di Jalan Sisingamangaraja, Tiga Raja, Kecamatan Girang Sipangan Bolon.

"Kapolres mengecek Pos Yan 3 Pantai Bebas Parapat yang menjadi tanggung jawab Kapolsek Parapat dan Kasat Lantas untuk memastikan kesiapan pelayanan kepada masyarakat," ungkap Kasi Humas.

Lokasi kedua adalah Pos PAM 4 Sitahoan yang berada di jalur lintas Parapat-Balige, Sipangan Bolon, Simpang Sitahoan, Kecamatan Girang Sipangan Bolon.

"Pos PAM 4 Sitahoan di bawah tanggung jawab Kapolsek Parapat juga dikunjungi untuk memastikan kesiapan pengamanan di jalur strategis menuju Kabupaten Toba," ujar AKP Verry.

Lokasi ketiga yang menjadi fokus utama live report adalah jalur lintas alternatif lingkar luar Parapat yang menghubungkan Pos PAM 3 Simpang Palang dengan Pos PAM 4 Sitahoan.

"Jalur lingkar luar Parapat menjadi fokus utama karena merupakan jalur alternatif yang sangat penting untuk mengurai kemacetan di kawasan wisata Danau Toba," ungkap Kasi Humas.

Live report ini dilaksanakan berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002, Perkap Nomor 08 Tahun 2021, Surat Telegram Kapolda Sumut, serta Rencana Operasi Kepolisian Terpusat "Ketupat Toba-2026" Polres Simalungun.

"Live report ini adalah bagian dari transparansi dan akuntabilitas Polri kepada masyarakat dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Toba 2026," ujar AKP Verry.

Tujuan live report dan pengecekan langsung ini adalah memastikan kesiapan personel, ketersediaan sarana prasarana, evaluasi SOP, meningkatkan moril personel, memberikan rasa aman kepada masyarakat, serta meminimalisir gangguan kamtibmas dan kecelakaan lalu lintas.

"Dengan live report langsung dari Kapolres, masyarakat dapat melihat kesiapan kami dan merasa lebih aman dalam melakukan perjalanan mudik," ujar AKP Verry.

Kapolres menunjukkan komitmen tinggi dengan turun langsung ke lapangan, berinteraksi dengan pemudik, dan memastikan setiap pos berfungsi optimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

"Dengan melaksanakan live report dan pengecekan langsung, Kapolres menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan menjaga keamanan serta ketertiban di wilayah hukumnya," pungkas AKP Verry Purba.

Kakorlantas Polri: Puncak Arus Mudik 2026 Terkendali, Angka Fatalitas Kecelakaan Turun Drastis 40 Persen

CIKAMPEK || Jejak-indonesia.id – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol. Agus Suryonugroho, memastikan kondisi arus lalu lintas pascapenerapan rekayasa one way nasional terpantau terkendali. Hingga Kamis (19/3/2026) sore, sistem satu arah tersebut masih dipertahankan untuk mengantisipasi tingginya volume kendaraan yang menuju Jakarta.

Berdasarkan data terkini, puncak arus balik tahun ini mencatatkan pergerakan sekitar 270 ribu kendaraan. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 4,26 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu yang berjumlah 258 ribu kendaraan.

"Kondisi arus lalu lintas, khususnya di jalan tol dan dampaknya ke jalur arteri, sampai saat ini cukup terkendali," ujar Irjen Pol. Agus Suryonugroho saat meninjau situasi di bawah Tol Layang MBZ, KM 47 Tol Jakarta–Cikampek.

Guna mengurai kepadatan, Korlantas Polri menerapkan skema rekayasa berlapis. Mulai dari contraflow satu lajur di KM 36 hingga KM 47, yang kemudian diperpanjang menjadi dua lajur hingga KM 48. Selanjutnya, contraflow tiga lajur diberlakukan dari KM 48 hingga KM 70 yang menyambung dengan sistem one way nasional ke arah Trans Jawa.

Dalam proses pengaturan tersebut, Tol Layang Sheikh Mohamed Bin Zayed (MBZ) sempat ditutup sementara selama kurang lebih 1,5 jam. "Penutupan MBZ dilakukan untuk mendukung kelancaran langkah-langkah contraflow. Setelah rekayasa selesai, jalur kembali dibuka dan saat ini arus sudah berangsur lancar," jelas Kakorlantas.

Kabar baik juga datang dari data keselamatan jalan raya. Polri mencatat penurunan angka kecelakaan sebesar 2,8 persen. Secara khusus, angka fatalitas atau korban meninggal dunia mengalami penurunan signifikan hingga 40 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kami sampaikan bahwa peristiwa kecelakaan juga turun 2,8% per hari ini (Kamis 19 Maret 2026). Tetapi fatalitas korban yang meninggal dunia itu turun 40%. Jadi masih bagus, moga-moga sampai akhir Operasi Ketupat masih bisa kita pertahankan,” ucapnya.

Menutup keterangannya, Kakorlantas mengimbau para pemudik yang masih dalam perjalanan untuk tetap bersabar dan mengutamakan keselamatan. Meski puncak arus telah terlewati, petugas tetap siaga mengamankan sisa volume kendaraan yang menuju ibu kota.

“Dan kami mengharapkan untuk rekan-rekan pemudik agar memang harus hati-hati, harus sabar. Puncak arus sudah kita lalui, tinggal sekian persen nanti kita tunggu untuk kita amankan,” pungkasnya.