Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am
Beranda » Pemerintahan » Halaman 3

Pemerintahan

IMG-20260530-WA0088

Banyuwangi 14 Kali Berturut-Turut Pertahankan WTP dari BPK

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan Kabupaten Banyuwangi, kembali mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025. Raihan ini merupakan ke-14 kalinya secara berturut-turut.

Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) diserahkan langsung Kepala Perwakilan BPK RI Provinsi Jawa Timur, Yuan Candra Djaisin, kepada Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, di Kantor BPK Jatim, Sidoarjo, pada Jumat (29/5/2026). Turut mendampingi Wakil Ketua DPRD Banyuwangi, Siti Mafrochatin Ni'mah.

Predikat WTP merupakan opini tertinggi dari BPK terhadap laporan keuangan pemerintah. Penilaian tersebut diberikan berdasarkan kesesuaian laporan keuangan dengan standar akuntansi pemerintahan, kecukupan pengungkapan, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, serta efektivitas sistem pengendalian internal.

Yuan mengucapkan selamat atas prestasi Banyuwangi serta kabupaten dan kota lain yang telah berhasil mempertahankan predikat WTP.

"Di dalamnya sudah disampaikan rekomendasi-rekomendasi dan juga action plan. Kami harap bisa segera ditindak lanjuti,” ujarnya.

Bupati Ipuk bersyukur Banyuwangi berhasil mempertahankan tata kelola keuangan daerah. Bagi Ipuk, mempertahankan capaian opini WTP dari BPK bukanlah hal yang mudah. Dibutuhkan konsistensi, kebersamaan, tata kelola keuangan yang baik, serta kesungguhan untuk mengikuti aturan yang berlaku.

"Kami terus berupaya memanfaatkan dan mengelola keuangan daerah dengan baik, serta bermanfaat untuk masyarakat,” ujar Ipuk.

“Terima kasih kepada BPK yang telah memberikan arahan dari tahun ke tahun. Terima kasih juga kepada seluruh rekan-rekan perangkat daerah dan DPRD Banyuwangi atas sinergi yang baik selama ini, sehingga Banyuwangi mampu mempertahankan opini WTP selama 14 tahun bertutut-turut sejak 2012," imbuhnya.

Torehan WTP kali ke-14 ini membuat Ipuk yakin bahwa menciptakan program pelayanan publik bisa sejalan dengan akuntabilitas keuangan, terutama di tengah efisiensi anggaran seperti saat ini.

Penerapan efisiensi anggaran, kata Ipuk, menumbuhkan tantangan tersendiri bagi daerah, bagaimana program pembangunan tetap berjalan optimal, meski dengan alokasi anggaran yang terbatas.

“Dalam kondisi ini, kami memilih untuk fokus. Tidak semua program kami geber, melainkan memilih skala prioritas. Sehingga dengan anggaran sedikit, bisa dioptimalkan untuk tujuan yang kita rancang. Kami juga selalu memastikan agar semua transaksi akuntabel, dan bisa dipertanggung jawabkan,” ujarnya.

“Selain segera menindaklanjuti rekomendasi dari BPK, kami akan terus memperkuat konsolidasi antar OPD dan unsur terkait untuk memperkuat tata kelola keuangan daerah,” tambah Ipuk. (*)

IMG-20260518-WA0059

Libur Panjang, Banyuwangi Diserbu 47 Ribu Wisatawan, Hotel dan Destinasi Penuh

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id - Di tiap momen long weekend atau libur panjang, Kabupaten Banyuwangi tetap menjadi pilihan wisatawan untuk menghabiskan waktu liburan. Pada momen libur panjang Kenaikan Isa Al-Masih, 14-17 Mei 2026, penginapan dan destinasi wisata di Banyuwangi kebanjiran pengunjung.

Berdasarkan data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi, tercatat sebanyak 47. 478 wisatawan telah berkunjung ke Banyuwangi selama empat hari. Dari jumlah tersebut, sebanyak 46.685 merupakan wisatawan domestik, dan 793 lainnya merupakan wisatawan mancanegara.

"Alhamdulillah, kami bersyukur Banyuwangi tetap menjadi pilihan bagi wisatawan untuk menghabiskan waktu liburannya. Terima kasih kepada semua pihak yang terus bahu membahu dalam menjaga dan memajukan pariwisata Banyuwangi. Ini menjadi penyemangat kita bersama untuk terus memberikan pengalaman wisata yang nyaman dan aman bagi semua," kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Minggu (17/5/2026).

Di masa long weekend kali ini, hampir seluruh destinasi di Banyuwangi kebanjiran pengunjung. Bahkan hotel mencatat kenaikan okupansi hinggan 100 persen.

Salah satu destinasi yang ramai dikunjungi adalah Hutan De Djawatan. Objek wisata yang terkenal dengan deretan pohon trembesi berusia ratusan tahun itu dikunjungi 7.266 wisatawan. Kawasan ini dikenal memiliki suasana rindang dan menjadi lokasi favorit wisatawan untuk berfoto serta menikmati udara segar.

Selain De Djawatan, Pantai Pulau Merah juga menjadi destinasi unggulan selama libur panjang. Pantai yang populer dengan panorama matahari terbenam itu dikunjungi sebanyak 5.636 wisatawan.

Sementara itu, Pantai Marina Boom mencatat 4.965 pengunjung, disusul Kawah Ijen sebanyak 3.297 pengunjung, dan Pantai Mustika dengan 2.869 wisatawan.

Pelaksana Tugas Kepala Disbudpar Banyuwangi, Hartono, mengatakan destinasi wisata perkotaan juga ramai dikunjungi wisatawan selama libur panjang.

“Seperti Banyuwangi Park yang ada di tengah kota yang ramai diserbu wisatawan. Tercatat 4.050 telah berkunjung ke sini selama long weekend. Jumlah ini diprediksi masih bisa bertambah mengingat kunjungan masih tetap buka hingga sore nanti,” ujar Hartono.

Meningkatnya jumlah wisatawan turut berdampak pada okupansi hotel dan penginapan di Banyuwangi. Sejumlah akomodasi bahkan mencatat tingkat hunian hingga 100 persen selama periode libur panjang.

Aston Banyuwangi Hotel & Conference Center mengaku seluruh kamar telah penuh sejak jauh hari, terutama pada 14-15 Mei 2026.

“Okupansi naik 100 persen. Semua kamar fully booked di tanggal 14-15 Mei. Mayoritas tamu berasal dari luar kota,” kata Sales Manager Aston Banyuwangi, Sari.

Hal serupa terjadi di Villa Solong yang menawarkan panorama Selat Bali. Penginapan tersebut juga mengalami lonjakan okupansi selama long weekend.

“Tanggal 14-16 kemarin, semua kamar penuh. Dan semua tamu kami dari luar kota, di antaranya Jakarta, Surabaya, Bali. Rata-rata mereka memang mau liburan di Banyuwangi,” ujar Executive Marketing Villa Solong, Imam Solehan

IMG-20260516-WA0084

Dinas PU CKPP Banyuwangi Giat Tinjau Lokasi Permohonan Tapak/Site Plane Perumahan Bale Asri Regency

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id || Tim Bidang Perumahan dan Permukiman Dians PU CKPP Banyuwangi melaksanakan kegiatan tinjau lokasi terhadap permohonan rekomendasi rencana tapak atau Site Plane Perumahan Bale Asri Regency yang akan dibangun oleh PT. Niaga Prospekta di Desa Pakistaji, Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi, pada Senin (11/5/2026).

Kegiatan tinjau lokasi ini dilakukan untuk memastikan kesesuaian rencana pembangunan perumahan dengan tata ruang, akses lingkungan, kesiapan prasarana, sarana dan utilitas (PSU), serta mendukung terciptanya kawasan hunian yang aman, nyaman dan tertata.

Kepala Bidang perumahan dan Permukiman Edi Purnomo mengatakan, bahwa sebelumnya pihak pengembang juga telah melaksanakan pengambilan dan pemasangan patok PSU sebagai penunjuk batas rencana lahan PSU perumahan.

"Selain itu dilakukan pula peninjauan lokasi rencana penyediaan makam sebagai bagian dari pemenuhan fasilitas pendukung lingkungan perumahan," kata Edi.

Dalam kegiatan ini turut dihadiri oleh pemerintah desa setempat sebagai bentuk sinergi dan koordinasi bersama dalam mendukung pembangunan kawasan perumahan yang terencana dan berkelanjutan.

Edi berharap kedepan, "Semoga rencana pembangunan perumahan Bale Asri Regency dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar," ujar Edi Purnomo. (tfq)

IMG-20260516-WA0083

Dinas PU CKPP Banyuwangi Serahkan Buku Tabungan Kepada Penerima Bantuan Program BSPS 

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id || Dinas PU CKPP Banyuwangi melaksanakan kegiatan serah terima buku tabungan kepada penerima bantuan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) TA 2026 di Kelurahan Karangrejo dan Kelurahan Temenggungan, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten, Banyuwangi, pada Rabu (13/5/2026).

Kepala Dinas PU CKPP Banyuwangi Cahyanto Hendri Wahyudi, S.E melalui Kepala Bidang Perumahan dan Permukiman, Edi Purnomo mengatakan, buku tabungan diserahkan langsung kepada masing-masing Penerima Bantuan (PB) sebagai sarana penyaluran bantuan pemerintah yang baik transparan, tertib dan tepat sasaran.

"Melalui buku tabungan ini, setiap penerima dapat mengakses dana bantuan sesuai tahapan pelaksanaan pembangunan rumah secara mandiri," kata Edi Purnomo.

Program BSPS bertujuan mendorong masyarakat berpenghasilan rendah agar dapat meningkatkan kualitas rumahnya menjadi lebih layak huni, sehat dan aman. Selain itu program BSPS juga menumbuhkan semangat gotong royong serta kemandirian masyarakat dalam mewujudkan hunian yang lebih baik.

Edi berharap dengan program BSPS ini, memberikan manfaat nyata bagi para penerima bantuan.

"Semoga bantuan ini memberi manfaat nyata, mempercepat peningkatan kualitas rumah warga, serta menjadi langkah bersama menghadirkan lingkungan permukiman yang semakin nyaman dan sejahtera," pungkas Edi.

(tfq)

IMG-20260512-WA0012

Tiba di Banyuwangi, Bupati Ipuk dan Komponen Lintas Agama Sambut Kedatangan Biksu Thudong

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id || Para biksu Thudong tiba di kelenteng atau Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Tik Liong Tian, Rogojampi, Banyuwangi, Senin (11/5/2026). Mereka disambut hangat oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, pengurus yayasan TTID, umat Tri Dharma dan masyarakat lintas agama.

Kesenian barongsai ikut memeriahkan kedatangan mereka yang berjumlah 56 orang itu. Para biksu juga mencuci kaki, menebar bunga, dan seremoni.

Bupati Ipuk menyampaikan penghormatan kepada para biksu yang telah tulus dan sabar akan menempuh perjalanan ribuan kilometer melakukan perjalanan spiritual.

Mereka tiba di Banyuwangi dengan keadaan selamat dan sehat. Setelah itu mereka akan berjalan ratusan kilometer lagi untuk sampai ke titik tujuan akhir, yaitu Candi Borobudur sebagai pusat perayaan Waisak tahun ini.

“Ini adalah kebanggaan tersendiri bagi Banyuwangi karena menjadi salah satu kota persinggahan dalam perjalanan thudong tahun ini,” ungkap Ipuk.

Perjalanan mereka menjadi bagian dari Indonesia Walk for Peace 2026 yang diikuti 50 biksu dari Thailand, Malaysia, Laos, dan 6 biksu dari Indonesia.

Ipuk mengatakan, perjalanan spiritual para biksu Thudong membawa pesan tentang perdamaian, kemanusiaan, dan persaudaraan di tengah keberagaman.

"Di Banyuwangi, masjid, gereja, pura, vihara, dan klenteng hidup berdampingan. Masyarakatnya guyub, saling membantu. Keberagaman bukan alasan untuk terpecah, tetapi menjadi kekuatan untuk saling menguatkan," ujar Ipuk.

Perjalanan spiritual para biksu thudong akan berlangsung selama sekitar tiga pekan untuk mengikuti rangkaian perayaan Hari Raya Waisak di Candi Borobudur pada 31 Mei 2026. Total jarak perjalanan menuju Borobudur mencapai sekitar 666 kilometer.

Ketua Panitia Klenteng Tik Liong Tian, Siswanto mengatakan, selama perjalanan para biksu akan singgah di sejumlah vihara dan tempat peribadatan yang telah disiapkan panitia di berbagai daerah.

Setelah dari Rogojampi, para biksu melanjutkan perjalanan menuju Vihara Jaya Manggala di Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran.

"Di lokasi tersebut mereka akan beristirahat dan menginap sebelum melanjutkan perjalanan ke Pasuruan dan daerah lainnya yang dilewati," ujarnya.

Salah satu biksu asal Indonesia, Bhante Jinavaro (38), mengaku bersyukur dapat mengikuti perjalanan Thudong menuju Candi Borobudur. Meski harus menghadapi cuaca panas dan perjalanan panjang, ia tetap bersemangat menuntaskan ritual tersebut.

"Perjalanannya sangat bagus, walaupun banyak rintangan dan hambatan. Cuaca di Bali luar biasa panas dibandingkan di Pulau Jawa. Tapi kami tetap harus punya semangat supaya bisa sampai di Borobudur," ujar Bhante. (tfq)

error: Content is protected !!