Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am
Beranda » Pemerintahan » Halaman 2

Pemerintahan

WhatsApp-Image-2026-07-20-at-17.30.58-780x470

Pemerintah Kota Pasuruan Gelar Konsultasi Publik II: Menyempurnakan Arahan Tata Ruang untuk Dua Dekade Mendatang

PASURUAN || Jejak-indonesia.id – Pemerintah Kota Pasuruan kembali menyelenggarakan Konsultasi Publik II, tahap krusial dalam rangka penyusunan revisi Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kota Pasuruan Tahun 2021–2041 beserta Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS). Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 20 Juli 2026 ini membuka ruang luas bagi masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan untuk menyampaikan pandangan demi arah penataan wilayah yang lebih terarah dan berkelanjutan selama dua puluh tahun ke depan.

Sebelumnya, kerangka penataan ruang Kota Pasuruan telah tertuang dalam RDTR Tahun 2021–2041 yang ditetapkan melalui Peraturan Wali Kota Pasuruan Nomor 67 Tahun 2021. Sesuai ketentuan perundang-undangan, dokumen ini wajib ditinjau ulang setiap lima tahun guna menjamin kesesuaiannya dengan dinamika perkembangan wilayah serta tuntutan kebutuhan pembangunan yang terus berubah.

Forum konsultasi kali ini dihadiri oleh sekitar 99 peserta yang mewakili berbagai elemen: anggota DPRD Kota Pasuruan, akademisi dari perguruan tinggi, perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, satuan kerja perangkat daerah terkait, Kantor Pertanahan Kota Pasuruan, pelaku usaha, asosiasi tenaga perencana, hingga tokoh masyarakat dan tokoh adat.

Dalam sambutan pembukanya, Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo menegaskan bahwa kegiatan ini adalah perwujudan nyata komitmen pemerintah daerah untuk mewujudkan tata kelola penataan ruang yang transparan, akuntabel, dan melibatkan partisipasi seluas-luasnya masyarakat.

“Konsultasi publik ini merupakan bagian tak terpisahkan dari rangkaian penyempurnaan revisi RDTR dan penyusunan KLHS. Melalui forum ini, kami berikan ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, gagasan cemerlang, maupun saran yang membangun terkait berbagai isu strategis pembangunan di Kota Pasuruan,” ujarnya.

Berbagai isu lintas sektor menjadi fokus pembahasan, mulai dari pengembangan infrastruktur, perlindungan lingkungan hidup, sistem transportasi perkotaan, hingga keseimbangan nilai sosial dan budaya. Seluruh masukan yang diterima nantinya akan dikaji secara mendalam sebagai bahan penyempurnaan dokumen, agar mampu menjawab tantangan dan harapan pembangunan di masa mendatang.

Adi Wibowo menambahkan bahwa setiap aktivitas kehidupan masyarakat tak lepas dari pemanfaatan ruang—baik di daratan, perairan, wilayah udara, maupun di dalam perut bumi. Di sisi lain, ketersediaan ruang bersifat terbatas, sementara pertumbuhan penduduk serta dinamika aktivitas pembangunan terus mendorong kebutuhan yang semakin besar. Ketimpangan ini, lanjutnya, memicu sejumlah persoalan lingkungan yang mulai dirasakan warga, seperti genangan air saat musim hujan, penurunan kualitas udara dan air, hingga kerusakan ekosistem.

“Persoalan-persoalan ini tidak cukup hanya disampaikan sebagai keluhan, melainkan harus diantisipasi dengan perencanaan yang matang melalui penataan ruang yang tepat. Oleh karena itu, revisi RDTR dan KLHS menjadi instrumen yang sangat vital untuk mengarahkan setiap langkah pembangunan agar tetap berpijak pada prinsip keberlanjutan lingkungan,” jelasnya.

Lebih jauh, Wali Kota menegaskan bahwa penyusunan tata ruang bukan sekadar menjawab kebutuhan sesaat, melainkan menjadi pedoman utama bagi wajah Kota Pasuruan hingga dua dekade ke depan. Jika Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) berkedudukan sebagai dokumen induk perencanaan, maka RDTR berperan menjabarkan pengaturan pemanfaatan ruang secara lebih rinci, teknis, dan operasional.

Selain sebagai landasan pembangunan fisik dan sosial, RDTR juga menjadi pendorong utama iklim investasi dan penciptaan lapangan kerja. Kota Pasuruan saat ini tengah bertransformasi dari wilayah yang berbasis agraris menjadi pusat jasa dan perdagangan, sehingga pengaturan dalam dokumen ini pun perlu disesuaikan dengan karakter dan potensi baru tersebut.

“Dengan adanya RDTR yang jelas dan terbuka, masyarakat maupun calon investor akan lebih mudah memahami ketentuan wilayah, serta memperlancar proses perizinan berusaha karena dapat diketahui secara pasti apakah suatu rencana kegiatan sesuai dengan fungsi ruang yang ditetapkan,” ungkapnya.

Secara teknis, RDTR juga berfungsi sebagai alat kendali agar pemanfaatan ruang berjalan tertib. Segala bentuk kegiatan—mulai dari pendirian usaha, bangunan komersial, hingga hunian—memerlukan persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR). Dokumen ini pun telah terintegrasi dengan sistem Online Single Submission (OSS), sehingga informasi dan pelayanan perizinan dapat diakses secara cepat, mudah, dan tanpa hambatan jarak.

Di akhir sambutannya, Adi Wibowo berharap seluruh peserta dapat menyumbangkan pandangan yang berdasar dan konstruktif, agar revisi RDTR beserta KLHS nantinya benar-benar mencerminkan kebutuhan nyata masyarakat, serta menjadi dasar yang kokoh dalam menata Kota Pasuruan menjadi wilayah yang nyaman, maju, dan lestari.

IMG-20260625-WA0027

Bupati Ipuk Fiestiandani Apresiasi Pola Pembinaan Pemuda LDII Banyuwangi

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Jajaran pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Banyuwangi menggelar silaturahim dan audiensi dengan Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani Azwar Anas,Rabu (24/6/2026).

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan, hangat dan penuh keakraban tersebut berlangsung di Lounge Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi.

Rombongan pengurus LDII dipimpin langsung oleh Ketua DPD Banyuwangi, Ir. Heri Sujatmiko, M.T., IPM. didampingi Sekretaris Krisparwanto dan 3 orang pengurus harian, serta Ketua Wanita LDII Banyuwangi, Hj. Tutik Andayaningrum, S.E., dan 3 Pengurus Wanita LDII yang lain.

Bupati Banyuwangi yang didampingi beberapa pejabat menyambut baik kehadiran para pengurus LDII. Dalam kesempatan tersebut Bupati Ipuk memberikan ucapan selamat atas amanah baru yang diemban oleh jajaran pengurus DPD LDII Banyuwangi masa bakti 2026 - 2031.

Bupati Ipuk berpesan agar berbagai program dan kegiatan positif yang sudah berjalan selama ini dapat terus dilanjutkan.

Lebih lanjut dia menekankan pentingnya membangun komunikasi dan koordinasi yang harmonis antar semua lini.

Bupati Ipuk berharap ke depan semua elemen masyarakat dapat bergerak bersama secara sinergis, sehingga hasil pembangunan daerah dapat tercapai secara optimal.

"Kami sangat berterima kasih karena LDII memiliki jumlah jamaah dan kader yang cukup besar di Banyuwangi. Potensi ini sangat berharga bagi pembangunan daerah," ujar Bupati.

Lebih lanjut, Bupati Ipuk mengapresiasi pelaksanaan program pembinaan dan penguatan peran kepemudaan LDII, salah satunya kegiatan perkemahan akbar Cinta Alam Indonesia (CAI).

Program pembinaan kepemudaan tersebut dinilai Bupati sangat selaras dengan kekhawatiran pemerintah daerah saat ini terhadap maraknya bahaya narkoba dan fenomena LGBT yang kini mulai terang-terangan menunjukkan eksistensinya di Banyuwangi.

Bupati Ipuk menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas upaya nyata LDII dalam membentengi moral generasi muda melalui pembinaan karakter luhur yang konsisten dan kontinyu.

Selain penanganan masalah moralitas generasi muda dan remaja, adaptasi terhadap perkembangan era digitalisasi juga menjadi perhatian serius dalam agenda audiensi yang digelar.

Pemerintah daerah terus berupaya mengoptimalkan digitalisasi dan mengharapkan dukungan penuh dari ormas keagamaan untuk meminimalisir dampak-dampak negatif yang ditimbulkan.

Bupati Ipuk juga menekankan agar LDII terus mengambil andil dalam merawat harmonisasi sosial dengan kelompok-kelompok masyarakat atau ormas keagamaan yang lain di Banyuwangi demi terciptanya kondusivitas wilayah.

Secara khusus, Bupati juga meminta peran aktif Wanita LDII untuk ikut serta dalam menyukseskan program-program pemberdayaan perempuan, ketahanan keluarga dan penanganan isu kesejahteraan sosial di Banyuwangi.

Ketua DPD LDII Banyuwangi, Ir. Heri Sujatmiko, menegaskan komitmen pihaknya siap bersinergi dan berkolaborasi mendukung penuh program Pemkab Banyuwangi melalui 8 Bidang Pengabdian LDII untuk Bangsa. Program kontribusi strategis organisasi yang dirancang untuk mendukung program pemerintah dan kemajuan bangsa menuju Visi Indonesia Emas 2045.

Delapan bidang pengabdian LDII untuk bangsa tersebut adalah; Wawasan Kebangsaan, Keagamaan, Pendidikan, Pangan dan Lingkungan Hidup, Ekonomi Syariah, Teknologi Digital, Energi Baru Terbarukan dan Kesehatan.

Dalam kesempatan tersebut Ketua LDII juga memaparkan rencana pelaksanaan CAI tahun ini sekaligus mengundang Bupati Banyuwangi untuk hadir dan membuka acara yang akan dilaksanakan di Wisata Waduk Sidodadi (WWS) Kecamatan Glenmore Banyuwangi pada 6-10 Juli 2026 mendatang. (*)

0beeac86256b8ed1272d5d1417420a92

Pemkot Pasuruan Tegaskan Komitmen Wujudkan Kota Inklusif yang Ramah Semua Kalangan

PASURUAN || Jejak-indonesia.id – Pemerintah Kota Pasuruan menegaskan tekadnya untuk mewujudkan lingkungan perkotaan yang nyaman dan layak bagi seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak, generasi muda, hingga warga lanjut usia. Pernyataan ini disampaikan dalam rangka memperingati Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 Tahun 2026 yang digelar Dinas Sosial Kota Pasuruan di Gedung Kesenian Darmoyudho, dengan mengusung tema “Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh”.

Kepala Dinas Sosial Kota Pasuruan, Yudi Andi Prasetya, dalam laporannya menyampaikan bahwa peringatan tahun ini dikemas dengan prinsip kesederhanaan, namun tetap menyediakan ruang seluas-luasnya bagi para lansia untuk menyalurkan bakat dan berkarya.

“Kegiatan ini menjadi momentum berharga guna memperkuat kepedulian serta kerja sama dalam menjaga kesejahteraan warga lanjut usia. Semoga seluruh lansia di Kota Pasuruan senantiasa diberikan kesehatan, kebahagiaan, dan tetap dapat beraktivitas secara aktif,” ujarnya (24/6/2026).

Ratusan warga lanjut usia dari berbagai wilayah di Kota Pasuruan tampak antusias mengikuti rangkaian acara. Berbagai kegiatan disajikan, mulai dari pemeriksaan kesehatan secara cuma-cuma hingga penampilan seni yang memukau, seperti tarian tradisional, nyanyian, musik keroncong, serta pementasan drama kolosal yang mengundang decak kagum seluruh hadirin.

Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas semangat dan keaktifan yang ditunjukkan para lansia. Menurutnya, motivasi hidup yang terpancar dari warga usia lanjut ini tidak kalah kuat dibandingkan generasi muda.

“Kesehatan dan kebahagiaan para lansia menjadi sumber energi positif yang membawa manfaat bagi keluarga dan lingkungan sekitar. Ketika mereka sehat dan bahagia, maka kedamaian pun akan terasa di tengah masyarakat,” tegasnya.

Ia menegaskan kembali bahwa pembangunan Kota Pasuruan diarahkan untuk menciptakan ruang yang ramah bagi semua kalangan, baik lansia, pemuda, maupun anak-anak. Kota ini pun telah dikenal sebagai salah satu daerah yang memiliki kepedulian tinggi terhadap kesejahteraan warga lanjut usia.

Wali Kota juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mempererat sinergi dan rasa memiliki terhadap daerah. “Kemajuan Kota Pasuruan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab kita bersama. Mari kita bangun kerja sama agar kota ini semakin maju, inklusif, dan nyaman bagi siapa saja,” imbuhnya.

Pada kesempatan tersebut, diserahkan pula bantuan sosial sebagai wujud kepedulian nyata yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2026. Secara simbolis, bantuan tunai sebesar Rp1.000.000 diserahkan kepada Wasiah dari Kelurahan Ngemplakrejo sebagai perwakilan lansia potensial. Bantuan permakanan juga diberikan kepada Syafuwan dari Kelurahan Petahunan dalam rangka program perlindungan lansia terlantar. Selain itu, santunan senilai Rp600.000 diserahkan kepada Khanza Azkadina Alfathunnisa dari Kelurahan Randusari, mewakili tujuh orang anak yatim penerima manfaat.

Melalui peringatan ini, Pemerintah Kota Pasuruan berharap para warga lanjut usia dapat menikmati masa tuanya dengan kondisi sehat, mandiri, aktif, dan bahagia, sekaligus menjadi teladan yang menginspirasi bagi generasi penerus bangsa.

IMG-20260614-WA0087

Dua Agenda Besar Sekaligus: Jawaban Bupati atas Raperda APBD dan Peringatan Tahun Baru Islam di Banyuwangi

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dijadwalkan akan melaksanakan dua agenda resmi pada Senin, 15 Juni 2026, yang melibatkan jajaran pejabat daerah hingga perangkat kecamatan dan desa di seluruh wilayah Banyuwangi.

Agenda pertama akan berlangsung pada pukul 08.30 WIB di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Banyuwangi. Kegiatan tersebut merupakan Rapat Paripurna DPRD dengan agenda penyampaian jawaban Bupati Banyuwangi terhadap pandangan umum fraksi-fraksi atas Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025.

Dalam rapat tersebut, Bupati Banyuwangi akan memberikan penjelasan resmi terkait tanggapan pemerintah daerah atas masukan dan catatan dari masing-masing fraksi DPRD. Seluruh jajaran pejabat di lingkungan Pemkab Banyuwangi, mulai dari Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, para asisten, staf ahli, kepala perangkat daerah, hingga camat se-Kabupaten Banyuwangi, diimbau untuk hadir sesuai undangan resmi dengan ketentuan pakaian PDH khaki.

Sejumlah perangkat juga diminta menyiapkan dukungan teknis, termasuk tim penyusun materi sambutan dari Bappeda serta tim IT dari Diskominfo yang akan mulai bersiaga sejak pukul 08.00 WIB guna mendukung kelancaran kegiatan.

Selain itu, para camat di wilayah Banyuwangi, Glagah, Giri, dan Kalipuro juga diminta untuk mengoordinasikan kehadiran lurah dan kepala desa di wilayah masing-masing.

Agenda kedua dijadwalkan berlangsung pada pukul 14.30 WIB di Masjid Babussalam Pemda Banyuwangi dalam rangka peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah yang akan diselenggarakan oleh Bupati Banyuwangi.

Kegiatan tersebut akan dihadiri seluruh jajaran perangkat daerah dengan ketentuan pakaian PDH khaki bersongkok. Seluruh kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) diminta memastikan kehadiran pejabat struktural beserta sejumlah staf di masing-masing instansi. Sementara itu, Bagian Setda diminta mengoordinasikan kehadiran seluruh pegawai di lingkungan kerjanya.

Bappeda kembali ditugaskan menyiapkan materi sambutan, sementara Diskominfo akan menurunkan tim IT dan operator serta mendukung tayangan melalui TV plasma mulai pukul 13.30 WIB.

Khusus camat di wilayah Banyuwangi, Giri, Glagah, dan Kalipuro juga diminta mengoordinasikan kehadiran lurah di wilayah masing-masing. Kegiatan akan diawali dengan pelaksanaan salat Ashar berjamaah sebelum rangkaian acara dimulai.

Seluruh peserta juga diwajibkan melakukan presensi kehadiran melalui aplikasi Smart Kampung dengan fitur e-Meeting dan presensi lokasi sesuai ketentuan kegiatan.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan ini merupakan bagian dari agenda resmi pemerintahan dan upaya penguatan koordinasi serta kebersamaan antar perangkat daerah.

IMG-20260608-WA0027-750x430

Bupati Pasuruan Melantik 80 Orang Pejabat Tinggi: Wujud Pembinaan Birokrasi Berkualitas

PASURUAN || Jejak-indoneaia.id – Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, secara resmi melantik 80 orang pejabat tinggi dan pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pasuruan. Upacara pelantikan dan pengambilan sumpah tersebut berlangsung khidmat di Auditorium Mpu Sindok, Kompleks Kantor Bupati, dan dihadiri oleh Wakil Bupati Shobih Asrori, Ketua DPRD Samsul Hidayat, serta Sekretaris Daerah Yudha Triwidya Sasongko (8/6/2026).

Dari jumlah keseluruhan pejabat yang dilantik, rinciannya meliputi satu orang pejabat eselon II (jabatan tinggi pratama), 47 orang pejabat eselon III, dan 32 orang pejabat eselon IV. Pelantikan ini merupakan bagian dari penyegaran struktur organisasi guna mendorong kinerja pemerintahan yang lebih dinamis dan profesional.

Untuk jabatan eselon II, dipercayakan kepada Eko Bagus Wicaksono, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman. Beliau kini mengemban amanah baru sebagai Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang.

Sementara itu, sejumlah pejabat eselon III juga mendapatkan penugasan baru, di mana sebelas di antaranya diangkat sebagai Camat. Di antaranya adalah Agus Hariyanto yang kini menjabat Camat Gondangwetan, Mokhamad Yasin sebagai Camat Lumbang, serta sejumlah nama lainnya yang ditempatkan di berbagai wilayah kecamatan guna memperkuat pelayanan publik di tingkat akar rumput.

Dalam sambutannya, Bupati Rusdi Sutejo menyampaikan ucapan selamat dan harapan agar seluruh pejabat yang baru dilantik dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab. “Saya yakin, bekal pengalaman dan dedikasi yang telah Saudara tunjukkan selama ini akan menjadi modal berharga dalam mengemban tugas yang lebih besar,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati yang akrab disapa Mas Rusdi menegaskan bahwa rotasi dan mutasi pejabat merupakan hal yang wajar dalam dunia birokrasi. Langkah ini disusun berdasarkan prinsip sistem merit, yang menempatkan kompetensi, kinerja, dan integritas sebagai landasan utama. Hal ini diharapkan dapat melahirkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pasuruan.

 

(RED)

error: Content is protected !!