Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am
Beranda » Berita » Halaman 67

Berita

IMG-20260627-WA0081_copy_371x463

Polda Banten Ajak Masyarakat Meriahkan Gebyar Olahraga Bersama Hari Bhayangkara ke-80

SERANG || Jejak-indonesia.id - Dalam rangka memeriahkan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polda Banten mengajak seluruh masyarakat untuk mengikuti Gebyar Olahraga Bersama Polda Banten yang akan dilaksanakan pada Minggu, 28 Juni 2026, mulai pukul 05.45 WIB hingga 09.00 WIB, bertempat di depan Kantor Bupati Serang, Alun-alun Barat, Kota Serang.

Dalam kesempatannya, Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea mengatakan bahwa kegiatan olahraga bersama ini merupakan bagian dari upaya Polri untuk semakin mendekatkan diri dengan masyarakat melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80.

"Melalui kegiatan ini kami mengajak seluruh masyarakat Banten untuk hadir dan berolahraga bersama. Selain menumbuhkan pola hidup sehat, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antara Polri dan masyarakat dalam suasana yang penuh kebersamaan," katanya pada Sabtu (27/06).

Selanjutnya, Kombes Pol Maruli menjelaskan bahwa masyarakat yang hadir juga dapat menikmati bazar UMKM yang disediakan secara gratis bagi pelaku usaha lokal sebagai bentuk dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

"Selain olahraga bersama, masyarakat juga dapat mengunjungi gerai UMKM lokal yang telah disiapkan. Kami berharap kegiatan ini menjadi ruang kebersamaan sekaligus memberikan manfaat bagi para pelaku usaha di Banten," jelasnya.

Diakhir, Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea mengajak masyarakat untuk datang bersama keluarga dan turut memeriahkan Gebyar Olahraga Bersama Polda Banten.

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk datang bersama keluarga dan memeriahkan Gebyar Olahraga Bersama Polda Banten. Mari kita jadikan momentum Hari Bhayangkara ke-80 ini sebagai ajang mempererat kebersamaan, menjaga kesehatan, sekaligus memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat," tutupnya (Bidhumas).

IMG-20260627-WA0067

Presiden ke-7, Sebut Agus Flores: PW FRN Nilai Polri Patut Berbangga Didukung Keluarga Besar Kraton Residen Besuki

JAKARTA – Jejak-indonesia.id – Ketua Umum Persatuan Wartawan Fast Respon Nusantara (PW FRN), Agus Flores, menegaskan bahwa Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) patut berbangga karena memperoleh dukungan dari berbagai elemen bangsa, termasuk keluarga besar Kraton Residen Besuki, Jawa Timur, yang dikenal memiliki latar belakang priyayi, ulama (kiai), serta tokoh masyarakat yang memiliki pengaruh dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan.

Menurut Agus Flores, dukungan dari kalangan yang memiliki akar sejarah, budaya, dan keagamaan tersebut merupakan modal sosial yang sangat berharga bagi Polri dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Ia menilai bahwa hubungan harmonis antara institusi kepolisian dengan tokoh adat, tokoh agama, insan pers, dan masyarakat harus terus diperkuat. Sinergi tersebut dinilai mampu menciptakan stabilitas keamanan sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap Polri.

"Polri harus berbangga diri karena mendapatkan dukungan dari keluarga besar Kraton Residen Besuki Jawa Timur yang terdiri dari kalangan priyayi dan kiai. Mereka memiliki nilai-nilai luhur yang diwariskan secara turun-temurun, mulai dari semangat kebangsaan, menjaga persatuan, hingga mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat," ujar Agus Flores.

Ia menambahkan, keluarga besar Kraton Residen Besuki selama ini dikenal memiliki komitmen dalam menjaga harmoni sosial, melestarikan budaya bangsa, serta memperkuat nilai-nilai religius yang selaras dengan semangat menjaga persatuan Indonesia.

Menurutnya, dukungan moral dari kalangan tersebut menjadi energi positif bagi Polri dalam menghadapi tantangan penegakan hukum, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), serta meningkatkan kualitas pelayanan publik di tengah dinamika kehidupan masyarakat yang terus berkembang.

Agus Flores juga menekankan bahwa pers memiliki peran penting sebagai mitra strategis Polri. Melalui pemberitaan yang profesional, akurat, dan berimbang, media dapat menjadi jembatan informasi antara institusi kepolisian dengan masyarakat, sekaligus membantu menangkal penyebaran informasi yang tidak benar atau menyesatkan.

"Kolaborasi antara Polri, insan pers, tokoh agama, tokoh adat, dan seluruh komponen bangsa harus terus diperkuat. Ketika semua elemen bersatu, maka keamanan, ketertiban, dan persatuan nasional akan semakin kokoh," katanya.

Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 Polri pada 1 Juli 2026, Agus Flores berharap momentum tersebut menjadi penguat komitmen seluruh jajaran kepolisian untuk terus meningkatkan profesionalisme, integritas, dan pelayanan kepada masyarakat.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk bersama-sama mendukung terciptanya situasi yang aman, damai, dan kondusif dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan, toleransi, serta semangat gotong royong.

"Keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab Polri, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh anak bangsa. Dengan dukungan masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, keluarga besar Kraton Residen Besuki, dan insan pers, saya optimistis Polri akan semakin kuat, semakin dipercaya, dan semakin dicintai masyarakat," tutup Agus Flores.

IMG-20260627-WA0060

Meriahkan Hari Bhayangkara ke-80: Polres Raja Ampat Gelar Lomba “Raja Ampat Berlari”, Diikuti 531 Peserta Se-Indonesia 

RAJA AMPAT || Jejak-indonesia.id - Menyambut Hari Bhayangkara ke-80, Kepolisian Resor (Polres) Raja Ampat sukses menggebrak Kota Waisai lewat ajang olahraga bertajuk "Raja Ampat Berlari" pada Sabtu (27/6/2026) pagi. Sebanyak 531 peserta dari elemen masyarakat, TNI, dan Polri tumpah ruah memadati jalanan dengan penuh antusiasme.

Garis start yang berpusat di kawasan Taman Tahura, Waisai mendadak berwarna sejak fajar saat dibuka langsung oleh Kapolres Raja Ampat, AKBP Jems Oktovianus Tegai, S.I.K., didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Raja Ampat, Ny. Elsye Tegai. Untuk perlombaan ini dibagi menjadi tiga kategori utama, yaitu Putra Umum 10K, Putra Pelajar 10K, dan Putri Umum 5K. Seluruh kategori kompetisi ini berakhir di garis finish yang bertempat di Mapolres Raja Ampat.

Menariknya, magnet ajang "Raja Ampat Berlari" tidak hanya memikat warga lokal. Ratusan pelari dari luar daerah seperti Jakarta, Makassar, Jawa, hingga Gorontalo turut ambil bagian dalam event ini. Mulai dari anak-anak hingga lansia melebur menjadi satu, menciptakan pemandangan penuh warna di sepanjang rute strategis Kota Waisai. Tidak mau kalah dengan para peserta, Kapolres Raja Ampat beserta Pejabat Utama (PJU) juga turun ke jalan dan ikut berlari menyelesaikan rute.

Kapolres Raja Ampat, AKBP Jems Oktovianus Tegai, menegaskan bahwa agenda ini bukan sekadar ajang unjuk kecepatan, melainkan sebuah wadah untuk mempererat sinergitas.

"Ini bukan hanya sekadar acara olahraga, tetapi juga menjadi simbol semangat kebersamaan kita dalam meriahkan Hari Bhayangkara Ke-80," ujar AKBP Jems Oktovianus Tegai di sela-sela acara. Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi jembatan yang menghubungkan Polri, TNI, dan seluruh lapisan masyarakat.

Demi memastikan kenyamanan dan keselamatan peserta, panitia menerapkan pengawalan ketat di sepanjang rute. Fasilitas pendukung seperti pos kesehatan dan titik air minum (water station) juga disiagakan dengan matang. Suasana kompetisi makin memanas dan meriah berkat total hadiah senilai Rp77 juta serta berbagai doorprize menarik yang disiapkan oleh panitia.

Kemeriahan ditutup dengan penuh haru dan tepuk tangan riuh sekitar pukul 10.00 WIT saat sesi penyerahan hadiah. Salah satu sorotan utama jatuh kepada Bapak Slamet, pelari tertua berusia 74 tahun yang sukses membawa pulang gelar Juara Favorit setelah berhasil menaklukkan rute penuh.

Di akhir acara, Kapolres Raja Ampat menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dukungan Pemerintah Daerah, aparat keamanan, dan seluruh masyarakat yang menyukseskan acara ini.

"Kita berharap bahwa semangat kebersamaan yang terlihat hari ini akan terus menjadi dasar untuk membangun Kabupaten Raja Ampat yang lebih baik, sesuai dengan semangat Hari Bhayangkara yang selalu mengedepankan pelayanan terbaik kepada masyarakat (Polri Untuk Masyarakat)," pungkas AKBP Jems Oktovianus Tegai.

IMG-20260626-WA0116

Tradisi Petik Laut 2026 Siap Digelar di Pasuruan, Wujud Syukur Nelayan dan Pelestarian Budaya Pesisir

PASURUAN || Jejak-indonesia.id – Masyarakat pesisir Kota Pasuruan kembali bersiap menggelar tradisi tahunan Petik Laut 2026, sebuah ritual budaya yang menjadi simbol rasa syukur para nelayan atas hasil laut yang melimpah sekaligus doa bersama untuk keselamatan selama melaut. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 27–28 Juni 2026 di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Ngemplakrejo, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan.

Berdasarkan informasi yang tercantum dalam poster resmi kegiatan, rangkaian acara melibatkan berbagai unsur pemerintah daerah, organisasi masyarakat, serta komunitas nelayan. Kegiatan ini mendapat dukungan dari Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Pasuruan, DPK HNSI Kota Pasuruan, serta mengusung semangat pelayanan BerAKHLAK dan promosi Pesona Indonesia.

Tradisi Petik Laut merupakan warisan budaya masyarakat pesisir yang telah dilaksanakan secara turun-temurun. Selain sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat kebersamaan masyarakat nelayan sekaligus menjaga nilai-nilai budaya maritim yang masih lestari hingga kini.

Mengusung tema "Tradisi Lestari, Laut Berseri, Syukur Abadi", penyelenggara menyiapkan sejumlah agenda yang dipadukan dengan kegiatan keagamaan dan hiburan rakyat.

Rangkaian acara diawali pada Sabtu, 27 Juni 2026, dengan Khotmil Qur'an mulai pukul 06.00 WIB hingga selesai. Pada malam harinya, masyarakat akan mengikuti Sholawat Bersama Mardotillah yang dijadwalkan berlangsung mulai pukul 19.00 WIB.

Puncak acara digelar pada Minggu, 28 Juni 2026, melalui Kirab Larung Petik Laut mulai pukul 07.00 WIB. Prosesi ini menjadi inti dari tradisi Petik Laut, di mana sesaji dilarung ke laut sebagai simbol rasa syukur sekaligus doa agar para nelayan senantiasa diberikan keselamatan, hasil tangkapan yang melimpah, dan keberkahan dalam mencari nafkah.

Sebagai penutup, masyarakat akan disuguhkan hiburan musik orkes yang dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai sebagai hiburan rakyat yang turut memeriahkan perayaan.

Tradisi Petik Laut tidak hanya menjadi agenda budaya masyarakat nelayan, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai daya tarik wisata budaya di Kota Pasuruan. Kehadiran ribuan pengunjung setiap tahunnya diharapkan mampu menggerakkan sektor ekonomi lokal, mulai dari pelaku UMKM, kuliner, hingga usaha mikro di kawasan pesisir.

Panitia mengajak seluruh masyarakat untuk turut hadir dan menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung, sehingga Tradisi Petik Laut 2026 dapat berjalan dengan aman, lancar, dan menjadi momentum memperkuat kecintaan terhadap budaya bahari Indonesia.

Jadwal Kegiatan Petik Laut 2026:

Sabtu, 27 Juni 2026

Khotmil Qur'an (06.00 WIB–selesai)

Sholawat Bersama Mardotillah (19.00 WIB–selesai)

Minggu, 28 Juni 2026

Kirab Larung Petik Laut (07.00 WIB–selesai)

Hiburan Musik Orkes (09.00 WIB–selesai)

 

Lokasi: Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Ngemplakrejo, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan.

IMG-20260626-WA0113

Insya Allah Shalawat Akbar HUT Ke-80 Polri di Banyuwangi Siap Digelar Meriah, Agus Flores Mohon Doa untuk Kelancaran Acara

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Menjelang pelaksanaan Shalawat Akbar dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 Polri yang akan digelar pada Minggu, 28 Juni 2026, di Lapangan Penatigan, Rogojampi, Banyuwangi, berbagai persiapan terus dimatangkan. Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum mempererat silaturahmi antara Polri, ulama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen bangsa melalui doa dan shalawat bersama.

Ketua Umum Persatuan Wartawan Fast Respon Nusantara (PW FRN), Agus Flores, mengajak seluruh masyarakat untuk turut mendoakan agar acara berjalan lancar, aman, dan penuh keberkahan. Ia juga berharap, apabila tidak berbenturan dengan agenda kedinasan, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo bersama Ibu berkenan hadir menyaksikan langsung kemeriahan Shalawat Akbar HUT Ke-80 Polri di Banyuwangi.

"Insya Allah kami hanya memohon doa agar acara ini sukses. Jika Bapak Kapolri tidak sedang memiliki agenda lain, semoga beliau bersama Ibu dapat hadir menyaksikan kebersamaan masyarakat yang bershalawat untuk Indonesia dan Polri," ujar Agus Flores, Jumat (26/6).

Panitia telah menyiapkan panggung utama dengan konsep megah layaknya panggung konser, dilengkapi layar videotron berukuran besar yang akan menampilkan berbagai tayangan sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi kepada Kapolri beserta Ibu serta perjalanan pengabdian Polri kepada masyarakat.

Selain masyarakat Banyuwangi dan sekitarnya, panitia juga mengundang berbagai tokoh nasional. Bahkan, menurut Agus Flores, perwakilan dari Cendana dijadwalkan turut hadir setelah sebelumnya dilakukan komunikasi dengan panitia.

Kemeriahan acara akan semakin terasa dengan rencana pelepasan kembang api, pengibaran 80 Bendera Merah Putih sebagai simbol HUT Ke-80 Polri, serta 60 bendera shalawat yang akan menghiasi Lapangan Penatigan Rogojampi.

Agus Flores juga menyampaikan harapannya agar sejumlah pejabat utama dan perwira tinggi Polri dapat hadir apabila memungkinkan. Menurutnya, kehadiran para tamu undangan akan menjadi penyemangat sekaligus memperkuat hubungan harmonis antara Polri dan masyarakat.

Meski menjadi penggagas kegiatan, Agus Flores menegaskan dirinya hanyalah bagian kecil dari keseluruhan proses penyelenggaraan. Ia menilai, kesuksesan acara merupakan hasil kebersamaan dan dukungan dari banyak pihak.

"Saya hanya bagian kecil. Kesuksesan kegiatan ini adalah berkat doa, dukungan, dan kebersamaan semua pihak. Terima kasih atas dukungan moril dari jajaran Korlantas Polri, Kapolda Jawa Barat, Kapolda Kalimantan Barat, Kapolda Kalimantan Tengah, Kadiv Humas Polri, Kapolda Jawa Tengah, jajaran Kabareskrim, Dirtipidter Bareskrim Polri, serta Kapolresta Banyuwangi. Semoga Allah SWT memberikan kelancaran dan keberkahan untuk seluruh rangkaian acara," tuturnya.

Panitia mengajak masyarakat untuk hadir dan bersama-sama mengikuti Shalawat Akbar dengan menjaga ketertiban, keamanan, serta menjadikan kegiatan ini sebagai momentum memperkuat persatuan, meningkatkan kecintaan kepada tanah air, dan memanjatkan doa demi kemajuan Polri serta Indonesia.

error: Content is protected !!