Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am
Beranda » Berita » Halaman 6

Berita

1786594992087

Polda Jatim Satukan Persebaya dan Arema: Perkuat Komitmen Laga Damai di Kanjuruhan

SURABAYA || Jejak-indonesia.id – Semangat sportivitas dan kedamaian dijunjung tinggi dalam pertemuan strategis yang digagas Kepolisian Daerah Jawa Timur. Polda Jatim mempertemukan jajaran manajemen Persebaya Surabaya dan Arema Malang dalam forum silaturahmi yang berlangsung di Ruang Selasar Polda Jatim, (1/4/2026).

Pertemuan ini digelar guna memperkokoh komitmen bersama menjaga keamanan dan ketertiban menjelang laga besar BRI Super League 2025/2026 yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Kanjuruhan pada 28 April mendatang.

Dipimpin langsung oleh Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto, S.I.K., M.Si., pertemuan ini dihadiri oleh pejabat utama Polda Jatim, jajaran Kapolres wilayah terkait, serta perwakilan resmi kedua klub kebanggaan masyarakat Jawa Timur.

Dalam arahannya, Kapolda menyampaikan apresiasi atas kehadiran kedua pihak dan menegaskan bahwa sepak bola seharusnya menjadi tontonan yang menghibur, aman, sekaligus memberi dampak positif bagi geliat perekonomian daerah.

“Terima kasih kepada Persebaya dan Arema yang telah hadir memenuhi undangan ini. Harapan kita bersama, setiap pertandingan sepak bola di Jawa Timur menjadi tontonan yang menarik dan aman bukan sarat ketegangan serta mampu mendorong perputaran roda ekonomi masyarakat sekitar,” ujar Irjen Nanang dalam suasana yang hangat dan penuh keakraban.

Ia juga menekankan bahwa rivalitas kedua tim yang sudah mengakar hendaknya tetap berada dalam koridor sportivitas yang sehat dan bermartabat.

“Mari kita jaga rivalitas ini tetap sehat dan elegan. Setiap pertandingan harus berlangsung aman, tertib, dan kondusif baik di dalam maupun di luar lapangan,” tambahnya.

Kapolda turut mengingatkan pentingnya peran aktif manajemen klub dan seluruh elemen suporter untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya, khususnya di media sosial yang kerap menjadi sarana penyebaran isu tak bertanggung jawab menjelang laga panas.

Pihak manajemen Persebaya Surabaya menyambut baik inisiatif Polda Jatim dan menyampaikan apresiasi atas peran aktif kepolisian dalam menjaga keberlangsungan kompetisi yang aman dan tertib sepanjang musim.

“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan dukungan Polda Jatim. Kami juga terus menyosialisasikan dan mengingatkan seluruh elemen suporter agar tetap tenang, tidak terpancing emosi oleh provokasi yang tidak perlu, khususnya di media sosial,” ungkap perwakilan Persebaya.

Sementara itu, Presidium Aremania juga menyampaikan komitmen tegas untuk menjaga suasana tetap kondusif saat menjamu Persebaya di Stadion Kanjuruhan nanti.

“Aremania siap menjaga keamanan dan kenyamanan seluruh pihak yang hadir. Kami tegaskan: tidak ada toleransi sedikit pun bagi oknum yang melakukan tindakan anarkis atau melanggar hukum,” tegas perwakilan Aremania.

Pertemuan strategis ini menghasilkan kesepakatan bersama untuk memperkuat jalur koordinasi antar-pihak, meningkatkan pengawasan terhadap potensi provokasi di ruang publik maupun dunia maya, serta bersama-sama mendorong terciptanya budaya sepak bola Jawa Timur yang aman, damai, dan berintegritas tinggi.

 

(RED)

IMG-20260813-WA0047

LPPNU Banyuwangi Dilantik, 1.000 Bibit Produktif Disiapkan untuk Petani

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id — Pengurus Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Kabupaten Banyuwangi periode 2026–2030 resmi dikukuhkan dalam kegiatan yang dirangkai dengan penanaman bibit tanaman produktif di Desa Tegalarum, Kecamatan Sempu, Banyuwangi, Rabu (12/8/2026).

Kegiatan tersebut mengusung tema “Menghijaukan Bumi, Memperkuat Ketahanan Pangan: Khidmah LPPNU untuk Banyuwangi”. Selain pelantikan pengurus, agenda juga diisi penanaman dan penyerahan secara simbolis bibit tanaman produktif yang ditujukan kepada kelompok tani dan masyarakat.

Sebanyak 1.000 bibit produktif disiapkan secara bertahap. Pada tahap awal, 500 bibit ditanam dan diserahkan secara simbolis, sedangkan 500 bibit lainnya direncanakan didistribusikan melalui LPPNU di tingkat Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU).

Bibit yang disiapkan terdiri dari tanaman buah bernilai ekonomi, di antaranya 250 bibit alpukat dan 250 bibit durian jenis okulasi. Program tersebut merupakan bagian dari kolaborasi LPPNU Banyuwangi dengan Anggota Komisi IV DPR RI Sonny T. Danaparamita serta dukungan Kementerian Kehutanan melalui BPDAS.

Muhammad Yusuf yang terpilih sebagai Ketua LPPNU Banyuwangi periode 2026–2030 mengatakan, pihaknya menargetkan program distribusi bibit tersebut segera berjalan.

“Dalam waktu dekat, tiga bulan ini kami akan segera melaksanakan program bantuan 1.000 bibit selanjutnya,” ujar Yusuf.

Selain program bibit, LPPNU Banyuwangi juga menyiapkan dukungan sarana pertanian. Menurut Yusuf, pada Oktober mendatang pihaknya berencana membagikan tiga alat pertanian kepada tiga wilayah MWC NU, yakni Songgon, Singojuruh, dan Kabat.

“Kami mengharapkan warga Nahdliyin sampai akar rumput mendapat manfaat dari program-program pengurus LPPNU yang barusan dilantik,” katanya.

Ketua Tanfidziyah PCNU Banyuwangi H. Achmad Turmudzi menyampaikan ucapan selamat atas pengukuhan pengurus LPPNU. Ia berharap lembaga tersebut tidak hanya menjalankan kegiatan organisasi, tetapi juga aktif mendengar persoalan yang dihadapi petani.

Menurutnya, LPPNU perlu memberikan pendampingan dan membantu mencarikan solusi atas berbagai persoalan pertanian, termasuk yang berkaitan dengan pupuk dan harga hasil pertanian.

“Harapannya LPPNU mau mendengarkan keluhan petani, memberikan solusi, serta melakukan pendampingan terhadap problem yang ada pada para petani,” kata Achmad.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPR RI Sonny T. Danaparamita menyatakan kesiapan untuk melanjutkan kolaborasi dengan LPPNU Banyuwangi. Ia menilai penguatan sektor pertanian harus diarahkan pada peningkatan kesejahteraan petani.

“Insyaallah saya siap berkolaborasi dengan teman-teman LPPNU karena pertanian itu tujuannya adalah suatu tatanan masyarakat yang gemah ripah loh jinawi,” ujar Sonny.

Ia menambahkan, kolaborasi tersebut sejalan dengan tujuan mewujudkan keadilan sosial dan meningkatkan kesejahteraan petani di Indonesia.

“Yang pasti kita punya tujuan yang sama agar petani di Indonesia sejahtera,” katanya.

Rangkaian kegiatan pelantikan juga mencakup santunan anak yatim, pembacaan surat keputusan, pengukuhan pengurus, serta penyerahan simbolis bibit tanaman produktif kepada LPPNU untuk selanjutnya disalurkan kepada kelompok tani.

LPPNU sendiri memiliki fokus kerja pada pengembangan sektor pertanian, perikanan, peternakan, kehutanan, lingkungan hidup, serta ketahanan pangan. Melalui program penanaman tanaman produktif, lembaga tersebut diharapkan dapat ikut mendukung pemanfaatan lahan secara berkelanjutan sekaligus membuka potensi manfaat ekonomi bagi masyarakat dalam jangka panjang.

IMG-20260813-WA0037

24 Jam Melayani Negara, Polres Simalungun Hadirkan Keamanan dari Pagi hingga Malam untuk Masyarakat

SIMALUNGUN || Jejak-indonesia.id – Saat masyarakat mulai membuka mata dan bersiap menjalankan aktivitas di pagi hari, personel Polres Simalungun Polda Sumatera Utara telah lebih dahulu berada di tengah masyarakat untuk memastikan keamanan dan kenyamanan. Pelayanan berkelanjutan ini dilaksanakan tanpa henti, dari pengaturan lalu lintas pagi hari, pengamanan sekolah, patroli objek vital, pembinaan masyarakat, pelayanan kawasan wisata, hingga patroli malam hari, menjadi bukti nyata komitmen Polri hadir untuk masyarakat selama 24 jam penuh.

Hal tersebut disampaikan Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, saat dikonfirmasi awak media pada Rabu, 12 Agustus 2026, sekira pukul 19.40 WIB. Dalam keterangannya, ia menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan personel Polres Simalungun bersama jajaran Polsek pada hari tersebut menjadi gambaran nyata bahwa Polri hadir bukan hanya ketika masyarakat membutuhkan bantuan, tetapi juga untuk mencegah persoalan sebelum terjadi.

"Polri hadir selama 24 jam. Ketika masyarakat mulai beraktivitas pada pagi hari hingga kembali ke rumah dan beristirahat pada malam hari, personel Polres Simalungun bersama Polsek jajaran tetap melaksanakan tugas untuk memberikan rasa aman, perlindungan, pelayanan dan pengayoman," ujar AKP Verry Purba.

Kasi Humas menjelaskan, pelayanan dimulai sejak fajar. Personel Polres Simalungun hadir melalui Strong Point dan pengaturan lalu lintas di sejumlah titik aktivitas masyarakat. Di wilayah Sidamanik, personel membantu menyeberangkan warga dan anak sekolah di sekitar Simpang SDN 4 Sarimatondang. Sementara personel Polsek Pamatang Silima Huta melaksanakan penjagaan dan pengaturan lalu lintas di Simpang 4 Saribu Dolok. Hal serupa dilakukan personel Polsek Bandar Huluan di kawasan sekolah TPI Al Hasanah.

"Ini merupakan pelayanan yang mungkin terlihat sederhana, tetapi memiliki arti besar bagi masyarakat. Polisi hadir membantu anak sekolah menyeberang, mengatur kendaraan dan mencegah terjadinya kecelakaan. Di situlah wajah Polri yang humanis terlihat," ungkap AKP Verry.

Memasuki waktu tengah hari, Kasi Humas menerangkan bahwa Bhabinkamtibmas dari berbagai Polsek terus bergerak dari satu lokasi ke lokasi lainnya. Mereka melaksanakan sambang, patroli dialogis dan komunikasi langsung dengan masyarakat. Di Tanah Jawa, Bhabinkamtibmas bersama Babinsa melakukan koordinasi dengan pemerintah nagori terkait situasi kamtibmas. Di Bayu Bagasan, masyarakat diingatkan mengenai bahaya narkoba dan judi online sekaligus diajak membantu membrantas premanisme.

"Bhabinkamtibmas adalah wajah Polri yang paling dekat dengan masyarakat. Mereka hadir mendengarkan persoalan warga, memberikan imbauan, membangun komunikasi dan mengajak masyarakat bersama-sama menjaga keamanan," ungkapnya.

Pada sore dan malam hari, Kasi Humas mengungkapkan bahwa pelayanan kepolisian tetap berlanjut. Personel Polsek jajaran melaksanakan Blue Light Patrol di berbagai jalur untuk mengantisipasi balap liar, geng motor, serta tindak pidana lainnya. Sat Pam Obvit juga melaksanakan pengamanan di perkebunan PTPN IV, PT Inalum, perbankan serta destinasi wisata Parapat.

"Ketika masyarakat pulang ke rumah dan bersiap tidur, personel Polri justru tetap bergerak menjaga wilayah. Patroli malam dilakukan agar masyarakat dapat beristirahat dengan tenang," ucap AKP Verry.

Di akhir keterangannya, Kasi Humas menekankan bahwa seluruh rangkaian kegiatan tersebut membuktikan bahwa negara hadir melalui dedikasi insan Bhayangkara yang bekerja dengan prinsip profesional, humanis, responsif dan penuh tanggung jawab.

"Polres Simalungun ada untuk masyarakat. Kami hadir untuk melindungi, melayani dan mengayomi. Dari pagi hingga malam, pelayanan kepolisian tetap menjadi prioritas," tutup AKP Verry Purba.

IMG-20260813-WA0031

BNN, Kemensos, Kemenkes, dan Kemenaker Teken MoU Penanganan Korban Napza

JAKARTA || Jejak-indonesia.id - Badan Narkotika Nasional (BNN) menjalin kerja sama dengan tiga Kementerian, yakni Kementerian Sosial (Kemensos), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker).

Kerja sama interdepetensial ini diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) mengenai penanganan komprehensif bagi korban penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Bahan Adiktif Lainnya (Napza).

Penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh Kepala BNN Komjen Pol. Suyudi Ario Seto bersama jajaran menteri dan perwakilan dari Kemensos, Kemenkes, serta Kemenaker di Kantor BNN RI, Jakarta.

Melalui sinergi ini, BNN dan ketiga kementerian bersepakat untuk mengintegrasikan layanan rehabilitasi medis, rehabilitasi sosial, hingga pelatihan vokasional serta pemberdayaan tenaga kerja bagi para mantan pecandu dan korban Napza.

Kepala BNN menegaskan bahwa penanganan korban penyalahgunaan narkoba tidak cukup hanya diselesaikan dari sisi penegakan hukum semata, tetapi memerlukan pendekatan kemanusiaan dari hulu ke hilir.

"Korban penyalahgunaan narkotika adalah orang sakit yang harus disembuhkan dan dipulihkan. Melalui kerja sama lintas kementerian ini, kita tidak hanya memulihkan kesehatan fisik dan mental mereka melalui Kemenkes dan Kemensos, tetapi juga memberikan kepastian masa depan dan keterampilan kerja melalui Kemenaker agar mereka tidak kembali terjerosok," ujarnya.

Dalam skema kerja sama tersebut, Kemenkes bertugas mengoptimalkan fasilitasi rehabilitasi medis di rumah sakit dan puskesmas, Kemensos berfokus pada pendampingan rehabilitasi sosial serta reintegrasi ke masyarakat, sedangkan Kemenaker memfasilitasi program pelatihan kerja di Balai Latihan Kerja (BLK) untuk memberikan bekal kemandirian ekonomi.

Langkah ini diharapkan mampu menekan angka kekambuhan (relapse) penyalahguna narkotika sekaligus mempercepat proses pengembalian mantan korban Napza menjadi sumber daya manusia yang produktif dan bermanfaat bagi masyarakat.

IMG-20260813-WA0028

Gerindra Apresiasi BNN Bongkar Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin: Bukan Perkara Kecil

JAKARTA || Jejak-indonesia.id - Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Bimantoro Wiyono, mengapresiasi langkah cepat dan tegas Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Bareskrim Polri, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta TNI Angkatan Laut yang berhasil menggagalkan penyelundupan 1.298 kilogram atau hampir 1,3 ton ketamin di perairan Kepulauan Riau. Ia menilai pengungkapan tersebut merupakan prestasi penting dalam upaya negara melindungi masyarakat, khususnya generasi muda, dari ancaman narkoba.

"Saya mengapresiasi dan mendukung penuh langkah cepat BNN dalam pengungkapan penyelundupan hampir 1,3 ton ketamin. Ini bukan perkara kecil. Barang sebanyak itu menunjukkan adanya ancaman serius dari jaringan peredaran gelap yang harus kita lawan bersama," kata Bimantoro dalam keterangannya, Senin (10/8/2026).

Kader dari Partai Gerindra ini menilai pengungkapan tersebut tidak boleh berhenti pada penangkapan para awak kapal atau pihak yang berada di lapangan. Ia mendorong aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas hingga ke akar jaringan, termasuk mengungkap siapa pengendali, pemodal, pemasok, penerima, hingga jaringan yang mengatur jalur distribusi barang tersebut.

"Jangan berhenti di pelaku lapangan. Bongkar sampai ke akar-akarnya. Siapa yang membiayai, siapa yang mengendalikan, dari mana barang ini berasal, siapa penerimanya, dan ke mana jaringan ini akan mendistribusikannya harus diungkap secara tuntas," tegasnya.

Menurut dia, jaringan narkoba dan penyelundupan zat psikotropika memiliki pola kerja yang terorganisasi dan memanfaatkan berbagai celah, termasuk jalur laut. Karena itu, penindakan harus diikuti dengan pemetaan dan pembongkaran jaringan secara menyeluruh.

"Kita harus memperketat pengawasan terhadap jaringan dan seluruh jalur yang berpotensi dimanfaatkan untuk penyelundupan. Jangan sampai keberhasilan hari ini hanya memutus satu pengiriman, sementara jaringan besarnya masih bebas bergerak dan mencari jalur baru," katanya.

Lebih lanjut, Bimantoro menyoroti modus penyalahgunaan ketamin yang makin beragam, termasuk kemungkinan dimodifikasi dan dicampurkan ke dalam cairan rokok elektrik atau vape. Menurut dia, perkembangan modus tersebut harus menjadi perhatian serius karena dapat menyasar generasi muda dengan cara yang lebih sulit terdeteksi.

"Modusnya terus berkembang. Karena itu, pengawasan juga harus berkembang. Negara tidak boleh kalah cepat dari para sindikat narkoba. Teknologi, intelijen, pengawasan perbatasan, dan koordinasi antarlembaga harus terus diperkuat," ujar Bimantoro.

Bimantoro mengajak masyarakat, khususnya masyarakat pesisir, nelayan, dan pelaku industri kemaritiman, untuk ikut meningkatkan kewaspadaan serta melaporkan aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan penyelundupan narkoba dan zat psikotropika.

"Perang melawan narkoba bukan hanya tugas satu lembaga. Ini tugas bersama. Sinergitas aparat dan partisipasi masyarakat harus diperkuat agar Indonesia benar-benar terbebas dari ancaman narkoba," pungkas Bimantoro.

Sebelumnya, pengungkapan oleh tim gabungan ini berlangsung pada Jumat (7/8). Dalam operasi ini, petugas mengamankan delapan orang anak buah kapal (ABK) yang terdiri dari satu warga negara Taiwan berinisial TSM (43) dan tujuh warga negara Myanmar, yaitu KH (29), MML (36), ML (55), PL (27), TA (51), ZO (38), serta MML (44).

Para pelaku menyembunyikan barang haram di dalam kompartemen tersembunyi dekat anjungan kapal. Petugas mengamankan 65 karung berisi 1.300 bungkus teh cina dengan berat total sekitar 1,3 ton. Hasil uji menggunakan alat Rigaku mengonfirmasi seluruh sampel positif mengandung ketamin.

error: Content is protected !!