Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am
Beranda » Berita » Halaman 4

Berita

IMG-20260814-WA0061

Dandim 0825/Banyuwangi Hadiri Video Conference Peresmian Jembatan Perintis Garuda oleh Presiden dan Kasad

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Komandan Kodim 0825/Banyuwangi Letkol Arm Triyadi Indrawijaya, S.H., M.I.P., menghadiri peresmian Jembatan Perintis Garuda di Dusun Rumping, Desa Plampangrejo, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi, Kamis (13/8/2026).

Kegiatan berlangsung pukul 10.00 hingga 11.15 WIB secara virtual melalui video conference bersama Presiden Republik Indonesia dan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., serta diikuti sekitar 20 peserta dari unsur Forkopimda dan instansi terkait.

Peresmian tersebut merupakan bagian dari program pembangunan jembatan dan sarana air bersih yang dilaksanakan TNI dan Polri untuk memperkuat konektivitas serta membuka akses masyarakat di berbagai wilayah. Dalam laporan Kasad, pembangunan ribuan jembatan ditujukan untuk menghubungkan desa, sekolah, fasilitas kesehatan dan pusat-pusat kegiatan ekonomi, sehingga mobilitas masyarakat maupun distribusi hasil pertanian dan kebutuhan pokok menjadi lebih mudah.

Presiden RI Prabowo Subianto dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI dan Polri yang dinilai telah menjalankan pengabdian langsung kepada masyarakat, khususnya warga di daerah yang sebelumnya menghadapi keterbatasan akses.

Usai prosesi peresmian secara virtual, dilakukan pemotongan pita Jembatan Perintis Garuda di Plampangrejo oleh Dandim 0825/Banyuwangi sebagai tanda diresmikannya jembatan tersebut untuk dimanfaatkan masyarakat. Kehadiran jembatan ini diharapkan dapat memperlancar transportasi warga, mempercepat distribusi barang dan hasil pertanian, sekaligus mendorong aktivitas perekonomian serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah Kecamatan Cluring dan sekitarnya.

IMG-20260814-WA0052

Satpolairud Polresta Banyuwangi Gelar Patroli Dialogis di Pelabuhan ASDP dan LCM, Imbau Pengguna Jasa Utamakan Keselamatan

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id — Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polresta Banyuwangi melaksanakan kegiatan patroli dialogis dan pembinaan serta penyuluhan (Binluh) di kawasan Pelabuhan Umum ASDP dan LCM, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB hingga selesai tersebut dipimpin oleh Perwira Pengendali dari Satpolairud Polresta Banyuwangi. Patroli melibatkan AIPTU I Gede Eka D selaku Ka Jaga dan AIPTU Nurachmad H selaku anggota.

Patroli dilakukan dengan menyisir sejumlah titik di sekitar dermaga dan area parkir kendaraan, termasuk lokasi penumpang kapal serta para sopir truk yang tengah menunggu giliran untuk melakukan penyeberangan.

Dalam kegiatan tersebut, personel Satpolairud juga melakukan komunikasi langsung dengan kapten kapal, anak buah kapal (ABK), petugas keamanan, pengemudi truk, pengurus, tenaga kerja bongkar muat (TKBM), serta pengguna jasa perairan.

Selain menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas), petugas memberikan sejumlah imbauan terkait keselamatan berlayar dan bekerja di lingkungan perairan.

Para pengguna jasa maupun pekerja di kawasan pelabuhan diingatkan agar selalu menggunakan perlengkapan keselamatan, seperti life jacket, rompi keselamatan, dan helm safety ketika melaksanakan aktivitas yang memiliki risiko di sekitar perairan.

Personel juga mengingatkan masyarakat untuk memantau informasi cuaca dari BMKG, mengingat kondisi cuaca dan perairan dapat berubah sewaktu-waktu.

Tidak hanya keselamatan, kewaspadaan terhadap barang bawaan pribadi dan keberadaan orang yang tidak dikenal juga menjadi perhatian. Masyarakat diminta tetap waspada untuk mencegah terjadinya gangguan keamanan maupun tindak kriminal di kawasan pelabuhan.

Dari hasil kegiatan, situasi Harkamtibmas di sekitar area parkiran truk dan dermaga bongkar muat Pelabuhan ASDP dan LCM terpantau kondusif. Aktivitas masyarakat dan pengguna jasa pelabuhan berjalan dengan aman dan lancar.

Selama pelaksanaan patroli, kondisi cuaca dilaporkan cerah dengan ombak relatif rendah dan air laut dalam kondisi surut.

Kegiatan patroli dialogis tersebut menjadi bagian dari upaya Satpolairud Polresta Banyuwangi dalam memperkuat kehadiran kepolisian di kawasan perairan sekaligus membangun komunikasi dengan masyarakat guna menciptakan situasi keamanan yang aman, tertib dan kondusif.

IMG-20260813-WA0090

Kompolnas Visitasi Polres Kotawaringin Barat, Apresiasi Inovasi Pelayanan Berbasis Presisi

PANGAKALAN BUN || Jejak-indonesia.id - Polres Kotawaringin Barat (Kobar) masuk dalam nominasi Kompolnas Awards 2026. Tim Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Republik Indonesia melaksanakan visitasi dan penilaian secara langsung di Mapolres Kobar, Jalan Pangeran Diponegoro, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, Rabu (12/8/2026) pagi.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari tahapan penilaian Kompolnas Awards 2026 untuk melihat secara langsung pelaksanaan program, inovasi, serta kualitas pelayanan yang telah dikembangkan jajaran Polres Kobar.

Ketua Tim Penilai Kompolnas, Dr. Yusuf Warsyim, S.Ag., M.H., mengapresiasi berbagai upaya yang dilakukan Polres Kobar dalam menghadirkan pelayanan kepolisian yang semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Dari visitasi ini kami melihat adanya upaya yang cukup baik dari Polres Kotawaringin Barat dalam mengembangkan pelayanan dan inovasi. Ini menunjukkan komitmen satuan untuk terus berbenah dan menghadirkan pelayanan yang lebih dekat dengan masyarakat,” ujar Dr. Yusuf.

Menurutnya, keberadaan inovasi di lingkungan kepolisian harus diikuti dengan konsistensi pelaksanaan serta memberikan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

“Yang menjadi perhatian kami bukan hanya bentuk inovasinya, tetapi bagaimana program tersebut berjalan secara nyata, diterima oleh masyarakat, dan mampu memberikan kemudahan dalam memperoleh pelayanan kepolisian,” katanya.

Dr. Yusuf juga menilai penguatan program berbasis Presisi menjadi salah satu aspek penting dalam mendorong perubahan kualitas pelayanan di tingkat kewilayahan.

“Semangat Presisi harus terlihat dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Artinya, pelayanan harus semakin prediktif, responsibilitasnya semakin kuat, transparan, dan mampu menyesuaikan dengan perkembangan kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.

Dalam visitasi tersebut, Tim Kompolnas melakukan pengecekan terhadap sejumlah program dan inovasi yang menjadi bagian dari nominasi Polres Kobar. Penilaian dilakukan dengan melihat kesesuaian antara program yang dilaporkan dengan implementasinya di lapangan, termasuk dampak serta keberlanjutan program.

Dr. Yusuf menambahkan, capaian Polres Kobar masuk dalam nominasi Kompolnas Awards 2026 diharapkan dapat menjadi motivasi untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan berbagai inovasi pelayanan yang telah berjalan.

“Masuk nominasi tentu merupakan sebuah apresiasi, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana capaian ini menjadi pemacu untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan. Inovasi yang baik harus terus dikembangkan agar manfaatnya semakin luas,” tuturnya.

Visitasi dan penilaian di Polres Kobar selanjutnya menjadi salah satu bahan pertimbangan Kompolnas dalam proses penentuan penerima Kompolnas Awards 2026.

IMG-20260813-WA0086

Polda Sumut Bangun dan Revitalisasi 75 Jembatan Merah Putih Presisi, Buka Akses Warga hingga Pelosok

DELI SERDANG || Jejak-indonesia.id – Polda Sumatera Utara bersama jajaran telah membangun dan merevitalisasi 75 Jembatan Merah Putih Presisi di sejumlah wilayah Sumatera Utara. Pembangunan tersebut ditujukan untuk membuka akses masyarakat yang selama ini terkendala kondisi jembatan.

Peresmian jembatan dilakukan serentak secara nasional, Kamis (13/8/2026), dan diikuti Polda Sumut secara virtual bersama Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Di Sumatera Utara, peresmian dipusatkan di salah satu jembatan yang telah direvitalisasi jajaran Polrestabes Medan di Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang.

Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto mengatakan pembangunan 75 jembatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo melalui Kapolri.

“Atas perintah Kapolri melalui arahan Presiden, kita melaksanakan peresmian Jembatan Merah Putih secara serentak di seluruh Indonesia. Khusus di Sumatera Utara, Polda Sumut telah merevitalisasi dan membangun sebanyak 75 jembatan,” ujar Whisnu saat ditemui usai kegiatan peresmian.

Menurut dia, pembangunan jembatan tidak akan berhenti pada 75 unit yang telah dikerjakan. Polda Sumut dan jajaran akan terus mengidentifikasi wilayah yang membutuhkan akses penghubung bagi masyarakat.

“Tidak saja 75 yang kita bangun, tetapi kita akan terus membangun jembatan-jembatan lainnya dalam rangka memberikan hal terbaik bagi masyarakat, menghubungkan tempat ke tempat seperti ini,” katanya.

Salah satu jembatan yang direvitalisasi Polrestabes Medan di Kutalimbaru memiliki panjang sekitar 20 meter. Jembatan tersebut juga telah diperkuat sehingga dapat dilalui kendaraan dengan beban hingga sekitar 15 ton.

Keberadaan jembatan itu menjadi penting bagi masyarakat karena menghubungkan akses dari wilayah Deli Serdang menuju kawasan Binjai dan Langkat.

“Ini salah satu jembatan yang direvitalisasi oleh Polrestabes Medan. Panjangnya kurang lebih 20 meter dan dapat dipergunakan untuk kendaraan dengan beban kurang lebih 15 ton,” kata Whisnu.

Dengan dibukanya kembali akses tersebut, masyarakat tidak lagi harus bergantung pada jalur alternatif yang lebih jauh. Jembatan juga diharapkan memperlancar mobilitas warga, termasuk untuk aktivitas pendidikan, perdagangan dan kegiatan ekonomi lainnya.

“Kami berharap bisa membangun jembatan-jembatan lainnya sehingga jembatan yang kita bangun ini dapat berguna bagi masyarakat, baik untuk sekolah, bisnis maupun kegiatan lainnya,” ujarnya.

Secara nasional, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melaporkan kepada Presiden Prabowo bahwa Polri telah membangun dan merevitalisasi 895 Jembatan Merah Putih Presisi secara swadaya yang tersebar di 30 Polda.

Dari jumlah tersebut, 874 jembatan telah selesai, 17 masih dalam tahap pembangunan dan empat lainnya berada dalam tahap perencanaan. Jembatan yang telah selesai memiliki total panjang sekitar 19,2 kilometer dan menghubungkan 1.314 desa.

“Memberikan manfaat bagi 2 juta orang mulai dari anak sekolah, petani, pedagang, pekerja, pelaku UMKM hingga masyarakat umum,” kata Listyo dalam konferensi virtual bersama Presiden Prabowo, Kamis.

Dengan 75 jembatan yang telah dibangun dan direvitalisasi, Polda Sumut turut menjadi bagian dari program tersebut sekaligus memperluas akses masyarakat di berbagai wilayah.

Kapolda Sumut menegaskan pembangunan akan dilanjutkan, terutama di wilayah yang masih membutuhkan jembatan sebagai penghubung antarkawasan.

“Ini adalah tugas yang diberikan Bapak Presiden melalui Bapak Kapolri. Di wilayah Sumatera Utara tentu akan lebih banyak lagi membangun jembatan-jembatan di seluruh wilayah Sumatera Utara,” ujar Whisnu.

1786614919209

Hadiri Pelantikan LPPNU Banyuwangi, Sonny T. Danaparamita Bawa Bantuan 1.000 Bibit dan Bicara Sinergi Nasionalis-Nahdliyin

​BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Sonny T. Danaparamita, S.H., M.H., menghadiri pelantikan Pengurus Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Kabupaten Banyuwangi masa khidmat 2026–2030. Acara ini digelar di Yayasan Roudlotul Huda, Desa Tegalarum, Kecamatan Sempu, Rabu (12/8/2026).

​Kegiatan yang mengusung tema “Menghijaukan Bumi, Memperkuat Ketahanan Pangan: Khidmah LPPNU untuk Banyuwangi” ini turut dihadiri Rais Syuriyah PCNU Banyuwangi KH. Achmad Khosim, Ketua Tanfidziyah PCNU H. Achmad Turmudzi, serta jajaran pengurus MWC NU, kelompok tani, dan masyarakat setempat. Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Yusuf, S.Pd.I dan Syaiful Nor Hakim, S.Pd. resmi dilantik sebagai Ketua dan Sekretaris LPPNU Banyuwangi.

​Ada momen menarik setibanya Sonny di lokasi acara. Panitia awalnya mengarahkan mobil wakil rakyat dari Dapil Jatim III itu agar parkir hingga mendekati panggung. Namun, Sonny menolaknya dengan halus. Ia memilih turun lebih jauh dan berjalan kaki menuju area majelis.

​"Saya merasa kurang adab kalau mobil saya harus berhenti hanya beberapa meter dari panggung tempat para kiai dan tokoh NU duduk. Ini bentuk tawadhu' saya. Kalau dari mobil saya tidak merangkak, tapi jalan kaki, ya karena agar tidak kotor. Karena An-Nazhafatu Minal Iman (kebersihan sebagian dari iman)," kelakar Sonny yang langsung disambut tawa hangat para hadirin.

​Sikap rendah hati itu menjadi pembuka sambutannya. Meski mengaku bukan jebolan pondok pesantren, mantan Sekjen GMNI ini menegaskan ikhtiarnya untuk terus menghidupi karakter santri. Ia mengutip dawuh KH. A. Mustofa Bisri (Gus Mus), bahwa santri tidak terbatas pada mereka yang mondok. Ruh seorang santri ada pada sikap tawadhu', moderat, cinta tanah air, dan pembelajar sepanjang hayat (thalabul 'ilmi).

​Sebagai wujud thalabul 'ilmi, Sonny mengungkapkan bahwa dirinya saat ini masih terus belajar dan tengah merampungkan studi S3, berpedoman pada prinsip Ki Hadjar Dewantara bahwa setiap tempat adalah sekolah dan setiap orang adalah guru.

 

*​Satu Napas Perjuangan Membela Rakyat Kecil*

​Dalam orasinya, Sonny menyoroti kuatnya titik temu perjuangan antara kelompok nasionalis dan Nahdliyin di akar rumput.

​"Kalau yang njenengan perjuangkan di NU ini biasa disebut kaum mustadhafin (golongan yang dilemahkan), di kami mengistilahkannya kaum marhaen. Dua diksi tersebut hakikatnya memiliki makna yang sama. Menurut Bung Karno—Presiden RI pertama yang oleh para ulama NU diberi gelar Waliyul Amri Ad-Dharuri bis-Syaukah—kaum marhaen pada dasarnya adalah masyarakat yang dimiskinkan oleh sistem yang menindas," papar tokoh kelahiran Banyuwangi ini.

​Kedekatan sejarah kaum nasionalis dan santri ini, lanjut Sonny, terus terawat hingga kini. Ia mencontohkan lahirnya Hari Santri Nasional yang diinisiasi oleh dua tokoh alumni GMNI, yakni KH. Thoriq bin Ziyad (Pengasuh Ponpes Babussalam Malang) dan Dr. Achmad Basarah (DPP PDI Perjuangan/Ketua Fraksi PDI Perjuangan MPR RI).

​"Dari dorongan dua tokoh inilah lahir kontrak politik pada Pemilu 2014 yang berujung pada penetapan Keppres Hari Santri. Kehadiran saya di sini adalah wujud menjaga soliditas sesama syubbanul wathon yang akan bergerak bersama," tegasnya.

 

*​Aksi Nyata untuk Petani Banyuwangi*

​Komitmen kolaborasi itu langsung dibuktikan lewat aksi nyata. Sejalan dengan pesan Ketua Tanfidziyah PCNU Banyuwangi H. Achmad Turmudzi yang meminta agar LPPNU rajin turba (turun ke bawah) dan mencari solusi persoalan petani, Sonny datang membawa 1.000 bibit tanaman produktif hasil sinergi dengan Kementerian Kehutanan melalui BPDAS.

​Bantuan bibit berupa alpukat dan durian jenis okulasi itu diserahkan kepada masyarakat. Sebanyak 500 bibit ditanam dan diserahkan secara simbolis pada acara tersebut, sementara 500 sisanya akan didistribusikan bertahap melalui LPPNU di tingkat MWC NU.

​Merespons Ketua LPPNU Banyuwangi, Muhammad Yusuf, yang berencana menyalurkan bantuan tiga alat pertanian untuk MWC NU Songgon, Singojuruh, dan Kabat pada Oktober mendatang, Anggota Komisi IV DPR RI ini menyatakan kesiapannya untuk terus memberikan dukungan.

​"Menyambut ajakan Ketua LPPNU tadi, Insyaallah, saya siap berkolaborasi penuh. Mari kita dampingi petani kita demi terwujudnya masyarakat yang baldatun thoyyibatun wa robbun ghafur, yang dalam bahasa konstitusi kita adalah terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," pungkas Sonny.

error: Content is protected !!