Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am
Beranda » Berita » Halaman 7

Berita

IMG-20260813-WA0027

Sahroni Apresiasi BNN Bongkar Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin

JAKARTA || Jejak-indonesia.id - Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengapresiasi langkah cepat dan tegas Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Bareskrim Polri, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta TNI Angkatan Laut yang berhasil menggagalkan penyelundupan 1.298 kilogram atau hampir 1,3 ton ketamin di perairan Kepulauan Riau. Ia mengatakan zat tersebut mengerikan bagi generasi muda.

"Apresiasi setinggi-tingginya bagi Kepala BNN, Polri, TNI dan bea cukai yang sudah bekerjasama dengan sangat baik dalam melakukan operasi penangkapan narkoba dengan jumlah yang luar biasa ini. Ini adalah bentuk kerjasama yang sangat baik dan kita harap akan terus dijalankan ke depannya demi mengurangi peredaran narkoba di masyarakat dan demi menyelamatkan masa depan generasi muda kita," kata Sahroni saat dihubungi, Selasa (11/8/2026).

Ia kemudian bicara zat ketamin yang ada di dalam vape. Dia menyebut zat tersebut berbahaya lantaran sulit dideteksi.
"Terkait vape yang mengandung narkoba, ini memang mengerikan karena sekarang obat-obatan terlarang sudah beragam jenis dan bentuknya. Karena itulah, dari awal saya mendorong agar vape ini dilarang total saja, demi anak-anak kita," ucap dia.

Bendum DPP NasDem ini pun mendorong BNN beserta penegak hukum untuk terus melakukan operasi seperti itu. Menurutnya, operasi semacam itu bisa mempersulit langkah para pihak mengedarkan ketamin.

"Terus lakukan operasi-operasi agar mereka-mereka sulit lagi untuk bertransaksi dan bisa mencegah lebih awal atas operasi-operasi yang dilakukan oleh aparat-aparat penegakan hukum," tutur dia.

"Pada umumnya narkotika pasti sulit dihilangkan, tapi minimal dengan upaya-upaya operasi bisa menurunkan peredaran terutama narkotika melalui vape ini, kalau vape bisa dilarang makin berkurang juga para mafia membuat narkotika itu beredar," lanjutnya.

IMG-20260813-WA0014

Kompolnas Visitasi Polres Barito Selatan, Verifikasi Inovasi Dua Bhabinkamtibmas dalam Kompolnas Awards 2026

BARITO || Jejak-indonesia.id – Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) melaksanakan visitasi dalam rangka penilaian Kompolnas Awards 2026 di Polres Barito Selatan, Kalimantan Tengah, Selasa (11/8/2026). Visitasi tersebut menjadi bagian dari tahapan verifikasi lapangan terhadap inovasi dan kinerja personel Polri yang masuk nominasi.

Anggota Kompolnas Dr. Yusuf, S.Ag., M.H. bersama tim melakukan pengecekan langsung terhadap program yang dijalankan dua Bhabinkamtibmas Polres Barito Selatan yang berhasil masuk tiga besar nominasi Kompolnas Awards 2026 Kategori Perorangan Partnership, yakni Aipda Yogi Friatno Setiawan, S.I.Kom. dan Brigpol Lidya Aprilia Anisa A.Ng., S.H Kategori Perorangan People.

Dalam keterangannya, Dr. Yusuf mengatakan visitasi dilakukan untuk memastikan kesesuaian antara hasil penilaian tahap awal, dokumen yang disampaikan, serta kondisi nyata di lapangan.

“Visitasi ini merupakan bagian dari proses penilaian untuk memperoleh gambaran secara komprehensif mengenai implementasi kinerja, inovasi, kualitas pelayanan publik, tata kelola organisasi, serta dampak program yang dilaksanakan oleh peserta,” ujar Dr. Yusuf.

Ia menjelaskan, Kompolnas Awards merupakan salah satu bentuk penilaian terhadap praktik-praktik baik yang dilakukan anggota maupun satuan kerja Polri. Karena itu, tim Kompolnas melakukan verifikasi secara langsung untuk memastikan inovasi yang diajukan benar-benar dilaksanakan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Melalui visitasi ini kami ingin memastikan kesesuaian hasil penilaian tahap pertama dan dokumen dengan kondisi nyata, sekaligus memverifikasi keaslian inovasi dan praktik baik yang dilakukan di lapangan,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, tim Kompolnas yang terdiri dari Dr. Yusuf, Nining Desiwati, serta Dr. Mardonna Lamtio, S.Pd., M.M., didampingi Irwasda Polda Kalimantan Tengah. Kedatangan tim disambut Kapolres Barito Selatan AKBP Jecson R. Hutapea, S.I.K., M.H., Bupati Barito Selatan, Forkopimda, Forkopimcam Dusun Selatan, Wakapolres, serta jajaran pejabat utama Polres Barito Selatan.

Setelah rangkaian penyambutan dan arahan di Mapolsek Dusun Selatan, tim Kompolnas melanjutkan kegiatan dengan melakukan pengecekan langsung terhadap sejumlah program unggulan yang menjadi bagian dari nominasi kedua personel tersebut.

Salah satunya adalah program yang dikembangkan Aipda Yogi Friatno Setiawan selaku Bhabinkamtibmas Desa Kalahien, Kecamatan Dusun Selatan. Aipda Yogi mengembangkan budidaya jamur tiram bersama Pemerintah Desa Kalahien dan PT Nusantara sebagai upaya pemberdayaan masyarakat sekaligus mendukung ketahanan pangan.

Selain itu, Aipda Yogi juga menjalankan program BAJAKA PRESISI yang diwujudkan melalui kegiatan perpustakaan keliling untuk meningkatkan akses dan literasi anak-anak di wilayah binaannya.

Tim Kompolnas juga melakukan pengecekan program pembinaan masyarakat yang dijalankan Brigpol Lidya Aprilia Anisa A.Ng., S.H., Bhabinkamtibmas Kelurahan Hilir Sper. Program tersebut antara lain kegiatan Anak Asuh yang berfokus pada pembinaan dan pendampingan anak, serta sejumlah program pemberdayaan dan pembinaan masyarakat.

Sebelumnya, Brigpol Lidya juga dikenal melalui program BHAMASAK atau Bhabinkamtibmas Membangun dan Membina Satkamling serta BAKMIE atau Bhabinkamtibmas Membina Pelajar. Program-program tersebut diarahkan untuk memperkuat keamanan lingkungan, pembinaan generasi muda, serta meningkatkan kesadaran hukum masyarakat.

Dr. Yusuf menegaskan bahwa kehadiran Kompolnas dalam visitasi bukan hanya untuk melihat kelengkapan administrasi, tetapi juga memastikan dampak nyata dari program yang dijalankan oleh personel Polri.

“Yang kami lihat bukan hanya dokumen atau laporan kegiatan, tetapi bagaimana inovasi tersebut benar-benar diimplementasikan dan memberikan manfaat kepada masyarakat,” ungkapnya.

Ia berharap capaian tersebut dapat menjadi pemacu bagi seluruh personel Polres Barito Selatan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat kemitraan dengan masyarakat, serta menghadirkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan warga.

Visitasi Kompolnas Awards 2026 di Polres Barito Selatan kemudian dilanjutkan dengan pengecekan langsung terhadap lokasi program yang dijalankan kedua Bhabinkamtibmas. Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam proses penilaian sebelum Kompolnas menetapkan penerima penghargaan Kompolnas Awards 2026.

IMG-20260813-WA0013

Unggul di Enam Kategori, Polda Riau Juara Umum Ketahanan Pangan Polri

JAKARTA || Jejak-indonesia.id - Polda Riau kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Polda Riau berhasil meraih Juara Umum Klaster 3 dalam penilaian Program Ketahanan Pangan Polri Tahun 2026 setelah mencatatkan prestasi pada enam kategori penilaian.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kepada Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan dalam kegiatan Awarding Day Apresiasi Kreasi Polri yang digelar di Grand Ballroom The Tribrata, Jakarta, Selasa malam (11/8/2026).

Kabid Humas Polda Riau Kombes Akmadi mengatakan, predikat juara umum diraih berdasarkan akumulasi nilai dari seluruh kategori yang diikuti.

Polda Riau mencatatkan perolehan nilai tertinggi dibandingkan Polda lainnya yang tergabung dalam Klaster 3.

“Alhamdulillah, Polda Riau meraih Juara Umum Klaster 3. Capaian ini merupakan akumulasi dari prestasi yang diraih pada berbagai kategori. Ini menjadi bukti kerja bersama seluruh jajaran dalam mendukung dan mengimplementasikan program ketahanan pangan,” kata Akmadi, Rabu (12/8/2026).

Dalam penilaian tersebut, Polda Riau meraih Juara II Kategori Penambahan Lahan dan Produksi Jagung, Juara II Kategori Serapan Jagung Bulog, serta Juara I Kategori Manajemen Media Polda.

Prestasi juga datang dari jajaran kewilayahan. Polres Indragiri Hulu meraih Juara III Kategori Manajemen Media Polres.

Sementara pada kategori inovasi, Polda Riau meraih Juara II Kategori Inovasi Polda dan Polres Kuantan Singingi berhasil menjadi Juara I Kategori Inovasi Polres.

“Enam capaian tersebut kemudian terakumulasi dalam penilaian akhir dan menempatkan Polda Riau sebagai peraih nilai tertinggi sekaligus Juara Umum Klaster 3,” ujar Akmadi.

Secara nasional, penilaian Program Ketahanan Pangan Polri dibagi dalam tiga klaster. Polda Jawa Timur keluar sebagai Juara Umum Klaster 1, Polda Kalimantan Barat sebagai Juara Umum Klaster 2, sedangkan Polda Riau menjadi Juara Umum Klaster 3.

Akmadi mengatakan, penghargaan yang diterima langsung Kapolda Riau dari Kapolri tersebut menjadi apresiasi terhadap kerja kolektif seluruh jajaran Polda Riau, mulai dari tingkat Polda hingga Polres, bersama pemerintah daerah, Bulog, kelompok tani dan berbagai stakeholder lainnya.

Menurutnya, capaian tersebut sekaligus menjadi motivasi untuk memastikan program ketahanan pangan terus berjalan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Penghargaan ini, lanjut Akmadi, menjadi torehan membanggakan bagi seluruh jajaran personel sekaligus menjadi tanggung jawab untuk terus meningkatkan apa yang sudah dikerjakan.

"Semangatnya bukan berhenti pada penghargaan, tetapi bagaimana Polri ikut mengambil bagian dalam memperkuat ketahanan pangan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutup Akmadi. []

IMG-20260813-WA0012

Kapolda Gorontalo dan Forkopimda Sambut Kedatangan Wamendagri, Jamintel, serta Wamenkes di Bandara Djalaluddin

GORONTALO || Jejak-indonesia.id - Suasana khidmat menyelimuti Ruang VIP Bandara Djalaluddin Gorontalo pada Rabu (12/8/2026) pagi. Kapolda Gorontalo Irjen Pol. Drs. Widodo S.H., M.H., bersama Gubernur Dr. Ir. H. Gusnar Ismail, M.M., dan jajaran Forkopimda, menyambut kedatangan tiga pejabat penting dari pemerintah pusat.

Ketiga tamu negara tersebut adalah Wakil Menteri Dalam Negeri RI Komjen Pol (Purn) Dr. Akhmad Wiyagus, S.I.K., M.Si., M.M., Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung RI Prof. Dr. Reda Manthovani, S.H., LL.M., dan Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR. Rombongan berangkat menggunakan maskapai Garuda Indonesia ini mendarat tepat pukul 09.45 WITA.

Sambutan Agung Tradisi Mopotilolo

Sebagai bentuk penghormatan tertinggi, ketiganya disambut dengan prosesi adat Mopotilolo. Tradisi sakral ini wajib digelar untuk menyambut tamu kehormatan yang baru pertama kali menginjakkan kaki di Bumi Serambi Madinah. Dipimpin langsung oleh pemangku adat U Duluwo Limo Lo Pohalaa, prosesi berlangsung megah diiringi tabuhan genderang khas dan tarian perang Longgo.

Rangkaian ritual adat dimulai dengan mopodungga lo uyilumo, sebuah prosesi jamuan makan dan minum sebagai simbol pemuliaan tamu. Setelah itu, suasana menjadi hening saat petuah adat dibacakan, disusul doa bersama demi keselamatan, kesehatan, dan kelancaran agenda para pejabat selama di Gorontalo. Prosesi sakral ini diakhiri dengan mongabi, yaitu pernyataan resmi dari tokoh adat yang menandakan bahwa para tamu telah direstui dan diterima secara resmi sebagai bagian dari warga Gorontalo.

Agenda Strategis Nasional di Gorontalo

Kunjungan kerja ini bukan sekadar seremonial. Ketiga pejabat pusat tersebut langsung dihadapkan pada sejumlah agenda strategis nasional yang berdampak langsung pada masyarakat Gorontalo.

Rombongan dijadwalkan langsung bertolak menuju Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo. Di sana, akan meninjau langsung pelaksanaan program Skrining Tuberkulosis (TB) Terintegrasi serta layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi warga setempat.

Sementara itu, Wamendagri Komjen Pol. (Purn) Akhmad Wiyagus dan Jamintel Reda Manthovani meneruskan agenda selanjutnya pada siang harinya. Keduanya dijadwalkan menghadiri program Jaksa Garda Desa (Jaga Desa) sekaligus mengukuhkan pengurus DPD dan DPC Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) se-Provinsi Gorontalo yang berlokasi di Auditorium Universitas Negeri Gorontalo.

(Red/Rezha LDD)

IMG-20260813-WA0009

Mbah Semar: Tegakkan Hukum Tanpa Pandang Bulu, Jangan Ada Jabatan Menjadi Tameng Kejahatan

JAWA TIMUR || Jejak-indonesia.id — Pesan tegas disampaikan Selamet Solichin alias Mbah Semar, Pimpinan Umum Media Jejak-Indonesia.id, JejakIndonesia.news dan Pedot.pro, terkait pentingnya menjaga integritas aparat penegak hukum serta memperkuat komitmen pemberantasan berbagai bentuk kejahatan yang merusak masyarakat.

Menurut Mbah Semar, jabatan merupakan amanah dan tanggung jawab, bukan alat kekuasaan untuk melindungi kepentingan pribadi, kelompok, maupun pihak tertentu yang diduga terlibat dalam pelanggaran hukum.

“Jabatan adalah amanah, bukan tameng kejahatan. Siapa pun yang melanggar hukum harus diproses sesuai aturan, tanpa melihat pangkat, jabatan maupun latar belakangnya,” tegas Mbah Semar, Rabu (12/8/2026).

Ia menekankan pentingnya penegakan hukum yang konsisten terhadap berbagai bentuk kejahatan, termasuk peredaran narkotika, obat-obatan terlarang, minuman keras, perjudian, serta bentuk pelanggaran hukum lainnya.

Terlebih apabila dalam proses penanganan perkara ditemukan indikasi adanya penyalahgunaan kewenangan atau dugaan keterlibatan oknum aparat.

Mbah Semar menegaskan bahwa seragam dan institusi adalah kehormatan yang harus dijaga oleh setiap personel.

Menurutnya, apabila terdapat oknum yang terbukti menyalahgunakan kewenangan untuk kepentingan pribadi, memberikan perlindungan terhadap aktivitas ilegal, atau menghalangi proses penegakan hukum, maka persoalan tersebut harus ditindak sesuai ketentuan yang berlaku.

“Seragam adalah kehormatan. Jangan sampai ada oknum yang justru mencoreng nama baik institusi karena diduga menjadi pelindung aktivitas ilegal. Kalau ada bukti, proses secara hukum,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa pemberantasan kejahatan tidak boleh hanya berhenti pada pelaku di lapangan.

Apabila dalam sebuah perkara ditemukan indikasi adanya pihak yang memberikan perlindungan, membekingi, memfasilitasi, atau menyalahgunakan jabatan, maka seluruh rangkaian tersebut harus ditelusuri secara profesional berdasarkan fakta dan alat bukti yang sah.

Mbah Semar mengajak seluruh aparat penegak hukum untuk menjaga integritas dan tidak tergoda oleh kepentingan sesaat yang pada akhirnya dapat merusak kehormatan pribadi maupun institusi.

“Bersih itu hebat. Jangan noda seragam dengan kepentingan pribadi. Masyarakat membutuhkan aparat yang tegas, profesional dan benar-benar berdiri di atas hukum,” kata Mbah Semar.

Ia juga menegaskan bahwa media memiliki tanggung jawab besar dalam mengawal informasi publik. Pemberitaan, menurutnya, harus tetap berpegang pada fakta, akurasi, keberimbangan dan asas praduga tak bersalah.

“Kami tidak ingin menuduh siapa pun. Kalau ada informasi mengenai dugaan pelanggaran hukum, silakan dibuktikan melalui proses penyelidikan dan penyidikan. Media mengawal fakta, aparat menegakkan hukum,” tegasnya.

Mbah Semar menilai kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum sangat ditentukan oleh konsistensi dalam menjalankan tugas.

Karena itu, setiap informasi atau laporan mengenai dugaan tindak pidana maupun penyalahgunaan kewenangan harus ditindaklanjuti secara profesional apabila terdapat dasar dan bukti yang memadai.

“Jangan sampai masyarakat melihat hukum tajam ke bawah tetapi tumpul ke atas. Hukum harus berdiri tegak untuk siapa saja,” tandas Mbah Semar.

Ia menambahkan, pangkat, jabatan maupun seragam bukanlah kekebalan hukum. Setiap orang tetap memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum, sementara setiap dugaan pelanggaran harus dibuktikan melalui mekanisme hukum yang berlaku.

“Kami tidak mencari kesalahan orang. Kami hanya ingin hukum ditegakkan secara adil. Kalau benar, katakan benar. Kalau salah, proses sesuai hukum. Jangan ada intervensi, jangan ada tebang pilih,” pungkasnya.

 

Jejak Indonesia — Tegas, Akurat, Terpercaya.

error: Content is protected !!