Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am
Beranda » Berita » Halaman 31

Berita

IMG-20260728-WA0021

Dari Mal Orang Sehat hingga Konsultasi WA 24 Jam, Inovasi Kesehatan Banyuwangi Dipaparkan di Forum Nasional

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Berbagai terobosan program kesehatan yang dilakukan Banyuwangi, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani diundang di forum kesehatan nasional Leimena Conference di Jakarta, Senin (27/7/2026). Di forum yang digagas Kementerian Kesehatan itu, Ipuk diminta memaparkan berbagai inovasi Banyuwangi dalam memperkuat Integrasi Layanan Primer (ILP) berbasis puskesmas.

Ipuk berbicara di sesi leaders talk yang dibuka langsung oleh Wakil Menteri Kesehatan dr. Benjamin Paulus Octavianus ini, bersama sejumlah kepala daerah. Di antaranya Walikota Bandung Muhammad Farhan dan Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani, dan Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta

“Kami menyadari ada banyak keterbatasan di daerah kami. Mulai dari fiskal, SDM hingga infrastruktur. Hal ini tidak membuat kami patah hati, tapi justru termotivasi untuk membuat inovasi penguatan layanan kesehatan primer,” ungkap Ipuk.

Salah satu inovasi yang dilakukan oleh Pemkab Banyuwangi adalah dengan serangkaian tindakan preventif di level puskesmas. Di antaranya adalah menjadikan puskesmas sebagai Mall Orang Sehat, dan yang terbaru adalah melengkapinya dengan konsultasi kesehatan gratis online 24 jam nonstop.

Mal Sehat adalah program mendorong warga untuk memeriksakan kesehatan ke puskesmas secara rutin, dimana warga didorong untuk memeriksa kesehatan tanpa harus menunggu sakit sehingga bisa dilakukan pencegahan lebih awal.

“Seberapapun anggarannya tidak akan cukup jika untuk menyembuhkan. Tapi, dengan tindakan preventif, setidaknya akan mengurangi beban pembiayaan kesehatan. Ini sudah dilakukan Banyuwangi sejak 2018. Dan kini semakin senang karena sinergi dengan program pusat CKG (Cek Kesehatan Gratis),” papar Ipuk.

Selain itu, juga dilakukan preventif pendukung lainnya. Seperti satgas stunting untuk peningkatan gizi ibu hamil dan balita, rantang kasih untuk peningkatan gizi warga miskin sebatang kara dan lain sebagainya.

“Kami juga berupaya untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat yang aksesnya terbatas. Seperti Jemput Bola Rawat Warga yang mendatangi warga terpencil, menyiapkan armada berbasis di desa yang bisa berfungsi layaknya ambulance dan lain sebagainya,” terangnya.

Yang terbaru, imbuh Ipuk, adalah Oasis Wangi, sebuah layanan konsultasi online gratis lewat Whatsapp dari nakes untuk perawatan kesehatan keluarga di rumah yang digagas bersama Noora Health.

“Layanan ini sudah dilaunching Pak Menkes pekan lalu. Warga bisa berkonsultasi gratis 24 jam nonstop dan langsung di-handle oleh petugas kesehatan. Sangat mudah, karena konsultasinya lewat WA,” beber Ipuk.

“Kami membagi habis tugas di tingkat Puskesmas, sekaligus juga menambah insentif untuk meningkatkan kesejahteraan nakes,” pungkas Ipuk.

Langkah-langkah inovatif Banyuwangi tersebut mendapat apresiasi dari Wamenkes Dokter Benjamin. Menurutnya, peningkatan beban di Puskesmas adalah indikator penanganan kesehatan yang tepat. “Artinya, upaya preventif di tengah masyarakat sudah berjalan dengan baik,” tegas Dokter Benjamin.

Perlu diketahui, Leimena Conference merupakan forum kesehatan nasional yang menghadirkan para pegiat kesehatan dari seluruh Indonesia. Menghadirkan juga para ahli kesehatan dunia. Konferensi ini guna menghormati pahlawan nasional Dokter Johannes Leimena yang pernah menjadi menteri kesehatan yang merupakan pencetus Puskesmas di masa kepemimpinannya. (*)

IMG-20260727-WA0073

Bulutangkis Kapolri Cup 2026 Resmi Dibuka, Diikuti 1.219 Peserta dari Kategori Umum, Polri, dan Difabel

JAKARTA || Jejak-indonesia.id - Kejuaraan Bulutangkis Kapolri Cup 2026 resmi dibuka di GOR Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Senin (27/7). Turnamen yang menjadi rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 ini mengusung tema “Membangun Prestasi untuk Negeri” sebagai wujud semangat “Polri untuk Masyarakat” melalui pembinaan olahraga yang inklusif dan berprestasi.

Dalam keterangannya, Irjen Pol. Mardiyono selaku ketua pelaksana kegiatan menyampaikan bahwa Kejuaraan Bulutangkis Kapolri Cup 2026 diselenggarakan di tiga lokasi, yakni GOR Universitas Negeri Jakarta, GOR Duren Sawit, dan GOR Kecamatan Pondok Bambu. Pembukaan dan penutupan dipusatkan di GOR UNJ, sementara pertandingan berlangsung di ketiga venue tersebut pada 27 Juli hingga 1 Agustus 2026.

“Bulutangkis Kapolri Cup 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah membangun sportivitas, kebersamaan, dan mempererat sinergi antara Polri dengan masyarakat serta berbagai stakeholder lainnya,” ujar Irjen Pol. Mardiyono.

Ia menjelaskan, turnamen tahun ini diikuti sebanyak 1.219 peserta, terdiri dari 591 peserta kategori umum, 558 peserta kategori Polri, dan 70 peserta kategori difabel. Kategori yang dipertandingkan meliputi U-15 Pemula, U-17 Remaja, U-19 Taruna, kategori Polri, serta kategori difabel dengan pembagian berdasarkan klasifikasi disabilitas guna menjamin kompetisi yang adil dan setara.

Menurutnya, penyelenggaraan kejuaraan merupakan hasil kolaborasi Polri bersama PBSI dalam mendukung pembinaan olahraga nasional sekaligus menggandeng NPCI sebagai bentuk komitmen menghadirkan olahraga yang inklusif bagi atlet penyandang disabilitas.

“Harapannya, Bulutangkis Kapolri Cup 2026 tidak hanya melahirkan prestasi olahraga, tetapi juga memperkuat pembinaan olahraga, menumbuhkan sportivitas, dan mempererat hubungan Polri dengan masyarakat. Ini menjadi bagian dari semangat Polri Untuk Masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PP PBSI Ricky Soebagdja mengapresiasi konsistensi Polri dalam mendukung pembinaan atlet bulutangkis melalui penyelenggaraan kejuaraan yang masuk dalam kalender resmi PBSI tahun 2026.

“Kami berterima kasih kepada institusi Polri atas komitmennya menyelenggarakan kejuaraan ini. Atlet-atlet yang tampil di kategori pembinaan akan kami pantau sebagai calon atlet potensial untuk mengikuti seleksi nasional hingga pemusatan latihan nasional,” kata Ricky.

Di sisi lain, Ketua Umum NPCI Provinsi DKI Jakarta Yasin Onasie menyampaikan apresiasi atas keterlibatan atlet difabel dalam Kejuaraan Bulutangkis Kapolri Cup 2026.

“Terima kasih kepada Kapolri dan PBSI yang telah melibatkan NPCI untuk pertama kalinya. Ini merupakan wujud bahwa atlet penyandang disabilitas juga diberikan ruang untuk berkarya dan berprestasi bagi negeri,” ujarnya.

Selain memperebutkan gelar juara, para pemenang akan memperoleh sertifikat, medali, piala, serta uang pembinaan. Kejuaraan juga dimeriahkan dengan berbagai hiburan bagi masyarakat sebagai bagian dari upaya Polri mendekatkan diri kepada masyarakat melalui olahraga dan pembinaan generasi muda.

IMG-20260727-WA0072

Kapolda Kalteng Ingatkan Sanksi Pidana Pembakaran Lahan

PALANGKA RAYA || Jejak-indonesia.id – Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah (Kapolda Kalteng) Irjen Pol Iwan Kurniawan mengingatkan seluruh pihak, baik masyarakat maupun koorporasi, terkait akan ada sanksi pidana bagi yang melakukan pembakaran lahan.

Hal itu telah tertuang dalam Maklumat Kapolda Kalteng Nomor: Mak/1/VII/2026 tentang larangan dan sanksi pidana terhadap pembakaran hutan dan lahan (karhutla).

Maklumat tersebut diterbitkan sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan serta mencegah terulangnya bencana asap di wilayah Kalimantan Tengah.

"Melalui maklumat ini, kami mengajak seluruh masyarakat, perusahaan, dan pelaku usaha untuk bersama-sama menjaga lingkungan dengan tidak membuka maupun mengolah lahan menggunakan cara membakar. Pencegahan menjadi tanggung jawab kita bersama demi melindungi kesehatan masyarakat dan kelestarian alam," kata Kapolda, Senin (27/7/2026).

Dalam maklumat tersebut ditegaskan bahwa pembukaan lahan dengan cara membakar yang mengakibatkan pencemaran maupun kerusakan fungsi lingkungan hidup merupakan perbuatan yang dilarang dan dapat diproses secara hukum. Selain itu, setiap tindakan yang menyebabkan terlampauinya baku mutu udara ambien, baku mutu air, baku mutu air laut maupun kriteria baku kerusakan lingkungan hidup juga termasuk pelanggaran yang dapat dikenakan sanksi pidana.

"Siapa pun yang dengan sengaja melakukan pembakaran hutan dan lahan atau perbuatan lain yang merusak lingkungan akan ditindak tegas sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Tidak ada toleransi terhadap pelaku pembakaran lahan," tegasnya.

Kapolda menjelaskan, pelaku pembakaran hutan dan lahan dapat dijerat dengan sejumlah ketentuan hukum, di antaranya Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan, Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta ketentuan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Tahun 2023. Ancaman hukumannya berupa pidana penjara hingga belasan tahun dan denda mencapai miliaran rupiah, sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan.

"Penegakan hukum akan dilakukan secara profesional dan tanpa pandang bulu. Kami juga mengharapkan partisipasi aktif masyarakat untuk segera melaporkan apabila mengetahui adanya aktivitas pembakaran hutan maupun lahan agar dapat segera ditindaklanjuti," ujarnya.

Kapolda berharap maklumat tersebut menjadi pedoman bagi seluruh masyarakat dalam menjaga lingkungan hidup, terutama pada musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.

"Polda Kalimantan Tengah juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengedepankan langkah pencegahan sehingga kualitas udara tetap terjaga dan bencana asap tidak kembali terjadi di wilayah Kalimantan Tengah," pungkasnya.

IMG-20260727-WA0070

Pelayanan Kesehatan Hadir di Sekolah, Rumkit Bhayangkara Layani Pelajar SMA Muhammadiyah Palangka Raya

PALANGKARAYA || Jejak-indonesia.id - Dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya di kalangan remaja, Rumah Sakit (Rumkit) Bhayangkara Tingkat III Palangka Raya Biddokkes Polda Kalimantan Tengah menghadirkan pelayanan kesehatan langsung di SMA Muhammadiyah Palangka Raya, Senin (27/7/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Rumkit Bhayangkara untuk mendekatkan akses layanan kesehatan kepada masyarakat melalui pelayanan jemput bola. Selain memberikan pemeriksaan kesehatan, tim tenaga kesehatan juga memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga pola hidup sehat, gizi seimbang, aktivitas fisik, serta pencegahan berbagai penyakit yang kerap dialami usia remaja.

Pelaksanaan pelayanan kesehatan ini juga menjadi bentuk dukungan Rumkit Bhayangkara terhadap **Program Cek Kesehatan Gratis (CKG)** yang dicanangkan pemerintah sebagai upaya meningkatkan deteksi dini faktor risiko penyakit serta membangun budaya hidup sehat di tengah masyarakat. Melalui program ini, masyarakat, termasuk para pelajar, didorong untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar kondisi kesehatannya dapat dipantau sejak dini.

Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, S.I.K., M.Si., melalui Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Bhayangkara Tingkat III Palangka Raya **AKBP dr. Anton Sudarto, M.A.R.S., M.H.**, menyampaikan bahwa kegiatan pelayanan kesehatan di lingkungan sekolah merupakan salah satu bentuk kepedulian rumah sakit dalam mendukung terciptanya generasi muda yang sehat, produktif, dan berprestasi.

*"Kesehatan merupakan modal utama bagi para pelajar untuk dapat belajar secara optimal dan meraih prestasi. Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat sekaligus mendukung Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang menjadi salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui deteksi dini dan edukasi kesehatan,"* ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, para pelajar mendapatkan pelayanan kesehatan dari tim medis Rumkit Bhayangkara dengan antusias. Selain pemeriksaan kesehatan, para siswa juga diberikan kesempatan untuk berkonsultasi mengenai kondisi kesehatan yang mereka alami sehingga memperoleh informasi dan penanganan yang tepat.

Pihak SMA Muhammadiyah Palangka Raya menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Kehadiran tim kesehatan dinilai memberikan manfaat bagi para siswa karena dapat mendeteksi kondisi kesehatan sejak dini sekaligus menumbuhkan budaya hidup sehat di lingkungan sekolah.

Melalui kegiatan ini, Rumkit Bhayangkara Tingkat III Palangka Raya berharap dapat terus memperkuat sinergi dengan berbagai institusi pendidikan dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sehat. Sejalan dengan semangat Program Cek Kesehatan Gratis (CKG), Rumkit Bhayangkara berkomitmen untuk terus menghadirkan pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau, profesional, dan humanis, sehingga manfaat layanan kesehatan dapat dirasakan secara luas oleh seluruh lapisan masyarakat. (Har/Adji)

IMG-20260727-WA0051

Forum Pengawas Kebijakan Birokrasi dan Pembangunan Indonesia

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id - Dalam rangka membantu Pemerintah dalam pengawasan birokrasi dan pembangunan, forum yang getol terkait hal tersebut terus memberikan dorongan peningkatan pembangunan dan birokrasi di Banyuwangi khususnya.

Banyuwangi dinilai sangatlah cepat peningkatan pembangunannya baik sari sektor wisata , pertanian serta UMKM yang mendukung peningkatan perekonomian Masyarakat.

Pemerintah daerah Kabupaten Banyuwangi sangatlah aktif melakukan berbagai cara demi peningkatan dan kemajuan pembangunan dan perekonomian Rakyat nya serta memberikan kemudahan dalam birokrasi yang tidak ribet.

Made Darong ketua Forum Pengawas Kebijakan Birokrasi dan Pembangunan Indonesia angkat bicara," Forum kami dalam melaksanakan kegiatan bersinergi dengan Pemerintah maupun swasta, karena semuanya mendukung dan berperan penting dalam peningkatan pembangunan perekonomian dan birokrasi yang tidak rumit serta membantu Masyarakat dalam mengurus ijin ijin usaha perorangan maupun kelembagaan, di Banyuwangi ini kami sangatlah bangga dengan pelayanan birokrasi apalagi sudah disiapkan Mall pelayanan publik sehingga Masyarakat tidak perlu kesana kemarin untuk mengurus ijin cukup di MALL Pelayanan Publik disitu sudah tersedia semua dan cepat dalam pelayanan intinya tidak ada kata kata mempersulit, terkait pembangunan di Banyuwangi menurut pengamatan kami bersama team Banyuwangi sangatlah cepat peningkatan pembangunan nya seperti Pasar Blambangan dan rumah nelayan yang baru dibangun sudah dirasakan manfaatnya oleh Masyarakat disitu rumah nelayan banyak pengunjung dan banyak Masyarakat yang berjualan sehingga kebutuhan hidup terpenuhi dan peningkatan perekonomian terwujud," Kata Made Darong.

Kunjungan ke berbagai tempat di Banyuwangi yang dipimpin langsung oleh Made Darong tanpa pamrih blusukan demi terlaksananya tugas yang diemban untuk kepentingan Masyarakat pada umumnya. ...... Pewarta ( David Raung )....

error: Content is protected !!