Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am
Beranda » Berita » Halaman 29

Berita

IMG-20260729-WA0045

Densus 88 Sosialisasikan Bahaya IRET Dan NVE Bagi Pelajar Di Sumatera Utara

MEDAN || Jejak-indonesia.id - Pada hari Rabu pagi, 29 Juli 2026 Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sumatera Utara mengadakan Sosialisasi Pencegahan Bahaya Radikalisme dan Terorisme di Aula Nusantara Kantor Kesbangpol Provinsi Sumut di Jalan Gatot Subroto, Medan. Kegiatan yang diikuti oleh sekolah tingkat SLTA se Kota Medan, kegiatan ini bertujuan untuk membangun kewaspadaan dan peningkatan kemampuan deteksi dini terhadap bahaya Faham Rasdikalisme dan Terorisme.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kaban Kesbangpol Provinsi Sumut Dr. Ir. Mulyono, ST, M.Si. Dalam sambutannya Kaban Kesbangpol menyampaikan bahwa bagaimana berkembangnya ancaman yang muncul saat sekarang ini harus dapat ditangkal oleh para anak-anak muda khususnya pelajar dengan tidak mudah terpengaruh dan terprovokasi oleh informasi-informasi yang beredar khusunya melalui dunia maya maupun media social. Diharapkan para pelajar memiliki semangat juang dalam menggapai cita-citanya untuk nantinya dapat termewujudnya Indonesia emas 2045.

Selanjutnya, Kasatgaswil Sumatera Utara Densus 88 Kombes Pol Dr. Didik Novi Rahmanto, S.I.K., M.H., selaku narasumber menyampaikan bahwa saat ini ancaman bagi para pelajar bukan hanya penyebaran paham intoleransi, radikalisme dan terorisme (IRET) saja, namun munculnya fenomena Nihilistic violent extremism (NVE) juga menjadi ancaman nyata bagi para pelajar di Sumatera Utara, bagaimana era modernisasi dan digitalisasi saat ini membuat para pelajar tidak dapat lepas dari kegiatan kesehariannya dengan handphone, selain itu bagaimana situasi psikologi para pelajar yang sedang dalam pencarian jati diri, memiliki rasa ingin tahu tinggi, merasa ingin diakui namun memiliki kelabilan emosi serta minimnya literasi, hal ini yang membuat para pelajar menjadi rentan terhadap paparan paham IRET dan NVE. Munculnya konten-konten negative yang bersifat provokatif, konten hoax hingga konten-konten kekerasan di media sosial menjadi pintu masuk paparan tersebut hingga bisa masuk melalui handphone yang dimiliki oleh para pelajar.

Pada kesempatan itu Kasatgaswil Sumut menyampaikan kepada para pelajar bahwa kegiatan ekstra kurikuler dapat menjadi salah satu cara untuk mencegah paparan IRET dan NVE bagi pelajar, dan diharapkan melalui organisasi intra sekolah (OSIS) dapat membuat kegiatan-kegiatan yang positif di lingkungan sekolahnya. Dan diharapkan melalui kegiatan ini para pelajar dapat menjadi duta-duta cegah di lingkungan sekolahnya masing-masing dengan cara berbagi cerita dan informasi tentang bahaya paparan IRET dan NVE yang didapat kepada teman-temannya di sekolah.

IMG-20260729-WA0043

PT PP (Persero) Tbk Gencarkan Gerakan Penanaman 5.000 Pohon, Dukung Pembangunan BRT Mebidang Berwawasan Lingkungan

MEDAN || Jejak-indinesia.id – PT PP (Persero) Tbk selaku pelaksana pembangunan Bus Rapid Transit (BRT) Metropolitan Mebidang (On Corridor) di Sumatera Utara terus menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan. Salah satunya melalui gerakan penanaman 5.000 pohon yang dilaksanakan serentak di sejumlah titik bantaran sungai di Kota Medan, Rabu (29/7/2026).

Aksi penghijauan tersebut digelar di kawasan Jalan Sei Deli, Kelurahan Silalas (Bantaran Sungai Deli), Jalan Komplek Cilincing, Kelurahan Glugur Kota (Sungai Deli), Jalan Dr. Mansyur, Jalan Avros (Sungai Deli), Kelurahan Indra Kasih (Sungai Percut), serta Kelurahan Rengas Pulau (Sungai Belawan).

Program ini merupakan bagian dari upaya mitigasi lingkungan dalam pembangunan jalur BRT Mebidang, sekaligus sebagai langkah nyata menjaga keseimbangan ekosistem dan meningkatkan kualitas ruang terbuka hijau di kawasan perkotaan.

Selain menjadi bentuk tanggung jawab lingkungan, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu mengurangi dampak banjir yang selama ini kerap terjadi di sejumlah kawasan bantaran sungai akibat minimnya vegetasi penyangga.

Gerakan penanaman pohon ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya jajaran PT PP (Persero) Tbk, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Medan, Kementetian Perhubungan, pemerintah kecamatan dan kelurahan, LPM, mahasiswa Universitas Panca Budi, kepala lingkungan, hingga masyarakat setempat.

Kepala Bidang Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan, Heni Rustati, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud nyata sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam menjaga kelestarian lingkungan di tengah pembangunan infrastruktur.

"Dari target sebanyak 61.000 pohon, sebelumnya telah tertanam sekitar 2.000 pohon, dan pada hari ini dilakukan penanaman 5.000 pohon lagi. Ini merupakan bagian dari komitmen bersama menjaga kelestarian lingkungan untuk menambah Ruang Terbuka Hijau," ujarnya.

Sementara itu, mewakili Camat Medan Johor, Muhammad Hafiz berharap gerakan tersebut mampu menjadi budaya bersama dalam menjaga lingkungan.

"Kami berharap semangat kepedulian tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan sosial, tetapi juga melalui aksi nyata menjaga kelestarian alam demi keberlangsungan generasi mendatang, khususnya di kawasan yang rawan banjir. Semoga gerakan ini menjadi inspirasi bagi masyarakat dan mahasiswa untuk terus merawat pohon yang telah ditanam," katanya.

Di kesempatan yang sama, Ketua Masyarakat Melek Energi (MME), Nugra Ferdino, didampingi Sekretaris Irwandi Sembiring, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara PT PP (Persero) Tbk, DLH Kota Medan, serta pemerintah setempat dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.

Menurut Nugra, keterlibatan mahasiswa menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran ekologis sekaligus membentuk karakter kepemimpinan generasi muda.

"Kegiatan ini bukan sekadar menanam pohon, tetapi juga menanam kepedulian. Mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung mengenai pentingnya menjaga lingkungan sebagai bagian dari pembangunan yang berkelanjutan," ujarnya.

Dengan penanaman 5.000 pohon pada hari ini, total pohon yang telah ditanam dalam program tersebut mencapai sekitar 7.000 batang. Program penghijauan ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem kawasan sungai, mengurangi risiko kerusakan lingkungan, serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian alam.

PT PP (Persero) Tbk, menegaskan komitmennya untuk terus mendukung berbagai program pelestarian lingkungan sebagai bagian dari pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.

(Red/Tim)

IMG-20260729-WA0037

Bentengi Pelajar Raja Ampat dari Radikalisme, Satgaswil Papua Barat Densus 88 Gelar Sosbang dan Literasi Digital

RAJA AMPAT || Jejak-indonesia.id - Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Papua Barat Densus 88 Anti Teror Polri menggelar sosialisasi kebangsaan dan literasi digital di MTs Laguage Insan Mandiri (LIM) Kabupaten Raja Ampat, Senin (27/7/2026). Langkah strategis ini diambil untuk membentengi generasi muda dari ancaman radikalisme serta dampak negatif era digitalisasi.

Kegiatan interaktif yang berlangsung di Aula MTs LIM Raja Ampat pukul 09.00 WIT tersebut mengusung tema “Pencegahan Paham Intoleransi, Radikalisme, dan Terorisme Serta Antisipasi Bahaya Penggunaan Handphone di Lingkungan Pelajar”. Agenda ini diikuti oleh sekitar 80 siswa-siswi gabungan dari MTs Laguage Insan Mandiri (LIM) dan Madrasah Aliyah (MA) Imam Adil. Turut hadir Kepala MTs LIM Farid Wijayanto, S.Kom., Kepala MA Imam Adil Muhammad Ukuf, S.H., serta jajaran dewan guru.

Kepala Tim (Katim) Pencegahan Satgaswil Papua Barat, Ipda M. Arfa Jaya, S.H., menegaskan pentingnya menanamkan ideologi Pancasila sejak dini kepada para pelajar. Menurutnya, era digital membuat penyebaran paham radikal kerap memanfaatkan kelengahan pengguna media sosial.

"Pelajar adalah motor penggerak daerah. Diperlukan penguatan karakter, literasi digital, dan pembinaan sikap moderat di sekolah guna menangkal doktrin yang dapat memecah belah persatuan," ujar Ipda M. Arfa Jaya.

Sementara itu, Briptu Halim Hanafi, S.H., selaku narasumber utama, mengupas tuntas ciri-ciri awal munculnya paham intoleran dan radikal. Ia memperingatkan para siswa agar bijak menggunakan ponsel pintar supaya tidak terjerumus dalam propaganda radikal di dunia maya.

"Pelajar memiliki tanggung jawab moral sebagai agen perubahan. Kami memberikan literasi digital dan panduan praktis agar mereka lebih bijak menyaring informasi di dunia maya, sekaligus mampu membawa pesan perdamaian dan toleransi," kata Briptu Halim.

Pihak kepala sekolah pun memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Densus 88 ini. Pembekalan wawasan kebangsaan ini dinilai sangat krusial bagi siswa-siswi yang sedang dipersiapkan menjadi teladan bagi generasi muda lainnya. Kegiatan ini menjadi panduan nyata bagi siswa untuk membentengi diri dari pengaruh negatif di dunia maya.

Melalui sinergi kuat antara pihak sekolah dan Densus 88, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda Raja Ampat yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter nasionalisme yang kokoh demi menjaga keutuhan NKRI.

IMG-20260728-WA0073

Torehkan Prestasi, Polres Simalungun Raih Dua Piagam Penghargaan dari Kapolri Sekaligus

SIMALUNGUN || Jejak-indonesia.id – Polres Simalungun kembali mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Institusi kepolisian di wilayah Kabupaten Simalungun ini berhasil meraih dua piagam penghargaan sekaligus dari Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, sebagai pengakuan atas kinerja pelayanan publik dan pembangunan zona integritas yang telah dilaksanakan sepanjang tahun 2025.

Hal tersebut disampaikan oleh Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, saat dikonfirmasi awak media pada hari Selasa, 28 Juli 2026, sekira pukul 19.45 WIB.

"Keberhasilan meraih dua piagam penghargaan ini merupakan bentuk nyata Polri dalam melayani masyarakat, sekaligus wujud dari Polres Simalungun Polda Sumatera Utara yang berintegritas dan humanis dalam melayani masyarakat," ujar AKP Verry Purba.

Ia menjelaskan, kedua piagam tersebut diterbitkan langsung oleh Kapolri, Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., dengan Nomor Kep/666/V/2026.

"Piagam pertama diberikan atas keberhasilan Polres Simalungun sebagai Unit Pelayanan Publik hasil pemantauan dan evaluasi kinerja penyelenggaraan pelayanan publik mandiri instansional tahun 2025, dengan kategori Pelayanan Prima A," ucap AKP Verry Purba.

Ia menambahkan, piagam kedua diberikan atas capaian Polres Simalungun dalam bidang pembangunan integritas kelembagaan. "Piagam kedua diberikan atas keberhasilan Polres Simalungun Polda Sumatera Utara sebagai unit kerja peraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) berdasarkan hasil evaluasi pembangunan Zona Integritas Mandiri tahun 2025," ungkap AKP Verry Purba.

Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa kedua piagam penghargaan tersebut diserahkan secara langsung oleh Kapolda Sumatera Utara kepada Kapolres Simalungun di Markas Komando Polda Sumatera Utara.

"Kedua piagam ini diserahkan secara langsung oleh Kapolda Sumatera Utara, Inspektur Jenderal Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K., M.H., yang diterima oleh Kapolres Simalungun, AKBP Marganda Aritonang, S.H., S.I.K., M.M., pada hari Selasa, 28 Juli 2026, sekira pukul 09.00 WIB, yang digelar di Mako Polda Sumatera Utara," jelas AKP Verry Purba.

Ia menyebutkan, momen penyerahan piagam tersebut bertepatan dengan digelarnya agenda besar lain di lingkungan Polda Sumatera Utara, yakni penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Polda Sumatera Utara dengan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.

"Kegiatan penyerahan piagam ini dilaksanakan bersamaan dengan momentum penandatanganan komitmen bersama penyidik dan penuntut umum dalam rangka penegakan hukum yang objektif, profesional, dan tanpa transaksional, yang turut dihadiri para pejabat utama Polda Sumut, Kejati Sumut, serta seluruh Kapolres se-Sumatera Utara," tambah AKP Verry Purba.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Sumatera Utara turut menegaskan pentingnya sinergi antara Polri dan Kejaksaan dalam mewujudkan penegakan hukum yang berkualitas. "Perubahan regulasi tidak cukup hanya dipahami pada tataran norma dan pasal. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana kita menerjemahkannya ke dalam praktik penanganan perkara, membangun hubungan kerja yang profesional antara penyidik dan penuntut umum," ujar Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto dalam sambutannya.

AKP Verry Purba menegaskan bahwa raihan dua penghargaan tersebut menjadi motivasi tersendiri bagi seluruh jajaran Polres Simalungun untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

"Penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa seluruh upaya perbaikan pelayanan publik dan pembangunan integritas yang telah dilakukan jajaran Polres Simalungun mendapat pengakuan langsung dari pimpinan tertinggi Polri," pungkas AKP Verry Purba.

Ia menambahkan, capaian ini sekaligus menjadi cambuk semangat bagi seluruh personel untuk terus mempertahankan dan meningkatkan kualitas kinerja, baik dalam aspek pelayanan publik maupun dalam upaya pemberantasan praktik korupsi di lingkungan internal.

"Kami berharap prestasi ini dapat terus dipertahankan, bahkan ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang, sebagai wujud komitmen Polres Simalungun dalam memberikan pelayanan terbaik dan menjaga integritas institusi di mata masyarakat," tuturnya.

Raihan dua penghargaan bergengsi ini menjadi bukti nyata bahwa transformasi pelayanan publik dan pembangunan zona integritas yang digaungkan Polri secara nasional telah berhasil diimplementasikan dengan baik oleh Polres Simalungun, sekaligus menjadi motivasi bagi seluruh jajaran untuk terus memberikan pelayanan prima dan menjaga kepercayaan masyarakat di wilayah hukum Kabupaten Simalungun.

IMG-20260728-WA0069

Menanamkan Semangat Cinta Tanah Air Sejak Dini

PAPUA BARAT || Jejak-indonesia.id - Dalam upaya mendukung program pemerintah di bidang pendidikan dan menanamkan semangat cinta tanah air sejak dini, Pos Kout Satgas Pamtas Kewilayahan RI-PNG Yonif 410/Alugoro melaksanakan kegiatan perbantuan tenaga pendidik (Gadik) di SD Inpres 119 Tahota,Distrik Tahota, Papua Barat. Selasa, 28 Juli 2026.

Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian Satgas Yonif 410/Alugoro terhadap kemajuan pendidikan di wilayah pedalaman. Pos Kout secara rutin hadir di sekolah, membantu proses belajar mengajar, Membagikan buku bacaan, alat tulis, memberikan materi pelajaran, dan membina karakter siswa agar tumbuh menjadi generasi penerus Bangsa.

Danpos Kout Letda Ckm Ujang Sugiarto S.Farm menyampaikan bahwa kehadiran TNI di sekolah-sekolah wilayah penugasan tidak hanya sebatas membantu aspek akademik, tetapi juga sebagai bagian dari pembinaan teritorial dan pendekatan langsung kepada masyarakat.
Dengan Melalui kegiatan ini, kami ingin menciptakan kedekatan dengan masyarakat serta memberikan kontribusi nyata dalam membangun masa depan anak-anak di perbatasan,” ujarnya.

Sinergi antara TNI dan dunia pendidikan ini diharapkan dapat terus diperkuat demi mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya di wilayah Papua Barat.

Autentikasi: Pen Satgas Pamtas Kewilayahan RI-PNG Yonif 410 Alugoro

error: Content is protected !!