Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am
Beranda » Berita » Halaman 279

Berita

IMG-20250804-WA0125

Kalapas Banyuwangi Tekankan Kejujuran Bagi Tamping dan Warga Binaan Asimilasi

Banyuwangi, Jejak-Indonesia.id |  Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa, memimpin apel pagi bagi para tamping dan warga binaan asimilasi di halaman Lapas setempat, Senin (4/8).

Kegiatan tersebut dilaksanakan usai apel pagi pegawai Lapas Banyuwangi sebagai bentuk pembinaan dan penguatan komitmen para warga binaan.

Dalam arahannya, Wayan menekankan pentingnya kejujuran serta menjaga kepercayaan yang telah diberikan oleh petugas.

"Kejujuran adalah fondasi utama dalam proses pembinaan. Dengan bersikap jujur dan disiplin, kalian dapat mempertahankan kepercayaan dari petugas dan keluarga," ujarnya.

Wayan juga menghimbau agar para tamping dan warga binaan asimilasi mampu menjadi contoh positif bagi warga binaan lainnya. Hal tersebut dapat diwujudkan dengan melaksanakan segala kewajiban, mematuhi aturan, serta menjauhi tindakan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban.

"Jadilah teladan dengan menunjukkan perilaku baik, baik di dalam Lapas maupun saat menjalani asimilasi di masyarakat," tegasnya.

Menurutnya, kepercayaan yang diberikan kepada warga binaan tamping dan asimilasi merupakan tonggak awal perubahan perilaku menuju kehidupan yang lebih baik.

"Percayalah, proses ini adalah kesempatan untuk memperbaiki diri. Manfaatkan setiap kegiatan pembinaan agar kelak setelah bebas bisa menjadi pribadi yang lebih baik," imbuhnya.

Wayan berharap, pembinaan yang diberikan tidak hanya membebaskan warga binaan secara administratif, tetapi juga membebaskan mereka dari perilaku menyimpang.

"Kebebasan yang sesungguhnya adalah ketika kita mampu lepas dari perbuatan yang merugikan diri sendiri dan orang lain. Dengan begitu, kita bisa memberikan dampak positif bagi keluarga dan masyarakat," pungkasnya.

Kegiatan apel ini menjadi bagian dari upaya Lapas Banyuwangi dalam mendukung terciptanya sistem pemasyarakatan yang berorientasi pada pembinaan dan reintegrasi sosial warga binaan. (red)

IMG-20250804-WA0116

Bantu Atasi Kemacetan Pelabuhan Ketapang, Ini yang Dilakukan Pemkab Banyuwangi

Banyuwangi, Jejak-Indonesia.id | Akses menuju Pelabuhan Ketapang beberapa kali mengalami kemacetan. Membantu mengurai kemacetan, Pemkab dan Polresta Banyuwangi bersama-sama mendirikan empat posko gabungan, dan menyiagakan petugas yang disebar di beberapa titik. Pemkab juga membagikan makan untuk para sopir yang harus mengantre lama di Pelabuhan Ketapang.

Sebelumnya kemacetan di Ketapang disebabkan karena jumlah kapal jenis eks LCT (Landing Craft Tank) terbatas karena harus dilakukan perbaikan, sehingga terjadi penumpukan kendaraan.

Kemacetan sempat terurai setelah jumlah kapal mulai ditambah menjadi sembilan unit, bahkan ada dua bantuan kapal dengan kapasitas besar. Namun dalam beberapa hari terakhir, kemacetan juga dikarenakan faktor cuaca yang membuat Pelabuhan Ketapang diterapkan sistem buka tutup, sehingga kembali menghambat operasional

Meskipun tidak memiliki kewenangan langsung, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyatakan, Pemkab telah berupaya memberikan bantuan dengan menurunkan tim dari Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Sosial, hingga BPBD untuk bersiaga di akses menuju Ketapang membantu mengurai kemacetan.

"Memang kami tidak punya kewenangan, tetapi kami berusaha membantu mengurai kemacetan, dan agar sopir tetap nyaman, serta situasi terkendali," kata Ipuk.

Pemkab Banyuwangi juga membagikan makan utamanya bagi sopir truk tronton yang harus menunggu lama di Pelabuhan Ketapang, saat menunggu antrian masuk kapal.

Seperti Senin (4/8/2025) Pemkab kembali membagikan 500 nasi bungkus yang dibagikan oleh petugas dari BPBD, Dishub, Satpol PP, dan Tagana. Sebelumnya Pemkab juga telah beberapa kali membagikan makan kepada para sopir.

Pembagian makan ini karena para sopir mengeluhkan susah mencari warung makan di kawasan kantong parkir dermaga Bulusan. Ini akan terus dilanjutkan dalam 4 hingga 5 hari ke depan, sambil melihat kondisi di lapangan.

Putu sopir truk yang hendak mengirim semen ke Bali, antrean ini berdampak terhadap biaya operasional yang dia keluarkan. “Harusnya bisa diberikan ke istri, habis untuk biaya makan di sini. Tapi barusan dapat nasi bungkus, saya ucapkan terima kasih atas bantuannya,” ungkap Putu.

Ipuk mengungkapkan kemacetan yang terjadi di jalur menuju Pelabuhan Ketapang, telah memberikan dampak sosial ekonomi bagi Banyuwangi. Demikian juga di sektor pariwisata dan agenda resmi daerah. Tidak hanya masyarakat, namun tamu maupun wisatawan mengeluh perjalanan yang terlambat.

Menurut Ipuk, Pemkab juga terus berkomunikasi intensif dari hulu ke hilir pada pihak terkait agar dampaknya bisa segera diatasi.

“Kami juga terus melakukan komunikasi kepada pihak terkait untuk bisa segera menyelesaikan masalah ini. Kami juga berterima kepada Forkopimda Banyuwangi, TNI, Polri, dan semua pihak yang telah bekerja keras berusaha mengatasi masalah ini. Semoga bisa segera terselesaikan,” harap Ipuk. (red)

IMG-20250804-WA0076

Gus Miftahul Mubin Perkuat Yayasan Al Ashrof, Tunjuk Ari Bagus Pranata dan Idham Holid

Banyuwangi, Jejak-Indonesia.id | 30 Juli 2025, Gus Miftahul Mubin, pendiri dan pengasuh Yayasan Al Ashrof Dusun Sukopuro, mengambil langkah strategis dalam memperkuat struktur internal yayasannya. Dalam penetapan resmi yang dilakukan pada Rabu, 30 Juli 2025, Gus Miftah menunjuk dua sosok penting: Ari Bagus Pranata sebagai Koordinator Bidang Lembaga Bantuan Hukum (LBH), dan Idham Holid sebagai Koordinator Bidang Publikasi (Penyiaran).

Penunjukan ini tidak hanya menjadi bentuk penyegaran organisasi, tetapi juga sinyal kuat bahwa Yayasan Al Ashrof terus berkembang menjadi lembaga yang profesional, inklusif, dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

Ari Bagus Pranata, yang dikenal sebagai Ketua FERADI WPI Jawa Timur, adalah figur aktivis muda yang selama ini aktif mengadvokasi hak-hak masyarakat. Keberadaannya di posisi strategis ini diharapkan dapat memperkuat kerja-kerja advokasi dan bantuan hukum di lingkungan Yayasan Al Ashrof.

“Kehadiran Ari Bagus Pranata sebagai Koordinator LBH adalah bentuk komitmen kami menghadirkan pelayanan hukum yang inklusif, responsif, dan berpihak kepada kaum lemah,” ujar Gus Miftahul Mubin.

Sementara itu, Idham Holid, yang telah lama berkecimpung di dunia media dan komunikasi publik, dipercaya mengelola bidang penyiaran dan dokumentasi yayasan. Ia akan bertugas memastikan informasi dan aktivitas yayasan tersampaikan secara luas dan profesional melalui berbagai platform publikasi.

“Kami melihat kapasitas dan integritas beliau dalam dunia media. Karena itu kami percaya, beliau mampu mengemban tugas ini dengan baik,” tambah Gus Miftah.

Baik Ari maupun Idham menyatakan siap menjalankan amanah yang diberikan. Mereka sepakat bahwa sinergi antara media, hukum, dan dakwah adalah kekuatan penting dalam membangun masyarakat yang adil, cerdas, dan religius.

Langkah ini menandai babak baru Yayasan Al Ashrof dalam membangun jejaring dan meningkatkan dampak sosial melalui jalur hukum dan komunikasi. Gus Miftah berharap, dengan dukungan SDM yang solid, yayasan ini dapat menjadi teladan dalam pelayanan umat di berbagai bidang.

(red)

IMG-20250804-WA0036

Antisipasi Lonjakan Kendaraan, Polresta Banyuwangi Kawal Ketat Jalur Menuju Ketapang

Banyuwangi, Jejak-Indonesia.id |  Polresta Banyuwangi menerjunkan personel gabungan untuk mengurai kepadatan arus lalu lintas di sekitar kawasan Pelabuhan Ketapang, Minggu (3/8/2025).

Adanya Peningkatan volume kendaraan menuju Pelabuhan Ketapang, Polresta Banyuwangi melakukan penanganan cepat guna mencegah kemacetan arus Lalu lintas.

Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Banyuwangi, Kombes Pol. Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H., memimpin langsung pengaturan arus lalu lintas di sejumlah titik yang kerap mengalami penumpukan. Dalam pelaksanaan di lapangan, Kapolresta didampingi anggota Satuan Lalu Lintas, Sat Samapta, Sat Pamobvit, Satpol Airud, Polsek KP3 dan Polsek Jajaran.

Kami memperkuat pengaturan di titik-titik rawan untuk memastikan kelancaran dan keselamatan lalu lintas, khususnya bagi pengendara yang akan menyeberang ke Bali melalui Pelabuhan Ketapang,” kata Kombes Pol. Rama.

Langkah penanganan ini melibatkan koordinasi lintas satuan, serta penempatan petugas secara taktis di ruas-ruas jalan strategis. Selain pengaturan arus lalu lintas, petugas di lapangan juga aktif memberikan imbauan kepada para pengemudi agar tertib berlalu lintas dan mematuhi arahan petugas.

Menurut Kapolresta, respon cepat tersebut merupakan bagian dari upaya preventif guna menekan potensi gangguan lalu lintas, terutama saat terjadi peningkatan aktivitas kendaraan, baik angkutan pribadi maupun logistik.

Kami berkomitmen memberikan pelayanan publik terbaik, termasuk dalam menjamin kelancaran mobilitas masyarakat,” ujarnya.

Pelabuhan Ketapang merupakan simpul transportasi vital yang menghubungkan Pulau Jawa dan Bali. Polresta Banyuwangi secara rutin melakukan pemantauan situasi lalu lintas serta penerapan langkah-langkah taktis guna menjaga kelancaran distribusi dan mobilitas penumpang.

Kapolresta Banyuwangi bersama jajaran turut melakukan pemantauan langsung di depan Pelabuhan ASDP Ketapang sebagai bentuk komitmen dalam memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat pengguna jasa penyeberangan.(red)

IMG-20250804-WA0020

Dir PPA PPO Bareskrim Polri Menyapa PMI di Hong Kong, Serap Aspirasi dan Perkuat Edukasi.

Hong Kong, Jejak-indonesia.id | Direktorat Tindak Pidana Pelindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Dittipid PPA dan PPO) Bareskrim Polri menggelar kegiatan menyapa langsung para Pekerja Migran Indonesia (PMI) di wilayah Hong Kong. Kegiatan ini berlangsung di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hong Kong pada Minggu (4/8/2025).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Dir PPA PPO Bareskrim Polri, Kasubdit II PPA dan PPO Bareskrim Polri, Dirreskrimum Polda Sumatera Utara, Dirnarkoba Polda Sumatera Utara, KBP Elya Susanti, S.I.K., M.Si. selaku Perancang Peraturan Kepolisian Divkum Polri, Kombes Pol Nany Hartati Pribadi, S.I.K., M.I.K. Selaku Peneliti lImu Kepolisian Madya TK. Ill Puslitbang Polri, Kanit 3 Subdit I PPA dan PPO Bareskrim Polri, serta PLT Kanit TPPO Subdit IV Ditreskrimum Polda Sumatera Utara.

Kegiatan ini merupakan wujud sinergi antara Polri bersama KJRI Hong Kong, Imigrasi, dan Protokol Konsuler dalam memperkuat komunikasi dengan PMI. Melalui pertemuan tersebut, tim memberikan edukasi hukum, sosialisasi perlindungan terhadap perempuan dan anak, serta pencegahan tindak pidana perdagangan orang. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menyerap aspirasi serta mendengar langsung permasalahan yang dihadapi para pekerja migran di Hong Kong.

Dir PPA PPO Bareskrim Polri menyampaikan apresiasinya kepada para PMI atas semangat dan ketangguhan dalam bekerja sekaligus mengembangkan diri melalui pendidikan.

“Kami sangat bangga melihat semangat para Pekerja Migran Indonesia yang tidak hanya berjuang untuk keluarga, tetapi juga mampu membagi waktu bekerja sambil melanjutkan pendidikan. Banyak di antara mereka yang berhasil menyelesaikan studi hingga wisuda, ini adalah pencapaian luar biasa yang patut diapresiasi,” ungkap Dir PPA PPO Bareskrim Polri.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini menunjukkan komitmen Polri dalam memberikan perlindungan menyeluruh bagi WNI di luar negeri, sekaligus memperkuat hubungan antara institusi kepolisian dengan masyarakat migran.

“Polri hadir untuk memastikan bahwa para pekerja migran mendapat perlindungan hukum yang layak. Kehadiran kami juga menjadi wujud nyata pelayanan publik yang tak hanya di dalam negeri, tetapi juga bagi WNI yang berada di luar negeri,” tegasnya.

Dengan adanya kegiatan ini, Polri berharap PMI di Hong Kong dapat semakin merasa terlindungi, didengar aspirasinya, serta semakin dekat dengan institusi kepolisian sebagai bagian dari pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. (red)

error: Content is protected !!