Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am
Beranda » Berita » Halaman 241

Berita

IMG-20260404-WA0027

PCNU Banyuwangi Masa Khidmat 2026–2031 Siap Dilantik 4 April, Ini Susunan Lengkap Pengurusnya

Banyuwangi, Jejak - Inndonesia.id ||  Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Banyuwangi masa khidmat 2026–2031 resmi dilantik pada Sabtu, 4 April 2026 di Ponpes Minhajut Thullab Desa Sumberberas, Muncar. Pelantikan yang dimulai sejak pukul 12.30 WIB ini akan menjadi momentum penting dalam melanjutkan estafet kepemimpinan organisasi keagamaan terbesar di daerah tersebut.

Berdasarkan Surat Keputusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Nomor: 87/PB.01/A.II.01.45/99/04/2026, struktur kepengurusan PCNU Banyuwangi telah ditetapkan secara lengkap, mulai dari jajaran Mustasyar, Syuriyah, hingga Tanfidziyah.

Jajaran Mustasyar

Di posisi Mustasyar, tercatat sejumlah ulama sepuh dan tokoh NU Banyuwangi, di antaranya: KH Fathullah Suyuti Thoha, KH Hasan Sonhaji Hamid, KH Hisyam Syafa’at, KH Fadlul Rohman Zaini, KH Zainulloh Marwan, KH Masrukhin Aba Hidayat, KH Ali Makki Zaini, KH Abdullah, H. Habib Abdurrahman, KH Ahmad Siddiq, KH Masykur Ali, dan KH Hasan Thoha.

Jajaran Syuriyah

Rais Syuriyah: KH Fachruddin Mannan

Wakil Rais: KH Abdillah Muhtar, H. Mukhlis Aly, KH Fathurroji, S.Ag., Dr. H. Kholilur Rohman, M.Pd.I., Dr. KH Abdul Kholik Syafaat, M.A., KH Mursyidi, KH Hidayatul Fikri, KH Ahmad Ghozali, KH Ahmad Yamin, Lc., H. Moh. Sauki, KH Fathor Rozi, KH Nasir Bashrawi, S.H., Drs. H. Slamet, M.H.I., KH Lukmanul Hakim, KH Ahmad Hakim Assyafuq, KH Washil Hasan Al Hifdzi, KH Damanhuri, KH Achmad Mistari, KH Masrur Fatah, S.Pd.I., KH Moch. Hasyim A. Zahnan, S.Pd.I., KH Masfu’ Ali, KH Misbah Aziz, KH Fu’ad Ma’mun Mahfud, Utomo Darwis, M.M., Habib Ahmad Uweis Al Haddar, S.Pd.I., serta KH Mukhdor Atim.

Katib: Kiai Ahmad Qosim

Wakil Katib: KH Sholehudin, Moh. Iswandi, KH Mudzakir Salim, M.Pd.I., Moh. Shofiullah, Ahmad Yani, S.Pd.I., Nidhomuddin, Hakam Baihaqi, Anwar Ainun Na’im Hisomudin, Moh. Basthon Kharisma, KH Malik Ibrahim, KH Rohmatulloh, Dr. H. Moh. Ali Mas’ud, M.Pd., Ma’ruf Al Karkhi, dan H. Syamsudin.

A’wan

Jajaran A’wan diisi oleh: KH Moh Syakur, Dr. H. Lukman Hakim, S.Ag., M.HI., KH Syafi’i Musthofa, KH Imam Syafi’i, KH Wafir As’adi, KH Nurhadi, KH Muhammad Faizin, KH Abdul Qodir, H. Sabilur Rosyad, H. Qomarul Huda, H. Mastur, Ir. KH Achmad Wahyudi, KH Muhammad Munir Mahmud, S.Pd., M.Pd., H. Waris, M.Pd., Wahyu Nur Hafifi, serta Drs. H. Moh Fadil Abd. Fattah Hasan.

Jajaran Tanfidziyah

Ketua: H. Achmad Turmudzi

Wakil Ketua: H. Muhammad Riza Aziziy, M.IEB., Drs. H. Guntur, KH Khozin Haris, M.H.I., Ayum Dja’far, S.Sos., Mohammad Iqbal Lutfi Ar, S.E., Muhlisin, S.H., Agus Baihaqi, S.Ag., M.I.Kom., H. Abdillah As’ad, Lc., M.Pd., Drs. H. Herman Suyitno, M.A., H. Fathan Himami Hasan, Moh. Karyono, S.H., Nailil Hufron, Faiz Fadholi, H. Mohammad Arif Fauzi, S.H.I., Drs. H. Arif Rahman Mulyadi, Drs. Ahmad Nuril Falah, M.Si., dan Abdul Aziz, M.H.I.

Sekretaris: H. Moh. Bisri Musthofa, M.Pd.

Wakil Sekretaris: Syamsul Arifin, S.Sos.I., Haikal Kafili, S.H., M.Pd., Moh. Nawawi, S.Pd., M.Pd.I., M. Junaidi, M.Pd.I., Iskandar, S.H.I., Lukman Hadi, S.Pd.I., Saifudin Mahmud, S.T., Budi Kurniawan, A.Md., Fahd Reza Abdullah, Ahmad Badawi, S.H., M.H., dan Ilzam Nuzuli, M.M.

Bendahara: H. Junaedi, S.H., M.M.

Wakil Bendahara: Sugianto, S.Pd., Moh. Basuki Khamid, S.Sos., H. Ahmad Yamin, H. Fauzi, dan H. Ainur Rofiq.

Ketua Tanfidziyah PCNU Banyuwangi, H. Achmad Turmudzi, menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar seremoni, melainkan titik awal penguatan organisasi.

“Pelantikan adalah mikot/start kita untuk melakukan konsolidasi organisasi dalam kerangka membangun soliditas pengurus sampai di tingkat paling bawah. Karena dengan soliditas lah organisasi ini lebih bisa maksimal dalam menjalankan program-program organisasi. Harapannya, kehadiran PCNU lebih bisa memberikan manfaat bagi umat di semua bidang,” ujarnya.

Pelantikan kepengurusan ini diharapkan menjadi titik awal konsolidasi organisasi untuk memperkuat peran Nahdlatul Ulama di Banyuwangi dalam bidang keagamaan, sosial, pendidikan, serta menjaga nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.

(Tfq)

IMG-20260328-WA0000

LSM Garda Timur Indonesia Hadiri Undangan Halalbihalal Pangdam XIII/Merdeka di Manado

Manado, Jejak - Indonesia.id || Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Garda Timur Indonesia (GTI) menghadiri undangan resmi dari Komando Daerah Militer (Kodam) XIII/Merdeka dalam rangka kegiatan Halalbihalal bersama komponen masyarakat di wilayah Provinsi Sulawesi Utara.

Undangan tersebut tertuang dalam surat resmi bernomor B/114/III/2026 yang diterbitkan oleh Sekretariat Umum Kodam XIII/Merdeka tertanggal 26 Maret 2026.

Dalam surat tersebut, Ketua LSM Garda Timur Indonesia diminta untuk berkenan hadir dalam kegiatan yang bertujuan mempererat silaturahmi antara jajaran TNI dan elemen masyarakat.

Kegiatan Halalbihalal ini dilaksanakan pada Jumat, 27 Maret 2026, pukul 13.00 WITA hingga selesai, bertempat di Gedung Serba Guna Makodam XIII/Merdeka, Manado, dan dipimpin langsung oleh Pangdam XIII/Merdeka.

Ketua LSM Garda Timur Indonesia, Fikri Alkatili, menyampaikan bahwa kehadiran pihaknya merupakan bentuk komitmen dalam menjaga sinergitas antara masyarakat sipil dan institusi TNI, khususnya dalam menciptakan stabilitas sosial di wilayah Sulawesi Utara.

“Kami menyambut baik undangan ini sebagai momentum memperkuat hubungan kelembagaan serta membangun komunikasi yang harmonis dengan jajaran Kodam XIII/Merdeka,” ujar Fikri.

Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut, jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LSM GTI, yakni:

- Asmar Makin, Komandan Divisi Pasukan Khusus

- Wenda Pontoh, Komandan Divisi Pemberdayaan Perempuan dan Anak

- Imran Hasan, Komandan Divisi Kaderisasi

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan seperti ini memiliki nilai strategis dalam mempererat persatuan dan kesatuan, terlebih dalam suasana pasca Hari Raya Idulfitri yang identik dengan semangat saling memaafkan dan kebersamaan.

Kehadiran LSM GTI dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat kolaborasi antara TNI dan elemen masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah serta menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Sulawesi Utara.

 

Kaperwil Sulut : Marflien

logo

Jaga Independensi Pers, Dewan Pers Larang Wartawan Meminta THR ke Instansi

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id ||  Jumat (20/3/2026) — Menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri, Dewan Pers kembali mengeluarkan imbauan tegas yang melarang seluruh wartawan, organisasi wartawan, maupun perusahaan pers untuk meminta Tunjangan Hari Raya (THR), parsel, atau sumbangan dalam bentuk apa pun kepada instansi pemerintah, BUMN, BUMD, maupun pihak swasta.

Langkah ini diambil sebagai komitmen untuk menjaga independensi, integritas, dan profesionalisme insan pers di Indonesia, serta mencegah potensi pelanggaran etika yang dapat mengarah pada praktik gratifikasi.

Dewan Pers menekankan bahwa pemenuhan hak THR bagi pekerja media adalah tanggung jawab penuh dari perusahaan pers yang mempekerjakan mereka, bukan kewajiban pihak luar atau narasumber. Ketentuan ini sejalan dengan peraturan ketenagakerjaan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Melalui surat edaran resminya, Dewan Pers mengingatkan bahwa praktik meminta-minta sumbangan atau THR kepada narasumber sangat tidak dibenarkan. Hal tersebut dinilai dapat mencederai profesionalitas wartawan dan mengancam objektivitas serta independensi media dalam melakukan pemberitaan.

Sebagai langkah antisipasi pencegahan, Dewan Pers juga mengimbau seluruh pimpinan instansi dan elemen masyarakat untuk tidak melayani permintaan THR yang mengatasnamakan media atau organisasi wartawan.

Apabila terdapat oknum yang mengaku sebagai wartawan lalu meminta THR dengan cara memaksa, memeras, atau bahkan mengancam, pihak instansi diminta untuk bertindak tegas dengan mencatat identitas oknum tersebut dan segera melaporkannya kepada pihak berwenang atau meneruskannya langsung ke Dewan Pers.

Dengan adanya ketegasan aturan ini, diharapkan iklim kemitraan antara institusi pers dan berbagai instansi mitra kerja dapat terus berjalan secara profesional, proporsional, dan bebas dari konflik kepentingan finansial. (red)

IMG-20260320-WA0021

Transformasi Pribadi Menuju Kememangan Yang Hakiki

Kendal,  Jejak - Indonesia.id || Merupakan Tema Khutbah Idul Fitri yang diampaikan oleh Muhammad Isa Anshory, M.Ag, anggota Majelis tabligh Pengurus Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, dalam khutbah Shalat Idul Fitri yang dilaksanakan oleh PCM Muhammadiyah Kendal di Halaman Stadion Utama Kebondalem Kendal, dalam rangkaian pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1447 Hijriah tahun 2026 yang dilaksanakan pada Jumat (20/03).

Kegiatan dihadiri oleh ribuan warga Muhammadiyah yang memadati halaman Stadion Utama Kebondalem Kendal, dimana dalam kesempatan kali ini, bertindak sebagai Imam, Istiyoso Priyo Hutomo, Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendal Batang (UMKABA), mahasiswa asal Kecamatan Plantungan – Kendal.

Dalam khubah Idul Fitri, Isa Anshory mengingatkan tentang hakekat kemenangan dalam Ramadhan, dimana seharusnya meliputi Tiga hal yakni tazakka (menyucikan diri), wadzakara (mengingat Allah), fasalla (menegakkan shalat). Lebih dalam, Isa Anshory menerangkan bahwa mensucikan diri meliputi mensucikan hari dari segala bentuk kesyirikan dan melaksanakan segala amalan dengan ikhlas serta mensucikan harta dari hal yang bukan haknya. Ramadhan seharusnya menumbuhkembangkan perasaan bahwa puasa kita diawasi oleh Allah dan seharusnya hal tersebut terus tertanam dalam diri setelah Ramadhan bahwa setiap perilaku kita sekecil apapun tidak bisa lepas dari pengawasan Allah.

Tidak hanya kebersihan diri, namun membersihkan harta dari yang bukan haknya juga sangat penting. Harus diingat bahwa harta kita yang sesungguhnya adalah yang kita zakatkan, shodaqoh dan infakkan sesuai dengan tuntunan agama. Melakukan hal tersebut bukan sesuatu yang mudah, karena ada kecendrungan kita akan merasa bahwa harta yang kita miliki adalah milik kita, bukan titipan dari Allah. Perlu membiasakan diri dan ini membutuhkan proses pembelajaran yang panjang.

Yang kedua adalah selalu mengingat Allah dengan membiasakan zikir dan membaca Al Quran sedangkan yang ketiga adalah dengan menjaga Shalat. Isa Anshory mengakhiri khutbahnya dengan menyampaikan pengingat terkait shalat bahwa shalat itu bukan part time, bukan juga sometime apalagi no time, harus full time karena mati itu any time.(M)

IMG-20260317-WA0081

Harimau Blambangan, Yunus Wahyudi : “Silaturahmi dan Solidaritas” di Kopdar Yakuza Maneges Banyuwangi dan Komunitas Pejuang Jalanan (KPJ)

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id ||  Yakuza Maneges Banyuwangi menggelar kegiatan kopdar (kopi darat) di Three Coff, Jl. Kepiting No. 90XX, Tukangkayu, Banyuwangi. Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi dan solidaritas antar anggota Yakuza Maneges."Selasa,(17/3/26)

Yakuza Maneges sendiri didirikan oleh salah satu ulama "Gus Thuba Topo Broto" Guru Jalanan dari Ketua Yakuza Maneges Banyuwangi Jalanan "Yunus Wahyudi" Harimau Blambangan cucu Ulama Besar Gus Mik 

Kopdar yang dihadiri oleh Ketua Yakuza Maneges Banyuwangi Yunus Wahyudi (Harimau Blambangangan) , pengurus dan puluhan anggota Yakuza Maneges dan Komunitas Pejuang Jalanan (KPJ), acara ini diisi dengan berbagai kegiatan, seperti diskusi tentang kegiatan komunitas, berbagi pengalaman, dan juga kegiatan sosial, serta dilengkapi dengan suasana musik,

Menurut Ketua Yakuza Maneges Banyuwangi, mengatakan “Kegiatan kopdar ini sangat penting untuk mempererat hubungan antar anggota dan meningkatkan solidaritas dalam Organisasi,” ujar Yunus

Three Coff, dipilih sebagai lokasi kopdar karena lokasi yang nyaman dan suasana yang santai. Yunus menambahkan, “Lokasi ini sangat cocok untuk kegiatan kopdar, karena kita bisa menikmati suasana kekeluargaan sambil berbincang-bincang dengan anggota lainnya,” tambahnya.

Yunus menjelaskan, “Sambung rasa dan silaturahmi memang sangat penting dalam mempererat solidaritas antar anggota Organisasi, termasuk Yakuza Maneges Banyuwangi. Dengan kegiatan seperti kopdar, anggota dapat berbagi pengalaman, bertukar pikiran, dan memperkuat hubungan satu sama lain. Semoga Yakuza Maneges Banyuwangi terus menjadi Organisasi yang solid dan harmonis,” jelas Yunus

Yakuza Maneges sendiri merupakan organisasi masyarakat yang aktif dalam berbagai kegiatan, kopdar, maupun kegiatan sosial lainnya. Dengan kegiatan kopdar ini, diharapkan anggota organisasi dapat semakin solid dan harmonis.

Pentingnya silaturahmi dan solidaritas dalam Organisasi Yakuza Maneges melalui kegiatan kopdar di Three Coff. (red)

 

error: Content is protected !!