Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am
Beranda » Berita » Halaman 240

Berita

IMG-20260420-WA0119

Sego Lemeng dan Kopi Uthek Meriahkan ‘Janda Reni’ Banyuwangi, Intip Filosofinya!

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id - Selain kekayaan alam dan budaya, Banyuwangi juga dikenal akan ragam kulinernya yang unik, salah satunya Sego Lemeng dan Kopi Uthek. Hidangan otentik masyarakat Osing dari Desa Banjar, Kecamatan Licin, Banyuwangi ini adalah warisan kuliner kuno yang kini terus dilestarikan lewat event meriah bertajuk “Janda Reni”.

Event “Janda Reni” menjadi bagian dari kalender Banyuwangi Attraction 2026. Pada event ini masyarakat serta wisatawan dari berbagai daerah bisa menikmati sego lemeng dan kopi uthek yang disediakan oleh warga di sepanjang jalan desa.

“Masyarakat Banyuwangi memiliki akar yang kuat pada tradisi, tidak hanya seni dan budaya tapi juga kulinernya. Karena itu pemerintah daerah berkomitmen untuk terus melestarikannya dengan membalutnya menjadi sebuah event menarik yang sekaligus menjadi atraksi wisata,” ujar Bupati Ipuk, Minggu (19/4/2026).

“Terima kasih pada seluruh warga yang terus menguri-uri tradisi lokal hingga bisa terus bisa dinikmati dan dirasakan oleh generasi sekarang dan yang akan datang,” imbuh Ipuk.

Sementara itu, Event “Janda Reni” berlangsung meriah pada Sabtu malam (18/4/2026). Suasana Desa Banjar saat itu berubah menjadi lautan manusia yang antusias mencicipi kuliner warisan leluhur. Aroma sedap nasi yang dibakar di dalam bambu menyeruak di udara, mengundang selera siapa saja yang melintas di kawasan lereng Gunung Ijen tersebut.

Tokoh Adat Desa Banjar, Lukman Hakim, menceritakan maksud di balik nama unik "Janda Reni" atau "Rondo Reni" yang menjadi tajuk festival tahunan ini. Istilah tersebut ternyata memiliki kaitan erat dengan aktivitas pertanian masyarakat setempat yang kental dengan nuansa tradisional.

"Reni yang dimaksud di sini adalah nama dari bunga aren. Lalu Janda atau Rondo tersebut merupakan proses megat atau pemisahan. Jadi Janda Reni atau Rondo Reni ini merupakan proses pemisahan bunga aren," ungkap Lukman.

Sementara itu, Kepala Desa Banjar, Sunandi, menyampaikan bahwa perpaduan Sego Lemeng dan Kopi Uthek bukan sekadar urusan perut. Kedua sajian ini kaya akan nilai filosofi yang menggambarkan cara pandang hidup masyarakat Osing di Desa Banjar.

"Kopi uthek yang bersanding dengan gula aren mengandung makna pahit manisnya kehidupan, sementara sego lemeng makanan yang menjaga perut tetap kenyang," ungkap Sunandi menjelaskan makna mendalam di balik hidangan tersebut.

Proses pembuatan sego lemeng memang tergolong unik dan membutuhkan kesabaran ekstra. Nasi yang sudah dibumbui dicampur dengan cacahan daging ayam atau ikan tuna cincang sebagai isian utamanya.

Adonan nasi tersebut kemudian dibungkus rapi dengan daun pisang, lalu dimasukkan ke dalam potongan bambu muda yang masih segar. Penggunaan bambu muda ini dipercaya memberikan aroma dan tekstur yang khas pada hasil akhir nasi nantinya.

Bambu-bambu tersebut kemudian dibakar di atas perapian menggunakan kayu bakar selama kurang lebih empat jam. Proses pembakaran yang lama ini memastikan kematangan yang sempurna hingga ke bagian terdalam nasi.

Menikmati sego lemeng terasa tidak lengkap tanpa ditemani Kopi Uthek, minuman pendamping yang tak kalah ikonik. Cara menikmatinya, kopi pahit diseruput sesaat setelah penikmatnya menggigit potongan gula aren. Saat gigi bertemu dengan kerasnya gula aren, muncul bunyi "uthek" yang kemudian menjadi asal-usul penamaan kopi khas Desa Banjar ini.

“Perpaduan rasa gurih sego lemeng yang legit dan sensasi pahit-manis ini menciptakan sensasi yang tak terlupakan di lidah. Keduanya cocok dipadukan,” kata Edy salah satu wisatwan dari Sidoarjo. (**)

IMG-20260420-WA0115

Terbongkar! Dugaan Setoran “Atensi” Bulanan hingga Rp 5 Juta, Nama Oknum Ipda Polda Bali Terseret dalam Kasus Rokok Ilegal

BALI || Jejak-indonesia.id - Praktik dugaan “atensi” bulanan yang menyeret nama oknum aparat kembali mencuat ke permukaan. Kali ini, sorotan tajam mengarah kepada seorang oknum anggota Polda Bali, Ipda Haris Budiono, yang disebut-sebut menerima aliran dana rutin terkait penanganan kasus rokok ilegal.

Informasi yang dihimpun awak media dari sumber bernama Ajik mengungkap adanya peran seorang perantara, Arik Wisnawa alias Jony. Arik diduga menjadi penghubung dalam upaya membantu penanganan kasus yang menjerat Haji Ab di Ditreskrimsus Polda Bali. Dalam proses tersebut, Haji Ab disebut telah menyerahkan uang sebesar Rp 300 juta kepada Arik untuk “mengurus” perkara yang tengah dihadapinya.

Namun, alur uang tersebut tidak berjalan mulus. Saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Arik mengaku bahwa dari total Rp 300 juta yang diterima, dirinya telah mengembalikan Rp 250 juta kepada Haji Ab. Sementara Rp 50 juta disebut sebagai biaya operasional. Arik justru mengklaim dirinya juga menjadi korban dalam pusaran kasus ini.

Menurut pengakuannya, uang tersebut sempat diserahkan kepada seseorang bernama Ketut Sudana yang mengaku memiliki akses ke pejabat di Polda Bali dan sanggup membantu penyelesaian perkara. Namun kenyataannya, dari dana yang diserahkan, hanya Rp 150 juta yang dikembalikan. Merasa dirugikan, Arik berupaya menutupi kekurangan dengan mengusahakan tambahan Rp 100 juta agar bisa mengembalikan total Rp 250 juta kepada Haji Ab.

Lebih jauh, Arik juga mengungkap dugaan adanya setoran rutin atau “atensi” yang diberikan oleh Haji Ab kepada Ipda Haris Budiono, dengan nilai sekitar Rp 5 juta per bulan.

Investigasi yang dilakukan awak media pada Kamis, 16 April 2026, di wilayah Gerokgak, Buleleng, memperkuat dugaan tersebut. Haji Ab, yang kini berstatus tersangka dalam kasus rokok ilegal, mengakui bahwa dirinya memang memberikan atensi bulanan, tidak hanya kepada oknum polisi, tetapi juga kepada seorang oknum wartawan berinisial DW.

Pengakuan Haji Ab semakin mengejutkan ketika ia menyebut bahwa saat dirinya resmi menjadi tersangka, sosok yang sebelumnya disebut menerima atensi justru tidak mampu memberikan bantuan. Bahkan, menurutnya, sempat ada saran agar dirinya melarikan diri untuk menghindari proses hukum. Namun, Haji Ab memilih tetap memenuhi panggilan penyidik Ditreskrimsus Polda Bali.

Upaya konfirmasi juga dilakukan kepada seorang perwira menengah (pamen) yang namanya sempat disebut dalam perkara ini. Namun yang bersangkutan membantah mengenal Haji Ab dan menegaskan bahwa Ipda Haris Budiono sudah dimutasi ke Yanma Polda Bali serta tidak lagi memiliki kaitan dengan penanganan kasus tersebut.

Sementara itu, ketika awak media mencoba meminta klarifikasi langsung kepada Ipda Haris Budiono melalui pesan WhatsApp, nomor wartawan justru telah diblokir, sehingga upaya konfirmasi tidak mendapatkan respons.

Kasus ini menambah daftar panjang dugaan praktik “atensi” dan permainan perkara yang mencederai kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum. Transparansi dan ketegasan aparat berwenang sangat dinantikan untuk mengusut tuntas persoalan ini tanpa tebang pilih.

Media ini tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah serta memberikan ruang hak jawab kepada seluruh pihak yang disebutkan, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

IMG-20260420-WA0114

Komitmen Nyata Dukung SDM Unggul, Rumkit Bhayangkara Polda Kalteng Gencarkan Pemeriksaan Kesehatan Pelajar

PALANGKARAYA || Jejak-indonesia.id -  Dalam rangka mendukung pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul sekaligus selaras dengan program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Rumkit Bhayangkara Tingkat III Palangka Raya Polda Kalteng terus menggencarkan kegiatan pemeriksaan kesehatan bagi para pelajar di wilayah Kota Palangka Raya, Senin (20/4/2026).

Kegiatan kali ini dilaksanakan di Sekolah MA Muslimat NU Palangka Raya sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan generasi muda sejak dini, sekaligus upaya deteksi awal terhadap berbagai potensi gangguan kesehatan yang dapat memengaruhi tumbuh kembang dan prestasi belajar siswa. Adapun jenis pemeriksaan yang diberikan meliputi pemeriksaan tekanan darah, tinggi dan berat badan, kesehatan gigi dan mata, serta konsultasi kesehatan dasar yang dilakukan oleh tenaga medis profesional.

Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, S.I.K., M.Si., Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Bhayangkara Tingkat III Palangka Raya AKBP dr. Anton Sudarto, M.A.R.S., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam mendukung program pemerintah untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

“Melalui pemeriksaan kesehatan ini, kami ingin memastikan para pelajar berada dalam kondisi prima sehingga mampu mengikuti proses belajar dengan optimal. Ini merupakan investasi jangka panjang dalam menciptakan SDM unggul di masa depan,” ujarnya.

Selain pemeriksaan kesehatan, tim medis juga memberikan edukasi kepada para pelajar mengenai pentingnya pola hidup bersih dan sehat, seperti menjaga kebersihan diri, konsumsi makanan bergizi, serta rutin berolahraga. Edukasi ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat kualitas kesehatan masyarakat sebagai bagian dari pembangunan nasional.

Para pelajar dan pihak sekolah menyambut baik kegiatan tersebut. Mereka menilai program ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan sejak usia dini.

Ke depan, Rumkit Bhayangkara Polda Kalteng akan terus melaksanakan kegiatan serupa secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak sekolah, sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mendukung terwujudnya SDM unggul di Provinsi Kalimantan Tengah serta implementasi nilai-nilai yang terkandung dalam Asta Cita Presiden Republik Indonesia. (Har/adji)

IMG-20260420-WA0020

Perbarindo Jateng Selenggarakan Pelatihan Manajemen Risiko

Semarang – Jejak-Indonesia.id ||  Bekerjasama dengan German Sparkassenstiftung for International Cooperation (DSIK), DPD Pebarindo Jawa Tengah melalui Yayasan Perbarindo Sejahtera (Yandora), melaksanakan Pelatihan Manajemen Risiko untuk anggota Perbarindo di Jawa Tengah. Pelatihan dilaksanakan dalam 2 gelombang dan diikuti oleh 40 orang peserta, dilaksanakan di Kantor DPD Perbarindo Jateng pada tanggal 20-21 dan 23-24 April 2026.

Virza Ilham Zaini, Retail Banking Advisor German Sparkassenstiftung menyampaikan bahwa saat ini DPD Perbarindo Jawa Tengah memiliki 8 orang pelatih Manajemen Risiko yang memperoleh pelatihan dan pendampingan oleh German Sparkassenstiftung. Mengingat proyek German Sparkassenstiftung memiliki batas waktu, German Sparkassenstiftung berharap modul pelatihan yang telah disusun, dapat terus di sempurnakan dan dimanfaatkan oleh DPD Perbarindo dan Tim Pelatihan Internal Manajemen Risiko.

Supriyanto, Kepala Bidang Diklat DPD Perbarindo Jateng sekaligus selaku Ketua Umum Yayasan Perbarindo Sejahtera/ Yandora dalam sambutan pembukaan mewakili Ketua DPD Perbarindo Jawa Tengah, menyampaikan bahwa DPD Perbarindo sangat menyadari pentingnya pelaksanaan Manajemen Risiko yang baik di BPR/S yang ada di Indonesia pada umumnya dan Jawa Tengah pada khususnya, tidak hanya untuk memenuhi kewajiban yang ditetapkan oleh OJK melalui POJK namun lebih kepada kebutuhan untuk menerapkan tatakelola yang baik di industri BPR/S. Hal ini perlu disadari oleh semua pelaku industri mengingat tantangan pengembangan BPR/S yang semakin meningkat dari waktu ke waktu.

Dalam kesempatan sambutannya, Supriyanto menyampaikan terima kasih kepada German Sparkassenstiftung atas dukungannya sehingga pelatihan ini dapat berjalan sejumlah 2 gelombang di Jawa Tengah, melatih calon pelatih modul Manajemen Risiko dan mendampingi serta memfasilitasi terlaksananya pelatihan di Jawa Tengah. Lebih Lanjut, Supriyanto menyampaikan komitmennya untuk terus memberikan layanan terbaik untuk anggota Perbarindo dan mengoptimalkan kerjasama dengan German Sparkassenstiftung.(M)

Screenshot_2026-04-11-15-11-18-50_7352322957d4404136654ef4adb64504_copy_480x755

APH Bergerak, Aktivitas Judi Sabung Ayam dan Dadu di Dusun Keccik, Kabupaten Jember, Tutup.

Jember , Jejak - Indonesia.id || Kabupaten Jember, Usai diberitakan beberapa media online. Aktivitas Judi Sabung Ayam dan Dadu di Dusun Keccik, Kabupaten Jember ditutup. Kegiatan yang sebelumnya ramai didatangi tamu dari berbagai daerah kini di Bongkar Oleh Aparat Penegak Hukum (APH). Sabtu, (11/04/26)

Menurut warga setempat yang namanya enggan dipublikasikan, bahwa aktivitas sabung ayam sudah tutup tidak ada kegiatan lagi.

“ Sudah tidak ada lagi aktivitas Judi sabung ayam, soalnya sudah di bongkar oleh APH, biasanya sewaktu belum tutup terdengar suara berisik,” ujarnya.

Ia mengatakan, di lokasi aktivitas judi sabung ayam yang biasanya dipenuhi kendaraan roda dua kini nampak terlihat kosong hanya ada pohon-pohon liar yang tumbuh di sekitarnya.

“Kalau saya lihat lokasi uda di bongkar, biasanya kalau ada aktivitas banyak motor keluar masuk, ini mah terlihat kosong,” tuturnya.

Judi sabung ayam, lokasi tersebut juga menjadi tempat permainan dadu serta praktik yang dikenal dengan istilah “cap jeki”. Keberadaan aktivitas ini menimbulkan keresahan di tengah masyarakat sekitar, yang khawatir akan dampak sosial maupun potensi gangguan keamanan lingkungan. " Dari pengaduan masyarakat dan pemberitaan media Online, tempat tersebut sekarang tutup.

Warga berterimakasih atas respon cepat APH menindaklanjuti laporan tersebut dengan memberantas tempat perjudian yang meresahkan masayarakat sekitar.

" Allhamdulillah adanya langkah tegas APH mrnjadikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga. (red)

 

error: Content is protected !!