Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am
Beranda » Berita » Halaman 228

Berita

IMG-20260424-WA0084

Ditreskrimsus Polda Babel Tertibkan Tambang Timah Ilegal di Kawasan Hutan Produksi Belinyu

BANGKA || Jejak-indonesia.id - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bangka Belitung melakukan penertiban lenambangan pasir timah ilegal di kawasan hutan produksi di Dusun Parit 4 Desa Gunung Muda Kecamatan Belinyu Kabupaten Bangka.

Dalam penertiban itu, Tim Subdit IV Tipidter mengamankan 2 eksavator dan memeriksa sejumlah saksi termasuk pemilik tambang.

Penertiban dilakukan pada Kamis (23/5/2026) bersama Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Wilayah XIII Pangkalpinang, Polsek Belinyu dan Perangkat Desa setempat.

Ada 2 lokasi tambang di hutan produksi yang ditertibkan yakni tambang milik AI (42) dan tambang AK (40). Saat tiba di lokasi, tim gabungan langsung menghentikan seluruh aktivitas tambang ilegal tersebut.

Mengenai penertiban itu, turut dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Babel Kombes Pol Agus Sugiyarso di Mapolda, Jumat (24/4/26) siang.

"Iya benar, Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus melakukan penertiban pertambangan pasir timah dalam kawasan hutan produksi di Belinyu,"kata Agus.

Dalam kegiatan penertiban, kata Agus, Tim gabungan mengamankan sejumlah alat tambang termasuk dua alat berat dari dua lokasi pertambangan.

Selain itu, lanjut Agus, petugas juga memeriksa sejumlah saksi yakni para pekerja tambang.

Para saksi yang diperiksa itu berinisial AB (46), SU (21), SM (45), AL (46) dan AP (20). Kemudian dari tambang kedua, KH (33), S (36) serta PE (30).

"Hal ini merupakan komitmen Polda Babel untuk menindak tegas segala bentuk pertambangan ilegal yang merusak lingkungan dan aturan hukum. Saat ini kasusnya masih dalam penyelidikan,"ungkapnya.

IMG-20260424-WA0083

Rekor Historis! Stok Beras Nasional Tembus 5 Juta Ton, BULOG Banyuwangi Kontribusi 127 Ribu Ton

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id - Perum BULOG Kantor Cabang (Kancab) Banyuwangi secara resmi mengumumkan pencapaian strategis dalam pengelolaan stok pangan nasional. Berdasarkan data per 24 April 2026, volume Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di wilayah Banyuwangi tercatat sebesar 127.000 ton setara beras. Angka ini merupakan kontributor krusial terhadap total stok nasional yang saat ini memecahkan rekor historis sebesar 5 juta ton.

​Pimpinan Cabang Perum BULOG Banyuwangi, Dwiana Puspitasari, menyatakan bahwa akumulasi stok yang masif ini merupakan manifestasi empiris dari tingginya produktivitas sektor pertanian domestik. Seluruh fasilitas penyimpanan baik infrastruktur internal maupun pergudangan sewa berada dalam kondisi kapasitas maksimum (full capacity).

​Fenomena ini mengonfirmasi bahwa narasi swasembada pangan yang diupayakan pemerintah bukan sekadar proyeksi data spekulatif, melainkan realitas objektif di lapangan. Melimpahnya pasokan ini menjadi bukti efektivitas sinergi antara kebijakan hulu (pertanian) dan hilir (manajemen logistik).

​Pencapaian stok nasional sebesar 5 juta ton di bawah manajemen BULOG dipandang sebagai tonggak sejarah baru dalam stabilitas pangan Indonesia. Secara teoretis dan praktis, volume cadangan ini berfungsi sebagai:

​Instrumen Stabilisasi Harga: Menjadi penyangga (buffer) untuk memitigasi fluktuasi harga di pasar domestik melalui intervensi yang terukur.

​Mitigasi Risiko Darurat: Memperkuat resiliensi nasional dalam menghadapi disrupsi pasokan atau kondisi darurat yang tidak terduga.

​Akselerasi Program Sosial: Memastikan kelancaran distribusi bantuan pangan pemerintah guna menjaga aksesibilitas masyarakat terhadap komoditas pangan pokok.

​Keberhasilan ini diharapkan menjadi stimulus bagi seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) dalam ekosistem pangan. Dengan fondasi stok yang kokoh, Perum BULOG menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kinerja operasional melalui kolaborasi berkelanjutan dengan petani lokal dan pemerintah daerah.

​Upaya ini diproyeksikan tidak hanya berhenti pada swasembada sesaat, melainkan menuju kedaulatan pangan nasional yang berkelanjutan, yang didasarkan pada kemandirian produksi dan stabilitas distribusi yang inklusif.

Reporter : Rio

IMG-20260424-WA0069

Dukung Indonesia ASRI, Polda Banten Bangun Jembatan dan Tanam 1.000 Pohon

SERANG || Jejak-indonesia.id - Dalam rangka mendukung gerakan Indonesia ASRI, Polda Banten melaksanakan kegiatan groundbreaking pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi sekaligus penanaman 1.000 pohon di Desa Cisaat, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang pada Jum'at (24/04).

Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolda Banten Irjen Pol Hengki, Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah, Kapolresta Serang Kota Kombes Pol Yudha Satria, Kabidpropam Polda Banten Kombes Pol Murwoto, Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea, serta unsur Muspika Padarincang.

Dalam kesempatannya, Kapolda Banten Irjen Pol Hengki menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap pembangunan infrastruktur dan kelestarian lingkungan.

"Kegiatan ini merupakan inisiasi Polda Banten bersama jajaran dalam menggerakkan pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi serta penanaman pohon. Kami juga mengajak para dermawan, pelaku industri, dan perbankan untuk turut berkontribusi melalui program CSR demi kepentingan sosial masyarakat," ujarnya.

Selanjutnya, Irjen Pol Hengki menjelaskan bahwa keterbatasan anggaran pemerintah menjadi salah satu alasan pentingnya kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk melalui pemanfaatan program CSR dari dunia usaha.

"Oleh karena itu, Polri hadir sebagai penggerak untuk menjembatani kepentingan pembangunan yang dibutuhkan masyarakat," jelasnya.

Kapolda Banten menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia dan Kapolri agar seluruh jajaran aktif mendukung program Pemerintah.

"Menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia dan Kapolri agar seluruh jajaran Polri aktif mendukung program pemerintah, termasuk pembangunan infrastruktur, pelestarian lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Antusiasme masyarakat juga sangat tinggi karena kehadiran Polri bersama pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya," tambahnya.

Irjen Pol Hengki mengatakan bahwa kegiatan serupa akan terus dilaksanakan di berbagai tempat di Wilayah Hukum Polda Banten.

“Kami akan terus berkeliling dan apabila terdapat kebutuhan mendesak di masyarakat, silakan disampaikan kepada Kapolres. Kami akan berupaya mencarikan solusi melalui kolaborasi dan fasilitasi, termasuk melalui program CSR, agar kegiatan ini dapat berjalan dengan baik,” katanya.

Kapolda Banten mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan.

"Kami menghimbau kepada masyarakat agar membuang sampah pada tempatnya dan tidak membuang sampah ke sungai, karena sungai memiliki banyak manfaat bagi kehidupan sehari-hari," ajaknya.

Diakhir, Irjen Pol Hengki menyampaikan bahwa call center 110 dapat digunakan untuk melaporkan kejadian darurat atau kondisi mendesak lainnya.

"Masyarakat cukup menghubungi 110 lalu tekan 0 untuk berbicara dengan operator, dan petugas Polri terdekat akan segera menindaklanjuti. Layanan ini juga dapat digunakan untuk bantuan darurat. Layanan 110 ini gratis, tidak dipungut biaya, dan tidak mengurangi pulsa maupun kuota," tutupnya (Bidhumas).

IMG-20260424-WA0066

Jum’at Berkah Yang Ke-18 Ormas Sakera DPC Banyuwangi Dari Iuran Sederhana Kepedulian Nyata Tak Pernah Absen

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Di tengah dinamika kehidupan, semangat berbagi terus dijaga. Melalui program Jum’at Berkah, Ormas Sakera DPC Banyuwangi menunjukkan bahwa kepedulian sosial bisa tumbuh dari langkah sederhana, namun berdampak besar bagi masyarakat. Jum'at (24/04/26)

Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap hari Jumat ini melibatkan seluruh anggota Sakera DPC Banyuwangi, dengan sasaran masyarakat yang membutuhkan—mulai dari pekerja harian, warga kurang mampu, hingga pengguna jalan.

Koordinator Jum’at Berkah, Bunarwi selaku wakil bendahara Sakera Banyuwangi menegaskan, bahwa program ini lahir dari kebersamaan dan keikhlasan.

"Dana kegiatan ini berasal dari iuran anggota dan para donatur lain. Tidak besar, tapi cukup untuk berbagi. Yang terpenting adalah niat dan konsistensi,” ungkapnya.

Menurutnya, Jum’at Berkah bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi juga bentuk nyata memperkuat solidaritas dan rasa kemanusiaan di tengah masyarakat.

"Kami ingin terus hadir di tengah masyarakat, berbagi, dan menumbuhkan kepedulian. Karena kebaikan itu harus dijaga dan ditularkan,” tegas Bunarwi.

Setiap pekan, paket bantuan dibagikan dengan penuh kehangatan. Tak hanya memberi, anggota juga berinteraksi langsung, mendengar cerita, dan merasakan denyut kehidupan masyarakat secara nyata.

Ajakan Tegas: Saatnya Peduli, Saatnya Berbagi

Gerakan ini menjadi pengingat bahwa menjaga daerah tidak hanya melalui keamanan, tetapi juga melalui kepedulian sosial.

Mari jaga Banyuwangi dan Jawa Timur bersama:

Biasakan berbagi kepada sesama.
Perkuat solidaritas dan kepedulian sosial.
Jadilah bagian dari solusi, bukan penonton.

"Sekecil apa pun yang kita beri, akan berarti besar bagi yang membutuhkan,” tutup Bunarwi.

Karena Banyuwangi yang kuat bukan hanya soal pembangunan, tetapi tentang kepedulian warganya.(**)

IMG-20260424-WA0058

Cegah Praktik Perjokian, Polda Jabar Terjunkan Personel Pantau UTBK-SNBT 2026

BANDUNG || Jejak-indonesia.id – Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2026 di berbagai perguruan tinggi di Jawa Barat menjadi perhatian serius aparat penegak hukum. Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) menerjunkan personel untuk melakukan pemantauan ketat guna menjamin proses seleksi mahasiswa baru ini berlangsung bersih, jujur, dan berintegritas, Rabu (22/4/2026).

Langkah preventif dan represif ini diambil untuk memberikan kepastian hukum serta melindungi hak-hak para peserta ujian yang telah berjuang secara jujur.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa kehadiran kepolisian di lokasi ujian bukan sekadar pengamanan fisik, melainkan bentuk pengawasan terhadap praktik kecurangan sistematis seperti perjokian dan percaloan.

Polda Jabar memastikan akan menindak tegas siapa pun yang mencoba memanipulasi sistem seleksi nasional ini. Dasar hukum yang disiapkan tidak main-main, mulai dari pasal pemalsuan dokumen hingga pelanggaran UU ITE.

“Kami menjamin pelaksanaan UTBK berjalan jujur dan adil. Polri akan menindak tegas pelaku perjokian berdasarkan Pasal 263 dan 378 KUHP, serta Undang-Undang ITE jika ditemukan manipulasi sistem elektronik,” ujar Kombes Pol. Hendra Rochmawan.

Dalam pelaksanaan di lapangan, kepolisian berkoordinasi dengan panitia ujian untuk menerapkan sistem deteksi dini secara berlapis. Penggunaan teknologi biometrik dan pemantauan CCTV di setiap sudut ruang ujian diperkuat dengan kewaspadaan personel dalam memantau perilaku mencurigakan.

Kombes Pol. Hendra Rochmawan menjelaskan bahwa jika ditemukan peserta yang diduga menggunakan jasa joki, Polri akan segera melakukan tindakan tegas di tempat.

“Peserta yang diduga melanggar akan segera diamankan dan dipisahkan untuk pemeriksaan awal. Kami juga mewajibkan panitia mengamankan barang bukti secara lengkap, mulai dari kartu identitas, perangkat elektronik seperti earphone atau HP, hingga rekaman CCTV guna mendukung proses penyidikan lebih lanjut,” ungkapnya.

Koordinasi Solid Lintas Wilayah

Guna memutus mata rantai jaringan joki yang kerap beroperasi antarprovinsi, Polda Jabar telah membentuk mekanisme koordinasi yang solid dengan panitia SNPMB (Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru) dan satuan kepolisian di wilayah lain.

Setiap temuan kecurangan akan langsung diproses melalui pembuatan Laporan Polisi (LP) untuk diproses secara hukum hingga tuntas. Kehadiran Polri dalam UTBK-SNBT 2026 ini diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi para peserta dan orang tua, sekaligus menjaga marwah institusi pendidikan di Jawa Barat.

“Sinergi antara panitia dan kepolisian adalah kunci. Jika terdeteksi adanya jaringan lintas wilayah, kami siap melakukan koordinasi antar-satuan untuk mengungkapnya,” pungkas Kombes Pol. Hendra.

error: Content is protected !!