We're open Closes at 5:00 pm

mbah semar

Delapan PPAT Resmi Dikukuhkan, Kepala Kantah Banyuwangi Tekankan Profesionalisme dan Adaptasi Digital

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id | Suasana khidmat terasa di Aula Wong Agung Wilis, Kamis (14/8/2025), saat delapan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) resmi dilantik oleh Kepala Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Banyuwangi, Machfoed Effendi, A.Ptnh.

Pelantikan ini menjadi momentum penting bagi dunia pertanahan di Banyuwangi. Nama-nama yang dikukuhkan pada kesempatan tersebut adalah Gibtha Wilda Permatasari, S.H., M.Kn., Novia Ulfianti, S.H., M.Kn., Yudi Setyo Prayogo, S.H., M.Kn., Fendi Eka Setiawan, S.H., M.Kn., Zaldin Abdi Maulana, S.H., M.Kn., Krisna Lintang Nairpaty, S.H., M.Kn., Charisma Mohammad Rozib, S.H., M.Kn., dan Mohamad Imam Suhadak, S.H., M.Kn.

Acara ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat struktural Kantor Pertanahan Banyuwangi, Ketua Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) Kabupaten Banyuwangi, serta tamu undangan dari berbagai kalangan.

Dalam sambutannya, Machfoed Effendi menegaskan bahwa PPAT memiliki peran strategis sebagai penghubung antara masyarakat dan layanan pertanahan, khususnya di tengah transformasi menuju era digital.

> “Perubahan layanan pertanahan yang semakin mengedepankan sistem elektronik harus direspons cepat oleh PPAT. Kami berharap seluruh PPAT yang baru dilantik mampu menjaga integritas, profesionalisme, dan menjalin kerja sama yang baik dengan masyarakat maupun instansi,” ujarnya.

Dengan dikukuhkannya delapan PPAT baru ini, diharapkan pelayanan hukum pertanahan di Banyuwangi semakin cepat, transparan, dan memberikan kepastian hukum yang dibutuhkan masyarakat. Keberadaan PPAT yang profesional juga menjadi penopang penting dalam mengawal proses peralihan hak atas tanah dan pembuatan akta tanah yang sah.

Pelantikan ini menambah daftar panjang PPAT aktif di Kabupaten Banyuwangi, yang diharapkan dapat berkontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor pertanahan. (red)

Lanal Banyuwangi Sambut Kapal Perang Amerika Serikat USS Frank Cable (US-40)

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id | Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Banyuwangi menyambut kedatangan kapal perang Amerika Serikat USS Frank Cable (US-40) yang bersandar di Dermaga Tanjungwangi, Ketapang, Banyuwangi, Rabu (12/8/2025).

Kapal perbekalan dan perbaikan kapal selam milik Angkatan Laut AS itu akan melakukan kunjungan pelabuhan (Port Visit) selama tiga hari, mulai 13 hingga 15 Agustus 2025.

Komandan Lanal Banyuwangi, Letkol Laut (P) Muhamad Puji Santoso, M.Sc., memimpin langsung prosesi penyambutan, yang diawali pemasangan udeng (tutup kepala khas Banyuwangi) kepada Komandan USS Frank Cable, Capt Michael Thompson. Momen ini dilanjutkan dengan pertukaran cinderamata, sebagai simbol persahabatan dan kerja sama maritim antara Indonesia dan Amerika Serikat.

Kunjungan USS Frank Cable mencakup beberapa agenda penting, antara lain pengisian ulang logistik (resupplying), pengisian bahan bakar (refueling cargo), serta crew liberty bagi ratusan awak kapal untuk menikmati waktu luang di darat.

Lanal Banyuwangi sebagai unsur pelaksana Komando Daerah Angkatan Laut V, bertanggung jawab penuh atas keamanan, kelancaran, dan koordinasi seluruh rangkaian kegiatan selama kapal berada di perairan dan pelabuhan setempat.

“Seluruh prosedur keamanan dan protokol kunjungan telah kami siapkan sesuai ketentuan internasional dan aturan yang berlaku. Kami mengerahkan personel di darat dan mengoperasikan unsur Patkamla untuk pengamanan laut, bekerja sama dengan instansi terkait agar kegiatan ini berlangsung aman, tertib, dan tidak mengganggu aktivitas pelayaran maupun masyarakat,” tegas Danlanal Banyuwangi.

Kehadiran USS Frank Cable di Banyuwangi bukan hanya menjadi ajang penguatan hubungan diplomasi militer antara TNI AL dan Angkatan Laut AS, tetapi juga membuka peluang interaksi budaya, pertukaran pengalaman, dan mempererat kerja sama strategis di bidang pertahanan maritim. (rag)

Keragaman Budaya Nusantara Tampil Dalam Karnaval Kebangsaan Banyuwangi

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id | Karnaval Kebangsaan yang digelar Pemkab Banyuwangi dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-80 berlangsung meriah, Kamis (14/8/2025).

Sebanyak 1000 pelajar tingkat SMP/MTs dan SMA/MA/SMK Negeri dan swasta se-Banyuwangi tampil memukau menyajikan keragaman budaya Indonesia melalui kostum, seni tari, dan teatrikal dalam parade karnaval.

Ada yang mempresentasikan adat Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Kalimantan, Bali, Madura, Banten, Lombok, Sunda, dan beragam budaya lain di Tanah Air.

“Karnaval ini menjadi cara untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air. Lewat karnaval ini, kita ajak anak-anak Banyuwangi untuk mengenal Indonesia lebih jauh dengan menunjukkan keragaman seni budaya nusantara,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat melepas peserta karnaval.

Bagi Ipuk, karnaval kebangsaan juga menjadi cara untuk memperkuat persatuan dan kesatuan seluruh elemen di Banyuwangi. Terlebih, Banyuwangi adalah daerah majemuk yang menjadi rumah bagi masyarakat dari beragam suku dan agama.

“Jadikan momen ini untuk merawat ke-bhinnekaan. Keragaman dalam masyarakat jangan menjadi halangan, namun jadikan ini kekuatan untuk membangun Banyuwangi,” tegas Ipuk.

Karnaval Kebangsaan tersebut diawali dengan penampilan apik grup drumband, diikuti barisan pembawa bendera merah putih, dilanjutkan barisan kontingen dengan aneka kostum yang memvisualisasikan keragaman Indonesia.

Tak kalah menarik, sajian fragmen yang mengisahkan beragam tradisi dari berbagai daerah juga tampil di acara itu.

Seperti Kontingen SMP 3 Banyuwangi yang mengusung tema adat Sulawesi Selatan. Selain kostum khas, kontingen ini juga menyuguhkan tradisi Mappadendang, sebuah ritual masyarakat Bugis sebagai bentuk syukur atas hasil panen yang melimpah.

Disusul devile SMPN I Banyuwangi yang menampilkan budaya Bali. Mulai kostum, prosesi melasti (upacara adat penyucian diri umat Hindu), hingga sajian tari Kecak yang menceritakan kisah Calon Arang disajikan secara apik oleh peserta.

Suguhan apik para kontingen tersebut, menjadi tontonan menarik bagi ribuan warga yang sengaja memadati sepanjang rute karnaval, dari Kantor Pemkab Banyuwangi menuju Taman Blambangan.

Salah satunya Laila, yang mengaku selalu antusias menunggu acara karnaval setiap tahunnya. “Ini acara agustusan yang paling saya tunggu. Selain senang lihat paradenya, saya juga bisa menambah wawasan tentang keragaman seni budaya Indonesia,’’ kata Laila. (red)

Satpolairud Polresta Banyuwangi Melakukan Gerakan Operasi Pasar Murah Dikawasan Kampung Nelayan Desa Grajagan

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id | Setelah sukses menggelar Gerakan Operasi Pasar Murah pada waktu lalu, Satpolairud Polresta Banyuwangi jajaran Polda Jawa Timur kembali melakukan Gerakan Operasi Pasar Murah dikawasan kampung nelayan dan sekitarnya. Kamis, (14/8/2025) siang.

Gerakan Operasi Pasar Murah bertempat di kantor desa Grajagan, Kec. Purwoharjo, Kab. Banyuwangi sekira pukul 12.00 WIB.

Kasat Polairud Polresta Banyuwangi Kompol Muchammad Wahyudi, A.Md, S.H. mengatakan kegiatan Gerakan Operasi Pasar Murah tahap dua yang dilaksanakan pada hari ini bertempat di kantor desa Grajagan.

Untuk tahap satu Gerakan Operasi Pasar Murah dilaksanakan pada tanggal 11-13 Agustus 2025 bertempat dikawasan dermaga pelabuhan Marina Boom dan pesisir pantai Cemara yang mayoritas masyarakatnya berprofesi sebagai nelayan," tambahnya.

Dalam Gerakan Operasi Pasar Murah ini, warga bisa mendapatkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan harga Rp57.500 per kemasan 5 kg—lebih murah dibanding pelaksanaan sebelumnya.

Dalam Gerakan Operasi Pasar Murah tersebut warga mengapresiasi kegiatan pasar murah yang digelar Satpolairud Polresta Banyuwangi.

Terbukti sebanyak ± 250 beras SPHP terjual habis dalam kurung waktu 2 jam.

Guna memastikan pemerataan, setiap warga hanya diperbolehkan membeli maksimal dua karung beras dan wajib membawa KTP atau fotokopi KTP yang telah disosialisasikan sebelumnya.

Melalui kegiatan ini Satpolairud Polresta Banyuwangi berharap dapat membantu meringankan beban masyarakat kurang mampu dalam mendapatkan beras premium," terang Kasat Polairud Polresta Banyuwangi Kompol Muchammad Wahyudi, A.Md, S.H.

Operasi pasar murah merupakan program bantuan pemerintah yang bertujuan untuk menjaga ketahanan pangan nasional dan mengurangi beban masyarakat. ”Sinergi ini bertujuan memastikan masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau di tengah tekanan ekonomi,” imbuhnya.

Operasi pasar murah ini diharapkan dapat membantu mengurangi beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, terutama bagi keluarga yang membutuhkan.

Dengan harga yang lebih terjangkau dan jangkauan distribusi lebih luas, Polresta Banyuwangi melalui Satpolairud Polresta Banyuwangi jajaran Polda Jawa Timur optimistis GOPM tahap kedua ini akan menjangkau lebih banyak keluarga dan membantu menekan harga beras di pasaran, sekaligus menjadi bagian dari semangat berbagi menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-80.

Salah seorang warga, Siti Hasanah (45) menyampaikan terima kasih kepada personel Satpolairud Polresta Banyuwangi yang telah menggelar operasi pasar murah ini.

Bantuan ini sangat membantu masyarakat kecil, khususnya di tengah harga kebutuhan pokok yang selalu meningkat.

Semoga gerakan operasi pasar murah seperti ini terus dilaksanakan, sehingga masyarakat kurang mampu dapat merasakan manfaatnya secara langsung,” tandasnya. (GP).

Dukung Stabilitas Harga Pangan Polres Malang Gelar Bazar Murah Warga Sambut Antusias

Malang, Jejak - Indonesia.id |  Bazar murah yang digelar oleh Polres Malang Polda Jawa Timur (Jatim) di Balai Desa Dilem, Balai Desa Sengguruh, dan Balai Desa Ardirejo, Kecamatan Kepanjen, Selasa (12/8) yang lalu mendapat sambutan antusias warga setempat.

Polres Malang Polda Jatim yang menyiapkan 5 ton beras SPHP untuk kecamatan Kepanjen itu langsung diserbu warga.

Kapolres Malang AKBP Danang Setiyo P.S. mengatakan kegiatan itu merupakan kolaborasi antara Polres Malang Polda Jatim Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang, serta Perum Bulog.

“Bazar murah ini bagian dari sinergi Polri dengan pemerintah daerah untuk menjawab langsung kebutuhan masyarakat," ujarnya, Kamis (14/8/25).

Dalam bazar tersebut, ratusan paket bahan kebutuhan pokok seperti beras Bulog SPHP kemasan 5 kilogram dijual seharga Rp58 ribu per paket, sementara gula pasir dijual Rp15 ribu per kilogram.

Kapolres Malang AKBP Danang Setiyo P.S. mengatakan bazar murah ini merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga membantu meringankan beban ekonomi warga.

"Kami ingin menunjukkan bahwa Polri tidak hanya hadir untuk keamanan, tetapi juga berperan aktif mendukung stabilitas ekonomi dan kesejahteraan warga,” ujar AKBP Danang.

Harga yang ditawarkan lebih rendah dari harga pasar membuat warga antusias.

Sejak pagi, antrean terlihat di tiga lokasi penyelenggaraan, dengan suasana tertib berkat pengamanan dari petugas kepolisian.

Bazar murah ini juga menjadi bagian dari program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digagas Polri. Dalam waktu dekat, kegiatan serupa akan digelar di sejumlah wilayah Kabupaten Malang.

Pada Rabu (13/8/25) bazar juga digelar di Polsek Kalipare, Pagak, Bantur, Gedangan, Donomulyo, Dampit, Ampelgading, dan Sumbermanjing Wetan.

Sementara pada Kamis (14/8/25) giliran wilayah Kromengan, Wajak, Tajinan, Pagelaran, Kepanjen, Wagir, Pakisaji, Ngajum, Sumberpucung, dan Wonosari.

Sedangkan pada Jumat (15/8/25) bazar murah digelar di Polsek Wagir, Tumpang, Pakis, Singosari, Dau, Karangploso, Gondanglegi, Lawang, Jabung, Bululawang, dan Poncokusumo.

AKBP Danang menegaskan, kegiatan ini akan terus diperluas untuk menjangkau seluruh kecamatan di Kabupaten Malang.

"Harapannya, masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Ini juga menjadi upaya kami membantu menjaga stabilitas harga di pasar,” pungkasnya. (red)

error: Content is protected !!