Redaksi
81 Tahun Indonesia Merdeka LPKAN Serukan Aparatur Negara “All Out” Mengabdi denganTulus Jaga Integritas dan Wujudkan Kedaulatan Ekonomi Rakyat
JAKARTA || Jejak-indonesia.id - Memasuki usia ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara Indonesia mengajak seluruh aparatur negara untuk menjadikan kemerdekaan sebagai momentum introspeksi, evaluasi, dan pembuktian. Kemerdekaan harus diukur dari kesejahteraan rakyat dan kuatnya kedaulatan bangsa.
Ketua Umum DPP LPKAN Indonesia, *R. Mohammad Ali*, didampingi Sekretaris Jenderal *Abdul Rasyid* menegaskan bangsa ini membutuhkan aparatur negara yang mengabdi dengan tulus, bekerja all out, dan menempatkan kepentingan rakyat di atas segalanya.
"81 tahun merdeka. Rakyat tidak butuh janji lagi. Rakyat butuh bukti nyata. Butuh pejabat yang hadir, bekerja siang malam untuk bangsa dan negara, bukan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok," tegas R. Mohammad Ali di Jakarta.
4 AGENDA KEBANGSAAN LPKAN DI USIA 81 TAHUN KEMERDEKAAN
Pertama, Kuatkan Semangat Pengabdian yang Tulus dan All Out.
Sumpah jabatan adalah ikrar suci kepada Tuhan, Bangsa dan Negara. Aparatur negara harus menanggalkan ego, arogansi, dan gaya hidup berlebihan. "Mengabdi itu artinya hadir saat rakyat susah. Melayani tanpa pamrih. Bekerja tanpa hitung-hitungan. Itu baru aparatur negara sejati," ujar Sekjen Abdul Rasyid.
Kedua, Tegakkan Integritas dan Tata Kelola yang Bersih.
LPKAN mendesak pemberantasan korupsi, pungli, dan penyalahgunaan wewenang secara tegas dan tanpa tebang pilih. Perlu penguatan sistem pengawasan internal, rekrutmen berbasis merit, dan keterbukaan anggaran. "Integritas adalah harga mati. Tanpa integritas, pembangunan tidak akan pernah adil," tegas Ketum.
Ketiga, Wujudkan Kedaulatan dan Keberpihakan Ekonomi untuk Seluruh Rakyat Indonesia.*
Kemerdekaan politik harus dibarengi kemerdekaan ekonomi. LPKAN mendorong 4 kebijakan prioritas:
1. *Lindungi dan kuatkan UMKM, Petani, Nelayan, dan Buruh* sebagai pondasi ekonomi kerakyatan
2. *Perkuat Produk Dalam Negeri dan TKDN.* Kurangi ketergantungan impor yang mematikan industri lokal
3. *Jaga Stabilitas Harga Pangan, Energi, dan Pendidikan* agar terjangkau seluruh lapisan masyarakat
4. *Pastikan Pemerataan Pembangunan* sampai ke desa, daerah 3T, dan Indonesia Timur
"Jangan sampai di negeri yang kaya sumber daya ini, rakyat masih kesulitan lapangan kerja dan harga kebutuhan pokok. Negara wajib hadir dan berpihak," kata Abdul Rasyid.
Keempat, Rawat Persatuan dan Jaga Kedaulatan Ideologi.
Di tengah polarisasi dan disinformasi, aparatur negara harus menjadi teladan, perekat, dan penjaga nilai Pancasila serta Bhinneka Tunggal Ika.
AJAKAN KE SELURUH JAJARAN DPD LPKAN INDONESIA SE-INDONESIA
DPP LPKAN Indonesia juga mengajak seluruh jajaran Dewan Pimpinan Daerah LPKAN Indonesia di 38 Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia untuk semakin menguatkan barisan.
"Mari kita kobarkan semangat persatuan, bersinergi, dan berkarya bersama. Turun ke lapangan, dengar aspirasi rakyat, dan jadilah mitra pemerintah daerah dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih, sehat, dan berwibawa. Tugas kita bersama adalah memastikan pembangunan benar-benar dirasakan untuk kemakmuran dan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia," seru R. Mohammad Ali.
LPKAN: GARDA PENGAWAS DAN MITRA STRATEGIS PEMERINTAH
LPKAN Indonesia menegaskan komitmennya sebagai *Garda Pengawas Kinerja Aparatur Negara dan Mitra Strategis Pemerintah* yang kritis, konstruktif, dan berbasis data.
"Pengawasan bukan dimaksudkan untuk mencari kesalahan atau menjatuhkan pemerintahan, tetapi memastikan setiap kebijakan, program, dan rupiah anggaran benar-benar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat," pungkas R. Mohammad Ali.
LPKAN juga menyampaikan penghormatan kepada seluruh ASN, TNI, Polri, Guru, Nakes, dan relawan yang selama ini mengabdi dengan tulus untuk negeri.
Pada usia 81 tahun, Indonesia tidak boleh berhenti pada kebanggaan atas masa lalu. Nasionalisme abad ke-21 harus diwujudkan melalui kerja nyata: jujur dalam jabatan, profesional dalam pelayanan, berani melawan korupsi, mencintai produk bangsa, menjaga persatuan, dan bekerja sungguh-sungguh untuk rakyat.
Kemerdekaan adalah warisan para pahlawan. Kedaulatan, keadilan, dan kemakmuran adalah tugas generasi hari ini.
(Redho Fitriyadi)
Api Kemerdekaan, BNNK Banyuwangi Kobarkan Perang Melawan Narkotika di Bumi Blambangan
BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id - Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi pengingat bahwa perjuangan menjaga bangsa belum berakhir. Jika para pahlawan dahulu berjuang melawan penjajahan untuk merebut kemerdekaan, maka generasi saat ini menghadapi tantangan baru berupa ancaman narkotika yang dapat merusak masa depan anak bangsa.
Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Banyuwangi, KOMBES POL RACHMAT KURNIAWAN, S.H., S.I.K., M.M., menegaskan bahwa perjuangan melawan narkotika harus menjadi gerakan bersama seluruh elemen masyarakat.
Menurut Rachmat, kemerdekaan sejati tidak hanya dimaknai sebagai terbebas dari penjajahan fisik, tetapi juga terbebas dari berbagai ancaman yang dapat menghancurkan generasi bangsa.
“Kemerdekaan sejati bukan sekadar terbebas dari penjajahan, tetapi juga ketika anak bangsa terbebas dari belenggu narkotika. Menjaga generasi dari narkoba adalah bagian dari perjuangan mempertahankan kemerdekaan,” tegas Rachmat. Sabtu (15/8)
Ia menekankan bahwa narkotika merupakan musuh bersama yang tidak mengenal batas usia, profesi maupun status sosial. Karena itu, upaya Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.
Rachmat mengatakan, pemberantasan narkotika tidak dapat dibebankan hanya kepada BNN maupun aparat penegak hukum. Dibutuhkan keterlibatan pemerintah, TNI-Polri, dunia pendidikan, dunia usaha, tokoh agama, tokoh masyarakat, komunitas hingga media.
“BNN tidak dapat bekerja sendiri. Pemerintah, aparat penegak hukum, dunia pendidikan, dunia usaha, komunitas, tokoh masyarakat dan media harus menjadi satu kekuatan dalam membangun benteng pertahanan terhadap narkotika,” ujarnya.
Semangat kolaborasi tersebut sejalan dengan langkah BNNK Banyuwangi yang dalam beberapa waktu terakhir memperkuat sinergi P4GN bersama berbagai elemen. Koordinasi dengan lembaga pemasyarakatan, dunia pendidikan, media, hingga Gerakan Pramuka menjadi bagian dari upaya memperluas edukasi dan pencegahan narkoba.
Rachmat juga mendorong agar Banyuwangi tidak sekadar menggunakan istilah Bumi Bersinar, tetapi benar-benar mewujudkannya melalui aksi nyata.
“Banyuwangi memiliki potensi besar untuk menjadi Bumi Bersinar. Namun, predikat tersebut tidak cukup hanya menjadi slogan. Harus diwujudkan melalui kerja nyata, kepedulian masyarakat dan komitmen seluruh pemangku kepentingan,” katanya.
Menurutnya, keluarga menjadi salah satu benteng paling awal dalam mencegah anak-anak dan generasi muda terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika.
Komunikasi yang baik antara orang tua dan anak, perhatian terhadap lingkungan pergaulan serta keberanian masyarakat untuk melaporkan indikasi penyalahgunaan maupun peredaran narkotika dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan sosial.
Rachmat memberikan perhatian khusus kepada generasi muda. Ia mengajak para pelajar dan pemuda Banyuwangi untuk tidak memberikan ruang bagi narkotika dalam kehidupan mereka.
“Generasi muda adalah aset sekaligus kekuatan masa depan bangsa. Jangan biarkan masa depan mereka dicuri oleh narkotika. Pilih prestasi, pilih kreativitas, pilih kehidupan yang sehat dan produktif,” pesannya.
BNNK Banyuwangi sebelumnya juga menggandeng Gerakan Pramuka melalui program Pramuka Bersinar, dengan mendorong anggota Pramuka menjadi pelopor edukasi antinarkoba di lingkungan sebaya.
Lebih jauh, Kepala BNNK Banyuwangi tersebut mengajak seluruh masyarakat menjadikan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sebagai momentum memperkuat komitmen bersama dalam memerangi narkotika.
“Dahulu para pahlawan melawan penjajahan untuk merebut kemerdekaan. Hari ini tugas kita adalah menjaga kemerdekaan itu dari ancaman narkotika yang dapat menghancurkan generasi bangsa,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa perang terhadap narkotika bukanlah upaya menciptakan permusuhan, melainkan perjuangan menyelamatkan manusia, keluarga dan masa depan bangsa.
“Mari kita kobarkan api perjuangan untuk menyelamatkan manusia dari bahaya narkotika. Setiap generasi yang berhasil kita selamatkan adalah kemenangan bagi bangsa Indonesia,” pungkas Rachmat.
Komitmen tersebut juga tercermin dari langkah penindakan BNNK Banyuwangi terhadap jaringan peredaran narkotika. Pada awal Agustus 2026, BNNK Banyuwangi mengungkap jaringan yang diduga terhubung dengan Madura, Surabaya dan Bali serta menyita 166,15 gram sabu dalam 175 paket.
DPC Laskar Ormas Sakera Banyuwangi Sampaikan Duka Mendalam atas Musibah Gempa di NTT
BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Laskar Ormas Sakera Banyuwangi menyampaikan rasa duka cita dan keprihatinan mendalam atas musibah gempa bumi yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ungkapan tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas kemanusiaan kepada masyarakat yang terdampak. DPC Laskar Ormas Sakera Banyuwangi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memanjatkan doa bagi para korban serta memberikan dukungan moral kepada keluarga yang sedang menghadapi musibah.
Ketua DPC Laskar Ormas Sakera Banyuwangi, Nurul Amin, mengatakan bahwa musibah bencana alam merupakan momentum untuk memperkuat rasa kepedulian dan persaudaraan antarsesama.
“Atas nama keluarga besar DPC Laskar Ormas Sakera Banyuwangi, kami menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah gempa bumi yang menimpa saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur. Semoga seluruh korban diberikan ketabahan, kekuatan, dan kesabaran dalam menghadapi cobaan ini,” ujar Nurul Amin. Sabtu (15/8)
Menurutnya, solidaritas kemanusiaan tidak mengenal batas wilayah. Karena itu, pihaknya mengajak masyarakat Banyuwangi untuk turut mendoakan keselamatan dan pemulihan bagi masyarakat yang terdampak.
“Kita mungkin berada jauh dari lokasi bencana, tetapi kepedulian dan doa kita tidak boleh berjarak. Mari bersama-sama mendoakan saudara kita di NTT agar diberikan perlindungan, kekuatan, serta kemudahan dalam proses pemulihan,” imbuhnya.
Sementara itu, Bendahara Umum DPC Laskar Ormas Sakera Banyuwangi, Bunarwi, menegaskan bahwa kepedulian terhadap korban bencana merupakan bagian dari nilai kemanusiaan yang harus terus dijaga.
“Musibah seperti ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa kepedulian terhadap sesama harus terus ditumbuhkan. Kami mengajak seluruh anggota dan masyarakat untuk tidak berhenti mendoakan saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah,” kata Bunarwi.
Bunarwi juga menyampaikan bahwa keluarga besar Laskar Ormas Sakera Banyuwangi berharap masyarakat yang terdampak dapat segera memperoleh bantuan dan pendampingan yang dibutuhkan.
“Semoga seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan bencana diberikan kelancaran. Semoga masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan dan kondisi segera berangsur pulih,” tuturnya.
DPC Laskar Ormas Sakera Banyuwangi menegaskan bahwa semangat “Satu Hati, Satu Aksi, untuk Kemanusiaan” bukan sekadar slogan, melainkan bentuk komitmen untuk terus menumbuhkan kepedulian sosial dan solidaritas di tengah masyarakat.
Keluarga besar Laskar Ormas Sakera Banyuwangi pun mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mengirimkan doa terbaik bagi para korban dan keluarga yang terdampak.
“Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Semoga Allah SWT memberikan perlindungan, kekuatan dan pertolongan kepada saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur,” pungkas Nurul Amin dan Bunarwi.
Laskar Sakera DPC Banyuwangi Pertegas Aturan Emblem dan Stiker Keanggotaan, Pemasangan Wajib Seizin Korlap Umum
BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id — Laskar Sakera DPC Banyuwangi mempertegas ketentuan internal terkait penggunaan emblem dan stiker keanggotaan sebagai bagian dari upaya menertibkan identitas organisasi, administrasi anggota, serta penggunaan nomor keanggotaan.
Penegasan tersebut disampaikan Korlap Umum bersama Bendahara Laskar Sakera DPC Banyuwangi dalam rapat jajaran pengurus yang digelar pada Jumat (15/8/2026).
Dalam rapat tersebut disepakati bahwa pemasangan maupun pelepasan stiker keanggotaan tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Setiap stiker yang digunakan anggota memiliki nomor anggota atau nomor lambung sebagai bagian dari identitas organisasi.
Oleh karena itu, setiap pemasangan maupun pelepasan stiker wajib terlebih dahulu diketahui dan mendapat persetujuan Korlap Umum. Ketentuan ini diberlakukan untuk memastikan pendataan nomor anggota tetap tertib serta mencegah terjadinya penggunaan identitas organisasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Selain persetujuan Korlap Umum, setiap proses pemasangan maupun pelepasan stiker juga diwajibkan disertai dokumentasi foto dan video.
Dokumentasi tersebut menjadi bagian dari administrasi internal sekaligus bukti bahwa penggunaan maupun pelepasan nomor lambung telah diketahui dan dilakukan oleh anggota yang bersangkutan.
Korlap Umum Laskar Sakera DPC Banyuwangi, Saiful, menegaskan bahwa ketentuan tersebut bukan untuk mempersulit anggota, melainkan sebagai langkah pembenahan organisasi agar penggunaan atribut dan identitas keanggotaan lebih tertib dan profesional.
“Setiap nomor anggota memiliki identitas dan kepemilikan yang harus jelas. Karena itu, pemasangan maupun pelepasan stiker tidak boleh dilakukan sembarangan. Semuanya harus diketahui Korlap Umum dan disertai dokumentasi foto serta video,” tegas Saiful.
Menurutnya, penataan tersebut penting agar setiap atribut yang mencantumkan identitas Laskar Sakera dapat diketahui asal-usul dan penggunaannya.
Senada dengan Korlap Umum, Bendahara Laskar Sakera DPC Banyuwangi, Bunarwi, menyatakan bahwa penertiban emblem dan stiker merupakan bagian dari pembenahan administrasi organisasi.
“Kami ingin semuanya tertib dan transparan. Dengan adanya nomor anggota yang jelas serta dokumentasi setiap pemasangan dan pelepasan stiker, diharapkan tidak ada lagi kesalahpahaman mengenai identitas maupun nomor lambung anggota,” ujarnya.
Keputusan tersebut telah disepakati dalam rapat jajaran pengurus Laskar Sakera DPC Banyuwangi pada Jumat, 15 Agustus 2026.
Seluruh anggota diharapkan mematuhi ketentuan tersebut sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga ketertiban, disiplin, administrasi, serta marwah organisasi.
Dengan adanya aturan tersebut, Laskar Sakera DPC Banyuwangi menegaskan bahwa setiap atribut organisasi bukan sekadar simbol, tetapi juga merupakan identitas yang penggunaannya harus tertib, bertanggung jawab, dan dapat dipertanggungjawabkan secara internal.
