We're open Closes at 5:00 pm

Redaksi

Sorotan Nasional Mengarah ke Banyuwangi, Kompolnas RI akan Hadir dalam Sidang Praperadilan Ali Fikri dkk

BANYUWANGI || jejakindonesia.id - Sidang lanjutan perkara praperadilan Nomor : 8/pid.pra/2025/PN Byw dengan Pemohon Ali Fikri dkk kembali digelar di Pengadilan Negeri Banyuwangi pada Senin, 10 November 2025. Sidang ini menarik perhatian publik lantaran dijadwalkan akan dihadiri langsung oleh Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Republik Indonesia selaku Termohon XVI dalam perkara tersebut.

Perkara praperadilan ini diajukan oleh Ali Fikri bersama para pemohon lainnya yang mempersoalkan penetapan status tersangka, proses penyidikan, serta dugaan penyimpangan prosedural dalam penanganan laporan polisi yang melibatkan aparat penegak hukum di wilayah Banyuwangi.

Hadirnya Kompolnas RI dalam persidangan ini dinilai menjadi poin penting, mengingat lembaga tersebut memiliki kewenangan melakukan fungsi pengawasan eksternal terhadap kinerja Polri, termasuk dalam aspek profesionalisme, proporsionalitas, serta penghormatan terhadap hak asasi manusia dalam proses penegakan hukum.

Agenda sidang kedua tersebut dijadwalkan mendengarkan jawaban termohon serta pemeriksaan awal terhadap dokumen dan alat bukti. Para pihak, termasuk kuasa hukum pemohon, sebelumnya menegaskan bahwa permohonan praperadilan ini diajukan sebagai upaya mencari kejelasan hukum dan mendesak penegakan asas due process of law.

“Kehadiran Kompolnas pada sidang ini menunjukkan bahwa perkara ini tidak hanya bersifat teknis yuridis, tetapi juga menyangkut aspek pengawasan institusional terhadap proses penegakan hukum,” ungkap salah satu anggota tim kuasa hukum Pemohon, sebelumnya.

Sidang dijadwalkan berlangsung terbuka untuk umum, dan diperkirakan akan kembali menyedot perhatian masyarakat serta pegiat hukum di Banyuwangi. Publik menantikan bagaimana penyampaian Kompolnas di ruang persidangan akan memberi penguatan atau klarifikasi terhadap dugaan penyimpangan prosedural yang dipersoalkan dalam permohonan praperadilan tersebut.

Sidang lanjutan akan kembali ditentukan oleh Majelis Hakim setelah pemeriksaan awal dilakukan pada agenda besok.

Polri Lanjutkan Pendampingan Psikososial dan Pemulihan Ledakan SMAN 27 Jakarta Utara

JAKARTA || jejakindonesia.id — Sebagai kelanjutan dari langkah cepat yang dilakukan sejak Jumat malam (7/11), Polda Metro Jaya melalui Biro Psikologi SSDM Polri dan Bagian Psikologi Biro SDM Polda Metro Jaya terus melanjutkan pendampingan psikososial serta bantuan awal psikologis (Psychological First Aid/PFA) bagi para korban, keluarga, dan tenaga pendidik pascaledakan di SMAN 72 Jakarta Utara.

Pelaksanaan kegiatan pendampingan ini dipimpin oleh BJP Yohanes Ragil H.S., S.I.K., M.Hum., dari Biro Psikologi SSDM Polri. Kegiatan ini melibatkan puluhan psikolog Polri dari Mabes dan Polda Metro Jaya yang berkompeten dalam penanganan krisis psikologis dan pemulihan trauma.

Kegiatan pada Sabtu (8/11) difokuskan di tiga titik utama, yakni RS Islam Jakarta Cempaka Putih, RS YARSI Cempaka Putih, dan SMAN 72 Jakarta Utara. Tim melakukan pendampingan dengan metode Psychological First Aid, yaitu bantuan awal psikologis yang berfokus pada pemulihan emosi, penguatan rasa aman, serta pengelolaan stres pascakejadian. Di lingkungan sekolah, tim psikolog Polri juga memberikan sesi konseling kepada kepala sekolah dan guru yang terdampak secara emosional.

Berdasarkan hasil observasi lapangan:
• Di RS Islam Jakarta Cempaka Putih, masih terdapat 12 korban dirawat, termasuk 2 di ICU, sementara 29 korban telah dipulangkan.
• Di RS YARSI Cempaka Putih, terdapat 13 korban dirawat, 1 di antaranya di ICU, serta 1 korban telah pulang.
• Di RS Pertamina Jaya, masih terdapat 1 korban dirawat, sementara 6 korban telah pulang.

Beberapa keluarga korban menyampaikan bahwa anak-anak mereka masih memerlukan pendampingan psikologis lanjutan pascapemulihan medis. Sebagian lainnya menyatakan rasa ikhlas dan berharap sekolah segera kembali beroperasi dengan aman dan kondusif.

Polri juga mencatat bahwa pihak sekolah tengah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta terkait izin dimulainya kembali kegiatan belajar mengajar. Renovasi di area yang terdampak ledakan juga sedang dilakukan oleh jajaran Polres Metro Jakarta Utara dan Polsek Kelapa Gading agar tidak ada bekas kejadian saat para siswa kembali ke sekolah.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa pendampingan psikososial ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan pelayanan yang holistik pascainsiden, sekaligus menunjukkan keseriusan Polda Metro Jaya dalam menangani seluruh aspek pascaledakan.

“Pendampingan ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Kami ingin memastikan seluruh korban dan keluarga mendapatkan dukungan psikologis yang cukup, seiring dengan proses penyelidikan yang masih berjalan intensif oleh tim gabungan,” ujar Kombes Pol. Budi Hermanto, S.I.K., M.Si.

Lebih lanjut, Kombes Pol. Budi Hermanto menjelaskan bahwa kegiatan pendampingan psikologis akan terus berlanjut hingga dua minggu ke depan. Tim psikolog Polri akan memberikan pelayanan trauma healing di lingkungan sekolah kepada seluruh siswa melalui kegiatan psikoedukasi, pendampingan psikososial, konseling, dan bila dibutuhkan juga psikoterapi. Langkah ini diharapkan mampu membantu pemulihan menyeluruh bagi para siswa agar dapat kembali beraktivitas dengan tenang dan percaya diri.

Selain langkah penyelidikan dan pendampingan psikologis, Polda Metro Jaya juga memastikan adanya koordinasi lintas lembaga, termasuk dengan pihak rumah sakit, Dinas Pendidikan, serta Kementerian terkait, agar penanganan medis dan psikososial berjalan paralel dan terukur.

Polri mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, dan berperan aktif menjaga keamanan lingkungan. Bila menemukan aktivitas atau benda yang mencurigakan, segera laporkan melalui layanan darurat 110 tanpa perlu datang langsung ke kantor polisi. Layanan pelaporan Polri kini telah berbasis digital dan modern, memungkinkan masyarakat memberikan informasi secara cepat dan aman. Partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dalam mencegah terulangnya peristiwa serupa serta mewujudkan Jakarta yang aman dan tertib.

#MentalSehatKerjaHebat
#JagaJakarta+
#TransformasiPolriUntukIndonesiaMaju

Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo Raih Penghargaan Kepemimpinan Publik dari Fakultas Hukum Universitas Brawijaya

JAKARTA || jejakindonesia.id - Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. meraih Penghargaan Kepemimpinan Publik dari Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (FH Unbraw).

Penghargaan tersebut diberikan dalam acara bertajuk “Sapa Alumni: Silaturahmi dan Pemberian Penghargaan Prominen Alumni dan Pegawai” yang digelar di Ballroom Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Jumat (7/11/2025).

Komjen Dedi dinilai sebagai alumnus FH Unbraw yang berprestasi dan berpengaruh luas dalam bidang kepemimpinan publik, khususnya dalam membangun tata kelola kepolisian yang profesional, transparan, dan humanis sejalan dengan arah Transformasi Polri.
Sebagai lulusan Program Doktor Ilmu Hukum FH Unbraw, Komjen Dedi dikenal konsisten mengembangkan kepemimpinan berbasis ilmu pengetahuan dan kolaborasi, serta mendorong perubahan positif dalam pelayanan publik di lingkungan kepolisian.

Selain Komjen Dedi, FH Unbraw juga memberikan penghargaan kategori Penguatan Masyarakat Sipil kepada almarhum Munir Said Thalib, aktivis hak asasi manusia (HAM) alumni FH Unbraw angkatan 1985. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan keberanian Munir memperjuangkan nilai-nilai keadilan, kemanusiaan, dan demokrasi di Indonesia.

Dekan FH Unbraw Aan Eko Widiarto menyampaikan bahwa penghargaan kepada dua tokoh tersebut mencerminkan kiprah para alumni FH Unbraw yang berjuang di jalur berbeda namun memiliki semangat yang sama: memperkuat nilai hukum, keadilan, dan kemanusiaan di Tanah Air.
“Komjen Dedi Prasetyo menunjukkan kepemimpinan publik yang berintegritas dan efektif di institusi strategis negara, sementara almarhum Munir menginspirasi dengan keberanian moral dan komitmen kemanusiaannya,” ujar Aan.

Acara ini dihadiri sekitar 300 alumni, jajaran pimpinan FH Unbraw, pengurus Ikatan Alumni FH Unbraw (IKA FHUB), serta perwakilan universitas. Kegiatan tersebut juga memberikan penghargaan di berbagai kategori lainnya seperti Profesional dan Pengembangan Ilmu Hukum.

Ketua IKA FHUB Didik Farkhan Alisyahdi menegaskan kegiatan ini menjadi wadah mempererat silaturahmi antaralumni dan memperkuat kontribusi mereka bagi bangsa. Ia menekankan bahwa reputasi perguruan tinggi diukur dari kiprah para alumninya dalam membawa manfaat bagi masyarakat.

Sejak berdiri pada tahun 1957, Fakultas Hukum Universitas Brawijaya telah melahirkan banyak tokoh nasional yang berkiprah di berbagai bidang. Saat ini, FH Unbraw memiliki sebelas program studi, lima di antaranya berakreditasi “Unggul” dan empat lainnya terakreditasi internasional oleh AQAS.

Pemberian penghargaan kepada Komjen Dedi Prasetyo menjadi pengakuan atas peran Polri dalam reformasi dan modernisasi pelayanan publik yang berorientasi pada profesionalisme dan kepercayaan masyarakat. Hal ini juga sejalan dengan kebijakan strategis Transformasi Polri untuk memperkuat tata kelola kepolisian yang adaptif, berintegritas, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Satpolairud Polresta Banyuwangi Amankan Gebyar Petik Laut 2025 di Selat Bali

BANYUWANGI || jejakindonesia.id — Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polresta Banyuwangi melaksanakan pengamanan Gebyar Petik Laut Tahun 2025 yang digelar di Perairan Selat Bali dan kawasan Plengsengan, Kelurahan Lateng, Minggu (11/10/2025).

Pengamanan dipimpin langsung oleh Kasat Polairud Polresta Banyuwangi Kompol Muchammad Wahyudi A.Md., S.H., dengan dukungan personel yang dikerahkan menggunakan Kapal Polisi KP X 1055.

Kegiatan yang diawali dengan arak-arakan sesaji dari Kampung Adat Mandar menuju Plengsengan ini kemudian dilanjutkan dengan prosesi pelarungan ke tengah perairan.

Sejumlah pejabat hadir pada kegiatan adat maritim tersebut, di antaranya Wakapolresta Banyuwangi AKBP Teguh Priyo Wasono,S.I.K., Komandan Lanal Banyuwangi. Letkol Laut (P) M. Puji Santosa, M.Sc., Kasdim 0825 Banyuwangi Mayor Suprapto, Kepala Bakesbangpol, tokoh adat Kampung Mandar, Camat Banyuwangi, serta Lurah Lateng.

Kasat Polairud menyampaikan bahwa kegiatan berjalan aman dan lancar. Seluruh rangkaian pengamanan berlangsung kondusif meski cuaca mendung sejak pagi.

Satpolairud Polresta Banyuwangi memastikan pengamanan tradisi budaya pesisir ini akan terus dilakukan secara optimal, sebagai dukungan terhadap keamanan maritim dan pelestarian budaya masyarakat nelayan setempat.

Mayor Kav Suprapto, Kasdim Kodim 0825/Banyuwangi, pada kegiatan di Festival Adat Kampung Mandar, Kabupaten Banyuwangi

BANYUWANGI || jejakindoneisa.id – Kepala Staf Kodim 0825/Banyuwangi, Mayor Kav Suprapto, menghadiri festival yang digelar di Kampung Mandar, Kecamatan Banyuwangi.

Acara ini digelar dalam rangka menampilkan budaya dan potensi nelayan serta kuliner khas di kawasan tersebut.

Menurut, Mayor Kav Suprapto menyampaikan bahwa kehadirannya merupakan wujud sinergi TNI dengan masyarakat dalam mendukung pengembangan potensi lokal dan pelestarian nilai budaya.

Beliau berharap kegiatan seperti ini dapat semakin memperkuat kebersamaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kampung Mandar.

Kampung Mandar sendiri dikenal sebagai kawasan nelayan di pesisir Banyuwangi, serta telah menjadi lokasi berbagai festival pasar ikan dan kuliner hasil laut untuk memperkenalkan potensi wisata bahari dan UMKM masyarakat setempat. (Pen01)

error: Content is protected !!