Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Redaksi

Polres Probolinggo Kukuhkan Pokdar Kamtibmas

PROBOLINGGO || jejakindonesia.id - Kapolres Probolinggo, AKBP M. Wahyudin Latif secara resmi mengukuhkan Kelompok Sadar Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Pokdar Kamtibmas) Bhayangkara di Mapolres Probolinggo Polda Jatim, Kamis (13/11/2025).

Acara pengukuhan dihadiri oleh Kasat Binmas Polres Probolinggo, Bhabinkamtibmas, serta seluruh anggota pengurus Pokdar Kamtibmas.

Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif melalui Wakapolres Kompol Haris Darma Sucipto menekankan bahwa keberadaan Pokdar Kamtibmas sangat vital, terutama dalam mendeteksi dini potensi gangguan keamanan.

Ia menyebut Pokdar Kamtibmas adalah mitra strategis Polri di tingkat masyarakat.

"Melalui wadah ini, kami berharap masyarakat bisa menjadi bagian aktif dalam menjaga situasi kamtibmas yang kondusif di lingkungannya masing-masing,” ujar Kompol Haris.

Dalam kesempatan tersebut, dilakukan penyerahan atribut resmi Pokdar Kamtibmas dan anggota Pokdar yang baru dikukuhkan dan mengikuti pembekalan tentang tugas serta fungsinya, termasuk tata cara deteksi dini potensi gangguan keamanan di lingkungan masyarakat.

Ketua Pokdar Kamtibmas Kabupaten Probolinggo, Andry menyampaikan komitmennya untuk bersinergi dengan kepolisian dalam menciptakan suasana aman dan damai di wilayah Kabupaten Probolinggo.

“Kami siap membantu tugas Kepolisian dalam menyampaikan pesan-pesan kamtibmas dan mendorong partisipasi aktif masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang tertib dan harmonis,” ungkapnya.

Dengan terbentuknya Pokdar Kamtibmas tingkat Polres Probolinggo Polda Jatim, diharapkan sinergi antara aparat kepolisian dan masyarakat semakin kuat, sehingga mampu menciptakan keamanan di Kabupaten Probolinggo.

Polda Aceh dan Komnas Perempuan Perkuat Sinergi Tangani Kasus Kekerasan

ACEH || jejakindonesia.id — Kapolda Aceh Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah melaksanakan diskusi bersama Komisi Nasional (Komnas) Perempuan terkait upaya peningkatan kualitas layanan dalam penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan.

Diskusi alot dan sarat makna itu berlangsung di Ruang Kerja Dirreskrimum Polda Aceh, Kamis, 13 November 2025, dengan pembahasan yang menitikberatkan pada koordinasi, evaluasi, dan penguatan sinergi antarinstansi.

Kapolda Aceh mengatakan, dialog strategis ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk memperkuat koordinasi dan sinergi antara Polda Aceh dan Komnas Perempuan.

“Melalui kolaborasi ini, kita ingin memastikan penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan di Aceh dilakukan secara cepat, tepat, dan berkeadilan,” ujarnya.

Ia menambahkan, Polda Aceh terus berupaya memperkuat peran Polwan dalam menangani korban kekerasan.

“Polwan memiliki pendekatan yang lebih empatik dan humanis. Karena itu, mereka akan kita dorong untuk menjadi garda depan dalam pelayanan terhadap korban,” kata jenderal bintang dua itu.

“Kami juga sedang menyiapkan aplikasi pelaporan khusus agar masyarakat bisa dengan mudah melapor jika terjadi kekerasan terhadap perempuan. Dengan sistem ini, penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan terintegrasi," tuturnya menambahkan.

Sementara itu, pihak Komnas Perempuan menyoroti masih tingginya angka kekerasan terhadap perempuan di Aceh serta kendala penanganan di lapangan. Mereka juga menekankan pentingnya layanan terpadu dan dukungan pemulihan bagi korban.

“Kami melihat perlunya harmonisasi antara hukum nasional dan hukum jinayah agar perlindungan terhadap korban berjalan efektif tanpa tumpang tindih. Kemudian, pendampingan tidak berhenti pada proses hukum, tetapi juga pada pemulihan psikologis dan sosial korban agar mereka bisa kembali berdaya,” katanya.

Sinergi antara Polda Aceh dan Komnas Perempuan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat sistem perlindungan dan pemulihan korban kekerasan, sekaligus membangun mekanisme layanan yang lebih responsif, humanis, dan berpihak pada korban.

Kapolda Sulsel Laksanakan Doorstop Bersama Awak Media, Sampaikan Sejumlah Isu Aktual

MAKASAR || jejakindonesia.id - Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H., M.H., melaksanakan kegiatan doorstop bersama awak media di Mako Direktorat Samapta Polda Sulsel, pada Kamis (13/11/2025).

Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Sulsel didampingi oleh Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol. Didik Supranoto, S.I.K., M.H., Kabidpropam Polda Sulsel Kombes Pol. Zulham Effendy, S.I.K., M.H., serta Dirsamapta Polda Sulsel Kombes Pol. Brury Soekotjo A.P., S.I.K.

Mengawali keterangannya, Kapolda Sulsel menyampaikan terima kasih kepada rekan-rekan media yang telah hadir dan terus berperan aktif dalam mendukung kinerja kepolisian. Ia menjelaskan bahwa sebelumnya dirinya melaksanakan apel bersama personel Ditsamapta, sebagai bentuk kedekatan dan penguatan hubungan antara pimpinan dan anggota.

“Sebagai pejabat baru, saya harus hidup di tengah-tengah anggota saya. Kita harus menyamakan persepsi tentang tugas pokok kepolisian dalam rangka melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat agar memiliki pemahaman dan arah yang sama,” ujar Kapolda.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda juga memaparkan perkembangan terbaru terkait kasus penculikan dan penjualan bayi yang sempat diungkap oleh Polrestabes Makassar.

“Seperti yang sudah saya sampaikan sebelumnya saat rilis di Polrestabes Makassar, saat ini kasus tersebut masih terus berkembang. Dari hasil pemeriksaan, tersangka sudah memberikan keterangan terkait beberapa Tempat Kejadian Perkara (TKP) lainnya,” jelasnya.

Adapun TKP lain yang disebutkan berada di wilayah Polda Bali, Polda Jawa Tengah, Polda Jambi, dan Polda Kepulauan Riau. “Kami sudah berkoordinasi dengan Bareskrim Polri. Dalam waktu dekat, Bareskrim akan melaksanakan asistensi terhadap penanganan yang dilakukan di Polda Sulsel,” tambah Kapolda.

Ia menegaskan, pengungkapan kasus ini merupakan bentuk nyata komitmen Polri dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat melalui upaya penegakan hukum yang tegas dan profesional.

“Alhamdulillah, berkat dukungan seluruh masyarakat, perkara ini dapat terungkap. Kami akan terus konsisten dalam menangani kasus-kasus hukum lainnya dengan prinsip transparan dan profesional,” ungkapnya.

Selanjutnya, Kapolda juga menanggapi isu viral di media sosial terkait dugaan korupsi uang pungutan komite sekolah di sma 1 luwu utara yang melibatkan kepala sekolah dan wakil kepala sekolah

“Perkara tersebut sebenarnya terjadi pada tahun 2022 dan sudah melalui proses hukum hingga ada putusan dari Mahkamah Agung. Namun karena adanya pemberitaan viral, kami menurunkan tim gabungan dari Divpropam Polri, Bidpropam, dan Wasidik Ditreskrimsus untuk menelusuri lebih jauh penanganan perkara tersebut,” terangnya.

Ia menambahkan, langkah ini dilakukan sebagai bentuk komitmen transparansi Polda Sulsel dalam setiap proses penyidikan.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Divpropam Polri dan Bareskrim Polri untuk mendapatkan asistensi sejauh mana penanganan perkara itu dilakukan. Jika ditemukan adanya pelanggaran etika atau norma, tentu akan kami tindak lanjuti,” tegasnya.

Kapolda menekankan bahwa prinsip penegakan hukum di Polda Sulsel harus tetap berkeadilan. "Kami tidak akan membiarkan penegakan hukum tajam ke bawah namun tumpul ke atas. Ini sesuai arahan Bapak Presiden agar seluruh aparat penegak hukum bekerja profesional, adil, dan tidak diskriminatif,” ujarnya.

Dalam doorstop tersebut, Kapolda juga menyinggung adanya anggota Polri di Sulawesi Selatan yang melakukan pelanggaran terkait rekrutmen calon penerimaan anggota.

“Kami sudah menindaklanjuti. Anggota tersebut telah ditempatkan di tempat khusus dan saat ini sedang dalam proses lidik-sidik oleh Bidpropam. Kami akan memproses sesuai ketentuan yang berlaku,” jelasnya.

Kapolda juga memberikan penjelasan terkait isu keterlibatan oknum Polwan dalam kasus Pemerasan Supir di Gowa. Kapolda menjelaskan, dari hasil pemeriksaan sementara, ditemukan bahwa oknum Polwan yang disebut terlibat ternyata hanya dipinjam rekening oleh pihak lain.

“Polwan tersebut di pinjam rekening namun tidak ingat nomor rekeningnya jadi memberikan rekening teman yang saat itu bersama dengannya. Setelah uang dikirim, dihubungi kembali oleh bersangkutan untuk mengirimkan sejumlah uang tersebut ke rekening yang bersangkutan. Jadi, kami tidak serta merta mempercayai begitu saja, tapi tetap mengedepankan pembuktian,” tuturnya.

Selanjutnya, Polda Sulsel akan bekerja sama dengan pihak perbankan untuk menelusuri transaksi keuangan terkait, guna memastikan tidak ada keterlibatan anggota secara langsung.

“Kami tetap menjunjung asas praduga tak bersalah, namun apabila nanti terbukti ada anggota yang terlibat, kami tidak akan sungkan memberikan tindakan tegas dan tidak akan melindungi siapapun yang bersalah,” tegas Kapolda.

Menutup keterangannya, Irjen Pol. Djuhandhani menegaskan bahwa Polda Sulawesi Selatan akan terus berkomitmen menjaga kepercayaan publik melalui pelayanan prima, penegakan hukum yang profesional, dan pengawasan internal yang kuat.

Alasan Tito Karnavian Mendapatkan Gelar “Petua Panglima Hukom Nanggroe

ACEH || jejakindonesia.id - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menjadi orang pertama yang dianugerahi gelar kehormatan "Petua Panglima Hukom Nanggroe" oleh Lembaga Wali Nanggroe Aceh karena jasa dan kontribusinya terhadap Aceh. Anggota Majelis Tuha Peut Wali Nanggroe Syahrizal Abbas, mengungkap sejumlah alasan di balik pemberian gelar kehormatan tersebut.

Sebagai anggota tim pengkaji gelar kehormatan yang ditunjuk langsung oleh Wali Nanggroe Malik Mahmud Al-Haythar, dia mengungkapkan, Lembaga Wali Nanggroe Aceh diberi mandat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh dan memiliki kewenangan memberi gelar atau tanda kehormatan kepada personal atau lembaga dan negara-negara sahabat.

"Yang telah memberikan perhatian sungguh-sungguh, serius, dan luar biasa terhadap kepentingan Aceh," kata Syahrizal saat ditanya wartawan di Gedung Putih Wali Nanggroe Aceh, Rabu (12/11).

Berdasarkan kajian yang matang, Syahrizal mengungkapkan, Tito merupakan tokoh yang telah berkontribusi luar biasa dalam menciptakan stabilitas politik, penegakan hukum dan ketenteraman serta ketertiban masyarakat Aceh di saat pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2017, sewaktu Tito menjabat sebagai Kapolri pada periode 2016-2019. Bahkan kontribusi Tito terhadap Aceh masih berlanjut ketika ia menjabat sebagai Mendagri. Oleh karena itu, Wali Nanggroe merasa layak menganugerahi Tito Karnavian gelar Petua Panglima Hukom Nanggroe.

"Jadi, atas dasar itu dengan hasil kajian tim pemberi anugerah gelar dan tanda kehormatan dari Wali Nanggroe, kami bersepakat dengan sejumlah pertimbangan yang tadi dibacakan oleh Kepala Sekretariat Wali Nanggroe, ada pertimbangan politik dan filosofis dan ada pertimbangan yuridis, sosiologis masyarakat serta administrasi dan pemerintahan memberikan gelar Petua Panglima Hukom Nanggroe," kata Syahrizal.

Syahrizal menjelaskan jika gelar Petua Panglima Hukom Nanggroe yang dianugerahi kepada Tito memiliki filosofi luhur, bermakna sebagai pemimpin tertinggi di dalam pemegang otoritas hukum di wilayah negeri. Adapun, secara historis, Petua Panglima Hukom Nanggroe adalah institusi yang menjaga otoritas menjaga penegakan hukum.

Gelar kehormatan yang melekat pada Tito ini juga menandakan jika mantan Kapolri itu secara seketika memiliki tanggung jawab moral dan kultural kepada masyarakat Aceh.

"Jadi belum ada sebelumnya orang atau tokoh yang memiliki gelar seperti ini. Hanya kepada Prof. Tito Karnavian. Melalui lembaga Wali Nanggroe memberikan apresiasi atas kontribusi yang luar biasa dedikasi yang nyata Prof. Tito Karnavian," kata Syahrizal.

Tito menerima gelar kehormatan adat Aceh "Petua Panglima Hukom Nanggroe", Rabu (12/11/2025). Mengenakan pakaian adat Aceh lengkap dengan penutup kepala tradisional, Kupiah Meukeutop, Tito bersama rombongan tiba di Gedung Putih Wali Nanggroe Aceh sekitar pukul 10.00 WIB.

Tito diterima hangat oleh Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al-Haythar, beserta pejabat jajaran Pemerintahan Provinsi Aceh. Penyerahan gelar kehormatan kepada Tito ditandai dengan penyematan selempang, oleh Malik Mahmud kepada Tito di Pendopo Wali Nanggroe Aceh.

Puspen Kemendagri

Binrohtal Polda Sumut Tanamkan Nilai Iman dan Integritas dalam Pengabdian

MEDAN || jejakindonesia.id — Suasana penuh hikmat menyelimuti Gereja Oikumene Polda Sumatera Utara di Jalan Sisingamangaraja Km 10,5 Medan Amplas. Personel Polda Sumut yang beragama Kristen mengikuti kegiatan Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal) rutin yang dilaksanakan setiap hari Kamis.

Dalam upaya menumbuhkan disiplin beribadah sesuai agama dan kepercayaan masing-masing personel, Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K., M.H., menginstruksikan agar apel pagi setiap Kamis dilaksanakan di depan gereja dan masjid. Usai apel, seluruh personel diarahkan langsung mengikuti ibadah sesuai keyakinan masing-masing.

Untuk kegiatan Binrohtal kali ini, satuan kerja yang mendapat giliran pelayanan adalah Laboratorium Forensik (Labfor) dan Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sumut.

Ibadah dipimpin oleh Pdt. P. Sirait yang membawakan khotbah dari Kitab Mazmur 128:1–6 dengan tema besar tentang berkat bagi orang yang takut akan Tuhan dan hidup sesuai jalan-Nya.

“Orang yang takut akan Tuhan dan hidup sesuai jalan-Nya akan diberkati, baik dalam pekerjaan maupun kehidupan secara keseluruhan,” ujar Pdt. Sirait dalam khotbahnya.

Ia juga mendoakan agar seluruh personel Polda Sumut senantiasa diberkati dan dilindungi Tuhan dalam menjalankan tugas-tugas pengabdian kepada masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Dr. Ferry Walintukan, S.I.K., S.H., M.H., mengajak seluruh personel untuk lebih aktif berpartisipasi dalam kegiatan ibadah, terutama bagi satuan kerja yang mendapat tanggung jawab pelayanan setiap Kamis.

“Mari saudara-saudara, kita persiapkan hati dan waktu kita. Bagi satker yang menanggungjawabi ibadah, mohon dipersiapkan pula lagu-lagu pujian agar suasana ibadah semakin hidup,” pesannya.

Ibadah berlangsung dengan penuh kekhusyukan dan makna. Sejumlah personel tampak meneteskan air mata saat berdoa dan menyanyikan lagu pujian, merenungkan kebaikan Tuhan dalam perjalanan hidup dan tugasnya sebagai anggota Polri.

Kegiatan ibadah Oikumene ini menjadi salah satu sarana penting bagi personel Polda Sumut untuk memperkuat iman, memperteguh karakter, serta meningkatkan integritas dalam melaksanakan tugas pelayanan kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

error: Content is protected !!