We're open Closes at 5:00 pm

Redaksi

Jatanras Polda Sumut Ringkus 3 Residivis Pelaku Begal Sadis, Aksi Terakhir Viral di Medsos!

MEDAN || jejakindonesia.id - Tim Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Utara bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat yang menjadi korban aksi pelaku kejahatan jalanan (begal).

Dipimpin Kasubdit III Jatanras Dit Reskrimum Polda Sumut Kompol Jama Purba bersama sejumlah personelnya itu berhasil menangkap tiga residivis pelaku komplotan begal sadis yang kerap beraksi di wilayah Kota Medan, sekitarnya.

Ketiga pelaku begal sadis yang ditangkap itu bernama Dwi Darmawan (22) warga Jalan Jati Luhur, Pasar 10 Tembung, Kecamatan Percut Seituan, Reza Agus Pratama (21) warga Jalan Surya Haji, Dusun VII, Kecamatan Percut Seituan dan Amar Ferdiansyah Siregar (20) warga Jalan Besar Tembung.

Berdasarkan pemeriksaan terhadap ketiga pelaku begal yang ditangkap itu terbukti melakukan aksi pencurian dengan kekerasan terhadap korbannya bernama Raja Iman Silalahi di Jalan Metrologi, Kecamatan Percut Seituan, pada 10 November 2025.

Dalam aksinya ketiga pelaku berboncengan mengendarai sepeda motor terlebih dahulu mengintai para korbannya. Saat melintas di Jalan Metrologi para pelaku melihat korban Raja Iman sedang membawa sepeda motor.

Setelah itu komplotan begal tersebut memepet kendaraan korban sembari membacoknya dengan menggunakan senjata tajam. Usai melancarkan aksinya para pelaku langsung membawa kabur sepeda motor korban. Sementara itu korban dalam kondisi bersimbah darah membuat laporan ke Mapolsek Medan Tembung.

Direktur Reskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Ricko Taruna Mauruh, setelah menerima laporan adanya masyarakat yang menjadi korban begal langsung memerintahkan personel Jatanras Dit Reskrimum Polda Sumut untuk bergerak cepat melakukan penyelidikan dan penangkapan.

Dari hasil penyelidikan olah TKP serta pemeriksaan rekaman CCTV personel Jatanras Dit Reskrimum Polda Sumut berhasil menangkap tiga orang pelaku begal sadis saat berada di salah penginapan, Jalan Karuntung, Kecamatan Medan Perjuangan, dan kawasan pergudangan, pada Senin (17/11) dini hari.

Dalam penangkapan terhadap ketiga pelaku begal sadis itu personel turut menyita barang bukti sepeda motor yang digunakan untuk melakukan aksi kejahatan jalan, senjata tajam jenis parang, handphone milik korban serta kalung emas.

Kepada awak media, Direktur Reskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Ricko Taruna Mauruh, mengatakan ketiga pelaku begal yang ditangkap itu kerap beraksi di wilayah Medan Tembung, Percut Seituan.

"Dalam aksinya para pelaku begal itu tidak segan-segan membacok korbannya menggunakan senjata tajam (parang)," katanya terhadap ketiga pelaku sudah ditahan di Mapolda Sumut untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Ketiga pelaku begal yang ditangkap itu memiliki berbagai peran diantaranya yang membawa sepeda motor, membacok korban lalu membawa kabur sepeda motor korban," terang Kombes Ricko.

Ia menambahkan sekaligus menambahkan, penangkapan terhadap para pelaku begal itu sebagai komitmen tegas Dit Reskrimum Polda Sumut dalam memberantas aksi kejahatan jalanan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat.(PJS)

Satgas Yonif 700/WYC Gelorakan Semangat Kebersamaan: Pos Bendungan Bantu Pembangunan Patung Misionaris Gordon F. Larson

PAPUA  — Udara pagi di sekitar Pos Bendungan terasa lebih hangat dari biasanya. Bukan semata karena matahari yang mulai naik perlahan, tetapi karena semangat para prajurit Satgas Yonif 700/Wira Yudha Cakti yang hari itu turun langsung membantu masyarakat dalam pembangunan Patung Misionaris Pendeta Gordon F. Larson, sosok yang dikenang karena dedikasi dan pengabdiannya bagi masyarakat Papua. (17/11/2025).

Kegiatan Binter terbatas yang dikemas dalam bentuk karya bhakti ini dipimpin oleh Lettu Inf Risal Komandan Titik Kuat Pos Bendungan. Dengan peralatan sederhana, para prajurit bahu-membahu bersama warga mengangkut material, membersihkan lokasi, serta menata bagian fondasi patung.

“Kami hadir bukan hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai sahabat dan saudara bagi masyarakat. Pembangunan patung ini adalah simbol penghormatan terhadap sejarah dan nilai kemanusiaan yang telah diwariskan Pendeta Gordon F. Larson, dan kami merasa terhormat bisa ikut berpartisipasi,” ujar Sertu Awal dengan nada penuh antusiasme.

Menurutnya, kegiatan seperti ini penting untuk mempererat hubungan emosional antara Satgas dan masyarakat, terutama di wilayah pedalaman yang mengandalkan gotong royong dalam setiap pembangunan.

Apreasiasi dari Pimpinan dan Tokoh Masyarakat

Perwira Seksi Intel Satgas, Lettu Inf Risal, memberikan apresiasi penuh terhadap upaya yang dilakukan jajaran Pos Bendungan. Ia menilai kegiatan tersebut sebagai wujud nyata bahwa kehadiran TNI di Papua selalu membawa nilai positif.

“Karya bhakti ini bukan sekadar pekerjaan fisik. Ini adalah jembatan hati antara TNI dan masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa keberadaan Satgas Yonif 700/WYC memberikan dampak yang dirasakan langsung oleh warga, baik dalam hal keamanan maupun kesejahteraan,” tutur Lettu Inf Risal.

Ia menambahkan bahwa sosok Pendeta Gordon F. Larson memiliki tempat khusus di hati masyarakat, sehingga pembangunan patungnya menjadi simbol persatuan antara nilai religius, budaya lokal, dan semangat kebersamaan.

Dari pihak masyarakat, tokoh adat Bapak Daniel Murib mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam atas bantuan prajurit.

“Anak-anak TNI ini betul-betul hadir untuk kami. Mereka tidak hanya menjaga kampung kami, tetapi juga ikut bekerja bersama kami. Pembangunan patung Pendeta Larson sangat berarti bagi warga karena beliau adalah figur yang membawa pendidikan dan cinta kasih ke tanah ini. Kami bangga TNI mau turun tangan membantu,” ucap Daniel Murib.

Harmoni yang Terbangun dari Aksi Nyata

Kegiatan karya bhakti ini menjadi bukti bahwa hubungan TNI dan masyarakat Papua terus menguat melalui aksi-aksi nyata di lapangan. Tak hanya memberikan rasa aman, Satgas Yonif 700/WYC juga ikut menjaga dan menghormati nilai-nilai budaya serta sejarah lokal.

Dengan kehadiran prajurit yang bekerja penuh dedikasi dan kerendahan hati, pembangunan patung Pendeta Gordon F. Larson kini bukan sekadar proyek fisik, tetapi menjadi simbol persaudaraan yang terus tumbuh di tanah Papua.

Autentikasi: Pen Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 700 Wira Yudha Cakti

Polresta Deli Serdang Gelar Apel Pasukan Operasi Zebra Toba 2025

DELI SERDANG || jejakindonesia.id - Polresta Deli Serdang menggelar Apel Pasukan Operasi Zebra Toba 2025 pada bertempat di Lapangan Apel Mapolresta Deli Serdang. Senin (17/11/2025)

Apel dipimpin oleh Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol Hendria Lesmana, SIK,MSi yang diwakili oleh Kabag Ops Polresta Deli Serdang Kompol Mhd. Amdi Karna, SH, MH.

Kegiatan ini turut dihadiri unsur Forkopimda, perwakilan Bupati Deli Serdang, Dandim 0204/DS, PJU Polresta Deli Serdang, Dansubdenpom Lubuk Pakam, serta para Kapolsek jajaran. Personel gabungan dari Polri, TNI, Brimob, Subdenpom, Satpol PP, Dishub, Damkar, BPBD, dan Avsec Bandara Kualanamu juga mengambil bagian dalam apel tersebut

Dalam amanatnya, Kabag Ops Polresta Deli Serdang membacakan amanat dari Kapolda Sumut yang menekankan pentingnya pelaksanaan operasi sebagai upaya menciptakan keamanan dan keselamatan berlalu lintas. Kabag Ops menyampaikan bahwa Operasi Zebra Toba 2025 akan berlangsung mulai tanggal 17 hingga 30 November 2025, dengan fokus pada penegakan hukum terhadap pelanggaran lalu lintas yang berpotensi menimbulkan kecelakaan.

Saat dikonfirmasi, Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol Hendria Lesmana SIK M.Si, mengatakan “Operasi Zebra Toba bukan sekadar penindakan, tetapi langkah edukatif untuk membentuk budaya tertib berlalu lintas. Kami menginginkan masyarakat merasa aman di jalan, dan kami akan memastikan seluruh personel menjalankan tugas secara humanis, tegas, serta profesional,” ujar Kapolresta.

Rangkaian apel pada pagi hari itu pun berjalan aman sesuai prosedur, mulai dari laporan perwira apel, pemeriksaan pasukan, penyematan pita tanda operasi, hingga ditutup dengan sesi foto bersama.

Damkarmat Banyuwangi Sigap Evakuasi Sarang Tawon Vespa di Villa Pakis Residence

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Tim Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi menunjukkan respons cepat dan sigap dalam menanggapi laporan masyarakat. Salah satu laporan yang segera ditangani adalah keberadaan sarang tawon vespa yang meresahkan di area Villa Pakis Residence.

​Keberadaan sarang tawon vespa, yang dikenal agresif dan berpotensi membahayakan, dilaporkan langsung oleh pengelola Villa Pakis Residence kepada pihak Damkarmat Banyuwangi. Langkah ini diambil sebagai upaya pencegahan dini untuk melindungi keselamatan para penghuni villa.

​Rio, selaku pengelola Villa Pakis Residence, menyatakan bahwa inisiatif pelaporan dilakukan sebelum jatuh korban akibat sengatan tawon.

​"Kami lakukan langkah pencegahan sebelum adanya korban tawon vespa. Kami sampaikan terima kasih kepada Damkarmat Banyuwangi atas gerak cepat dalam menanggapi laporan masyarakat dan kami merasa sangat terbantu oleh pihak Damkarmat Banyuwangi," ujar Rio.

​Ia menambahkan bahwa kecepatan respons dari tim Damkar sangat membantu.

"Kami laporkan adanya rumah tawon vespa di Villa Pakis Residence kepada Damkar Banyuwangi, alhamdulillah pihak Damkarmat Banyuwangi gerak cepat menanggapi laporan masyarakat. Kami ucapkan terima kasih kepada pihak Damkar Banyuwangi," tutupnya.

​Berkat kesigapan Tim Damkarmat Banyuwangi, sarang tawon vespa tersebut berhasil dievakuasi dengan aman, memastikan lingkungan Villa Pakis Residence kembali kondusif dan bebas dari tawon vespa.

Reporter : Rio

Polres Pasuruan Gelar Operasi Zebra Semeru 2025, Prioritaskan Penurunan Pelanggaran dan Kecelakaan Lalu Lintas

PASURUAN || jejakindonesia.id – Polres Pasuruan resmi menggelar Operasi Zebra Semeru 2025 selama 14 hari, mulai 17 hingga 30 November 2025. Operasi kepolisian kewilayahan ini digelar serentak di seluruh jajaran Polres Polda Jawa Timur dengan fokus utama menurunkan angka pelanggaran, kecelakaan, dan fatalitas lalu lintas.

Kegiatan diawali dengan upacara pembukaan yang dipusatkan di Mako Polres Pasuruan pada Senin, 17 November 2025. Upacara tersebut melibatkan seluruh personel Polres Pasuruan, Dinas Perhubungan, TNI, dan instansi terkait lainnya.

Kasat Lantas Polres Pasuruan AKP Dery menjelaskan bahwa operasi tahun ini menekankan pengawasan menyeluruh di lapangan.“Kami meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan RAM cek terhadap pengemudi truk dan bus di terminal. Kami juga menggandeng sekolah, kampus, dan perusahaan dalam pengecekan kelengkapan baik pengendara maupun kendaraan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa personel akan ditempatkan di titik-titik rawan pelanggaran, kemacetan, dan kecelakaan. “Patroli dan pengawasan akan terus ditingkatkan pada lokasi yang berpotensi terjadinya pelanggaran lalu lintas,” tegasnya.

Kapolres Pasuruan AKBP Jazuli Dani Iriawan menuturkan bahwa Operasi Zebra 2025 juga menjadi langkah awal menghadapi pengamanan skala nasional.“Operasi ini penting untuk memastikan kesiapan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru agar masyarakat dapat merayakan dengan aman dan lancar

Keselamatan adalah kebutuhan Bukan Pilihan kami mengajak seluruh masyarakat Pasuruan menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas," Ungkapnya

Operasi Zebra Semeru 2025 merupakan domain fungsi Lalu Lintas dan terbagi dalam beberapa satuan tugas, yakni Satgas Lidik, Satgas Preemtif, Satgas Preventif, dan Satgas Gakkum. Setiap satgas diwajibkan melaporkan hasil kegiatan secara berkala selama pelaksanaan operasi.

Melalui ops Zebra 2025, Polres Pasuruan berharap tercipta budaya tertib dan sadar keselamatan yang berkelanjutan, bukan saat operasi berlangsung saja.

error: Content is protected !!