Sorry, we're closed Opens Rabu at 9:00 am

Redaksi

Cegah Peredaran Narkoba, Satresnarkoba Beri Penyuluhan kepada Perangkat Desa

PASURUAN || jejakindonesia.id — Polres Pasuruan melalui Satuan Reserse Narkoba Polres Pasuruan memberikan penyuluhan tentang bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba kepada 50 perangkat Desa Gading Maju, Kecamatan Winongan, Jumat (21/11/2025).

Kasat Resnarkoba Polres Pasuruan IPTU Yoyok Hardianto, S.H., M.H. menegaskan bahwa perangkat desa memegang peran penting dalam menjaga lingkungan dari ancaman narkoba.“Perangkat desa harus menjadi garda terdepan dalam mengawasi, mengedukasi, dan melindungi warganya. Narkoba adalah ancaman serius yang harus kita tangani bersama,” ujarnya.

Penyuluhan ini menghadirkan dua pemateri, yakni IPDA M. Fajar Indranata, S.H. selaku KBO Satresnarkoba dan Brigadir Nur Tahiyyatul Azizah, S.H. Keduanya menyampaikan materi mengenai pengertian dan jenis narkoba, faktor penyebab penyalahgunaan, cara peredaran narkoba, tips menghindari narkoba, hingga sanksi hukum bagi penyalahguna dan pengedar.

IPTU Yoyok Hardianto juga menekankan pentingnya peningkatan kewaspadaan masyarakat desa terhadap modus-modus baru peredaran narkoba.

“Ancaman narkoba saat ini tidak hanya menyasar remaja, tetapi semua lapisan masyarakat. Edukasi seperti ini harus terus dilakukan agar warga semakin paham dan tidak mudah terjebak,” tuturnya.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab. Para peserta terlihat antusias menggali lebih dalam informasi mengenai pola peredaran serta langkah-langkah pencegahan di lingkungan masing-masing.

Penyuluhan dimulai pukul 09.00 WIB dan berakhir pada pukul 11.00 WIB dengan lancar. Satresnarkoba Polres Pasuruan berkomitmen melanjutkan edukasi serupa ke desa-desa lain demi memperkuat upaya pencegahan narkoba di Kabupaten Pasuruan.

Kapolri Cek Langsung Personel-Sarpras Polda DIY, Pastikan Siap Hadapi Potensi Bencana

DIY || jejakindonesia.id - Kapolri Jenderal Listyo Sigit melakukan pengecekan langsung kesiapsiagaan tanggap bencana Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta di Satbrimobda Polda DIY. Personel hingga sarana dan prasarana (sarpras) dipastikan siap untuk melayani masyarakat.

"Alhamdulillah hari ini saya meninjau langsung terkait dengan bagaiamma kesiapan provinsi DIY dalam hadapi potensi bencana. Ini adalah kegiatan kesekian kali setelah saya mengecek beberapa wilayah untuk memastikan bahwa seluruh stakeholder terkit baik TNI, Polri seluruh institusi yang terkait penanganan bencana betul-betul siap untuk digerakan," kata Sigit usai meninjau, Jumat (21/11/2025).

Berdasarkan laporan BMKG, mulai dari bulan Oktober hingga Januari, saat ini sudah memasuki musim penghujan disertai dengan La Nina skala lemah. Namun, di bulan November rata-rata hujan akan di atas normal.

Sehingga memunculkan potensi bencana alam berupa banjir, tanah longsor dan lainnya yang berdampak pada keselamatan masyarakat. Antisipasi kesiapsiagaan personel dikerahkan di lokasi rawan bencana hingga tempat wisata.

Sigit menambahkan, pihaknya beserta instansi terkait juga mewaspadai soal erupsi gunung merapi DIY. Ia meminta agar dilakukan sosialisasi dan informasi yang kuat untuk keselakatan masyarakat.

"Dan juga disampaikan dari badan meteorologi bagaimana kondisi kini dari gunung merapi yang memang tiap hari terjadi erupsi sehingga tentunya tanggap bencana untuk terus disosialisasikan. Sehingga masyarakat tiap hari terupdate oleh informasi, sehingga pada saatnya manakala harus dilakukan evakuasi masyarakat sudah terinformasi. Kapan harus evakuasi, arahnya kemana, lalu perlengkapan yanh dibawa apa, semuanya kita harapkan tersosialiasi dengan baik," ujar Sigit.

Dalam kesempatan itu, Sigit juga melakukan pengecekan kesiapan peralatan yang khususnya digunakan pada saat melaksanakan SAR baik di darat, laut, maupun wilayah yang terdampak tanah longsor, bangunan runtuh.

"Kemudian ada laka, baik laka lantas, kereta api kita cek satu per satu peralatan, alhamdulillah semua lengkap," ucap Sigit.

Lebih dalam, Sigit mengingatkan kepada seluruh personel untuk selalu mengecek peralatan agar selalu dalam keadaan siap pakai ketika memang terjadinya bencana alam.

"Tadi juga ada mobil yang dilengkapi dengan baik bisa angkut alat untuk SAR, di sisi lain digunakan untuk posko darurat dan juga mobil dapur lapangan dengan berbagai macam kapasitas," tutur Sigit.

Menurut Sigit, yang paling utama dalam menghadapi potensi bencana alam di seluruh wilayah Indonesia adalah terjalinnya kolaborasi dan sinergisitas seluruh stakeholder yang ada. Hal ini penting dilakukan apalagi sebentar lagi akan memasuki kesiapan Natal dan Tahun Baru (Nataru).

"Kita menghadapi juga musim hujan yang cukup deras tentunya perlu kerja sama dan kolaborasi kuat. Sehingga pada saat masyarakat kegiatan mudik di liburan saat Nataru seluruh wilayah yang miliki potensi bencana tim SAR kita semua siap," tutup Sigit.

Operasi Zebra Semeru Ditlantas Polda Jatim Beri Reward Bagi Pengendara Tertib

SURABAYA || jejakindonesia.id - Andio Margi Saeni, (35) warga Tandes Kidul, Kecamatan Tandes, Driver Ojek Online (Ojol) di Surabaya, menerima reward Rider Of The Week, berupa voucher belanja dari Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jatim, sebagai pengendara yang tertib berlalulintas pada gelaran Operasi Zebra Semeru 2025.

Andio, saat menerima reward menjelaskan bahwa, ia tidak menyangka kalau dirinya terpilih sebagai penerima reward pengendara tertib berlalulintas.

Ia mengucapkan syukur dan terima kasih kepada jajaran Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jatim.

“Alhamdulillah saya dapat rezeki, terima kasih untuk jajaran Polantas Polda Jatim,” ucap Andio.

Ia pun mengajak masyarakat khususnya pengendara sepeda motor yang lain untuk tertib berlalulintas, baik ada operasi zebra semeru maupun tidak ada, karena keselamatan sangat penting untuk diri sendiri dan orang lain.

Selain itu ia juga menyampaikan, bahwa dirinya kaget saat mendapat telefon dari polda jatim.

“Iya saya sempat kaget pas di telfon, saya kira ada apa, tapi ternyata saya terpilih mendapat reward sebagai pengendara yang tertib, baik secara administrasi kendaraan maupun kelengkapan kendaraan seperti spion maupun helm,”ujar Andino.

Sementara itu AKBP Edith Yuswo Widodo, Kasubditkamsel Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jatim, mengatakan direktorat lalu lintas memberikan reward berupa voucher belanja kepada pengendara yang tertib.

"Hari inj satu orang pengendara sepeda motor yang tertib berlalulintas baik secara administrasi maupun kelengkapan kendaraan terpilih mendapatkan reward,"kata AKBP Edith Yuswo Widodo, Jumat (21/11/2025).

Mekanismenya anggota Direktorat lalulintas hunting sistem mencari pengguna jalan tertib lalulintas secara administrasi maupun kendaraan bermotornya.

Sementara untuk penilaian pengendara yang mendapat reward adalah mereka tertib saat dijalan selama gelaran Operasi Zebra Semeru 2025 menggunakan helm standar, gunakan spion dan melengkapi atribut untuk dirinya seperti jaket.

“Pengendara yang tercapcure atau terfoto akan dihubungi oleh anggota guna dilakukan verifikasi data dan harus ada SIM, STNK, pajak kendaraan masih hidup dan plat nomor sesuai dengan pemilik kendaraan,” terangnya.

Jika memang ada pengendara yang tercapcure atau terfoto tetapi ternyata pada saat verifikasi data tidak punya SIM, maka pengendara tersebut batal mendapatkan reward. (*)

Polres Lumajang Lakukan Trauma Healing, Anak – anak Pengungsi Semeru Kembali Ceria

LUMAJANG || jejakindonesia.id — Sebanyak 30 anak-anak pengungsi di SD Negeri 4 Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, tampak kembali ceria setelah mendapatkan pendampingan trauma healing dari Polres Lumajang Polda Jatim bekerja sama dengan Universitas Brawijaya Malang.

Kegiatan yang dipimpin langsung Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar ini menjadi angin segar bagi anak-anak yang terdampak erupsi Gunung Semeru.

Para Polwan Polres Lumajang Polda Jatim terlihat aktif mengajak anak-anak bernyanyi, bermain tebak-tebakan, dan mengikuti berbagai permainan edukatif yang memancing tawa mereka.

Selain kegiatan bermain, anak-anak juga diberikan snack untuk membantu mengurangi beban psikologis sekaligus menambah kenyamanan selama berada di pengungsian.

AKBP Alex mengatakan, kegiatan ini merupakan upaya konkret Polri, khususnya Polres Lumajang Polda Jatim, untuk memberikan dukungan kepada masyarakat terdampak bencana.

"Anak-anak menjadi prioritas karena mereka adalah kelompok yang paling rentan secara psikologis dan membutuhkan perhatian khusus,” ujar AKBP Alex Sandy Siregar.

Ia mengungkapkan, Polwan Polres Lumajang bersama tim dari Universitas Brawijaya Malang akan terus menggelar trauma healing secara berkelanjutan di dua titik pengungsian yang saat ini aktif, yakni SDN 4 Supiturang dan SDN 2 Supiturang.

“Kami berharap kegiatan ini dapat membantu anak-anak melupakan rasa takut maupun pengalaman menyedihkan akibat erupsi. Kami ingin mereka kembali aktif, ceria, dan dalam kondisi psikologis yang stabil,” tambahnya.

AKBP Alex Sandy memastikan bahwa Polres Lumajang tetap berkomitmen mendampingi para pengungsi, baik anak-anak maupun lansia.

Selain trauma healing, berbagai kegiatan sosial lainnya akan terus dilakukan guna memperkuat pemulihan kondisi masyarakat pasca erupsi.

“Insya Allah kami akan terus hadir untuk anak-anak dan seluruh pengungsi, memberikan pendampingan hingga mereka benar-benar pulih,” tegas AKBP Alex.

Dengan kehadiran Polres Lumajang Polda Jatim dan dukungan berbagai pihak, diharapkan pemulihan psikologis anak-anak korban erupsi Semeru dapat berjalan lebih cepat sehingga mereka bisa kembali menjalani aktivitas dengan perasaan aman dan gembira.

Suasana bahagia terlihat jelas di wajah para anak pengungsi, salah satunya Nadia (8) yang mengaku sangat senang ikut kegiatan tersebut.

“Aku senang diajak main sama Bu Polisi. Tadi nyanyi, terus dapat snack juga. Jadi nggak takut lagi,” ungkapnya polos. (*)

Danramil dan Babinsa Koramil Wongsorejo Dampingi Peninjauan Lahan KDKMP di Desa Sumberkencono

WONGSOREJO || jejakindonesia.id – Danramil 0825/15 Wongsorejo bersama Babinsa Desa Sumberkencono mendampingi kegiatan peninjauan lahan program (KDKMP) yang berlokasi di Desa Sumberkencono, Kecamatan Wongsorejo, pada Rabu (20/11/2025).

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Desa Sumberkencono, serta perwakilan dari Koramil 0825/15 Wongsorejo yang dipimpin oleh Danramil.

Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan dan pemetaan awal lahan yang akan dimanfaatkan sebagai program Koperasi Desa Merah Putih.

Danramil 0825/15 Wongsorejo menyampaikan bahwa pendampingan ini merupakan bentuk dukungan TNI terhadap program pemerintah daerah, terutama yang berkaitan dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat desa.

Sementara itu, Kepala Desa Sumberkencono mengapresiasi peran aktif Koramil 0825/15 Wongsorejo dalam mendukung pembangunan KDKMP. Ia berharap program ini dapat meningkatkan peluang ekonomi baru bagi warganya.

error: Content is protected !!