Aliansi Banyuwangi Menggugat Serukan Aksi Bersama, Mahasiswa dan Pemuda Siap Turun ke Jalan

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Kamis, 18 Juni 2026, berbagai elemen mahasiswa dan organisasi kepemudaan yang tergabung dalam Aliansi Banyuwangi Menggugat mengeluarkan seruan terbuka untuk menggelar Aksi Bersama pada Jumat, 19 Juni 2026. Aksi tersebut direncanakan berlangsung di Gedung DPRD Banyuwangi dan Kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Banyuwangi sebagai bentuk penyampaian aspirasi terhadap sejumlah isu nasional maupun persoalan lokal yang dinilai perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah.

Seruan aksi ini melibatkan sejumlah organisasi mahasiswa dan kepemudaan, di antaranya BEM FIKKIA UNAIR, GMNI Banyuwangi, PMII Banyuwangi, HMI Banyuwangi, serta berbagai elemen pemuda lainnya yang mengatasnamakan kepentingan masyarakat Banyuwangi.

Dalam poster yang beredar luas di media sosial, aliansi tersebut mengajak seluruh mahasiswa, pemuda, dan masyarakat untuk bersatu menyuarakan tuntutan yang dianggap berkaitan langsung dengan kepentingan rakyat.

Pada tingkat nasional, massa aksi menyoroti sejumlah kebijakan pemerintah, mulai dari tuntutan penghentian pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), penurunan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM), hingga evaluasi terhadap berbagai program pemerintah seperti MBG dan KDMP agar berjalan efektif, terukur, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Selain itu, mereka juga menyerukan penghentian praktik militerisme dalam ruang sipil serta mendesak pemerintah menjamin sistem pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.

Sementara itu, pada isu lokal Banyuwangi, aliansi mahasiswa menyoroti kebijakan belanja daerah yang dinilai perlu lebih diarahkan kepada sektor pembangunan dan belanja modal yang berdampak langsung kepada masyarakat. Mereka juga mendesak pemerintah daerah untuk melakukan pengawasan dan audit secara menyeluruh terhadap pelaksanaan program yang berkaitan dengan SNPB guna memastikan transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran.

Titik kumpul aksi ditetapkan di Universitas 17 Agustus (UNTAG) Banyuwangi, sebelum massa bergerak menuju lokasi aksi. Para peserta juga diimbau mengenakan pakaian berwarna hitam berpita putih sebagai simbol solidaritas dan kepedulian terhadap berbagai persoalan yang sedang disuarakan.

Dalam pernyataan yang tercantum pada seruan tersebut, aliansi menegaskan bahwa diam terhadap berbagai persoalan publik bukanlah pilihan. Mereka menilai mahasiswa dan pemuda memiliki tanggung jawab moral untuk menyampaikan kritik, gagasan, serta pengawasan terhadap jalannya pemerintahan demi mewujudkan kebijakan yang berpihak kepada rakyat.

Aksi yang akan digelar pada Jumat, 19 Juni 2026 itu diperkirakan menjadi salah satu konsolidasi terbesar elemen mahasiswa dan kepemudaan di Banyuwangi dalam beberapa waktu terakhir, dengan fokus utama menyampaikan aspirasi secara terbuka kepada pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *