Peristiwa

Secangkir Kopi, Sejuta Makna: Amirul Mustafa Ajak Merawat Kepedulian Dari Ruang Sederhana

SITUBONDO || Jejak-indonesia.id – Di balik kepulan aroma kopi hitam yang mengepul hangat, tersimpan ruang sederhana yang kerap menghadirkan keakraban, kebersamaan, dan lahirnya berbagai gagasan. Warung kopi bukan hanya tempat singgah melepas lelah, tetapi juga menjadi ruang berbagi cerita, menyampaikan aspirasi, dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.

Suasana itulah yang tergambar di Warung Kopi Ekkong, Jalan PB Sudirman, Kelurahan Patokan, Kecamatan Situbondo, Jawa Timur, Minggu (12/7/2026). Di tengah kesederhanaan, secangkir kopi menjadi teman untuk merenung, berdiskusi, dan memikirkan masa depan daerah yang lebih baik.
Aktivis senior Situbondo, Amirul Mustafa, menilai bahwa warung kopi memiliki nilai yang jauh lebih besar daripada sekadar tempat menikmati minuman.

“Kopi mengajarkan kita untuk tidak terburu-buru. Dari ruang sederhana seperti warung kopi, kita belajar mendengar, memahami, dan menghargai setiap pandangan. Di sinilah kebersamaan tumbuh, dan kepedulian kepada masyarakat terus dirawat,” ungkap Amirul Mustafa.

Menurutnya, seorang aktivis harus tetap dekat dengan masyarakat. Duduk bersama tanpa sekat, mendengar langsung suara rakyat, menjadi cara terbaik untuk memahami kebutuhan mereka sekaligus menghadirkan solusi yang berpihak kepada kepentingan bersama.

Amirul berharap budaya berdiskusi di warung kopi tetap terjaga sebagai wadah mempererat persaudaraan, memperkuat persatuan, dan melahirkan gagasan-gagasan positif bagi kemajuan Situbondo.

“Secangkir kopi mungkin akan habis, tetapi nilai kebersamaan, keikhlasan, dan kepedulian yang lahir dari setiap perbincangan semoga tetap mengalir, menjadi energi untuk terus berbuat baik bagi sesama dan membangun Situbondo dengan hati,” pungkas Amirul Mustafa. (Wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *