SITUBONDO || Jejak-indonesia.id – Aktivis muda sekaligus Ketua LSM SITI JENAR, Eko Febrianto, kembali melontarkan kritik tajam terkait kualitas kepemimpinan. Menurutnya, masyarakat tidak perlu menunggu lama untuk mengetahui karakter seorang pemimpin. Cukup lihat siapa saja yang berada di lingkaran terdekatnya. Sabtu (11/7/2026).
Eko menegaskan, orang-orang yang setiap hari mendampingi seorang pemimpin merupakan cerminan dari nilai, prioritas, dan arah kebijakan yang akan dijalankan. Karena itu, memilih pembantu, penasihat, maupun orang kepercayaan bukan sekadar urusan pribadi, melainkan menyangkut masa depan pemerintahan dan kepentingan rakyat.
“Menilai seorang pemimpin itu tidak cukup dari pidatonya. Lihat siapa yang selalu berada di sampingnya, siapa yang didengar masukannya, dan siapa yang diberi kepercayaan. Di situlah karakter kepemimpinan sebenarnya akan terlihat,” ujar Eko.
Menurutnya, tidak sedikit pemimpin yang awalnya memiliki niat baik, namun akhirnya kehilangan kepercayaan publik karena dikelilingi oleh orang-orang yang lebih mengutamakan kepentingan pribadi, kelompok, atau kekuasaan.
Eko mengingatkan bahwa pepatah lama yang menyebut seseorang akan dipengaruhi oleh lingkungan pergaulannya masih sangat relevan hingga saat ini. Dalam dunia pemerintahan, lingkungan yang buruk dapat melahirkan kebijakan yang jauh dari kepentingan masyarakat.
Melalui tagar #Tambheng_Dipiara, Eko mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap kritis mengawasi jalannya pemerintahan. Ia menilai kontrol publik merupakan bagian penting dalam menjaga agar kekuasaan tidak dikuasai oleh orang-orang yang hanya mencari keuntungan.
“Pemimpin yang hebat tidak takut dikelilingi orang-orang yang jujur, kritis, dan berintegritas. Sebaliknya, pemimpin yang membiarkan lingkarannya dipenuhi para penjilat, pembisik berkepentingan, atau mereka yang bermasalah, sesungguhnya sedang mempertaruhkan kepercayaan rakyat. Karena pada akhirnya, rakyat akan menilai seorang pemimpin bukan hanya dari apa yang diucapkan, tetapi juga dari siapa yang ia pelihara dan ia beri tempat di sekelilingnya,” pungkas Eko Febrianto aktivis muda asli kelahiran Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. (Wan)
