BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Lautan manusia memenuhi lokasi Shalawat Akbar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 yang digelar Persatuan Wartawan Fast Respon Nusantara (PW FRN) di bawah kepemimpinan Agus Flores sebagai Ketua Umum. Kegiatan yang berlangsung pada Minggu (28/6/2026) itu menjadi momentum yang tidak hanya menghadirkan nuansa religius, tetapi juga memperlihatkan eratnya kebersamaan antara insan pers, Polri, ulama, dan masyarakat dalam satu majelis penuh keberkahan.
Diperkirakan sekitar 7.000 jamaah memadati lokasi acara sejak sore hari. Mereka datang dari berbagai daerah di Banyuwangi maupun luar daerah untuk melantunkan shalawat, bermunajat kepada Allah SWT, serta memanjatkan doa bagi bangsa dan negara agar Kepolisian Negara Republik Indonesia senantiasa diberikan kekuatan dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Shalawat Akbar tersebut juga mendapat perhatian dari jajaran Mabes Polri. Sejumlah pejabat tinggi hadir sebagai perwakilan para jenderal Mabes Polri, menunjukkan dukungan terhadap kegiatan keagamaan yang mengedepankan nilai persatuan, persaudaraan, dan kedekatan emosional antara aparat kepolisian dengan masyarakat. Kehadiran mereka disambut hangat oleh ribuan jamaah dan semakin menguatkan makna HUT Bhayangkara sebagai momentum membangun kebersamaan.
Yang menjadi pemandangan istimewa dalam kegiatan ini adalah menyatunya insan media dan anggota Polri dalam satu majelis shalawat. Tidak ada sekat profesi, jabatan, maupun institusi. Wartawan yang sehari-hari menjalankan fungsi kontrol sosial duduk berdampingan dengan personel Polri, para ulama, tokoh masyarakat, dan ribuan jamaah, bersama-sama melantunkan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Suasana tersebut menjadi simbol bahwa hubungan media dan Polri tidak hanya dibangun melalui komunikasi dalam pelaksanaan tugas jurnalistik maupun penegakan hukum, tetapi juga dapat diperkuat melalui nilai-nilai spiritual, persaudaraan, dan kebersamaan. Dalam satu lantunan shalawat, seluruh elemen melebur menjadi satu, memohon keberkahan, kedamaian, dan keselamatan bagi Indonesia.
Ketua Umum PW FRN, Agus Flores, mengatakan bahwa Shalawat Akbar merupakan bentuk rasa syukur sekaligus ikhtiar batin untuk mempererat sinergi antara media, Polri, ulama, dan masyarakat.
“Media dan Polri memiliki peran yang berbeda, tetapi tujuan besarnya sama, yaitu mengabdi kepada masyarakat dan menjaga keutuhan bangsa. Melalui shalawat ini, kita ingin menunjukkan bahwa persahabatan, komunikasi yang baik, dan kebersamaan dapat dibangun di atas nilai-nilai keimanan, persaudaraan, dan saling menghormati,” ujar Agus Flores.

Ia menambahkan, PW FRN ingin menghadirkan wajah kemitraan yang konstruktif antara insan pers dan Polri. Menurutnya, media bukan hanya menjadi penyampai informasi, tetapi juga mitra strategis dalam menyebarkan pesan-pesan positif, menjaga kondusivitas, serta membangun optimisme di tengah masyarakat.
Rangkaian acara berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh khidmat. Ribuan jamaah mengikuti pembacaan shalawat, tausiyah, doa bersama, hingga penutupan acara dengan suasana yang penuh kekeluargaan. Antusiasme masyarakat yang begitu besar menjadi bukti bahwa kegiatan keagamaan mampu menjadi ruang pemersatu seluruh elemen bangsa.
Shalawat Akbar HUT Bhayangkara ke-80 yang digelar PW FRN pun menjadi lebih dari sekadar peringatan hari jadi Polri. Kegiatan ini menjadi simbol kuat bahwa media dan Polri dapat bersahabat dalam satu alunan shalawat, berjalan berdampingan membangun komunikasi yang sehat, memperkuat persatuan, serta menanamkan nilai-nilai kebangsaan demi terwujudnya Indonesia yang aman, damai, dan harmonis.
