Wartawan Protes Tidak Mendapat Daging Kurban dari Polresta, Mbah Semar: Bantuan Sosial Bukan Hak yang Wajib Diberikan

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Munculnya keluhan dan protes dari sejumlah oknum yang mengaku wartawan karena tidak menerima pembagian daging kurban dari Polresta Banyuwangi menuai beragam tanggapan. Menanggapi hal tersebut, praktisi media yang akrab disapa Mbah Semar menegaskan bahwa pembagian daging kurban merupakan kegiatan sosial yang bersifat sukarela dan bukan kewajiban yang harus diberikan kepada kelompok tertentu.

Menurut Mbah Semar, pelaksanaan ibadah kurban memiliki tujuan utama membantu masyarakat yang membutuhkan, kaum dhuafa, anak yatim, serta kelompok sosial yang dianggap layak menerima sesuai kebijakan panitia kurban.

“Daging kurban adalah bentuk ibadah dan kepedulian sosial. Penyalurannya menjadi kewenangan panitia berdasarkan pertimbangan tertentu. Tidak menerima bantuan bukan berarti seseorang berhak marah atau melakukan tekanan kepada pihak yang menyalurkan,” ujar Mbah Semar. Sabtu, (30/5/26)

Ia menilai, profesi wartawan merupakan profesi yang mulia dan independen. Oleh karena itu, seorang wartawan seharusnya tetap menjaga profesionalitas serta tidak mencampurkan tugas jurnalistik dengan kepentingan pribadi, termasuk terkait bantuan sosial atau pembagian daging kurban.

“Wartawan bertugas menyampaikan informasi kepada masyarakat, bukan mencari keuntungan dari kegiatan sosial yang diselenggarakan instansi pemerintah maupun lembaga lainnya. Profesionalisme harus tetap dijaga,” tegasnya.

Mbah Semar juga mengingatkan agar perbedaan pendapat terkait pembagian bantuan tidak berkembang menjadi polemik yang dapat mengganggu hubungan baik antara media dan institusi. Menurutnya, komunikasi yang baik dan saling menghormati merupakan solusi terbaik apabila terdapat pihak yang merasa kecewa.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk insan pers, untuk memaknai momentum Iduladha sebagai sarana memperkuat rasa syukur, kebersamaan, dan kepedulian sosial, bukan sebagai alasan untuk menuntut perlakuan khusus.

“Semangat kurban adalah berbagi dan keikhlasan. Semua pihak hendaknya menghormati keputusan panitia dan menjaga suasana yang kondusif. Yang terpenting adalah nilai ibadah dan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat,” pungkas Mbah Semar.

Opini ini merupakan pandangan umum mengenai etika sosial dan profesionalisme, serta tidak ditujukan kepada individu atau kelompok tertentu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *