Rumah Mewah Kepala SMKN 1 Tulungagung Jadi Sorotan, Awak Media Berkali-kali Gagal Temui Kepala Sekolah

TULUNGAGUNG || Jejak-indonesia.id – Upaya awak media untuk menemui Kepala SMKN 1 Tulungagung, yang akrab disapa Bu Ning, kembali menemui jalan buntu. Ironisnya, penolakan itu terjadi justru saat tim media mendatangi kediaman pribadi sang kepala sekolah yang tampak megah dan mewah bak rumah pejabat papan atas.

Saat tiba di lokasi pada Senin sore (25/5/2026), perhatian awak media langsung tertuju pada bangunan rumah yang terlihat baru, besar, dan mencolok. Sebuah mobil bagus juga tampak terparkir di halaman depan rumah tersebut. Warga sekitar menyebut rumah itu milik Kepala SMKN 1 Tulungagung yang baru menjabat sekitar dua tahun terakhir.

Namun suasana mendadak berubah tegang ketika pintu rumah dibuka oleh seorang pria yang kemudian diketahui bernama Nurkozin, suami Bu Ning. Dengan nada dingin dan ekspresi yang dinilai kurang bersahabat, pria tersebut langsung mempertanyakan maksud kedatangan awak media.
“Ya ada apa? Cari siapa?” ucapnya singkat.

Meski awak media telah memperkenalkan diri secara baik-baik dan menjelaskan tujuan kedatangan untuk silaturahmi sekaligus konfirmasi beberapa informasi penting, permintaan bertemu Bu Ning tetap ditolak mentah-mentah.

“Di rumah dia itu istri saya. Saya kepala keluarga, berhak melindungi istri saya,” ujar Nurkozin.

Situasi sempat memanas. Selama kurang lebih delapan menit, awak media mencoba meminta kesempatan bertemu langsung dengan Kepala Sekolah SMKN 1 Tulungagung, namun hasilnya nihil. Nurkozin bersikeras agar media menemui Bu Ning di sekolah. Padahal, menurut pengakuan awak media, upaya menemui Bu Ning di sekolah telah dilakukan berkali-kali, namun selalu gagal dengan berbagai alasan.

“Sedang rapat, sedang ada tamu penting, dinas luar, takziah,” begitu alasan yang disebut terus berulang dari pihak penjaga sekolah.

Kondisi tersebut memunculkan tanda tanya besar. Publik pun mulai menyoroti dugaan adanya upaya menghindari konfirmasi media terkait sejumlah isu sensitif yang belakangan menyeret nama SMKN 1 Tulungagung.

Salah satunya terkait proyek pembangunan gedung Revit senilai Rp2,2 miliar yang disebut-sebut sempat berjalan tanpa kelengkapan dokumen PBG dan SLF. Selain itu, muncul pula pertanyaan mengenai legalitas konsultan proyek dan kualitas bangunan yang dikerjakan.

Jika benar pembangunan dilakukan tanpa izin lengkap, maka hal itu dinilai berpotensi melanggar aturan tata bangunan yang berlaku.

Sorotan semakin tajam setelah SMKN 1 Tulungagung dikunjungi dua pejabat penting Jawa Timur, yakni Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aris Agung Paewai pada Kamis (14/5/2026).

Dari informasi yang diperoleh media dari sumber internal yang identitasnya dirahasiakan, disebutkan terjadi insiden teguran keras kepada Bu Ning saat kunjungan berlangsung, diduga berkaitan dengan persoalan keselamatan kerja (safety) di area peternakan sekolah.
Bahkan, menurut sumber tersebut, sempat terlontar ucapan bernada keras yang kini menjadi bahan perbincangan publik.

Meski demikian, hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak SMKN 1 Tulungagung terkait dugaan persoalan perizinan proyek, penerapan K3, maupun isu teguran keras yang ramai diperbincangkan.

Sikap tertutup pihak sekolah justru semakin memancing pertanyaan publik: ada apa sebenarnya di balik megahnya bangunan dan sulitnya akses konfirmasi terhadap kepala sekolah? (bersambung) ** team H/L

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *