Sosok Aipda Sujid Saputra: Personel INAFIS Polres Simalungun yang Tak Kenal Lelah, Olah TKP Mayat Perempuan Tak Dikenal di Sungai Bah Bolon Hingga Larut Malam

SIMALUNGUN || Jejak-indonesia.id – Di balik setiap pengungkapan kasus yang melibatkan penemuan mayat, selalu ada sosok-sosok personel Polri yang bekerja tanpa mengenal waktu dan tanpa mengenal lelah di balik layar. Salah satu sosok tersebut adalah Aipda Sujid Saputra, personel INAFIS Sat Reskrim Polres Simalungun, Polda Sumatera Utara, yang kembali membuktikan dedikasi dan profesionalismenya saat diterjunkan untuk menangani kasus temu mayat perempuan tidak dikenal atau Mrs. X di pinggiran Sungai Bah Bolon, Huta III, Nagori Bah Lias, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun, pada Minggu, 17 Mei 2026, hingga jauh malam.

Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba saat dikonfirmasi pada Senin, 18 Mei 2026, sekira pukul 18.52 WIB, memberikan apresiasi khusus atas dedikasi luar biasa yang ditunjukkan Aipda Sujid Saputra bersama rekannya Aipda Owen Saragih dalam menangani kasus temu mayat yang tidak mudah ini, sebagai cerminan nyata dari Polri yang berintegritas dan humanis dalam melayani masyarakat.

“Aipda Sujid Saputra adalah representasi terbaik dari semangat tanpa kenal lelah yang menjadi jiwa personel INAFIS Polres Simalungun. Beliau hadir di TKP yang penuh tantangan, pada malam hari, dengan kondisi jenazah yang sangat memprihatinkan, namun tetap bekerja dengan profesionalisme dan dedikasi penuh. Inilah Polri yang sesungguhnya,” ujar AKP Verry Purba dengan penuh penghargaan kepada awak media.

Aipda Sujid Saputra menjelaskan secara langsung mengenai proses penanganan dan evakuasi yang dilaksanakannya bersama tim di lokasi kejadian. Peristiwa temu mayat ini pertama kali diketahui pada Minggu, 17 Mei 2026, pukul 16.00 WIB, ketika dua orang nelayan bernama Heri Susanto (41) dan Nuriadi (35) yang sedang menjaring ikan di sepanjang Sungai Bah Bolon menemukan sesosok mayat yang mengambang dan tersangkut pada ranting pohon waru di pinggiran sungai di Huta III Nagori Bah Lias. Keduanya segera memberitahukan penemuan tersebut kepada petugas keamanan kebun Bah Lias untuk diteruskan kepada pihak kepolisian.

Kapolsek Bandar Huluan IPTU Patar Banjarnahor, S.H., M.H., yang menerima informasi tersebut pada pukul 16.30 WIB, langsung bergerak cepat bersama Kanit Reskrim, Pawas, dan personel piket SPKT menuju lokasi untuk mengamankan TKP dan memastikan kebenaran laporan. Setelah TKP diamankan, Tim INAFIS Polres Simalungun yang terdiri dari Aipda Sujid Saputra dan Aipda Owen Saragih segera dipanggil untuk melaksanakan olah TKP secara komprehensif.

“Saat kami tiba di lokasi, kondisi TKP cukup menantang. Jenazah ditemukan mengambang di pinggiran sungai tersangkut ranting pohon, sudah dalam kondisi membusuk, dengan bagian tangan, kepala, dan kaki yang sudah rusak. Namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat kami untuk bekerja secara profesional dan teliti demi mendapatkan data forensik yang akurat,” ucap Aipda Sujid Saputra.

Dengan penuh ketelitian dan mengabaikan kondisi fisik yang melelahkan setelah bekerja sejak siang hingga malam hari, Aipda Sujid Saputra bersama Aipda Owen Saragih melaksanakan seluruh prosedur olah TKP secara sistematis. Setelah dilakukan pemeriksaan di lokasi, dapat dipastikan bahwa korban Mrs. X berjenis kelamin perempuan. Dari lokasi TKP, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa satu potong celana panjang berwarna hitam berlis merah dan satu helai kaos lengan panjang berwarna merah muda yang melekat pada tubuh korban.

Proses evakuasi jenazah Mrs. X akhirnya berhasil diselesaikan pada pukul 20.30 WIB. Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Dr. Djasamen Saragih, Kota Pematangsiantar, untuk ditempatkan di kamar mayat dan direncanakan menjalani pemeriksaan lebih lanjut termasuk visum atau autopsi pada Senin, 18 Mei 2026, guna mengungkap penyebab pasti kematian korban.

“Kami bekerja sampai proses evakuasi selesai. Tidak ada yang kami tinggalkan sebelum tugas betul-betul tuntas. Itulah standar yang selalu kami jaga sebagai personel INAFIS yang bertanggung jawab atas setiap data forensik yang kami kumpulkan di lapangan,” ungkap Aipda Sujid Saputra dengan penuh keyakinan.

AKP Verry Purba menambahkan bahwa Polres Simalungun mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait identitas korban Mrs. X untuk segera menghubungi Polsek Bandar Huluan atau Polres Simalungun agar proses identifikasi dan penyelidikan dapat segera dituntaskan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *