Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Bulan: Januari 2026

Polres Situbondo Tingkatkan Pengamanan di Obyek Wisata Pantai

SITUBONDO || jejakindonesia.id – Polres Situbondo Polda Jatim melalui Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) meningkatkan kesiapsiagaan pengamanan di sejumlah lokasi wisata bahari selama libur nasional dan akhir pekan, mulai Jumat (16/1/2026) hingga Minggu (18/1/2026).

Langkah proaktif ini dilakukan seiring prediksi meningkatnya jumlah pengunjung, baik wisatawan lokal maupun dari luar daerah.

Selain wisatawan, jalur Pantura Situbondo khususnya kawasan Pasir Putih juga diperkirakan ramai dilintasi pengendara dengan tujuan Bali maupun Surabaya.

Tak sedikit pengguna jalan yang memanfaatkan kawasan wisata pantai sebagai lokasi beristirahat sejenak atau rest area sambil menikmati panorama laut.

Beberapa destinasi wisata bahari seperti Pantai Pasir Putih dan Beach Forest menjadi sasaran favorit masyarakat untuk menghabiskan waktu libur, baik sekadar melepas penat dari rutinitas pekerjaan maupun perjalanan jauh.

Untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Satpolairud Polres Situbondo Polda Jatim melaksanakan kegiatan pengamanan terpadu, patroli perairan, serta pembinaan masyarakat (Binmas) perairan.

Fokus pengamanan meliputi pencegahan kecelakaan laut, antisipasi cuaca ekstrem, serta pengawasan aktivitas wisatawan di kawasan pantai.

Petugas juga aktif memberikan imbauan kepada pengunjung agar selalu waspada terhadap perubahan cuaca, pasang surut air laut, serta kondisi ombak.

Orang tua diingatkan untuk lebih mengawasi anak-anak yang bermain di tepi pantai dan tidak membiarkan mereka berenang terlalu ke tengah laut demi menghindari risiko kecelakaan.

Kapolres Situbondo AKBP Bayu Anuwar Sidiqie melalui Kasatpolairud AKP Gede Sukarmadiyasa, S.H., M.H., mengatakan bahwa jajaran Satpolairud tetap disiagakan baik di perairan maupun di pesisir pantai selama masa libur.

“Anggota Satpolairud Polres Situbondo kami siagakan di laut, kawasan nelayan, serta lokasi wisata bahari. Hal ini sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat dalam pemeliharaan kamtibmas sekaligus mengantisipasi potensi gangguan keamanan,” ujar AKP Gede.

Ia berharap masyarakat yang memanfaatkan waktu libur dapat berwisata dengan aman dan nyaman tanpa adanya gangguan keamanan maupun kecelakaan.

“Mudah-mudahan masyarakat yang melaksanakan liburan dapat menikmati waktu liburnya dengan lancar dan bahagia. Kami mengimbau agar tetap mematuhi arahan petugas demi keselamatan saat beraktifitas di pantai,” pungkasnya. (*)

Duka Selimuti Korps Bhayangkara, Kapolri Hadiri Upacara Pelepasan Jenazah Brigjen Pol Anumerta Ary Satriyan

BEKASI || jejakindonesia.id - Suasana haru menyelimuti kediaman rumah duka almarhum Brigjen Pol Anumerta Ary Satriyan, S.I.K., M.H., di Kompleks Molek Raya Housing, Pondok Gede, Kota Bekasi. Institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia melaksanakan upacara pelepasan jenazah secara kedinasan sebagai penghormatan terakhir atas dedikasi dan pengabdian almarhum selama bertugas, Jumat sore (16/01/2026).

Upacara pelepasan yang berlangsung khidmat pada pukul 15.50 WIB ini dipimpin langsung oleh Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Drs. Nanang Avianto, M.Si., selaku Inspektur Upacara, dengan Komandan Upacara Kapolsek Pondok Gede, Kompol Bambang Sugiharto, S.H.

Prosesi pemakaman perwira tinggi yang menjabat sebagai Irwasda Polda Jawa Timur ini dihadiri langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo beserta Pejabat Utama (PJU) Mabes Polri. Turut hadir memberikan penghormatan terakhir, Kapolda Metro Jaya, PJU Polda Jatim, para Kapolres jajaran Polda Jatim, rekan seangkatan almarhum, serta Kapolres Metro Bekasi Kota beserta jajaran.

Kehadiran para pimpinan tertinggi Polri ini menjadi bukti nyata apresiasi organisasi terhadap integritas dan loyalitas almarhum semasa hidupnya dalam mengabdi kepada bangsa dan negara.

Almarhum Brigjen Pol Anumerta Ary Satriyan, S.I.K., M.H. (Lulusan Akpol 1997), menghembuskan napas terakhir pada Kamis dini hari, 16 Januari 2026, pukul 03.53 WIB di RS Bhayangkara Polda Jatim karena sakit. Kenaikan pangkat anumerta diberikan sebagai penghargaan atas jasa-jasa almarhum yang tak terhingga bagi institusi Bhayangkara.

Tepat pukul 16.30 WIB, setelah upacara pelepasan selesai, jenazah diberangkatkan menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur. Di sana, almarhum akan dimakamkan melalui upacara pemakaman kedinasan Polri.

Seluruh rangkaian prosesi pelepasan di rumah duka berjalan dengan aman, tertib, dan penuh rasa takzim. Keluarga besar Polri mendoakan semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.

Percepat Pemulihan Pascabencana, 283 Taruna Akpol Diterjunkan dalam Latsitarda Nusantara XLVI Tahun 2026 di Aceh Tamiang

JATENG || jejakindonesia.id - Polri kembali menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung pemulihan wilayah terdampak bencana. Sebanyak 283 taruna tingkat akhir Akademi Kepolisian (Akpol) yang tergabung dalam Batalyon Ksatriya Hawin Sarwahita resmi diberangkatkan untuk mengikuti Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara (Latsitarda Nusantara) XLVI Tahun 2026.

Ratusan Taruna Akpol tersebut akan bergabung bersama taruna dan kadet dari berbagai lembaga pendidikan kedinasan lainnya untuk melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di wilayah terdampak bencana di Pulau Sumatera, dengan fokus utama di Kabupaten Aceh Tamiang.

Keikutsertaan Taruna Akpol dalam kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Polri mendukung percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi daerah pascabencana, sekaligus implementasi peran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan bahwa penugasan taruna dalam Latsitarda Nusantara menjadi wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat.

“Keikutsertaan 283 Taruna Akpol dalam Latsitarda Nusantara XLVI Tahun 2026 ini merupakan bentuk kontribusi nyata Polri dalam membantu masyarakat yang sedang bangkit dari dampak bencana. Para taruna akan terjun langsung membantu kegiatan pemulihan di Aceh Tamiang sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat,” ujar Brigjen Pol Trunoyudo.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi sarana penting pembentukan karakter calon perwira Polri agar semakin peka dan responsif terhadap persoalan sosial di lapangan.

“Melalui kegiatan ini, para taruna tidak hanya mendapatkan pengalaman teknis, tetapi juga belajar membangun empati, kepedulian, dan semangat melayani masyarakat. Inilah nilai-nilai utama yang ingin ditanamkan kepada calon pemimpin Polri di masa depan,” tambahnya.

Dalam pelaksanaan di lapangan, para Taruna Akpol akan terlibat langsung dalam berbagai program kemanusiaan yang menyentuh kebutuhan riil masyarakat terdampak bencana.

Brigjen Pol Trunoyudo menjelaskan bahwa para taruna akan melakukan kegiatan trauma healing bagi anak-anak dan warga yang mengalami dampak psikologis akibat bencana, membantu membersihkan lingkungan permukiman, serta ikut membangun dan merehabilitasi fasilitas umum yang rusak.

“Mereka akan terlibat dalam kegiatan trauma healing untuk memulihkan kondisi psikologis masyarakat, khususnya anak-anak. Selain itu, para taruna juga akan membantu membersihkan dan memperbaiki tempat ibadah, fasilitas pendidikan, serta infrastruktur lainnya, serta kantor-kantor kepolisian yang terdampak bencana banjir agar dapat kembali melayani kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut ia menegaskan bahwa kehadiran Taruna Akpol di tengah masyarakat diharapkan dapat mempercepat normalisasi kehidupan sosial di Aceh Tamiang.

“Peran aktif para taruna ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus mempercepat pemulihan aktivitas sosial ekonomi pascabencana. Ini adalah wujud nyata bakti Polri untuk negeri,” lanjut Karopenmas.

Pemberangkatan para Taruna Akpol diawali dengan Upacara Pembukaan dan Pembentukan Satuan Tugas Taruna (Satgastar) Latsitarda Nusantara XLVI Tahun 2026 yang dipimpin oleh Danjen Akademi TNI Letjen TNI R. Sidharta Wisnu Graha di Dermaga Samudera II Pelabuhan Tanjung Emas, Kota Semarang, Sabtu (17/1/2026).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat utama Mabes TNI dan Mabes Polri, para pimpinan lembaga pendidikan kedinasan, serta pejabat TNI-Polri wilayah Jawa Tengah, termasuk Wakapolda Jawa Tengah.

Selain Taruna Akpol, kegiatan ini juga diikuti oleh taruna dan kadet dari Akademi Militer (Akmil), Akademi Angkatan Laut (AAL), Akademi Angkatan Udara (AAU), Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN), serta Kadet Universitas Pertahanan (Unhan) dengan total peserta mencapai 1.456 orang.

Selama kurang lebih satu bulan, terhitung sejak 17 Januari hingga 17 Februari 2026, para taruna akan melaksanakan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan di lokasi bencana, baik kegiatan fisik maupun nonfisik sebagai bentuk pengabdian langsung kepada masyarakat.

Usai upacara, para taruna diberangkatkan menuju wilayah sasaran menggunakan tiga Kapal Perang Republik Indonesia (KRI), yakni KRI Banda Aceh-593, KRI Teluk Calang-524, dan KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992. Sekitar pukul 16.00 WIB, ketiga KRI tersebut bertolak dari Pelabuhan Tanjung Emas menuju Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara, untuk selanjutnya bergerak ke lokasi penugasan di Aceh Tamiang.

Melalui Latsitarda Nusantara XLVI Tahun 2026 ini, Polri berharap para Taruna Akpol mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat terdampak bencana, sekaligus semakin memperkokoh semangat pengabdian, soliditas, dan kemanunggalan Polri dengan rakyat.

Polsek Driyorejo Amankan Pelaku Percobaan Pencurian dengan Kekerasan di Toko Sembako

GRESIK || jejakindonesia.id - Unit Reskrim Polsek Driyorejo Polres Gresik bergerak cepat mengamankan seorang pria berinisial SK (36), terduga pelaku percobaan pencurian dengan kekerasan (curas) yang terjadi di sebuah toko sembako di kawasan Randegansari, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik.

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (17/1/2026) sekitar pukul 19.00 WIB, tepatnya di Toko Ishek Jaya, Jalan Merah Delima Ruko Sentraland Blok F 83.

Korban diketahui bernama Sahara Heksa (54), warga Driyorejo. Saat kejadian, korban hendak menutup toko, namun pelaku datang berpura-pura ingin membeli beras dan meminta tetap dilayani dengan alasan akan keluar kota keesokan harinya.

Korban yang tidak menaruh curiga kemudian mengizinkan pelaku masuk ke dalam toko. Namun secara tiba-tiba, pelaku mengalungkan pisau ke leher korban dan berupaya melakukan aksinya.

Korban sempat berteriak meminta pertolongan hingga terdengar oleh Agusti Mahendra Aditya (22), saksi yang bekerja di toko sebelah. Saksi langsung berlari ke lokasi dan berhasil membantu mengamankan pelaku, patroli pihak kepolisian langsung mendatangi lokasi kejadian.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka gores di bagian leher akibat senjata tajam. Petugas Polsek Driyorejo yang menerima laporan segera mendatangi lokasi kejadian, mengamankan pelaku beserta barang bukti berupa satu bilah pisau dan rekaman CCTV toko.

Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution melalui Kapolsek Driyorejo Kompol Musihram mengapresiasi kewaspadaan korban dan keberanian saksi yang membantu menggagalkan aksi kejahatan tersebut.

“Pelaku sudah kami amankan dan saat ini tengah menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Kompol Musihram mewakili Kapolres Gresik.

Ia menambahkan, pelaku akan dijerat Pasal 479 KUHP tentang percobaan pencurian dengan kekerasan. Jika ada hal mencurigakan, segera hubungi pihak kepolisian. Apabila mengetahui atau menjadi korban tindak pidana, masyarakat dapat melapor ke kantor kepolisian terdekat, menghubungi Call Center 110 (24 jam), atau melalui Hotline Lapor Cak Rama di nomor 0811-8800-2006.
(Redho)

Ustadz Nafi Unnas Ajak Umat Jadi Pesyiar Baitullah Melalui Niaga, Ibadah, dan Dakwah

SURABAYA || jejakindonesia.id — Seminar bersama Ustadz Nafi Unnas, Pembimbing Umroh Samira Travel Jawa Timur, digelar di Hotel Sahid pada Ahad, 18 Januari 2026. Kegiatan ini mengusung tema "Menjadi Pesyiar Baitullah Sejati" dengan semangat mengajak umat Islam berperan aktif mengantarkan kaum muslimin ke Tanah Suci.

Dalam pemaparannya, Ustadz Nafi Unnas menegaskan bahwa aktivitas umroh dan haji tidak semata bernilai bisnis, namun juga sarat dengan nilai ibadah dan dakwah. Konsep tersebut dirangkum dalam NIDA, yakni Niaga, Ibadah, dan Dakwah, yang menjadi fondasi utama Samira Travel.

"Ketika niaga diniatkan sebagai ibadah dan dijalankan dengan dakwah, maka setiap langkah akan bernilai pahala," ungkap Ustadz Nafi Unnas di hadapan peserta seminar.

Seminar ini diikuti oleh mitra dan jamaah Samira Travel yang antusias memperdalam peran sebagai pesyiar Baitullah, tidak hanya sebagai pelaku usaha perjalanan umroh, tetapi juga sebagai bagian dari gerakan dakwah umat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh semangat baru untuk menyebarkan nilai-nilai Islam sekaligus memudahkan umat Islam menuju Baitullah dengan niat yang lurus dan penuh keberkahan.
(Redho)

error: Content is protected !!