Closing soon Closes at 5:00 pm

Tahun: 2025

Tinjau Pasar Murah di Kapuas, Kapolda Kalteng: Program Ini Sangat Bermanfaat Untuk Kesejahteraan Masyarakat

Palangka Raya || jejakindonesia.id - Kapolda Kalimantan Tengah (Kalteng) Irjen Pol Iwan Kurniawan, S.IK., M.Si. mendukung dan mengapresiasi program pasar murah yang digagas oleh Gubernur Prov. Kalteng H. Agustiar Sabran.

Hal itu disampaikan Kapolda Kalteng usai meninjau kegiatan Pasar Murah di Halaman Kantor Kecamatan Kapuas Timur, Kab. Kapuas, Sabtu (20/12/2025).

Gerakan Pasar Murah yang diinisiasi oleh Pemkab Kapuas ini, dibuka oleh Gubernur dan dihadiri Pangdam XXII Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, unsur Forkopimda, Bupati Kapuas serta diikuti masyarakat umum.

"Kita harapkan program pasar murah ini dapat bermanfaat dan memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam menstabilkan harga bahan pokok di pasaran menjelang hari raya Natal dan Tahun Baru 2026," ungkap Kapolda.

Irjen Iwan mengatakan bahwa program ini merupakan langkah nyata pemprov dalam membantu meringankan beban masyarakat, sekaligus sebagai upaya pengendalian inflasi dan menjaga stabilitas harga bahan pokok.

"Kami jajaran Polda Kalteng sangat mengapresiasi dan mendukung kegiatan ini yang dinilai sangat bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat," tandasnya.

Sementara itu, Kabidhumas Kombes Pol Erlan Munaji menambahkan bahwa kegiatan Pasar Murah tersebut merupakan agenda dari kunjungan kerja unsur Forkopimda ke Kab. Kapuas.

"Kegiatan ini turut dirangkaikan dengan pemeriksaan kesehatan gratis dan penyerahan bantuan sembako sebanyak ribuan paket dari Gubernur Kalteng bersama rombongan kepada masyarakat," tutup Erlan. (adji).

Hadiri Peresmian Jembatan Sei Asem dan Terusan di Kapuas, Kapolda Kalteng: Wujud Komitmen Dukung Pemerataan Infrastruktur

Kuala Kapuas || jejakindonesia.id - Kunjungan kerja (Kunker) Kapolda Kalimantan Tengah (Kalteng) Irjen Pol Iwan Kurniawan, bersama Gubernur H. Agustiar Sabran dan unsur Forkopimda di Kabupaten Kapuas masih berlanjut.

Usai melaksanakan peninjauan Pasar Murah untuk masyarakat di Halaman Kantor Kecamatan Kapuas Timur. Kegiatan dilanjutkan dengan meresmikan Jembatan Sei Asem dan Terusan yang berada di Kel. Sei Pasah, Kec. Kapus Hilir, Kab. Kapuas, Sabtu (20/12/2025).

Dalam kesempatannya, Kapolda Kalteng mengapresiasi atas diresmikannya Jembatan Sei Asem dan Terusan di Kel. Sei Pasah, sebagai upaya meningkatkan aksesibilitas dan mobilitas masyarakat, serta mendukung pembangunan ekonomi lokal.

"Kami mendukung upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat, sehingga pembangunan harus dirasakan seluruh masyarakat, termasuk di desa-desa, agar pemerataan dapat terwujud," ujarnya.

Irjen Iwan menyebut bahwa kehadiran jembatan ini akan menjadi akses penting bagi masyarakat dan mendukung pengembangan kawasan pertanian di Kapuas.

"Dengan demikian, harapannya Jembatan ini kedepan bisa bermanfaat dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam mendukung pembangunan ekonomi lokal," tutupnya. (adji)

Diduga Ijazaha Palsu, Anggota DPRD Kediri Terancam, AMI Bongkar Kejanggalan Fatal

KEDIRI || jejakindonesia.id - Integritas lembaga legislatif kembali diuji. Seorang anggota DPRD Kabupaten Kediri Agus Abadi kini berada di bawah sorotan tajam publik setelah Aliansi Madura Indonesia (AMI) mengungkap dugaan kuat penggunaan ijazah palsu sebagai syarat administratif pencalonan hingga yang bersangkutan menduduki kursi wakil rakyat.

AMI membeberkan kejanggalan fatal pada ijazah atas nama Agus Abadi yang disebut berasal dari SMA Jaya Sakti Surabaya, tertanggal 10 Juni 1993. Pada dokumen tersebut, tercantum stempel sekolah yang baru berlaku tahun 2009, sebuah fakta yang secara logika administrasi pendidikan dinilai tidak masuk akal dan menabrak kaidah keabsahan dokumen negara.

Tak berhenti di situ, ijazah tersebut juga tidak memuat sidik jari, elemen penting yang lazim digunakan sebagai pengaman dan identifikasi keaslian dokumen pendidikan, terutama untuk kepentingan legalisasi.

Ironisnya, meski sarat kejanggalan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) disebut membenarkan penggunaan ijazah tersebut hingga yang bersangkutan lolos verifikasi dan kini aktif menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Kediri.
Dugaan pemalsuan semakin menguat setelah Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur menyampaikan klarifikasi resmi.

Dalam penelusuran administratif, nama Agus Abadi, yang diklaim sebagai lulusan sekolah menengah atas dengan Nomor Seri 04 OB UM 0221384 tanggal 10 Juni 1993, tidak tercatat dalam arsip maupun berkas sekolah yang pernah diserahkan ke Dinas Pendidikan.

Lebih jauh, legalisir keabsahan ijazah atas nama tersebut tidak tercatat melalui Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Sidoarjo, wilayah administrasi yang seharusnya menjadi rujukan pengesahan dokumen pendidikan.

"Fakta ini menegaskan bahwa ijazah tersebut tidak memiliki jejak administratif yang sah, baik di tingkat sekolah, cabang dinas, maupun di Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur," tegas Baihaki Akbar selaku ketua umum AMI.

Atas rangkaian temuan tersebut, Aliansi Madura Indonesia secara tegas meminta Aparat Penegak Hukum (APH), khususnya Unit IV Subdit I Ditreskrimum Polda Jawa Timur, untuk segera menentukan status tersangka terhadap oknum anggota DPRD Kabupaten Kediri tersebut.
AMI menilai, lambannya penanganan perkara justru berpotensi menimbulkan preseden buruk penegakan hukum, seolah ada perlakuan khusus terhadap pejabat publik.

"Tidak boleh ada pembiaran. Jika rakyat biasa bisa diproses, maka pejabat publik pun harus tunduk pada hukum tanpa kecuali," tegas Baihaki.

Selain mendorong proses pidana, AMI juga mendesak Ketua Umum PDI Perjuangan untuk segera mencopot dan memecat oknum berinisial AA dari jabatan dan keanggotaan partai.

Menurut AMI, dugaan penggunaan ijazah tidak sah bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga pengkhianatan terhadap etika politik, integritas partai, dan mandat rakyat.

"Partai politik harus menjadi garda terdepan menjaga moral demokrasi. Menutup mata sama artinya membiarkan kebohongan dilegalkan," tegasnya lagi.

Sebagai catatan, penggunaan ijazah palsu dapat dijerat Pasal 263 KUHP tentang pemalsuan dokumen, dengan ancaman pidana penjara hingga 6 tahun, serta berpotensi melanggar ketentuan Undang-Undang Pemilu dan regulasi pencalonan pejabat publik.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada klarifikasi resmi dari yang bersangkutan, pimpinan DPRD Kabupaten Kediri, maupun DPP PDI Perjuangan terkait dugaan tersebut.

Maksimalkan Pelayanan Selama Libur Nataru, Banyuwangi Siagakan Ribuan Personel

BANYUWANGI || jejakindonesia.id - Berdasarkan pengalaman selama libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru), Kabupaten Banyuwangi selalu menjadi jujugan wisatawan. Memaksimalkan pelayanan libur Nataru tahun ini, Banyuwangi menyiagakan ribuan personel gabungan.

Ribuan personel tersebut berasal dari Polresta, Kodim 0825, Pangkalan Angkatan Laut (AL), Pemkab Banyuwangi, SAR, dan para relawan.

Mereka akan bertugas mengamankan sejumlah objek strategis seperti pelabuhan, Bandara, destinasi wisata, serta pusat-pusat keramaian warga.

"Kami berharap libur Nataru dapat berjalan dengan aman, nyaman dan kondusif, sehingga memberikan kesan positif bagi masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke Banyuwangi," ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, saat Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Lilin Semeru 2025, di Mapolresta Banyuwangi, Jumat (19/12/2025).

Hadir dalam apel pasukan tersebut Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra, Ketua Pengadilan Negeri Banyuwangi I Gede Yuniartha, Ketua MUI Banyuwangi KH. Muhaimin Asmuni, Kepala Kantor SAR Banyuwangi I Made Oka Astawa, perwakilan Forkopimda Banyuwangi, dan lainnya.

Ipuk mengatakan Pemkab juga menyiagakan ribuan tenaga kesehatan dari seluruh Rumah Sakit, Klinik dan Puskesmas di Banyuwangi.

Pemkab juga menyiagakan 27 Posko Kesehatan di sepanjang jalan arteri. Yakni 18 puskesmas rawat inap dan 9 puskesmas rawat jalan yang akan tetap buka selama masa libur Nataru.

Ditambahkan Kapolresta Banyuwangi Komber Pol Rama Samtama Putra, mengatakan Menyiapkan 7 Pos Pengamanan (Pospam), 1 Pos Pelayanan (Posyan), dan 2 Pos Terpadu untuk kegiatan tersebut.

Pos-pos tersebut disebar di sejumlah titik strategis seperti tempat ibadah, pelabuhan, stasiun, bandara, destinasi wisata, serta pusat keramaian publik lainnya.

“Dengan posyan dan pospam yang kita sediakan ini harapannya bisa menjamin keamanan dan kenyamanan warga selama libur Nataru,” ujarnya.

Rama mengatakan Operasi Lilin Semeru berlangsung selama 14 hari, sejak 20 Desember 2025-2 Januari 2026.

Dalam apel pasukan tersebut dilakukan pengecekan akhir kesiapan personil maupun sarana prasarana.

Usai apel gelar pasukan, juga dilakukan pemusnahan barang bukti miras sebanyak 5222 liter, serta puluhan knalpot brong. Barang bukti tersebut merupakan hasil operasi cipta kondisi kamtibmas jelang Nataru yang dilakukan Polresta Banyuwangi. (*)

Jadi Pembicara di Raker SKK Migas, Bupati Ipuk Paparkan Akselerasi Pembangunan Kabupaten Banyuwangi

BANYUWANGI || jejakindonesia.id - Terinspirasi dengan keberhasilan pembangunan Kabupaten Banyuwangi, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani diminta menjadi pembicara dalam Rapat Kerja Bidang Pengawas Internal Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) yang digelar di Banyuwangi, Jumat (19/12/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Ipuk memaparkan strategi akselerasi pembangunan Banyuwangi. Ia mengawali dengan berbai pengalamannya saat pertama menjabat sebagai bupati pada 2020, di tengah tekanan pandemi Covid-19. Saat banyak daerah mengalami tekanan ekonomi dan lonjakan kemiskinan, Banyuwangi mampu menahan dampak dengan kenaikan kemiskinan yang sangat tipis.

“Itu karena percepatan pembangunan yang kali lakukan secara kolektif serta kebijakan yang terarah. Sehingga kami bisa melalui itu semua,” kata Ipuk.

Pembangunan berkelanjutan, imbuhnya, harus dilandasi kerja bersama, saling percaya, serta pengawasan yang ketat. Pemkab Banyuwangi menerapkan monitoring dan evaluasi (monef) sebagai kewajiban dalam setiap program agar kebijakan benar-benar berdampak pada kinerja daerah.

“Tidak ada program tanpa monef. Karena kalau tidak diawasi, laporan bisa terlihat baik, tapi ternyata tidak berdampak pada capaian kinerja dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Ipuk juga mengungkapkan tantangan geografis Banyuwangi sebagai kabupaten terluas di Jawa Timur, yang memicu disparitas wilayah dan kemiskinan yang terklaster. Kondisi tersebut mendorong Pemkab Banyuwangi menetapkan skala prioritas pembangunan yang fokus dan terukur.

Prioritas utama Bupati Ipuk adalah percepatan pengentasan kemiskinan, lalu pendidikan dan kesehatan untuk meningkatkan kualitas SDM, serta penguatan sektor unggulan seperti pariwisata, pertanian, perikanan, UMKM, dan ekonomi kreatif.

Selain itu, Banyuwangi juga mendorong percepatan digitalisasi sebagai infrastruktur kelima setelah jalan, jembatan, bandara, dan pelabuhan. Digitalisasi mampu melipat jarak dan waktu pelayanan publik agar lebih mudah diakses masyarakat.

“Inovasi menjadi kunci keberhasilan kami. Tapi inovasi versi kami jelas kriterianya, tidak menambah SDM, tidak menambah anggaran, dan tidak membuat aplikasi baru. Inovasi bagi kami adalah kreativitas memaksimalkan kondisi yang ada,” kata Ipuk.

Dengan pendekatan inovasi, kolaborasi, pengawasan, dan digitalisasi, Ipuk menyebut capaian makro Banyuwangi terus membaik. Angka kemiskinan berhasil ditekan hingga 6,13 persen pada 2025 dan terendah dalam sejarah, lalu pertumbuhan ekonomi Banyuwangi mencapai 5,72 persen di 2025 lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur maupun nasional, serta pendapatan per kapita masyarakat menembus Rp62 juta per tahun.

“Semua ini kami lakukan dengan satu kunci, yaitu komitmen kepemimpinan dan pengawasan. Dengan begitu, pembangunan bisa berjalan cepat, berkelanjutan, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” terang Ipuk.

Pengawas Internal SKK Migas Irjen Pol (Purn) Ibnu Suhaendra mengatakan, keberhasilan pembangunan Banyuwangi menjadi salah satu alasan daerah ini dipilih sebagai lokasi Rapat Kerja Bidang Pengawas Internal SKK Migas. Forum tersebut sekaligus membahas perencanaan kerja tahun 2026 untuk mendorong peningkatan lifting migas nasional.

“Kami melihat Banyuwangi sebagai contoh keberhasilan. Tadi disampaikan oleh Ibu Bupati bagaimana inovasi, kerja sama, dan pengawasan atau monef dijalankan secara konsisten. Ini sangat relevan dan bisa menjadi inspirasi bagi institusi, termasuk SKK Migas,” kata Ibnu.

Ke depan, SKK Migas juga melihat peluang pengembangan Kawah Ijen agar lebih ramah wisatawan, salah satunya dengan mendorong akses yang tidak lagi menggunakan gerobak, melainkan melalui pengembangan kereta gantung. Gagasan tersebut akan disampaikan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, agar pariwisata Banyuwangi semakin mendunia. (*)

error: Content is protected !!