We're open Closes at 5:00 pm

Tahun: 2025

Sosialisasi di Kawasan Pesisir Pantai Gumuk Kantong, Satpolairud Polresta Banyuwangi Berikan Himbauan Keselamatan Kepada Operator Kereta Kelinci

Banyuwangi || Jejak - Indonesia.id, Polresta Banyuwangi melalui Satpolairud Polresta Banyuwangi jajaran Polda Jawa Timur melaksanakan patroli di kawasan pesisir pantai Gumuk Kantong, Desa Sumbersewu, Dusun Palurejo, Kecamatan Muncar. Minggu, (7/9/2025) Pagi.

Kapos Satpolairud unit Muncar Bripka I Wayan Wedhana mengatakan kegiatan patroli dan sosialisasi yang dilaksanakan berada dikawasan wisata Gumuk Kantong dan sekitarnya.

Menghimbau kepada operator kereta kelinci untuk tidak menjalankan kendaraannya dijalan raya dikarenakan dapat menggangu ketertiban dan keselamatan pengguna jalan lainnya.

Himbauan ini bertujuan untuk mencegah kecelakaan yang dapat mengakibatkan korban jiwa, baik bagi pengguna maupun pengendara lain.Sebaiknya kereta kelinci dioperasikan di area yang sudah ditentukan dan tidak di jalan umum.

Selain memberikan himbauan keselamatan kepada operator kereta kelinci. Pada giat tersebut personel menghimbau kepada masyarakat yang menggunakan kendaraan roda empat dan dua untuk selalu mematuhi peraturan lalulintas dan menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif," pesannya.

Mengingatkan kepada pengelola wisata Gumuk Kantong dan petugas security untuk selalu waspada terhadap potensi gangguan seperti tindak pidana C3 (Curat, Curas, Curanmor)," tambahnya.

Kasat Polairud Polresta Banyuwangi Kompol Muhammad Wahyudi, A.Md., S.H mengatakan bahwa kegiatan patroli dan sosialisasi di kawasan wisata merupakan langkah nyata Satpolairud Polresta Banyuwangi jajaran Polda Jawa Timur dalam memberikan rasa aman, nyaman dan menciptakan lingkungan yang kondusif di tengah masyarakat.

Mengajak peran serta masyarakat pesisir dan kelompok nelayan dikawasan Gumuk Kantong untuk selalu berperan aktif dalam memberikan informasi dan melaporkan kepada pihak keamanan apabila melihat kejadian yang menonjol, dan aksi kejahatan seperti pengiriman barang ilegal, petasan, rokok ilegal, narkoba, minuman keras, premanisme dan kejahatan lainnya," tandasnya.

Satpolairud berkomitmen memberikan perlindungan kepada kelompok nelayan, masyarakat pesisir dan wisatawan yang berkunjung dikawasan wisata bahari khususnya dikawasan perairan Banyuwangi.

Selama patroli berlangsung situasi kamtibmas dikawasan wisata Gumuk Kantong terpantau aman dan kondusif. (GP)

Patroli Gabungan Skala Besar, Polresta Banyuwangi Tegaskan Komitmen Jaga Harkamtibmas

BANYUWANGI ||jejakindonesia.id – Dalam rangka menjaga stabilitas keamanan wilayah serta merespons dinamika situasi terkini, Polresta Banyuwangi menggelar patroli gabungan skala besar pada Sabtu malam minggu (6/9/2025).

Apel dipimpin langsung Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol. Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H.,serta dihadiri Pejabat Utama (PJU) Polresta. Apel turut melibatkan jajaran personel Polresta Banyuwangi, anggota Kodim 0825 Banyuwangi, personel Satpol PP, serta unsur organisasi masyarakat Senkom di halaman Mako Polresta Banyuwangi.

Patroli gabungan skala besar tersebut dilaksanakan sebagai bentuk antisipasi terhadap berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas).

Kehadiran aparat gabungan menunjukkan sinergi nyata antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mewujudkan kondisi wilayah yang aman dan kondusif.

Kapolresta Banyuwangi, menyampaikan bahwa kegiatan patroli ini merupakan langkah preventif sekaligus upaya menciptakan rasa aman di tengah masyarakat.

“Melalui patroli skala besar, kami ingin memastikan masyarakat tetap merasa nyaman beraktivitas,” ujarnya.

Selama kegiatan, aparat gabungan melakukan pemantauan langsung di sejumlah lokasi yang dinilai rawan terjadinya gangguan, serta memberikan imbauan humanis kepada warga agar bersama-sama menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan.

Kapolresta Banyuwangi menambahkan bahwa agenda patroli serupa akan terus dilakukan. “Kami menekankan pentingnya kolaborasi antara aparat keamanan dengan masyarakat.

Dukungan warga merupakan kunci utama dalam menjaga Banyuwangi agar selalu kondusif,” tegas Kombes Pol. Rama Samtama Putra.

Hasil pantauan di lapangan menunjukkan situasi wilayah hukum Polresta Banyuwangi relatif aman, tertib, dan terkendali. Tidak ditemukan adanya insiden menonjol selama patroli berlangsung.

Dengan langkah bersama, Banyuwangi diharapkan semakin kokoh sebagai daerah yang aman, damai, dan nyaman untuk seluruh lapisan masyarakat.

Aliansi Madura Indonesia dan Forkopimda Gelar Pengajian Akbar Peringati Maulid Nabi dan Doa Bersama

SURABAYA || jejak-indonesia.id - Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus mendoakan kondusifitas Jawa Timur, Aliansi Madura Indonesia (AMI) bersama Forkopimda Surabaya dan Jawa Timur akan menggelar Pengajian Akbar dan Doa Bersama. Acara tersebut dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 30 September mendatang di Serambi Masjid Ampel, Surabaya.

Pengajian akbar ini akan menghadirkan Majelis At-Taufik Sampang yang dipimpin oleh KH Khoiron Zaini atau Gus Khoiron. Ribuan jamaah dari berbagai daerah di Jawa Timur diperkirakan hadir untuk mengikuti kegiatan yang terbuka untuk umum ini.

Ketua Umum AMI, Baihaki Akbar, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi antar elemen masyarakat, sekaligus meneguhkan semangat kebersamaan dalam menjaga ketentraman dan persatuan di Jawa Timur.

"Kami bersama Forkopimda Surabaya dan Jawa Timur berkomitmen untuk terus merawat kerukunan dan persaudaraan. Melalui pengajian akbar ini, kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendoakan agar Jawa Timur tetap aman, damai, dan kondusif," ujar Baihaki.

Dukungan penuh juga datang dari Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, yang mengapresiasi langkah Aliansi Madura Indonesia (AMI) bersama Forkopimda Surabaya dan Jawa Timur dalam menggelar acara keagamaan sekaligus kebangsaan ini.

"Kegiatan seperti ini sangat baik, karena bukan hanya untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi doa bersama demi kebaikan Jawa Timur dan khususnya Kota Surabaya. Pemerintah Kota siap mendukung penuh agar acara ini berjalan lancar," kata Eri Cahyadi.

Forkopimda Jawa Timur turut menyambut positif terselenggaranya acara ini. Kehadiran tokoh agama, pejabat daerah, serta masyarakat umum diharapkan menjadi bukti nyata persatuan dalam menjaga stabilitas wilayah.

Pengajian akbar ini terbuka untuk umum dan masyarakat yang ingin hadir dipersilakan langsung menuju Serambi Ampel pada hari pelaksanaan acara.

Cahaya Kebersamaan Melalui Peringatan Maulid Nabi Muhammad Di Perbatasan Papua

JAYAPURA || jejakindonesia.id – Suasana penuh kebersamaan terasa di Kampung Mosso, Distrik Muara Tami, Jayapura, saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW digelar di Masjid Al-Hijrah, perbatasan Skouw RI-PNG.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Satgas Yonif 131/Brajasakti melalui Pos Kout yang dipimpin langsung oleh Wadan Satgas, Mayor Inf Reza Nugraha. Kehadiran Satgas bersama BNPP-RI, TNI, Polri, serta jamaah masjid setempat menjadi wujud sinergi dalam menjaga persaudaraan dan memperkuat nilai-nilai kebersamaan di wilayah perbatasan.

Ketua Ta’mir Masjid Al-Hijrah, Laode Hadirin (54), menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan dan kebersamaan yang diberikan. “Kami sangat senang dan merasa terbantu dengan kehadiran Satgas dalam kegiatan Maulid ini. Semoga silaturahmi ini terus terjaga,” ungkapnya.

Melalui momen ini, Satgas Yonif 131/Brajasakti berharap semangat kebersamaan dapat semakin mempererat hubungan antara aparat keamanan dan masyarakat di tapal batas negeri.

*Bersama Braja Sakti Membangun Negeri*

Autentikasi: Pen Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 131 Braja Sakti

Pengadaan Chromebook di Disdikbud Aceh Utara Diduga Sarat korupsi, Sekolah Penerima Akui Tak Optimal Dimanfaatkan

ACEH UTARA || jejakindonesia.id – Dugaan praktik korupsi dalam pengadaan alat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) berupa Chromebook di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Utara semakin menguat. Program yang berlangsung sejak tahun anggaran 2021 hingga 2023 dengan nilai puluhan miliar rupiah itu ditemukan sarat kejanggalan, mulai dari dugaan mark up harga, pelanggaran juknis, hingga distribusi yang tak sesuai kebutuhan sekolah penerima

Berdasarkan dokumen yang berhasil dihimpun, pada tahun 2021 Disdikbud Aceh Utara mengalokasikan dana sebesar Rp 9,46 miliar untuk pengadaan Chromebook bagi 43 sekolah dasar (SD). Masih di tahun yang sama, tambahan Rp 1,91 miliar kembali digelontorkan untuk sembilan SD penerima lainnya.

Pada 2022, jumlahnya semakin membengkak. Sebanyak Rp 16 miliar dialokasikan untuk 130 SD penerima. Selain itu, terdapat paket pengadaan Chromebook dengan 143 unit yang dibanderol Rp 7,2 juta per unit. Padahal, harga tersebut jauh lebih tinggi dari standar yang ditetapkan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

Mengacu pada Surat Edaran LKPP Nomor 3 Tahun 2022 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) Pengadaan Laptop untuk Pendidikan, disebutkan bahwa harga acuan Chromebook berada di kisaran Rp 5,5 juta per unit. Bahkan, pada 2023, dalam Peraturan Kepala LKPP Nomor 12 Tahun 2023 tentang E-Katalog Sektoral Pendidikan, harga kontrak payung untuk laptop jenis serupa turun menjadi Rp 5 juta per unit.

Harga tersebut sudah mencakup biaya produksi, keuntungan distributor, pajak, ongkos distribusi, hingga pengemasan. Dengan demikian, pengadaan Chromebook di Aceh Utara yang mencapai Rp 7,2 juta per unit sangat jelas melampaui batas, mengindikasikan adanya praktik mark up.

Seorang pengamat kebijakan publik di Lhokseumawe menyebut, “Kalau ada selisih Rp 1,5–2 juta per unit, bayangkan jika dikalikan ribuan unit. Potensi kerugian negara bisa mencapai miliaran rupiah hanya dari selisih harga ini.”

Selain dugaan mark up, pengadaan ini juga dinilai menyalahi Petunjuk Teknis Bantuan Pemerintah untuk Pengadaan Sarana TIK Pendidikan Dasar. Dalam juknis, prioritas penerima haruslah sekolah yang memiliki infrastruktur memadai, seperti jaringan listrik stabil, ruang penyimpanan aman, dan akses internet. Namun, temuan lapangan berbeda.

Sejumlah kepala sekolah mengakui bahwa fasilitas tersebut belum tersedia di sekolah mereka. “Kami menerima 20 unit Chromebook pada 2022, tapi jaringan internet di sekolah sering mati. Banyak perangkat akhirnya jarang dipakai. Malah sebagian masih disimpan di lemari karena guru juga belum dilatih maksimal,” ungkap salah seorang tenaga pendidik di Kecamatan Tanah Luas yang meminta identitasnya disembunyikan.

Pernyataan serupa datang dari seorang guru SD di Geureudong Pase. “Kalau melihat murid kami, yang lebih dibutuhkan sebenarnya buku dan rehab kelas. Chromebook ada, tapi tanpa Wi-Fi stabil, percuma. Kami merasa sekolah hanya jadi tempat titipan barang proyek,” ujarnya dengan nada kecewa.

Kasus di Aceh Utara ini makin relevan setelah Kejaksaan Agung menetapkan mantan Mendikbudristek 2019–2024, Nadiem Anwar Makarim, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook nasional. Proyek senilai Rp 9,7 triliun itu menyebabkan kerugian negara hingga Rp 1,9 triliun.

Dalam konstruksi perkara, jaksa menilai Nadiem berperan aktif dalam mengarahkan penggunaan perangkat berbasis ChromeOS, meski kajian teknis internal kementerian menyebut perangkat tersebut tidak sesuai kebutuhan pembelajaran saat pandemi Covid-19.

Melihat pola yang sama, publik menilai bahwa kasus di Aceh Utara hanyalah bagian kecil dari skema besar yang sudah terbongkar di tingkat Nasional.

Aktivis antikorupsi di Aceh Utara mendorong agar Kejaksaan Agung maupun penegak hukum daerah segera turun tangan.

“Kalau di pusat bisa terbukti ada mark up dan permainan vendor, sangat mungkin di daerah juga terjadi pola serupa. Apalagi data harga sudah terang-benderang melampaui acuan LKPP. Ini harus diusut,” ujarnya.

Dirinya menambahkan, publik jangan hanya fokus pada pejabat pusat. “Kejagung harus melihat rantai distribusi anggaran di daerah. Siapa yang meneken kontrak, siapa vendor pelaksana, dan bagaimana mekanisme e-katalog digunakan. Jangan sampai uang rakyat Aceh Utara ikut raib,” tegasnya.

Masyarakat berharap kasus ini tidak berhenti pada sorotan media semata, melainkan ditindaklanjuti secara hukum. Jika terbukti, para pihak yang terlibat harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Pengadaan TIK seharusnya untuk memajukan pendidikan anak-anak kita, bukan jadi ladang korupsi. Kalau terus begini, masa depan generasi Aceh akan dirugikan,” pungkas seorang wali murid di Kecamatan Matangkuli.

Dengan semakin kuatnya bukti perbandingan harga, pelanggaran juknis, dan kesaksian dari pihak sekolah, publik Aceh Utara kini menunggu langkah tegas aparat hukum. Kasus nasional sudah membuka pintu, tinggal menunggu apakah skandal di daerah juga akan terseret ke meja hijau. (Com)

Sementara Jamaluddin saat dikonfirmasi media ini melaluai Pesan whatshap yang dikirim juga tidak dibalas hingga berita ini diturunkan.

error: Content is protected !!