Opening soon Opens today at 9:00 am

Tahun: 2025

Satpolairud Polresta Banyuwangi Melaksanakan Patroli Harkamtibmas Dikawasan Obyek Vital Nasional.

Banyuwangi - Jejak - Indonesia.id || Dalam rangka memastikan situasi keamanan dan kelancaran perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Polresta Banyuwangi melalui Satpolairud Polresta Banyuwangi jajaran Polda Jawa Timur melaksanakan patroli harkamtibmas dikawasan Obyek Vital Nasional. Selasa, (23/12/2025) siang

Dalam patroli harkamtibmas tersebut, Aiptu I Gede Eka D mengatakan giat patroli dan sambang dialogis yang dilaksanakan bersama Aipda Nurachmad dalam rangka untuk memastikan situasi kawasan Depo Pertamina Banyuwangi dalam keadaan aman dan kondusif.

Kegiatan ini merupakan langkah preventif untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan, khususnya pada objek vital yang memiliki peran strategis dalam menjaga keberlangsungan pasokan bahan bakar (minyak).

Patroli ini merupakan bagian dari rangkaian Operasi Pengamanan Nataru 2025 guna menciptakan situasi yang aman dan kondusif selama libur akhir tahun," terang Gede.

“Sinergi dan komunikasi antara Polresta Banyuwangi bersama instansi terkait diharapkan mampu meningkatkan pengawasan dan respons cepat terhadap setiap potensi ancaman,” tambahnya.

Selain melakukan patroli harkamtibmas, pada kesempatan ini, Aiptu I Gede Eka D menambahkan giat patroli ini sebagai langkah antisipasi Polresta Banyuwangi dalam mencegah gangguan kamtibmas dikawasan Obyek Vital Nasional.

Mengingatkan kepada securty, supir tangki dan karyawan Depo Pertamina untuk selalu waspada terhadap potensi cuaca extrem yang disertai angin kencang.

Selama kegiatan patroli, personel Polairud melakukan dialog, pemantauan area depo pertamina, pengecekan area, serta berkoordinasi dengan petugas pengamanan depo pertamina.

Saat dikonfirmasi, Kasat Polairud Polresta Banyuwangi Kompol Muchammad Wahyudi, A.Md., S.H. menegaskan bahwa patroli lilin Semeru akan terus dilaksanakan secara berkala selama masa pengamanan Nataru 2025.

“Hal ini sebagai bentuk komitmen kami dalam menjaga stabilitas keamanan, khususnya di kawasan objek vital nasional,” tutupnya.

Secara keseluruhan, kegiatan patroli laut berjalan dengan aman dan lancar tanpa ditemukan adanya gangguan keamanan.

Melalui patroli harkamtibmas dan pemantauan ini, diharapkan masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan rasa aman, serta operasional objek vital nasional di wilayah Kabupaten Banyuwangi tetap berjalan secara optimal.

Hari Ibu, Ribuan Pelajar Banyuwangi Sampaikan “Tanda Cinta” Pada Ibu

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Peringatan Hari Ibu di Banyuwangi diwarnai dengan aksi kreatif ribuan pelajar yang menyampaikan “Tanda Cinta” pada sosok seorang Ibu. Kreativitas itu dituangkan mulai dalam bentuk gambar, surat hingga "pengakuan langsung" pada acara yang dikemas dalam Festival Hari Ibu di Pendopo Sabha Swagata, Senin (22/12/2025).

Festival Hari Ibu itu diikuti oleh 1200 pelajar mulai tingkat SD, SMP dan SMA se Banyuwangi. Sebelumnya,mereka mengirimkan kreativitas dalam tiga kategori lomba yakni Poster dan Wawarah/presentasi dengan tema “Ibu Cahaya Dalam Setiap Langkah”, dan Surat Untuk Bupati. Para finalis berkesempatan tampil langsung di hadapan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Salah satunya adalah Kia, siswi kelas 4 dari SDIT AL Uswah Banyuwangi. Ia menceritakan bagaimana peran ibu yang sangat berarti dalam hidupnya.

"Ibu itu suka berbohong, lelah tapi bilang tidak. Bilang sudah makan, padahal lapar. Itulah keistimewaan ibu," kata Kia.

“Semoga ibu kita selalu sehat dan diberi umur yang panjang,” tambah Kia.

Bupati Ipuk memberikan apresiasi kepada para pelajar yang telah tampil dengan baik. Ia pun memeluk setiap anak dengan hangat.

“Terima kasih anak-anakku semua atas penghargaan kalian untuk Ibu nya. Jadikan semua jasa dan pengorbanan ibu menjadi motivasi dan inspirasi bagi kalian untuk berbakti dan menjadi yang terbaik di masa depan,” kata Ipuk usai menyaksikan penampilan para finalis lomba.

Ipuk mengatakan Ibu berperan strategis tidak hanya dalam kehidupan keluarga tapi juga masyarakat, dan bangsa. Karena ibulah yang menjadi madrasah pertama, pendidik yang menanamkan niai-nilai karakter pada anak yang akan terbawa kemanapun anak berada.

“Di balik generasi yang tangguh dan masyarakat yang berdaya, ada peran ibu yang mendidik dan menanamkan nilai-nilai karakter sebagai bekal anak dalam mengarungi kehidupannya,” kata Ipuk.

Ipuk melanjutkan untuk memaksimalkan peran strategis seorang Ibu, Pemkab Banyuwangi turut mendukung lewat kebijakan dan program pemberdayaan. Dimulai dari perencaaan pembangunan inklusif yang melibatkan perempuan dan anak serta Kebijakan Ramah Perempuan dalam akses pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, dan ruang partisipasi publik yang aman.

“Kami ingin para ibu tidak hanya kuat di ranah domestik, tetapi juga percaya diri memimpin di ruang ekonomi dan sosial. Salah satunya lewat pemberdayaan melalui bantuan modal usaha, pelatihan dan lainnya,” pungkas Ipuk. (*)

Musik Band Kotak Ajak Keluarganya Eksplor Banyuwangi

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Tampil di konser kemanusiaan dalam rangka Hari Jadi Banyuwangi (Harjaba) ke-254 menjadi momen spesial bagi keluarga besar band Kotak. Tak sekadar manggung, band legendaris Indonesia ini sekaligus memanfaatkan kesempatan untuk mengenal lebih dekat Banyuwangi.

Band yang digawangi Tantri Syalindri Ichlasari (vokal), Mario Marcella Handika Putra atau Cella (gitar), dan Swasti Sabdastantri atau Chua (bass) itu datang dengan membawa anggota keluarganya, termasuk anak-anak mereka.

“Hari ini spesial karena kami datang ke Banyuwangi sambil membawa keluarga besar, termasuk anak-anak. Kami ingin mengeksplor Banyuwangi besok dan dua sampai tiga hari ke depan,” ujar Tantri saat mengenalkan anggota keluarga mereka di sela konser di Gesibu Blambangan, Sabtu malam (20/12/2025).

Dikatakan Tantri, ketertarikannya pada Banyuwangi sudah lama muncul, terutama setelah sering melihat keindahan daerah ini berseliweran di media sosial.

“Saya sering iri melihat banyak FYP yang menampilkan Banyuwangi itu indah. Sampai saya bilang, kenapa vokalis Kotak belum pernah diajak ke sini sama gitarisnya,” selorohnya.

Diketahui, Gitaris Kotak yang akrab disapa Cella merupakan putra daerah asal Banyuwangi. Cella mengaku senang tampil di Banyuwangi, karena sekaligus bisa pulang kampung.

Tantri menambahkan, penampilan Kotak di Banyuwangi kali ini menjadi ajang reuni setelah penantian panjang. Karena terakhir kali Kotak tampil di Banyuwangi sekitar 15 tahun lalu.

“Butuh 15 tahun akhirnya Kotak bisa menginjakkan kaki kembali di Banyuwangi. Banyuwangi itu selalu punya cerita dan kesan baik buat Kotak,” tuturnya.

Dalam konser kemanusiaan itu, Kotak juga mendonasikan sebagian pendapatannya untuk disalurkan membantu para korban bencana banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. (*)

Jelang Nataru Polresta Banyuwangi Gelar Pemeriksaan Keselamatan Terpadu di Pelabuhan Ketapang

BANYUWANGI || jejakindonesia.id — Polresta Banyuwangi Polda Jawa Timur menggelar pemeriksaan keselamatan terpadu di Pelabuhan ASDP Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (22/12/2025).

Kegiatan bagian ini sebagai bagian dari kesiapan pengamanan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Dalam pelaksanaannya, Polresta Banyuwangi Polda Jatim melibatkan unsur gabungan dari Satlantas, Satresnarkoba, Satpolairud, Satpamobvit, Sie Humas, dan Sidokkes Polresta Banyuwangi.

Selain itu, kegiatan juga melibatkan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), ASDP Ketapang, Lantamal, BKO Airud Polda Jawa Timur, serta BKO Korpolairud Baharkam Polri.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Dr. Rama Samtama Putra melalui Kasat Polairud Polresta Banyuwangi Kompol Muchammad Wahyudi mengatakan Pemeriksaan difokuskan pada sejumlah sasaran utama keselamatan.

Pertama, keselamatan kendaraan, meliputi bus, travel, dan mobil pribadi yang akan menyeberang, keselamatan kapal, dengan melakukan pengecekan alat keselamatan, manifest penumpang, serta kelengkapan dokumen kapal.

Selain itu, petugas juga melakukan pemeriksaan keselamatan pribadi awak transportasi melalui deteksi dini narkotika.

Puluhan orang menjalani tes urine, terdiri dari puluhan awak kapal dan pengemudi bus, truk, serta mobil pribadi.

Sasaran lainnya adalah pemeriksaan keselamatan dermaga, khususnya Movable Bridge (MB) 1 hingga MB 4, yang menjadi tempat sandar kapal di Pelabuhan Ketapang.

Kasat Polairud Polresta Banyuwangi menambahkan, pemeriksaan guna memastikan kesiapan personel selama pelayaran.

“Keselamatan penumpang menjadi prioritas utama, termasuk memastikan tidak ada kelebihan muatan dan seluruh awak dalam kondisi prima,” ujarnya.

Polresta Banyuwangi Polda Jatim juga menyiagakan pos pengamanan terpadu di kawasan Pelabuhan Ketapang selama 24 jam untuk mendukung kelancaran arus penyeberangan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Melalui ramp check tersebut, kepolisian berharap arus mudik dan balik Natal dan Tahun Baru di lintas Ketapang–Gilimanuk dapat berjalan aman dan lancar.

Polres Bojonegoro Lakukan Sterilisasi Gereja Jelang Ibadah Natal

BOJONEGORO || jejakindonesia.id – Personel Polres Bojonegoro Polda Jatim melaksanakan sterilisasi gereja guna memastikan keamanan dan kenyamanan umat Kristiani menjelang pelaksanaan ibadah.

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya preventif kepolisian dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif, khususnya pada kegiatan keagamaan.

Kapolres Bojonegoro AKBP Afrian Satya Permadi melalui Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Kompol Sujono mengatakan, salah satu gereja yang menjadi sasaran sterilisasi adalah Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) yang berlokasi di Jalan WR Supratman, Kecamatan Kota Bojonegoro.

Kegiatan sterilisasi tersebut dilaksanakan sebelum rangkaian ibadah dimulai.

“Sterilisasi ini dilakukan dengan menyisir setiap ruang dan sudut gereja menggunakan alat metal detector dan inspector mirror,” ujar Kompol Sujono, Senin (22/12).

Ia menjelaskan, sterilisasi dilakukan oleh tim khusus yang dipimpin langsung oleh Kanit Pengamanan Objek Vital (Pam Obvit).

Petugas menyisir area dalam dan sekitar gereja secara menyeluruh guna memastikan tidak adanya benda mencurigakan yang dapat membahayakan jamaah.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari prosedur standar pengamanan kegiatan keagamaan.

“Sterilisasi dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan barang berbahaya yang dapat mengganggu kegiatan ibadah,” jelasnya.

Kompol Sujono menambahkan, setelah proses sterilisasi selesai, pengamanan dilanjutkan dengan penempatan personel gabungan dari Polres Bojonegoro dan Polsek Bojonegoro Kota.

Pengamanan dilakukan secara terbuka dan tertutup hingga seluruh rangkaian ibadah selesai.

Ia menegaskan, kegiatan sterilisasi dan pengamanan ini merupakan bentuk perhatian dan komitmen Polri dalam memberikan rasa aman bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama.

“Kami melaksanakan kegiatan kemanusiaan dengan memberikan rasa aman dan nyaman bagi umat Kristen yang melaksanakan ibadah, sehingga mereka dapat beribadah dengan khusyuk dan tenang,” pungkasnya.

error: Content is protected !!