We're open Closes at 5:00 pm

Tahun: 2025

Pelatih Asal Banyuwangi Pimpin Timnas Kabaddi Putri Indonesia di Thailand 2025

Thailand || jejakindonesia.id — Indonesia kembali mengukir kiprah penting di kancah internasional melalui cabang olahraga Kabaddi. Dalam rangkaian kegiatan menuju Thailand 2025, kontingen Merah Putih menurunkan 14 atlet, terdiri dari 7 atlet putri dan 7 atlet putra, Jum'at (12/12).

Kebanggaan tersendiri hadir bagi masyarakat Jawa Timur, khususnya Banyuwangi, karena Wiwit, pelatih asal Banyuwangi, dipercaya sebagai Pelatih Timnas Kabaddi Putri Indonesia. Kehadiran beliau menjadi bukti bahwa potensi pelatih dan atlet dari daerah mampu bersaing dan diakui di level nasional hingga internasional.

Dalam kegiatan tersebut, para pelatih dan official Indonesia berfoto bersama Asisten Kemenpora, Mas Frenk, serta perwakilan Jawa Timur, Puruito, yang turut memberikan dukungan penuh kepada para atlet.

Pelatih Wiwit menyampaikan rasa bangganya dapat kembali membawa nama Indonesia ke ajang internasional. Ia menegaskan bahwa keikutsertaan ini menjadi kesempatan besar bagi para atlet putri untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka sekaligus memperluas eksistensi olahraga Kabaddi di Indonesia.

“Kami datang dengan tekad dan persiapan yang matang. Ini bukan hanya membawa nama Indonesia, tapi juga membawa semangat daerah, khususnya Banyuwangi. Semoga atlet-atlet putri kita mampu tampil maksimal dan memberikan yang terbaik,” ujarnya.

Partisipasi Indonesia di Thailand 2025 menunjukkan komitmen kuat pemerintah dan para penggiat olahraga untuk terus mendorong kemajuan Kabaddi sebagai salah satu cabang yang mulai mendapatkan tempat di hati masyarakat.

FajarPaper Tunjukkan Komitmen Sosial Dengan Salurkan Unit Kursi Roda dan Mesin Pengolahan Sampah Organik

BEKASI || jejakindonesia.id — PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FajarPaper), produsen kertas kemasan terkemuka di Indonesia, kembali menunjukkan kepedulian sosial dengan turut menyalurkan unit kursi roda dan mesin pencacah serta mesin pengayak sampah organik.

Sebagai bentuk dukungan terhadap program “Polisi Peduli Disabilitas” yang diinisiasi oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), FajarPaper menyalurkan 5 unit kursi roda kepada Polsek Cikarang Barat.

Bantuan tersebut diterima oleh Wakapolsek Cikarang Barat, AKP. Eli di Markas Polsek Cikarang Barat.

Perwakilan manajemen PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FajarPaper), Leonard Lumenta, mengatakan “FajarPaper terus berupaya untuk memberikan dukungan bagi masyarakat, tidak terkecuali penyandang disabilitas. Melalui program dan bantuan yang diberikan, semoga fasilitas kursi roda ini dapat dimanfaatkan secara optimal”.

Pada kesempatan lain, FajarPaper juga memberikan bantuan 1 unit mesin pencacah dan 1 unit mesin pengayak sampah organik sebagai bentuk dukungan perusahaan kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) ke Peternak Muda Cikarang.

Peternak Muda Cikarang merupakan usaha mandiri yang dikelola oleh komunitas warga di Kampung Sukamatri, Desa Sukaraya, Cikarang.

Komunitas ini membudidayakan ternak kambing yang dipasarkan untuk kebutuhan hewan kurban dan aqiqah.

Bantuan mesin pencacah dan pengayak sampah organik ini berguna sebagai alat pengolahan bahan pakan ternak.

Bahan baku organik seperti sayuran, rumput, maupun jerami diolah menggunakan mesin pencacah agar menjadi potongan kecil dan lebih halus, sehingga mudah dikonsumsi ternak. Kemudian, hasil cacahan tersebut diayak menggunakan mesin pengayak untuk memisahkan material yang tidak diinginkan seperti kotoran dan batu, dengan pakan ternak.

Dengan bantuan unit mesin ini, diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas pangan ternak, menekan biaya operasional, serta meningkatkan kualitas ternak.

Unit mesin pencacah dan mesin pengayak sampah organik diterima langsung oleh Ketua Peternak Muda Cikarang, Wawan Gunawan.

Ia menyampaikan “Terima kasih kepada FajarPaper telah memberikan mesin pencacah dan mesin pengayak. Kedua mesin tersebut kami butuhkan untuk mendukung usaha ternak ini karna dapat mempercepat dan mempermudah dalam mengolah bahan-bahan menjadi pakan ternak”.

Melalui rangkaian bantuan ini, FajarPaper menunjukkan konsistensi kepeduliannya terhadap aspek sosial dan pemberdayaan masyarakat. Inisiatif berkelanjutan yang dijalankan ini diharapkan dapat memperkuat hubungan perusahaan dengan masyakat, demi mendorong dampak positif yang tepat sasaran bagi lingkungan sekitar.

Tentang FajarPaper
FajarPaper, salah satu perusahaan terkemuka di bidang usaha manufaktur kertas untuk kemasan yang memproduksi containerboard (liner dan corrugating medium) dan boxboard, dan dipasarkan ke dalam maupun beberapa negara lain.

Dengan menggunakan 100% kertas bekas sebagai bahan bakunya, FajarPaper turut mencegah kerusakan hutan alam, pencemaran lingkungan hidup, dan menerapkan keberlangsungan dalam proses produksinya.

FajarPaper berkomitmen melaksanakan program Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai wujud tanggung jawab terhadap masyarakat yang mencakup bidang pendidikan, kemasyarakatan, dan lingkungan hidup.

Melalui bidang kemasyarakatan atau sosial, FajarPaper membantu daerah yang terkena banjir dan menyediakan instalasi air bersih, serta aspek lingkungan, menyediakan sarana pengangkut sampah dan secara rutin juga melakukan program bersih sungai di Desa Kalijaya. (Redho)

Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah di DKI Jakarta, OJK Resmikan EPIKS di Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin, Jakarta Timur

JAKARTA || jejakindonesia.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Kementerian Agama, dan Lembaga Jasa Keuangan (LJK) melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi DKI Jakarta meresmikan pembentukan Ekosistem Pusat Inklusi Keuangan Syariah (EPIKS) di Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin, Jakarta Timur sebagai langkah strategis untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah serta memperkuat ekosistem ekonomi syariah di wilayah DKI Jakarta.

Dalam sambutannya, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi peresmian EPIKS dan pandangannya terhadap peran strategis pesantren dalam membangun generasi melek keuangan syariah.

“Saya ke sini ingin bersama-sama dengan komunitas di sini, dengan keluarga besar Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin, untuk memberikan nilai tambah. Karena semuanya sudah bagus, kita berharap insya Allah bisa memberikan nilai tambah dalam hal literasi dan inklusi keuangan. Saya rasa ini juga suatu bekal yang sangat penting, yaitu untuk santriwan dan santriwatinya agar bisa menyiapkan masa depan dengan lebih baik, dan juga untuk pesantren sendiri. Karena yang kita edukasi bukan hanya santriwan-santriwatinya, tapi juga para pengurus pondoknya, para gurunya, dan seluruh keluarga sekitarnya,” kata Friderica seperti dilansir dalam siaran pers OJK, Rabu (10/12).

Friderica juga menekankan pentingnya peran pesantren sebagai pusat pemberdayaan ekonomi dan pelindungan masyarakat dalam menghadapi risiko keuangan di era digital.

“OJK punya satu tugas lagi selain mengatur dan mengawasi, yaitu melindungi, dengan memberikan edukasi. Karena pendidikan, ilmu, dan literasi itulah yang akan menjaga adik-adik semua dari berbagai bahaya yang muncul di era sekarang, era digitalisasi. Banyak sekali manfaat yang kita dapat dari digitalisasi, namun risikonya juga luar biasa,” tegas Friderica.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala OJK Jabodebek, Edwin Nurhadi menyampaikan bahwa EPIKS merupakan bentuk kolaborasi OJK dengan lembaga jasa keuangan dalam menyediakan layanan keuangan syariah yang lebih mudah dijangkau dan relevan dengan kebutuhan masyarakat pesantren.

Program ini didesain untuk mendukung pengembangan produk keuangan syariah secara terarah, termasuk tabungan pelajar, pembiayaan UMKM, layanan investasi syariah, serta pelatihan literasi keuangan.

“Dengan terbentuknya EPIKS, kami berharap para pelajar, mahasiswa, santri, tenaga pengajar, serta masyarakat sekitar pesantren dapat lebih mudah dan aktif memanfaatkan produk dan layanan keuangan syariah, sehingga mampu mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah,” ujar Edwin.

Ketua Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin Chairul Baihaqi dalam kegiatan tersebut juga turut menyampaikan apresiasi atas inisiatif OJK dalam memprakarsai pembentukan EPIKS.

“Semoga program EPIKS di Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin dapat menjadi sarana kolaborasi strategis yang berkelanjutan antara berbagai pihak, sekaligus percontohan bagi ekosistem pendidikan Islam lainnya,” ungkap Chairul Baihaqi.

Latar Belakang Program EPIKS EPIKS merupakan program strategis TPAKD Provinsi DKI Jakarta untuk memperluas akses keuangan syariah bagi masyarakat dan menjadi bagian dari roadmap Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) DKI Jakarta, yang berfokus pada peningkatan literasi dan edukasi, penguatan lembaga keuangan syariah, pengembangan industri halal, serta pemberdayaan UMKM Syariah.

Inisiatif ini juga bertujuan untuk mendukung visi “Jakarta Top 20 Global City”, khususnya dalam penguatan posisi Jakarta sebagai pusat keuangan yang kompetitif melalui optimalisasi pasar modal syariah dan penguatan ekosistem ekonomi syariah.

Program EPIKS 2025 dan Kolaborasi Terintegrasi EPIKS dirancang sebagai program literasi dan inklusi keuangan syariah yang menempatkan pesantren sebagai pusat kegiatan ekonomi syariah.

Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin dipilih mengingat besarnya ekosistem pendidikan, dengan lebih dari 1.600 pelajar, 300 santri, serta lebih dari 22 UMKM yang dapat didorong melalui ekosistem keuangan syariah.

Kolaborasi pelaksanaan EPIKS di Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin melibatkan PT Bursa Efek Indonesia, PT Bank Syariah Indonesia, PT Phintraco Sekuritas, dan Sekolah Tinggi Agama Islam Minhaajurrosyidiin (STAIMI).

Rangkaian Pelaksanaan EPIKS di Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin Kegiatan inkubasi dan seremoni pembentukan EPIKS meliputi:

Edukasi keuangan syariah dan pasar modal untuk ±750 pelajar dan mahasiswa,
Penyerahan simbolis kartu santri dan tabungan Pelajar sebagai sarana transaksi keuangan syariah,
Pemberdayaan UMKM dan Koperasi menjadi Agen Laku Pandai Syariah sebagai pusat layanan keuangan syariah satu pintu.

Penandatanganan komitmen bersama pembentukan Galeri Investasi Syariah (GIS), yang merupakan GIS pertama yang berdiri di lingkungan Pondok Pesantren di wilayah DKI Jakarta, dan
Inisiatif Green Economy, melalui penyediaan Reverse Vending Machine yang mengintegrasikan pengelolaan botol plastik ke dalam transaksi keuangan, dan kegiatan penanaman pohon.

Selain melalui pembentukan EPIKS, berbagai upaya terus digalakkan untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah nasional menunjukkan kemajuan signifikan.

Hingga Oktober 2025, OJK dan para pemangku kepentingan telah melaksanakan 1.627 kegiatan edukasi keuangan syariah yang menjangkau 6.220.084 peserta, serta 5.738 kegiatan Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) Syariah dengan total 15.203.488 peserta.

Berbagai program tematik juga digerakkan secara masif, di antaranya Santri Cakap Literasi Keuangan Syariah (SAKINAH), Sahabat Ibu Cakap Literasi Keuangan Syariah (SICANTIKS), School of Syariah (SOS), Indonesia Sharia Financial Olympiad (ISFO) 2025, dan Syariah Financial Fair (SYAFIF) yang secara kolektif memperkuat pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan syariah.

Pada saat yang sama, implementasi EPIKS turut menghasilkan pembukaan 93 agen layanan keuangan syariah, pembentukan Galeri Investasi Syariah, peningkatan akses pembiayaan, serta berbagai kegiatan edukasi di pesantren dan wilayah sekitarnya.

Capaian ini melengkapi pelaksanaan program EPIKS pada tahun sebelumnya, di mana sepanjang 2024 OJK telah merealisasikan program tersebut di 10 pondok pesantren, disertai pra-kegiatan di 20 pondok pesantren lainnya di berbagai daerah.

Dihadiri oleh lebih dari 750 Pelajar dan Santri di lingkungan Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin, peresmian pembentukan EPIKS turut dihadiri oleh; Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia Jeffrey Hendrik, Wakil Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Bob Tyasaka Ananta, Direktur Phintraco Sekuritas Andre Mahardika, Kepala Biro Dikmental Setda Provinsi DKI Jakarta Fajar Eko Satriyo, Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Minhaajurrosyidiin Dr. Tri Gunawan, perwakilan kantor wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, dan mitra strategis lainnya.
(Redho)

Solidaritas Merah Putih: Kodim 0825/Banyuwangi Gelorakan Donor Darah di Hari Juang TNI AD Dan Hut Kodam V/Brawijaya

BANYUWANGI || jejakindonesia.id — Dalam rangka menyambut Hari Juang TNI AD dan Hari Ulang Tahun Kodam V/Brawijaya, Kodim 0825/Banyuwangi menggelar aksi donor darah bertajuk “TNI AD Manunggal Dengan Rakyat Untuk Indonesia Bersatu, Berdaulat, Sejahtera dan Maju.” Kegiatan kemanusiaan ini berlangsung di Aula Panglima Sudirman, Makodim 0825 Jalan RA Kartini No. 02, Kepatihan, Banyuwangi, Jumat (12/12/2025).

Aksi donor darah ini diikuti oleh berbagai unsur, mulai dari Prajurit Kodim 0825/Banyuwangi, Lanal Banyuwangi, Batalyon 515 Kostrad Kabat, Minvet Banyuwangi, Subdenpom Banyuwangi, hingga ASN dan Persit. Antusiasme para peserta mencerminkan kuatnya komitmen jajaran TNI dan instansi terkait dalam mendukung ketersediaan stok darah di wilayah Banyuwangi.

Dandim 0825/Banyuwangi, Letkol Arm Tryadi Indrawijaya, S.H., M.I.P., dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya seremonial, tetapi menjadi bentuk nyata pengabdian TNI AD kepada masyarakat.

Ia menegaskan bahwa donor darah merupakan aksi kemanusiaan yang terus digelorakan agar mampu memberi manfaat langsung bagi warga yang membutuhkan.

Menurutnya, semangat kebersamaan dan kepedulian sosial menjadi pondasi penting dalam memperingati Hari Juang TNI AD.

“Lewat donor darah ini, kami berharap masyarakat semakin merasakan kehadiran TNI sebagai bagian dari solusi, bukan hanya dalam pertahanan, tetapi juga dalam aksi kemanusiaan,” ujarnya.

Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya memperingati momentum historis TNI AD, tetapi juga memperkuat hubungan TNI dengan masyarakat Banyuwangi.

Polresta Banyuwangi Ungkap Pengiriman Ganja 32,86 Gram; Satu tersangka diamankan

BANYUWANGI || jejakindonesia.id — Satresnarkoba Polresta Banyuwangi mengungkap kasus peredaran gelap narkotika jenis ganja di wilayah Rogojampi pada Rabu (10/12/2025). Seorang pria berinisial PAA(27), ditangkap saat mengambil paket berisi ganja.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H., menyatakan bahwa pengungkapan kasus ini menunjukkan komitmen Polresta Banyuwangi dalam memberantas peredaran narkotika.
“Kami tindak lanjuti setiap informasi dari masyarakat. Modus pengiriman menjadi perhatian khusus, dan kami akan terus memperkuat pengawasan di lapangan,” ujarnya.

Kapolresta Banyuwangi menegaskan bahwa proses hukum akan dilakukan secara profesional dan penyidikan masih dikembangkan untuk mengungkap jaringan lain.
“Kami tidak memberi ruang bagi pelaku narkoba dan mengajak masyarakat terus berperan aktif menjaga Banyuwangi tetap aman dari narkotika,” kata Kapolresta.

Kasat Resnarkoba Polresta Banyuwangi kompol Nanang Sugiono,S.H., M.H., mengatakan pengungkapan ini berawal dari laporan masyarakat terkait maraknya peredaran ganja di kawasan tersebut. Menindaklanjuti informasi itu, tim melakukan penyelidikan dan memantau pergerakan tersangka.

“Petugas kemudian mengamankan pelaku saat hendak menerima paket. Dari hasil pemeriksaan ditemukan ganja dengan berat bersih 32,86 gram yang terdiri dari batang, daun, dan biji,” ujarnya

Kasat Resnarkoba Polresta Banyuwangi Kompol Nanang Sugiono, S.H., M.H., Mengatakn Dalam operasi tersebut, polisi turut menyita sejumlah barang bukti, antara lain paket ganja, lakban pembungkus, plastik berlabel, selembar kertas coklat, kaos warna coklat, serta satu unit telepon genggam milik tersangka.

Pelaku dijerat Pasal 114 ayat (1) subsider Pasal 111 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara" tambahnya

Saat ini penyidik telah melakukan pemeriksaan saksi, menyita barang bukti, serta menahan tersangka. Polisi juga akan mengirimkan barang bukti ke Laboratorium Forensik serta meneruskan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) ke Jaksa Penuntut Umum.

“Kasus ini masih kami kembangkan untuk mengungkap jaringan lain yang terkait dengan tersangka,”pungkasnya

Polresta Banyuwangi menegaskan komitmennya dalam memberantas peredaran narkotika dan mengimbau masyarakat untuk terus berperan aktif memberikan informasi guna menjaga Banyuwangi tetap aman dan bersih dari narkoba. (***)

error: Content is protected !!