Sorry, we're closed Opens Rabu at 9:00 am

Bulan: Desember 2025

Imung dan Sasetya Berkolaborasi Luncurkan Antologi Cerpen

SURABAYA || jejakindinesia.id - Untuk kedua kalinya jurnalis senior Imung Mulyanto dan Sasetya Wilutama berkolaborasi meluncurkan buku. Kali ini sama-sama berupa buku antologi cerpen. Imung meluncurkan antologi cerpen “Runtah” dan Sasetya meluncurkan “Wali Katon,” kumpulan cerpen dan cerita cekak (berbahasa Jawa).

Peluncuran dua buku antologi cerpen tersebut berlangsung di Quds Royal Hotel, Jl. Sultan Iskandar Muda 85 (kawasan Ampel) Surabaya, Rabo (17/12).

Sebelumnya pada kolaborasi pertama, pada bulan September lalu, dilaksanakan di kampus Stikosa AWS. Saat itu Imung meluncurkan antologi puisi “Tuhan, Plis Deh...” dan Sasetya meluncurkan kumpulan esai “Wong Katrok Merambah Media.”

Kali ini, peluncuran dua buku itu dilaksanakan di tengah festival“Secangkir Kopi, Sejuta Ide”bersamaan dengan peluncuran Quds Coffee Corner di hotel tersebut.

RM Pungky Kusuma, General Manager hotel di Surabaya Utara ini memang kreatif. Dia memadukan peluncuran buku dengan pembukaan pameran lukisan bertajuk "Bingkai Masa" karya Edi Marga, Budi AN, Luthfi Satako dan Dewi Ulantina. Dipadu juga dengan dengan menghadirkan musik keroncong besutan seniman teater Meimura. Sedangkan dresscode bertema nuansa Jawa busana tempo dulu, sehingga suasana acara terlihat unik dan kenarik. Sambil ngopi dan mengudap kue maryam, audiens yang hadir tampak sangat menikmati jalannya acara.

Dalam sambutannya sebagai host Pungky menyatakan, hotel yang dipimpinnya sangat terbuka sebagai ajang mengekspresikan ide-ide, menggelar karya-karya para seniman, dan aneka kegiatan budaya lainnya. “Monggo, silahkan, kami siap bekerja sama dengan siapa saja,” ujarnya di depan audiens yang kebanyakan seniman dari berbagai bidang dan jurnalis.

*Cerpen Jurnalistik*

Buku Imung Mulyanto, “Runtah,” berisi sembilan judul cerita pendek yang sebagian besar belum pernah dipublikasikan kecuali “Tidur Panjang” yang berkisah tentang betapa pentingnya sebuah harapan, meskipun kecil agar orang tetap bertahan hidup dalam kondisi sesulit apa pun.

Mengapa disebut cerpen jurnalistik? “Sebagaimana karya jurnalistik, cerpen-cerpen saya kebanyakan ada news peg-nya, ada cantelannya, ada konteksnya. Atau dengan kata lain, kontekstual. Bahwa kemudian ada yang menjadi universal, itu sama sekali tak terpikirkan di saat menulis. Hal yang selalu tebersit dalam benak saya, sebagai jurnalis karya saya tak boleh lepas dari konteks masyakat. Syukur-syukur bermanfaat bagi masyarakat,” jawab mantan redaktur Surabaya Post dan GM Arek TV ini.

Hal lainnya, saat hendak menulis cerpen, Imung menjalani proses sebagaimana seorang jurnalis. Dia mengumpulkan data dengan riset dokumentasi, observasi, dan sesekali interview. Bedanya, bahan baku faktual itu bukan lantas ditulis atau direkonstruksi sebagaimana saat menulis berita, tetapi diendapkan untuk kemudian direfleksikan menjadi karya fiksi.

“Setelah tidak menjadi jurnalis yang selalu diburu-buru deadline, sekarang saya punya cukup waktu untuk kontemplasi dan sublimasi. Jadilah karya-karya saya sekarang berupa cerpen, puisi, dan novel,” tutur mantan penulis film seri AKu Cinta Indonesia (ACI) yang legendaris di tahun 1980-an ini.

Mantan Tim Ahli Dinas Kominfo Jatim ini menyadari, kaidah penulisan jurnalistik dan prosa atau puisi sangatlah berbeda. Karya jurnalistik berdasarkan fakta faktual, fenomena, atau opini, prosa atau puisi murni fiksi atau hasil imajinasi.

“Inilah eksperimen saya. Saya mencoba menyisipkan data faktual di antara fiksi hasil imajinasi. Hasilnya terserah pembaca. Mungkin ada yang suka karena memperkaya, tetapi bisa jadi ada yang merasa terganggu karena perjalanan alur cerita menjadi tidak mulus,” kata anggota komunitas Wartawan Usia Emas (Warumas) yang sudah meluncurkan tujuh antologi puisi ini.

Dr. Wawan Setiawan, Dosen Unesa yang juga sastrawan dalam cacatan pengantarnya juga mengingatkan, eksperimen memasukkan data sebagaimana sifat karya jurnalistik, terkadang memang mengganggu.

“Tetapi pembaca boleh memilih sikap yang mana, sebagai pembaca tradisional atau sebagai pembaca yang suka kekayaan info empiris. Pembaca tradisional mungkin bersikap yang pertama,” katanya.

Namun Adriono, editor buku ini menyebut, membaca kumpulan cerpen ini sungguh asyik karena sang penulis memiliki kepiwaian dalam mengolah cerita. Intronya dibikin memikat, sehingga memancing minat baca.

“Tentu ini point penting, mengingat tabiat pembaca zaman now yang tidak sabaran: segera scroll-scroll pindah mencari tulisan lain, begitu melihat alinea awal yang tidak memikat,” katanya.

Sebagian cerpen dimulai dengan kalimat langsung yang efektif untuk membetot perhatian. Seperti “Maling…. maling….!” (Runtah), atau “Cak... Cak Sipan... bangun, Cak!” (Tidur Panjang). Boleh jadi ciri khas ini terbentuk karena penulis juga seorang penulis skenario tv/film kawakan. Di dunia sinema, trik ini dikenal dengan konsep opening hook, yaitu adegan pembuka yang memang dirancang untuk mengundang curiosity, rasa ingin tahu penonton.

Kemungkinan kedua, jurus ini juga dipengaruhi oleh kaidah penulisan jurnalistik, mengingat penulis juga sosok wartawan senior. Di dunia pers dikenal istilah lead. Artinya, alinea pertama berita haruslah menohok, menyentuh, atau minimal bikin kepo.

Diakui atau tidak, kata Adriono, latar belakang profesi penulis memang memengaruhi karyanya. Kebiasaan sebagai jurnalis yang gemar melacak data dan menggali referensi, membuat beberapa cerpennya ikut bermuatan informasi. Muncul angka statistik jumlah napi yang tertangkap KPK, jumlah ponsel pintar di dunia, spesifikasi ilmiah biawak (varanus salvator), juga ciri-ciri penderita post power syndrome. Cerpen-cerpennya juga bersinggungan dengan isu aktual dan berkaitan dengan situasi kekinian seperti fenomena #KaburAjaDulu, SDG’s, restoratif justice, termasuk nasib perih pasien BPJS.

“Sah-sah saja, meskipun bagi sebagian orang mungkin penambahan referensi seperti itu dinilai dapat mengurangi taste sastranya,” ujarnya.

Pada cerpen “Runtah” yang dipilih sebagai judul buku, problem sampah tidak saja disajikan sebagai masalah konkret yang membelit tokoh-tokohnya, tetap ditarik naik hingga menjadi konseptual, filosofis, dan simbolik. Tak lupa disertakan pandangan reflektif Greg Kennedy hingga pemikiran eksistensialis Martin Heidegger.

“Mungkin karena alasan itu kemudian Imung menyebut antologinya ini sebagai kumpulan Cerpen Jurnalistik. Akhirnya, selamat menikmati berbagai kisah manusia dari berbagai strata ini. Mulai dari cerita tukang becak, pengantin baru kelas menengah, hingga president director perusahaan level multinasional, yang ternyata mereka memiliki satu kesamaan: sama-sama punya keruwetan hidup sendiri-sendiri,” kata editor dan penulis yang sangat produktif ini.

*Pertanda ‘Bangun Tidur’*

Akan halnya Sasetya Wilutama, penulis “Wali Katon” mengaku, kumpulan cerpen dan cerkak ini ibarat pertanda “bangun tidur,” maksudnya menandai masa “bangun tidur” dalam dunia tulis menulis, khususnya sastra.

“Tahun-tahun sebelumnya saya tertidur karena kesibukan yang sangat padat sebagai pekerja televisi dan berbagai masalah lain. Saya nyaris vakum dari kegiatan menulis sastra,” kata mantan redaktur majalah berbahasa Jawa Penyebar Semangat ini dan Produser Creatif SCTV ini .
(Redho)

Talenta Massage di Jalan Panglima Polim Kediri Hadirkan Pijat Refleksi Berkualitas dengan Harga Paling Terjangkau

KEDIRI || jejakindinesia.id - Kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan dan relaksasi tubuh kini semakin meningkat. Menjawab kebutuhan tersebut, Talenta Massage yang berlokasi di Jalan Panglima Polim No. 42, Kota Kediri, menghadirkan layanan pijat refleksi dan perawatan tubuh profesional yang terbukti mampu mengembalikan kebugaran serta kesegaran tubuh dengan harga yang sangat terjangkau.

Talenta Massage menawarkan berbagai pilihan perawatan yang dirancang untuk membantu mengatasi pegal, nyeri otot, kelelahan, hingga meningkatkan sirkulasi darah. Dengan ditangani oleh terapis berpengalaman dan profesional, pelanggan dapat merasakan manfaat pijat yang membuat tubuh kembali sehat, rileks, dan segar.

Beragam layanan massage tersedia dengan harga ekonomis, antara lain:

Massage 30 menit: Rp40.000
Massage 60 menit: Rp80.000
Full Body Massage 90 menit: Rp120.000
Full Body Massage + Totok Wajah 120 menit: Rp160.000
Full Body Massage + Lulur + Totok Wajah (2 jam): Rp195.000
Tak hanya itu, Talenta Massage juga menyediakan layanan bekam bagi pelanggan yang membutuhkan terapi tambahan untuk kesehatan, di antaranya:

Full Body Massage + Bekam 90 menit: Rp100.000
Full Body Massage + Bekam 120 menit: Rp150.000
Bekam Full Treatment: Rp200.000
Sementara untuk perawatan lainnya, pelanggan dapat memilih:

Kerokan: Rp25.000
Ear Candle: Rp40.000
Lulur: Rp50.000
Totok Wajah: Rp60.000
Owner Talenta Massage & spa Friska Amalia, menjelaskan bahwa pihaknya berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dengan harga yang ramah di kantong masyarakat.

“Talenta Massage buka setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 21.00 WIB. Kami ingin memberikan layanan kesehatan dan relaksasi yang bisa dijangkau semua kalangan,” ujar Friska.

Selain layanan di tempat, Talenta Massage juga melayani home service bagi pelanggan yang ingin menikmati pijat di rumah. Untuk wilayah Kota Kediri, layanan home service diberikan gratis biaya transport, sementara untuk Kabupaten Kediri biaya transport disesuaikan dengan jarak tempuh.

Friska menambahkan, layanan home service ditangani oleh terapis profesional dengan perlengkapan lengkap yang sudah disediakan oleh pihak Talenta Massage.

“Customer hanya perlu menyiapkan alas saja. Semua peralatan sudah kami siapkan, sehingga tetap aman, nyaman, dan higienis,” tambahnya.

Dengan layanan yang lengkap, harga terjangkau, serta jam operasional yang fleksibel, Talenta Massage menjadi salah satu pilihan utama masyarakat Kediri untuk menjaga kesehatan tubuh dan melepas penat setelah beraktivitas

(Redho)

Satgas Pangan Polres Pasuruan Kawal Stabilitas Harga Menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026

PASURUAN || jejakindinesia.id — Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polres Pasuruan meningkatkan pengawasan terhadap ketersediaan dan harga bahan kebutuhan pokok menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan stabilitas harga serta keamanan konsumsi masyarakat selama momentum Nataru.

Pengawasan dilaksanakan secara terpadu dengan melibatkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pasuruan, menyasar produsen, distributor, hingga pengecer di pasar tradisional dan ritel modern, Kamis (18/12/2025).

Kapolres Pasuruan AKBP Jazuli Dani Iriawan menegaskan bahwa pengawalan stabilitas harga pangan menjadi perhatian serius kepolisian menjelang meningkatnya kebutuhan masyarakat pada akhir tahun.

“Satgas Pangan kami turunkan untuk memastikan tidak ada lonjakan harga maupun kelangkaan barang. Stabilitas pangan adalah bagian dari menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif menjelang Natal dan Tahun Baru,” tegas AKBP Jazuli Dani Iriawan.

Kanit Ekonomi Polres Pasuruan Ipda Eko Hadi Saputro menyampaikan, dari hasil inspeksi mendadak di sejumlah pasar modern wilayah Pandaan, petugas tidak menemukan adanya produk makanan atau minuman kedaluwarsa maupun rusak. Meski demikian, masyarakat tetap diminta untuk cermat saat berbelanja.

“Kami mengimbau warga selalu memeriksa kemasan dan tanggal kedaluwarsa. Pengawasan kami lakukan, tetapi kewaspadaan konsumen juga sangat penting,” ujar Ipda Eko.

Selain pasar modern, Satgas Pangan juga melakukan pemantauan di pasar tradisional Kecamatan Pandaan dan Sukorejo. Fokus pengawasan meliputi ketersediaan stok serta harga bahan pokok penting (bapokting), terutama komoditas beras.

Hasil pemantauan menunjukkan harga beras di Kabupaten Pasuruan masih berada dalam ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET).

Beras medium dijual sekitar Rp13.500 per kilogram, beras SPHP Bulog Rp12.500 per kilogram, dan beras premium di kisaran Rp14.900 per kilogram.

Koordinator Satgas Pangan Kabupaten Pasuruan AKP Adimas Firmansyah mengatakan, berdasarkan koordinasi dengan Disperindag, kondisi harga dan stok pangan relatif stabil dibandingkan pekan sebelumnya.

“Baik di pasar tradisional maupun ritel modern, harga masih terkendali dan stok aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Nataru,” jelas AKP Adimas yang juga menjabat Kasatreskrim Polres Pasuruan.

Ia menegaskan, Satgas Pangan tidak akan mentolerir praktik penimbunan maupun permainan harga yang merugikan masyarakat.

“Jika ditemukan pelanggaran seperti penjualan di atas HET, akan kami tindak tegas, mulai dari peringatan hingga pencabutan izin usaha,” pungkasnya.

Satgas Pangan Polres Pasuruan memastikan pengawasan akan terus dilakukan secara berkelanjutan hingga perayaan Natal dan Tahun Baru, guna menjaga stabilitas harga dan kelancaran distribusi pangan di seluruh wilayah Kabupaten Pasuruan.

Polres Magetan Gelar Advokasi Satgas TPPO Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak

MAGETAN || jejakindinesia.id – Polres Magetan Polda Jawa Timur bersama Pemerintah kabupaten setempat menggelar kegiatan Advokasi Satuan Tugas Tindak Pidana Perdagangan Orang (Satgas TPPO) di Gedung Pesat Gatra Polres Magetan, Rabu (17/12).

Kegiatan ini dilaksanakan dalam upaya memperkuat perlindungan perempuan dan anak di Kabupaten Magetan.

Wakapolres Magetan Kompol Dodik Wibowo menegaskan bahwa Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) perlu diantisipasi sejak dini.

Menurutnya TPPO kerap melibatkan unsur kekerasan, ancaman, hingga penipuan dengan modus pemberian pekerjaan, termasuk tawaran bekerja ke luar negeri sebagai TKW.

Hal itu terungkap saat Sat Reskrim Polres Magetan Polda Jatim berhasil menangani kasus TPPO di wilayah Kabupaten Magetan.

Kompol Dodik menekankan untuk penanganan kasus TPPO itu sinergi lintas sektor menjadi kunci utama pencegahan.

"Pembentukan dan penguatan Satgas TPPO ini bertujuan untuk mengurangi, mencegah, dan memberantas TPPO di Kabupaten Magetan melalui langkah preemtif, preventif, hingga penegakan hukum," ujar Kompol Dodik.

Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya calon tenaga kerja wanita (TKW) yang akan bekerja ke luar negeri, agar lebih berhati-hati dan selektif dalam memilih perusahaan penyalur tenaga kerja.

“Pastikan PT penyalur tenaga kerja tersebut berlisensi resmi dan bukan ilegal, serta selalu waspada terhadap tawaran pekerjaan dengan gaji yang menggiurkan,” tegas Kompol Dodik.

Ia mengatakan pentingnya peran Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Magetan untuk melakukan pengecekan berkala terhadap PT penyalur tenaga kerja luar negeri yang beroperasi di wilayah Magetan.

Sementara itu, Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Magetan Medi Santoni, dalam paparannya menjelaskan bahwa sanksi pidana TPPO telah diatur secara tegas dalam UU Nomor 1 Tahun 2023.

Undang - undang tersebut secara spesifik mengatur tindak pidana perdagangan orang, mencakup proses peradilan, serta perlindungan terhadap korban dan saksi.

Ia mengungkapkan bahwa kasus TPPO paling banyak terjadi pada pekerja TKW di luar negeri, dengan modus yang semakin kompleks.

"Modus operandi TPPO umumnya dilakukan secara tersamar, terputus, dan tersistem sangat rapi, sehingga sulit dideteksi oleh korban," ungkapnya.

Beberapa modus yang kerap ditawarkan pelaku antara lain persyaratan kerja yang dipermudah, gaji sangat tinggi, program beasiswa dan pelatihan gratis, fasilitas mewah, pendekatan kepada keluarga korban, penawaran melalui media sosial, hingga sistem pembayaran yang dapat dicicil.

Melalui kegiatan advokasi ini, diharapkan seluruh peserta, mulai dari unsur pemerintah, aparat penegak hukum, hingga perangkat desa dan masyarakat, memiliki pemahaman yang sama serta mampu menjadi agen pencegahan TPPO di lingkungan masing-masing.

Polres Magetan Polda Jatim menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor demi mewujudkan Kabupaten Magetan yang aman dan bebas dari praktik perdagangan orang. (*)

Polantas Polres Gresik Tambal Jalan Berlubang Demi Keselamatan Pengendara

GRESIK || jejakindinesia.id - Upaya pencegahan kecelakaan lalu lintas menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) terus digencarkan oleh Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Gresik Polda Jawa Timur.

Jajaran kepolisian bergerak cepat melakukan penambalan sejumlah jalan berlubang di sepanjang ruas Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo (SHD), salah satu jalur utama dan padat kendaraan di Kabupaten Gresik.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kanit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satlantas Polres Gresik, Ipda Andreas Dwi A., bersama Tim Khusus (Timsus) Unit Turjawali.

Aksi respons cepat ini dilakukan saat petugas melaksanakan patroli rutin sekaligus pengecekan jalur rawan kecelakaan (troublespot) di kawasan Bunder.

Saat mendapati kondisi aspal yang berlubang dan dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan, petugas langsung mengambil tindakan.

Tanpa menunggu lama, anggota Timsus Satlantas Polres Gresik secara swadaya mengupayakan material dan melakukan penambalan darurat pada titik-titik kerusakan tersebut.

Kasat Lantas Polres Gresik, AKP Nur Arifin, mengatakan bahwa langkah cepat ini merupakan bentuk antisipasi dini guna meminimalisir risiko kecelakaan lalu lintas, terutama menjelang meningkatnya volume kendaraan pada masa libur Nataru.

“Jalan berlubang menjadi salah satu faktor yang kerap memicu terjadinya kecelakaan, khususnya bagi pengendara roda dua,"ujar AKP Nur Arifin, Rabu (17/12).

Oleh karena itu, menurut Kasatlantas Polres Gresik, penanganan cepat sangat diperlukan agar masyarakat dapat berkendara dengan aman dan nyaman.

Aksi tambal sulam darurat ini menjadi wujud nyata kepedulian Polri terhadap keselamatan pengguna jalan.

Dengan tertutupnya lubang-lubang di sepanjang Jalan Dr. Wahidin SHD, diharapkan potensi kecelakaan dapat ditekan dan arus lalu lintas tetap lancar.

Satlantas Polres Gresik juga mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati saat berkendara serta segera melaporkan apabila menemukan kerusakan jalan yang berpotensi membahayakan pengguna jalan lainnya. (*)

error: Content is protected !!