Sorry, we're closed Opens Rabu at 9:00 am

Bulan: Desember 2025

Suasana Duka di Padang, Kapolda Sumbar Imami Salat Jenazah Massal 24 Korban Banjir di Masjid Raya

PADANG || jejakindonesia.id - Suasana duka menyelimuti Masjid Raya Sumatera Barat (Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi) pada Rabu (10/12). Sebanyak 24 jenazah korban banjir yang telah teridentifikasi disalatkan secara massal di aula masjid sebagai bentuk penghormatan terakhir.

Bertindak sebagai imam dalam pelaksanaan salat jenazah tersebut adalah Kapolda Sumatera Barat, Irjen Pol Dr. Drs. Gatot Tri Suryanta. Kehadiran Kapolda menjadi simbol empati dan solidaritas Polri terhadap masyarakat yang dilanda bencana alam di Sumbar.

Ibadah berlangsung khidmat, diikuti oleh keluarga korban, jajaran Polda Sumbar, serta masyarakat setempat. Doa dipimpin oleh Imam Besar Masjid Raya, Ustadz H. Rahimul Amin, Lc., MA., yang memohon tempat terbaik di sisi Allah SWT bagi para korban.

Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, menegaskan kegiatan ini merupakan wujud nyata duka cita mendalam dari keluarga besar Polda Sumbar. "Kami turut merasakan kesedihan yang dialami oleh keluarga korban," ujarnya.

Menurut Kombes Pol. Rosya, kehadiran Kapolda memimpin langsung salat jenazah menunjukkan komitmen Polri tidak hanya dalam tugas kemanusiaan dan pengamanan, tetapi juga dalam memberikan dukungan spiritual. Kegiatan ini turut menyampaikan pesan solidaritas bertajuk “PRAY SUMBAR”, mengajak semua pihak untuk terus mendoakan pemulihan daerah pascabencana.

Pertama di Indonesia, Kemenko Pangan dan Pemkab Banyuwangi Bentuk Tim Tata Kelola Udang Berkelanjutan

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Kementerian Koordinator Bidang Pangan bersama Konservasi Indonesia (KI) dan Pemkab Banyuwangi telah membentuk Tim Pelaksana Budi Daya Udang Berkelanjutan. Tim ini dibentuk untuk memperkuat tata kelola dan daya saing sektor budidaya udang yang ramah lingkungan di daerah.

Tim tersebut dikenalkan secara resmi oleh Asisten Deputi Pengembangan Perikanan Budi Daya Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kemenko Pangan, Cahyadi Rasyid saat lokakarya “Penguatan Transformasi Industri Budi Daya Udang Nasional” di Banyuwangi, Rabu (10/12/2025).

Turut hadir Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono, Senior Ocean Program Advisor Konservasi Indonesia, Victor Nikijuluw dan Ketua Shrimp Club Indonesia Prof. Andi Tamsil.

Asdep Cahyadi menjelaskan udang merupakan salah satu komoditas penting nasional. Namun, sektor ini masih menghadapi tantangan besar, mulai dari serangan penyakit hingga terbatasnya pasokan energi di kawasan budi daya. Juga hambatan nonteknis mencakup perizinan dan fluktuasi harga.

“Dengan kondisi itu kami memandang perlu pembenahan tata kelola yang terintegrasi. Pembentukan tim pelaksana yang terdiri dari berbagai stakeholder di Banyuwangi ini menjadi model kolaborasi pertama di Indonesia untuk memperkuat tata kelola dan daya saing sektor udang yang menjadi komoditas penting nasional,” ujar Cahyadi.

Cahyadi menjelaskan Banyuwangi memiliki keunggulan sosial dan kelembagaan yang kuat, mulai dari jejaring pembudi daya hingga komitmen pemerintah daerah. “Kombinasi ini menjadikan Banyuwangi lokasi tepat untuk merumuskan pendekatan baru yang lebih adaptif dan berkelanjutan,” katanya.

“Selain itu, Banyuwangi memiliki kapasitas sebagai contoh nasional dalam transformasi industri udang. Kami akan mengajukan model serupa tim yang dibentuk di Banyuwangi untuk bisa diimplementasikan di tingkat nasional,” imbuh Cahyadi.

Tim Pelaksana Budi Daya Udang Berkelanjutan ini dipimpin oleh Dinas Perikanan Kabupaten Banyuwangi. Struktur beranggotakan berbagai institusi yang terbagi dalam delapan komisi atau peran, di antaranya bidang konservasi, industri dan komunitas, pasar dan rantai pasok, regulasi dan perizinan, sumber daya manusia, kesejahteraan, teknologi dan inovasi budi daya, hingga edukasi dan pariwisata.

Senior Ocean Program Advisor Konservasi Indonesia (KI), Victor Nikijuluw mengungkapkan skema pembentukan tim pelaksana disusun berdasarkan riset dan pendampingan KI kepada petambak dan kolaborasi dengan perguruan tinggi.

“Dengan adanya tim ini diharapkan ada dampak signifikan pada peningkatan produktivitas lokal sekaligus mendorong transformasi menuju budidaya yang lebih efisien dan berkelanjutan,” papar Victor.

Sementara itu Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono mengatakan, pembentukan tim pelaksana menjadi tonggak penting tata kelola udang daerah. “Banyuwangi memiliki potensi besar, tetapi diperlukan arah yang jelas. Tim pelaksana ini menyatukan semua pihak untuk menyusun langkah yang terukur,” ujarnya.

Ia memastikan roadmap akan diintegrasikan ke dalam kebijakan daerah, termasuk tata ruang pesisir, perizinan, dan pengawasan mutu, untuk memastikan produktivitas dan kelestarian berjalan beriringan melalui inovasi teknologi dan penataan kawasan.

“Peluncuran tim pelaksana ini diharapkan menjadi model nasional perudangan modern yang adaptif dan berkelanjutan, dengan skema komprehensif dan struktur koordinasi yang kuat guna mewujudkan industri udang yang lebih sehat, efisien, dan inklusif,” pungkasnya. (*)

Dipimpin Bupati, Jajaran Pemkab Sigi Belajar Pengembangan Daerah ke Banyuwangi

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Beragam program inovatif yang digulirkan Pemkab Banyuwangi menarik perhatian banyak pihak untuk belajar ke daerah ini. Salah satunya, Bupati Sigi Provinsi Sulawesi Tengah, Mohamad Rizal Intjenae, yang sengaja datang untuk belajar pengembangan daerah ke Banyuwangi.

“Kami sudah mendengar tentang berbagai inovasi Banyuwangi. Maka kami datang untuk melihat langsung, sekaligus studi tiru agar bisa kami replikasi di Kabupaten Sigi. Terutama inovasi terkait dengan digitalisasi pelayanan publik, peningkatan PAD, serta penanganan kemiskinan,” ujar Bupati Rizal saat disambut Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono di Lounge Pelayanan Publik, Rabu (10/12/2025).

Bupati Rizal datang bersama sejumlah jajarannya. Mereka berada di Banyuwangi selama tiga hari, sejak 11-13 Desember 2025.

Disampaikan Rizal, Banyuwangi dipilih sebagai lokus belajar karena memiliki kemiripan karakteristik wilayah. Potensi yang dimiliki Banyuwangi, kata dia, juga dimiliki oleh Kabupaten Sigi. Misalnya gunung, tambang, hingga potensi pertanian dan perkebunan.

“Hanya satu bedanya. Kalau di Banyuwangi ada laut, di Sigi kami punya danau. Sehingga dengan kemiripan ini, kami berharap ada banyak hal yang bisa kami contoh dari sini. Tinggal menyesuaikan dengan kondisi daerah kami,” ungkap Rizal.

Sementara itu, Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono menyambut hangat kehadiran rombongan Bupati Sigi tersebut. Menurutnya, kesempatan tersebut menjadi momentum untuk saling belajar dan berbagi pengalaman dalam membangun daerah.

“Kami sangat terbuka dan siap berkolaborasi dengan Kabupaten Sigi. Semoga kedatangan Bapak/Ibu bisa mendapatkan apa yang diinginkan. Sebaliknya, kami pun akan memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar praktik baik dari jajaran Pemkab Sigi,” kata Mujiono.

Dia menjelaskan, Banyuwangi hingga saat ini masih terus berbenah. Salah satunya, dengan menggenjot inovasi di kalangan ASN sebagai upaya optimalisasi pelayanan publik.

“Inovasi dan kolaborasi adalah kunci kemajuan Banyuwangi. Di tengah anggaran yang terbatas, inovasi sangat kami butuhkan agar pelayanan publik bisa berjalan optimal,” ujarnya.

Berkat budaya inovasi tersebut, Banyuwangi telah 8 kali beruntun sejak 2018 meraih penghargaan Innovative Government Awards (IGA) dari Kemendagri. (*)

Delapan Kali Berturut-Turut Banyuwangi Jadi Kabupaten Terinovatif se-Indonesia

BANYUWANGI || jejakindonesia.id - Untuk kedelapan kalinya secara berturut-turut sejak 2018, Kabupaten Banyuwangi kembali ditetapkan sebagai Kabupaten Terinovatif se-Indonesia, dalam ajang Indonesia Government Award (IGA), yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Penghargaan tersebut diserahkan dalam Penganugerahan IGA 2025, yang dibuka Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus, di Jakarta, Rabu (10/12/2025). Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani bersyukur Banyuwangi kembali ditetapkan sebagai kabupaten terinovatif.

"Alhamdulillah komitmen dan kerja bareng seluruh pihak di Banyuwangi untuk melakukan berbagai inovasi memajukan daerah, kembali mendapatkan apresiasi. Terima kasih kepada seluruh masyarakat Banyuwangi," kata Ipuk usai menerima penghargaan.

IGA tahun ini inovasi yang mengikuti kompetisi sebanyak 36.742 Inovasi dari 541 pemerintah daerah yang terdiri atas 38 Provinsi, 400 kabupaten, dan 98 kota.

Dalam ajang tahunan yang diberikan Kemendagri pada pemerintah daerah yang berhasil menunjukkan inovasi dalam pelayanan publik, tata kelola pemerintahan, dan penyelenggaraan urusan daerah tersebut, Banyuwangi mendapatkan nilai tertinggi.

Banyuwangi mengajukan 221 inovasi dari berbagai bidang pemerintahan dan pelayanan publik. Di antaranya inovasi Kesehatan ada program I-Care.

Program ini memfasilitasi rujukan cepat pasien stroke, sehingga meningkatkan angka keberhasilan penanganan stroke di golden periode yakni sebelum 4,5 jam sejak serangan awal. Layanan ini bisa diakses melalui aplikasi Smart Kampung.

Bahkan sejak 2023, I-CARE resmi menjadi percontohan nasional untuk layanan terintegrasi kegawatan stroke. I-Care juga 5 kali meraih penghargaan Diamond Status dari World Stroke Organization (WSO) untuk periode 2021–2025, serta Penghargaan Diamond Award Indonesia Health Care Innovation Award 2023.

Di bidang ekonomi kerakyatan ada Gerakan Hari Belanja ke Pasar Tradisional, UMKM dan Warung-Warung Rakyat. Gerakan belanja yang diinisiasi Bupati Ipuk sejak 2021 ini, menggerakkan seluruh ASN Pemkab dan karyawan juga stakeholder lainnya untuk berbelanja bahan kebutuhan pokok maupun barang lainnya di pasar dan warung-warung terdekat. Program ini berlangsung setiap bulan di tanggal "cantik" misalnya 10 Oktober (10/10), 11 November (11/11), dan seterusnya.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat dan provinsi yang terus membantu dan mendukung program-program Banyuwangi," kata Ipuk.

Ipuk mengatakan inovasi merupakan kunci bagi Banyuwangi mempercepat dan mengakselerasi pembangunan. Terutama di tengah keterbatas fiskal, SDM, dan waktu, inovasi menjadi percepatan untuk meningkatkan kualitas layanan publik, menciptakan solusi yang adaptif dan berkelanjutan.

"Di Banyuwangi kami terus berupaya untuk menginternalisasi budaya inovasi di semua sektor mulai pendidikan, kesehatan, sosial, lingkungan, pelayanan publik hingga tata kelola pemerintahan agar progress percepatan berjalan di semua lini, dan memiliki dampak masyarakat,” ujarnya.

Wamendagri Akhmad Wiyagus mengatakan, IGA untuk memberikan penghargaan pada pemerintah daerah yang berhasil melaksanaan inovasi dan memberikan dampak signifikan pada peneyelengaran pemerintahannya.

"Kegiatan ini telah telah melahirkan banyak inovasi terobosan baru dalm peningkatan pelayanan publik dan peningkatan daya saing daerah,” ungkap Wamen. (*)

Mendagri Perintahkan Dirjen Dukcapil Turunkan Tim ke Tiga Provinsi Terdampak Bencana

JAKARTA || jejakindonesia.id - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian memerintahkan Direktur Jenderal (Dirjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Teguh Setyabudi untuk mengirim tim ke Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Tim tersebut ditugaskan untuk memastikan layanan administrasi kependudukan (adminduk) bagi korban banjir tetap berjalan cepat dan mudah. Dengan demikian, dokumen yang hilang atau rusak dapat segera diganti begitu situasi memungkinkan.

Hal tersebut disampaikan Mendagri saat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Dukcapil dengan Lembaga Pengguna 2025 di Pullman Jakarta Central Park, Selasa (9/12/2025) malam. Dalam kesempatan itu, Mendagri menegaskan agar penanganan dilakukan segera, termasuk perbaikan peralatan layanan yang terdampak.

“Jadi dari sekarang, Pak Teguh segera berangkat, buat 3 tim ke Sumut, kemudian ke Aceh dan ke Sumatera Barat untuk memulai para dukcapilnya mana yang enggak aktif, mana yang rusak mesinnya, perbaiki segera dengan anggaran yang ada,” ujar Mendagri.

Langkah tersebut diambil menyusul laporan kerusakan dan hilangnya dokumen kependudukan akibat banjir. Mendagri menekankan perlunya percepatan pemulihan layanan sebagai wujud kehadiran negara dalam situasi darurat. Karena itu, ia meminta Direktorat Jenderal (Ditjen) Dukcapil membuka posko layanan di wilayah terdampak dan memastikan seluruh perangkat operasional berfungsi optimal.

Merespons arahan tersebut, Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi menegaskan bahwa layanan adminduk tidak boleh terhenti, meskipun dalam situasi bencana. Ia menekankan bahwa jajaran Dukcapil mesti hadir memberikan solusi langsung kepada masyarakat.

Sebagai tindak lanjut, Ditjen Dukcapil menurunkan tim pusat ke tiga provinsi tersebut. Untuk Provinsi Aceh, sebanyak 16 personel diterjunkan dengan koordinator Direktur Bina Aparatur Dukcapil Erliani Budi Lestari dan Direktur Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil Muhammad Farid. Mereka ditempatkan di Kabupaten Aceh Tamiang dan Langsa, masing-masing 5 personel, serta Aceh Timur sebanyak 4 personel.

Di Provinsi Sumut, 14 personel dikerahkan dengan koordinator Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Muhammad Nuh Al-Azhar dan Direktur Integrasi Data Kependudukan Daerah Agus Irawan. Tim bertugas di Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, dan Sibolga, masing-masing 4 personel.

Untuk Provinsi Sumbar, Ditjen Dukcapil menerjunkan 14 personel dengan koordinator Sekretaris Ditjen (Sesditjen) Dukcapil Hani Syopiar Rustam dan Direktur Integrasi Data Kependudukan Nasional Handayani Ningrum. Tim bertugas di Kabupaten Padang Pariaman, Solok, dan Agam, masing-masing 4 personel.

Para personel tersebut bertugas memetakan wilayah terdampak, mengecek kondisi peralatan layanan, memastikan ketersediaan blangko Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el), serta menilai kebutuhan dukungan teknologi di lapangan. Untuk menjaga layanan tetap berjalan, Ditjen Dukcapil juga menyiapkan perangkat pendukung seperti akses internet Starlink, panel surya, ribbon, dan film.

Puspen Kemendagri

error: Content is protected !!