Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Bulan: Desember 2025

Harkamtibmas Jelang Nataru Dan Mendukung Astacita Presiden Dalam Pemberantasan Peredaran Narkoba Di Situbondo

SITUBONDO || jejakindonesia.id – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Polres Situbondo melalui Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) mengintensifkan patroli di sejumlah tempat hiburan malam. Langkah ini dilakukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas) sekaligus mendukung program Asta Cita Presiden dalam pemberantasan peredaran narkoba.

Patroli digelar pada Jumat malam (12/12/2025), dengan menyasar sejumlah lokasi hiburan di wilayah Kabupaten Situbondo, khususnya di Kecamatan Banyuglugur, Panarukan, dan Kota Situbondo.

Kasatresnarkoba Polres Situbondo Iptu Tatang Purwodadi, S.H., M.H., mengatakan, kegiatan ini merupakan langkah proaktif dan preventif Kepolisian untuk mencegah peredaran narkoba menjelang momentum libur panjang akhir tahun.

“Menjelang Natal dan Tahun Baru, aktivitas masyarakat meningkat, termasuk di tempat hiburan. Karena itu, kami lakukan patroli sebagai langkah pencegahan agar Situbondo tetap aman, kondusif, dan bebas dari narkoba,” ujar Iptu Tatang.

Dalam patroli tersebut, petugas gabungan melakukan pemeriksaan di sejumlah hotel, kafe, dan tempat karaoke. Selain pemeriksaan lokasi, Satresnarkoba juga melakukan tes urine terhadap para pengunjung yang berada di tempat hiburan malam.

“Hasil pemeriksaan urine terhadap sejumlah pengunjung, baik laki-laki maupun perempuan, seluruhnya menunjukkan hasil negatif. Ini menjadi indikator positif, namun upaya pencegahan tetap harus dilakukan secara berkelanjutan,” jelas Iptu Tatang.

Iptu Tatang menegaskan, patroli ditempat hiburan akan terus dilakukan secara rutin dan berkelanjutan sebagai bentuk komitmen Polres Situbondo dalam mencegah peredaran narkoba.

“Ini adalah bagian dari dukungan Polres Situbondo terhadap program Asta Cita Presiden, khususnya dalam pemberantasan narkoba. Kami ingin memberikan rasa aman kepada masyarakat, terutama menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru,” tegasnya. (Wan)

Polri Perangi Inflasi! Kanit Tipidkor Paparkan Strategi Jitu Polres Simalungun Jaga Stabilitas Harga Jelang Nataru 2025-2026

SIMALUNGUN || jejakindonesia.id - Polri nggak cuma jaga keamanan, tapi juga jaga isi dompet rakyat! Kanit Tipidkor Sat Reskrim Polres Simalungun, Ipda Ricardo Pasaribu, SH, MM memaparkan strategi komprehensif peran Polri dalam pengendalian inflasi menjelang Nataru 2025-2026 di hadapan para petinggi Kabupaten Simalungun. Jumat, 12 Desember 2025, dalam High Level Meeting (HLM) Pengendalian Inflasi Daerah di Balai Harungguan Djabanten Damanik Kantor Bupati, paparan detail tentang 6 peran strategis Polri bikin semua peserta rapat makin yakin bahwa harga barang akan tetap stabil meski permintaan melonjak!

Kanit Tipidkor Sat Reskrim, Ipda Ricardo Pasaribu, SH, MM yang mewakili Kapolres Simalungun saat dikonfirmasi pada Sabtu, 13 Desember 2025 sekira pukul 13.30 WIB menjelaskan latar belakang pentingnya peran Polri. "Menjelang Natal dan Tahun Baru, kebutuhan masyarakat meningkat signifikan. Lonjakan permintaan ini berpotensi memicu kenaikan harga, kelangkaan barang, hingga gangguan distribusi. Polri memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas keamanan dan kelancaran pasokan barang agar inflasi tetap terkendali," ujar Kanit Tipidkor membuka paparannya.

Dalam paparannya yang detail, Kanit Tipidkor memaparkan 5 faktor pemicu inflasi menjelang Nataru yang harus diantisipasi bersama. "Pertama, permintaan meningkat atau seasonal demand. Kedua, gangguan distribusi akibat cuaca, kepadatan lalu lintas, dan aktivitas wisata. Ketiga, potensi penimbunan barang oleh pelaku pasar yang tidak bertanggung jawab. Keempat, fluktuasi harga pangan strategis seperti beras, ayam, telur, cabai, dan bawang. Kelima, kenaikan harga transportasi karena libur panjang," ungkap Kanit Tipidkor merinci ancaman inflasi.

Nah, yang bikin paparannya makin menarik adalah penjelasan detail tentang 6 peran strategis Polri dalam pengendalian inflasi! Peran pertama adalah menjaga kelancaran distribusi bahan pokok. "Kami mengamankan jalur logistik di jalan raya, pelabuhan, bandara, dan sentra distribusi. Kami juga melakukan rekayasa lalu lintas untuk mencegah keterlambatan distribusi barang. Plus, kami lakukan pengamanan terhadap potensi gangguan seperti premanisme, pungli, dan pemalakan," ujar Kanit Tipidkor.

Peran kedua adalah monitoring dan penindakan terhadap penimbunan barang. "Kami bekerja sama dengan Satgas Pangan, Kemendag, Bulog, dan pemerintah daerah. Kami melakukan sidak ke gudang distributor dan menindak tegas pelaku penimbunan, manipulasi stok, atau praktik kartel. Nggak ada ampun buat yang nimbun barang untuk cari untung berlebihan!" ujar Kanit Tipidkor dengan tegas.

Peran ketiga adalah pengawasan harga di pasar. "Kami melakukan monitoring harga harian barang kebutuhan pokok. Kami melaporkan perkembangan harga kepada Tim Pengendali Inflasi Pusat (TPIP) dan TPID daerah. Kami juga menindak pelanggaran seperti tidak memasang harga, manipulasi ukuran/takaran, dan kecurangan niaga lainnya," ungkap Kanit Tipidkor.

Peran keempat adalah menjaga stabilitas keamanan nasional. "Kami melakukan pengamanan pusat keramaian, objek vital, pusat perbelanjaan, dan pasar tradisional. Kami menjaga ketertiban agar distribusi dan aktivitas ekonomi berjalan lancar. Kami juga mengantisipasi potensi kriminalitas yang berdampak pada perilaku ekonomi masyarakat," ujar Kanit Tipidkor menjelaskan peran preventif.

Peran kelima yang nggak kalah penting adalah kolaborasi dan koordinasi dengan pemangku kepentingan. "Polri adalah bagian dari Satgas Inflasi Daerah (TPID). Kami berkoordinasi dengan Bank Indonesia, Bulog, Pemerintah Daerah, Disperindag, Dinas Pertanian, Dinas Perhubungan, dan dinas terkait lainnya. Kami berperan dalam rapat koordinasi teknis, pemetaan stok, dan penyusunan langkah antisipasi," ungkap Kanit Tipidkor.

Peran keenam adalah edukasi dan informasi publik. "Kami mengedukasi masyarakat agar tidak panic buying. Kami menyampaikan informasi akurat mengenai stok dan harga barang. Kami membantu pemerintah mengelola persepsi publik agar situasi ekonomi tetap kondusif. Jangan percaya hoaks tentang kelangkaan barang!" ujar Kanit Tipidkor mengingatkan.

Kanit Tipidkor juga memaparkan contoh program konkret yang dilakukan Polri menjelang Nataru. "Pertama, Operasi Lilin untuk pengamanan arus mudik, pusat keramaian, dan jalur logistik. Kedua, Operasi Pangan untuk penindakan penimbunan dan kecurangan perdagangan. Ketiga, sidak bersama Satgas Pangan ke pasar, gudang, dan distributor. Keempat, Command Center dan Patroli Siber untuk memantau hoaks terkait kelangkaan barang," ungkap Kanit Tipidkor.

Yang bikin paparannya makin powerful adalah penjelasan tentang dampak peran Polri terhadap pengendalian inflasi. "Dengan peran aktif Polri, ketersediaan barang kebutuhan pokok terjamin, harga pangan lebih stabil, gangguan distribusi dapat diminimalkan, keamanan ekonomi dan sosial tetap kondusif, dan masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan aman dan nyaman," ujar Kanit Tipidkor.

Paparan Polres Simalungun ini mendapat apresiasi tinggi dari semua peserta rapat. "Bupati dan para stakeholder sangat mengapresiasi peran aktif Polri dalam pengendalian inflasi. Mereka menyadari bahwa tanpa peran Polri, sangat sulit untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang," ungkap Kanit Tipidkor.

Dalam diskusi yang berlangsung setelah paparan, Kanit Tipidkor juga menanggapi berbagai pertanyaan dan masukan dari peserta rapat. "Ada yang tanya tentang kesiapan personel untuk sidak penimbunan, ada yang tanya tentang koordinasi dengan Satpol PP dan Dishub, semua kami jawab dengan detail," ujar Kanit Tipidkor.

Bupati Simalungun yang memimpin rapat memberikan apresiasi khusus kepada Polres Simalungun. "Bupati sangat mengapresiasi kesiapan dan komitmen Polres Simalungun dalam pengendalian inflasi. Beliau menekankan bahwa semua pihak harus bekerja secara terpadu, cepat, dan responsif agar Kabupaten Simalungun tetap kondusif dan aman," ungkap Kanit Tipidkor menyampaikan pesan Bupati.

Sebagai penutup, Bupati mengumumkan akan mengeluarkan Surat Edaran Belanja Bijak, No Panic Buying, Surat Edaran Tidak Menaikkan Harga Berlebih, dan Tidak Menimbun Barang antisipasi menjelang Nataru 2026.

"Pengendalian inflasi menjelang Natal dan Tahun Baru merupakan tugas bersama. Polri berperan vital dalam menjaga keamanan, kelancaran distribusi barang, dan stabilitas harga. Dengan koordinasi terpadu dan pengawasan intensif, risiko inflasi yang tinggi dapat ditekan sehingga kesejahteraan masyarakat tetap terjaga. Kami dari Polres Simalungun siap 100% menjalankan peran kami! Masyarakat bisa tenang, harga akan stabil, barang akan tersedia, dan Nataru akan berjalan aman dan nyaman!" pungkas Kanit Tipidkor dengan penuh keyakinan, bikin semua peserta rapat makin optimis bahwa Nataru 2025-2026 akan berjalan lancar tanpa lonjakan harga yang memberatkan rakyat!

Griya Parenting Indonesia dan Ponpes Al Firdaus Menyelenggarakan Workshop Pelatihan Publik Speaking

MOJOKERTO || jejakindonesia.id — Griya Parenting Indonesia bekerja sama dengan Pondok Pesantren Modern Al Firdaus Pacet sukses menyelenggarakan Workshop Pelatihan Public Speaking bertema "Speak to Shine: Bersinar Lewat Bicara, Berkarya Lewat Suara", pada Jum'at, 12 Desember 2025. Kegiatan yang diikuti oleh 25 santri jenjang MTs dan MA ini bertujuan menumbuhkan keberanian, adab, dan keterampilan berbicara santri di hadapan publik.

Kegiatan ini berangkat dari kenyataan bahwa sebagian santri masih merasa gugup, ragu, atau takut salah ketika diminta berbicara di depan umum maupun menyampaikan tausiyah. Padahal, salah satu identitas penting seorang santri adalah mampu berbicara di depan khalayak dengan adab yang baik, menyampaikan ilmu dan nasihat dengan tutur yang tenang dan berakhlak. Tantangan ini menjadi alasan kuat bagi pesantren untuk memberikan pelatihan komunikatif yang terarah.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), public speaking merupakan "kegiatan berbicara di depan umum." Dalam konteks pendidikan pesantren, public speaking bukan sekadar kelancaran berbicara, tetapi juga latihan mental, keberanian, penguasaan diri, serta kemampuan menyampaikan pesan secara etis dan efektif. Karena itu, para pemateri mengajak santri merenungkan pertanyaan penting: "Bagaimana melatih mental agar berani tampil dan mampu menyampaikan pesan dengan percaya diri dan beradab?"

Kepada awak media pemateri Ustadz Nuril dan Ustadz Nafi Unnas (Trainer Griya Parenting Indonesia) menjelaskan strategi pembinaan mental dan keterampilan bicara secara menyeluruh. Santri didorong untuk memulai latihan secara bertahap, dari kelompok kecil hingga forum besar, agar terbiasa tampil tanpa tekanan. Mereka juga dilatih dengan teknik storytelling untuk menata alur bicara sehingga lebih runtut dan menarik. Selain itu, penguatan mindset positif diberikan agar santri memahami bahwa berbicara adalah sarana berkarya dan berdakwah, bukan sekadar ajang penilaian. Untuk melengkapi proses pembiasaan, kegiatan simulasi panggung rutin dilakukan agar santri benar-benar terbiasa dengan suasana tampil di depan publik. Strategi-strategi ini dirancang sebagai fondasi kokoh bagi terbentuknya rasa percaya diri yang stabil.

Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan. Salah satu santri bernama Ilham memberikan testimoni usai mengikuti workshop.

"Hari ini saya merasa bahagia karena dengan pelatihan ini saya menjadi lebih percaya diri dan saya akan terus meningkatkan kapasitans kemampuan kami." ujar Ilham

Ungkapan ini menunjukkan bahwa pelatihan tidak hanya memberi materi, tetapi juga menumbuhkan mental dan motivasi baru bagi para santri.

Acara kemudian ditutup dengan doa bersama, disertai harapan agar para santri mampu mengembangkan kemampuan komunikasi secara berkelanjutan.

"Diharapkan melalui pelatihan bertema "Speak to Shine" ini, para santri dapat tampil bersinar dengan tutur kata yang santun, percaya diri, dan membawa manfaat luas bagi masyarakat." pungkas Ustadz Nafi'

Griya Parenting Indonesia dan Ponpes Al Firdaus Menyelenggarakan Workshop Pelatihan Publik Speaking

MOJOKERTO || jejakindonesia.id — Griya Parenting Indonesia bekerja sama dengan Pondok Pesantren Modern Al Firdaus Pacet sukses menyelenggarakan Workshop Pelatihan Public Speaking bertema "Speak to Shine: Bersinar Lewat Bicara, Berkarya Lewat Suara", pada Jum'at, 12 Desember 2025. Kegiatan yang diikuti oleh 25 santri jenjang MTs dan MA ini bertujuan menumbuhkan keberanian, adab, dan keterampilan berbicara santri di hadapan publik.

Kegiatan ini berangkat dari kenyataan bahwa sebagian santri masih merasa gugup, ragu, atau takut salah ketika diminta berbicara di depan umum maupun menyampaikan tausiyah. Padahal, salah satu identitas penting seorang santri adalah mampu berbicara di depan khalayak dengan adab yang baik, menyampaikan ilmu dan nasihat dengan tutur yang tenang dan berakhlak. Tantangan ini menjadi alasan kuat bagi pesantren untuk memberikan pelatihan komunikatif yang terarah.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), public speaking merupakan "kegiatan berbicara di depan umum." Dalam konteks pendidikan pesantren, public speaking bukan sekadar kelancaran berbicara, tetapi juga latihan mental, keberanian, penguasaan diri, serta kemampuan menyampaikan pesan secara etis dan efektif. Karena itu, para pemateri mengajak santri merenungkan pertanyaan penting: "Bagaimana melatih mental agar berani tampil dan mampu menyampaikan pesan dengan percaya diri dan beradab?"

Kepada awak media pemateri Ustadz Nuril dan Ustadz Nafi Unnas (Trainer Griya Parenting Indonesia) menjelaskan strategi pembinaan mental dan keterampilan bicara secara menyeluruh. Santri didorong untuk memulai latihan secara bertahap, dari kelompok kecil hingga forum besar, agar terbiasa tampil tanpa tekanan. Mereka juga dilatih dengan teknik storytelling untuk menata alur bicara sehingga lebih runtut dan menarik. Selain itu, penguatan mindset positif diberikan agar santri memahami bahwa berbicara adalah sarana berkarya dan berdakwah, bukan sekadar ajang penilaian. Untuk melengkapi proses pembiasaan, kegiatan simulasi panggung rutin dilakukan agar santri benar-benar terbiasa dengan suasana tampil di depan publik. Strategi-strategi ini dirancang sebagai fondasi kokoh bagi terbentuknya rasa percaya diri yang stabil.

Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan. Salah satu santri bernama Ilham memberikan testimoni usai mengikuti workshop.

"Hari ini saya merasa bahagia karena dengan pelatihan ini saya menjadi lebih percaya diri dan saya akan terus meningkatkan kapasitans kemampuan kami." ujar Ilham

Ungkapan ini menunjukkan bahwa pelatihan tidak hanya memberi materi, tetapi juga menumbuhkan mental dan motivasi baru bagi para santri.

Acara kemudian ditutup dengan doa bersama, disertai harapan agar para santri mampu mengembangkan kemampuan komunikasi secara berkelanjutan.

"Diharapkan melalui pelatihan bertema "Speak to Shine" ini, para santri dapat tampil bersinar dengan tutur kata yang santun, percaya diri, dan membawa manfaat luas bagi masyarakat." pungkas Ustadz Nafi'

Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah di DKI Jakarta, OJK Resmikan EPIKS di Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin, Jakarta Timur

JAKARTA || jejakindonesia.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Kementerian Agama, dan Lembaga Jasa Keuangan (LJK) melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi DKI Jakarta meresmikan pembentukan Ekosistem Pusat Inklusi Keuangan Syariah (EPIKS) di Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin, Jakarta Timur sebagai langkah strategis untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah serta memperkuat ekosistem ekonomi syariah di wilayah DKI Jakarta.

Dalam sambutannya, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi peresmian EPIKS dan pandangannya terhadap peran strategis pesantren dalam membangun generasi melek keuangan syariah.

“Saya ke sini ingin bersama-sama dengan komunitas di sini, dengan keluarga besar Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin, untuk memberikan nilai tambah. Karena semuanya sudah bagus, kita berharap insya Allah bisa memberikan nilai tambah dalam hal literasi dan inklusi keuangan. Saya rasa ini juga suatu bekal yang sangat penting, yaitu untuk santriwan dan santriwatinya agar bisa menyiapkan masa depan dengan lebih baik, dan juga untuk pesantren sendiri. Karena yang kita edukasi bukan hanya santriwan-santriwatinya, tapi juga para pengurus pondoknya, para gurunya, dan seluruh keluarga sekitarnya,” kata Friderica seperti dilansir dalam siaran pers OJK, Rabu (10/12).

Friderica juga menekankan pentingnya peran pesantren sebagai pusat pemberdayaan ekonomi dan pelindungan masyarakat dalam menghadapi risiko keuangan di era digital.

“OJK punya satu tugas lagi selain mengatur dan mengawasi, yaitu melindungi, dengan memberikan edukasi. Karena pendidikan, ilmu, dan literasi itulah yang akan menjaga adik-adik semua dari berbagai bahaya yang muncul di era sekarang, era digitalisasi. Banyak sekali manfaat yang kita dapat dari digitalisasi, namun risikonya juga luar biasa,” tegas Friderica.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala OJK Jabodebek, Edwin Nurhadi menyampaikan bahwa EPIKS merupakan bentuk kolaborasi OJK dengan lembaga jasa keuangan dalam menyediakan layanan keuangan syariah yang lebih mudah dijangkau dan relevan dengan kebutuhan masyarakat pesantren.

Program ini didesain untuk mendukung pengembangan produk keuangan syariah secara terarah, termasuk tabungan pelajar, pembiayaan UMKM, layanan investasi syariah, serta pelatihan literasi keuangan.

“Dengan terbentuknya EPIKS, kami berharap para pelajar, mahasiswa, santri, tenaga pengajar, serta masyarakat sekitar pesantren dapat lebih mudah dan aktif memanfaatkan produk dan layanan keuangan syariah, sehingga mampu mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah,” ujar Edwin.

Ketua Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin Chairul Baihaqi dalam kegiatan tersebut juga turut menyampaikan apresiasi atas inisiatif OJK dalam memprakarsai pembentukan EPIKS.

“Semoga program EPIKS di Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin dapat menjadi sarana kolaborasi strategis yang berkelanjutan antara berbagai pihak, sekaligus percontohan bagi ekosistem pendidikan Islam lainnya,” ungkap Chairul Baihaqi.

Latar Belakang Program EPIKS EPIKS merupakan program strategis TPAKD Provinsi DKI Jakarta untuk memperluas akses keuangan syariah bagi masyarakat dan menjadi bagian dari roadmap Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) DKI Jakarta, yang berfokus pada peningkatan literasi dan edukasi, penguatan lembaga keuangan syariah, pengembangan industri halal, serta pemberdayaan UMKM Syariah.

Inisiatif ini juga bertujuan untuk mendukung visi “Jakarta Top 20 Global City”, khususnya dalam penguatan posisi Jakarta sebagai pusat keuangan yang kompetitif melalui optimalisasi pasar modal syariah dan penguatan ekosistem ekonomi syariah.

Program EPIKS 2025 dan Kolaborasi Terintegrasi EPIKS dirancang sebagai program literasi dan inklusi keuangan syariah yang menempatkan pesantren sebagai pusat kegiatan ekonomi syariah.

Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin dipilih mengingat besarnya ekosistem pendidikan, dengan lebih dari 1.600 pelajar, 300 santri, serta lebih dari 22 UMKM yang dapat didorong melalui ekosistem keuangan syariah.

Kolaborasi pelaksanaan EPIKS di Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin melibatkan PT Bursa Efek Indonesia, PT Bank Syariah Indonesia, PT Phintraco Sekuritas, dan Sekolah Tinggi Agama Islam Minhaajurrosyidiin (STAIMI).

Rangkaian Pelaksanaan EPIKS di Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin Kegiatan inkubasi dan seremoni pembentukan EPIKS meliputi:

Edukasi keuangan syariah dan pasar modal untuk ±750 pelajar dan mahasiswa,
Penyerahan simbolis kartu santri dan tabungan Pelajar sebagai sarana transaksi keuangan syariah,
Pemberdayaan UMKM dan Koperasi menjadi Agen Laku Pandai Syariah sebagai pusat layanan keuangan syariah satu pintu,
Penandatanganan komitmen bersama pembentukan Galeri Investasi Syariah (GIS), yang merupakan GIS pertama yang berdiri di lingkungan Pondok Pesantren di wilayah DKI Jakarta, dan
Inisiatif Green Economy, melalui penyediaan Reverse Vending Machine yang mengintegrasikan pengelolaan botol plastik ke dalam transaksi keuangan, dan kegiatan penanaman pohon.

Selain melalui pembentukan EPIKS, berbagai upaya terus digalakkan untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah nasional menunjukkan kemajuan signifikan.

Hingga Oktober 2025, OJK dan para pemangku kepentingan telah melaksanakan 1.627 kegiatan edukasi keuangan syariah yang menjangkau 6.220.084 peserta, serta 5.738 kegiatan Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) Syariah dengan total 15.203.488 peserta.

Berbagai program tematik juga digerakkan secara masif, di antaranya Santri Cakap Literasi Keuangan Syariah (SAKINAH), Sahabat Ibu Cakap Literasi Keuangan Syariah (SICANTIKS), School of Syariah (SOS), Indonesia Sharia Financial Olympiad (ISFO) 2025, dan Syariah Financial Fair (SYAFIF) yang secara kolektif memperkuat pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan syariah.

Pada saat yang sama, implementasi EPIKS turut menghasilkan pembukaan 93 agen layanan keuangan syariah, pembentukan Galeri Investasi Syariah, peningkatan akses pembiayaan, serta berbagai kegiatan edukasi di pesantren dan wilayah sekitarnya.

Capaian ini melengkapi pelaksanaan program EPIKS pada tahun sebelumnya, di mana sepanjang 2024 OJK telah merealisasikan program tersebut di 10 pondok pesantren, disertai pra-kegiatan di 20 pondok pesantren lainnya di berbagai daerah.

Dihadiri oleh lebih dari 750 Pelajar dan Santri di lingkungan Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin, peresmian pembentukan EPIKS turut dihadiri oleh; Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia Jeffrey Hendrik, Wakil Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Bob Tyasaka Ananta, Direktur Phintraco Sekuritas Andre Mahardika, Kepala Biro Dikmental Setda Provinsi DKI Jakarta Fajar Eko Satriyo, Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Minhaajurrosyidiin Dr. Tri Gunawan, perwakilan kantor wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, dan mitra strategis lainnya.
(Redho)

error: Content is protected !!