Sorry, we're closed Opens Rabu at 9:00 am

Bulan: November 2025

Didatangi Ratusan Kepala Desa se-Banyuwangi, Anggota DPRD Sampaikan Permohonan Maaf

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id || Ratusan kepala desa yang tergabung dalam Asosiasi Kepala Desa Banyuwangi (Askab) mendatangi Gedung DPRD Kabupaten Banyuwangi, pada Senin (17/11/2025).

Sekitar 189 kades hadir dengan seragam cokelat, tiba menggunakan puluhan mobil dan motor untuk menyampaikan keberatan mereka atas pernyataan salah satu anggota legislatif.

Aksi ini dipicu oleh pernyataan anggota DPRD dari Fraksi Gerindra, Suwito, yang sebelumnya diduga menyebut 80 persen kepala desa di Banyuwangi korupsi/menyelewengkan dana bantuan sosial (bansos). Pernyataan tersebut memicu reaksi kuat dari para kades, hingga mereka sepakat menggelar aksi.

Dalam pertemuan yang dihadiri jajaran pimpinan DPRD Banyuwangi, Kapolresta Banyuwangi, dan perwakilan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Suwito akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.

“Terkait masalah pernyataan saya yang viral, saya sampaikan saya atas nama pribadi, apa yang saya katakan itu salah. Saya sebagai manusia biasa memohon maaf, tidak ada niatan apapun,” kata Suwito.

Ia menegaskan kembali bahwa ucapannya tentang 80 persen kepala desa mengkorupsi bansos tidak berdasar.

“Itu salah. Dalam posisi itu saya sebagai pribadi mohon maaf, saya cabut kata-kata saya,” ucapnya.

Suwito juga mengajak para kepala desa untuk kembali fokus pada kerja sama dalam menyukseskan program pemerintah pusat hingga sampai ke masyarakat.

Sementara itu, Ketua Askab Banyuwangi, Budiharto, menyampaikan bahwa pernyataan Suwito yang beredar di salah satu media itu tidak memiliki dasar yang jelas.

“Itu dasarnya dari mana, kita bingung. Ternyata saat kita tanya di ruangan (parlemen) tadi, itu hanya kepeleset lidah,” jelasnya.

Terkait permintaan maaf yang telah disampaikan, Budiharto menegaskan bahwa para kepala desa menerima dan menganggap permasalahan ini telah selesai.

"Banyuwangi ini pilot project nasional (digitalisasi bansos), percontohan, bahwa sistemnya digital sehingga pihak bank datang langsung ke kantor desa, semua penerima bantuan dipanggil satu per satu," terangnya.

Audiensi berlangsung kondusif dengan pengawalan aparat keamanan dan diakhiri dengan kesepahaman bahwa kesalahan ucap tersebut tidak akan memperpanjang konflik antara para kades dan pihak legislatif. (tfq)

Program Makan Bergizi Hadir di SDN Karang Sentosa, Siswa Antusias Nikmati Menu Ayam, Sayur, Tempe, dan Jeruk

BANYUWANGI || jejakindonesia.id — Program Makan Bergizi (MBG) kembali hadir di SDN 02 Karang Sentosa, Kecamatan Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi, kendati dengan menyajikan menu bergizi seimbang bagi para siswa, Senin (17/11/2025). Hidangan yang dibagikan terdiri dari ayam, sayur, tempe, serta buah jeruk sebagai sumber vitamin untuk melengkapi kebutuhan nutrisi harian anak.

Para siswa terlihat antusias saat menerima paket makanan tersebut. Guru dan tenaga pendidik turut mengawasi proses pembagian untuk memastikan seluruh siswa memperoleh porsi yang sama dan menikmati makanan dalam suasana tertib dan nyaman.

Kepala SDN Karang Sentosa, Karlin, menjelaskan bahwa program MBG rutin dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan asupan gizi peserta didik. “Kami berharap melalui program ini, anak-anak dapat tumbuh lebih sehat, fokus belajar meningkat. Terima kasih kepada panitia MBG dan pemerintah yang terus mendukung kegiatan ini,” ujarnya.

Warga sekolah menyambut baik menu yang disajikan pada kegiatan kali ini. Mereka menilai komposisi makanan sudah lengkap dan memenuhi standar gizi seimbang yang dibutuhkan anak-anak.

Haris Pranatha

Berbagi Sembako Satgas Yonif 521/DY Jalin Keakraban Melalui Anjangsana di Distrik Bolakme

PAPUA || jejakindonesia.id - Pembagian sembako di Papua dilakukan oleh berbagai pihak seperti pemerintah daerah, Satgas TNI, dan organisasi lainnya melalui program-program bantuan sosial.

Untuk mewujudkan hubungan yang harmonis dan penuh keakraban, Satgas Yonif 521/DY melaksanakan kegiatan anjangsana dan silaturahmi ke rumah-rumah warga di Distrik Bolakme, Jayawijaya, Papua Pegunungan (17/11/2025).

Dalam kunjungan tersebut, Personel Pos Bolakme Satgas Yonif 521/DY tidak hanya menyapa dan berdialog dengan masyarakat, tetapi juga membagikan sembako kepada warga, sebagai bentuk kepedulian dan penguatan komunikasi sosial di wilayah penugasan.

Komandan Pos Bolakme, Letda Inf Reza Yudha Prasetya, S.Tr.Han menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tugas teritorial untuk membina hubungan yang erat dengan masyarakat Papua.

“Kehadiran kami di sini tidak hanya menjaga keutuhan NKRI, tetapi juga hadir untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat, menunjukkan bahwa TNI adalah bagian dari mereka,” ujar Danpos Bolakme.

Kegiatan ini dilakukan dengan pendekatan yang humanis dengan menyambangi rumah warga satu per satu, mendengarkan keluh kesah, serta memberikan bantuan secara langsung dengan penuh kehangatan.

Menurut Danpos, silaturahmi seperti ini sangat penting untuk menjaga kerukunan dan keharmonisan masyarakat.“Kami ingin menjadi sahabat bagi masyarakat, bukan sekadar aparat keamanan. Dengan hubungan yang erat, kita bisa menjaga wilayah ini bersama-sama,” imbuhnya.

Mama Linda Tabuni salah satu masyarakat Kampung Bolakme, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas kepedulian dan kehadiran TNI di tengah-tengah mereka.

"Kami sangat terharu dan bangga atas kehadiran Bapak-bapak TNI di kampung kami. Ini bukan sekadar bantuan materi, tetapi juga menunjukkan bahwa TNI selalu hadir untuk rakyatnya, bahkan di pelosok kampung seperti kami," ujar Mama Linda Tabuni.

"Bantuan sembako ini sangat berarti bagi kami dan meringankan beban hidup sehari-hari. Terima kasih TNI, kami bangga terhadap TNI," imbuhnya.

Komandan Satgas Yonif 521/DY Letkol Inf Rahadyan Surya Murdata,S.E,M.I.P, menyampaikan "Kegiatan Binter terbatas Satgas Yonif 521/DY kembali membuktikan Melalui kegiatan kegiatan Komsos, Bahwa pengabdian TNI di manapun berada untuk mengimplementasikan 8 (Delapan) Wajib TNI dalam setiap komunikasi dengan Masyarakat dengan senyum, sapa, salam dan perhatian kecil yang membangun kebersamaan dan harapan di tengah masyarakat."

Bantuan ini bertujuan untuk membantu kebutuhan masyarakat, terutama di daerah terpencil, dan mendukung ketahanan pangan serta kesejahteraan ekonomi warga setempat terlebih yang sangat membutuhkan.

*Prajurit Macan Kumbang Berhasil (Yonif 521/DY)*

Wamendagri Bima Apresiasi Lampung Selatan Festival 2025 dan Kinerja Bupati Radityo Egi Pratama

LAMPUNG || jejakindonesia.id – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengapresiasi gelaran Lampung Selatan Festival 2025. Acara yang digelar sebagai pesta rakyat ini merupakan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Kabupaten Lampung Selatan.

Menurutnya, kreativitas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan berhasil menarik antusiasme masyarakat. “Ternyata dari jauh sampai sini saya melihat ramai sekali. Antusiasme warga luar biasa. Dan acaranya enggak berhenti-berhenti. Tepuk tangan untuk Pak Bupati dan warga semua,” ujarnya di Halaman Kantor Bupati Lampung Selatan, Sabtu (15/11/2025) malam.

Ia juga memberikan penghargaan kepada Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama dan jajarannya atas sejumlah capaian pembangunan yang mulai terlihat. Bima mengaku telah mengikuti perjalanan kepemimpinan Bupati sejak masa kampanye. “Saya ingat ada tiga waktu itu yang dijanjikan oleh Mas Egi untuk Bapak-Ibu semua untuk warga Lampung Selatan. Dan hari ini saya melihat tiga hal tadi sudah mulai terlihat di Lampung Selatan,” ungkapnya.

Wamendagri merinci tiga janji kampanye yang kini mulai direalisasikan, yaitu perbaikan infrastruktur jalan, pelayanan administrasi kependudukan yang lebih mudah diakses melalui penyebaran layanan Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), serta perbaikan fasilitas sekolah. “Saya mendengar, membaca, mengamati bagaimana Pak Bupati mulai memperbaiki jalan-jalan di Lampung Selatan bertahap perlahan tapi pasti,” katanya.

Ia juga menyoroti langkah Pemkab Lampung Selatan yang mendekatkan layanan kependudukan kepada masyarakat. “Dan hari ini saya mendapatkan informasi Dukcapil mulai disebar di wilayah supaya warga dekat kalau mengurus kartu-kartu kependudukan,” ujar Bima.

Terkait bidang pendidikan, ia menyampaikan apresiasi karena sejumlah sekolah mulai diperbaiki. “Dan hari ini saya mengamati sekolah-sekolah mulai diperbaiki, mulai direnovasi untuk anak-anak semua supaya nyaman,” katanya.

Bima juga menyinggung visi besar Bupati untuk menjadikan Lampung Selatan sebagai gerbang Sumatra sekaligus pusat pariwisata. Menurutnya, gelaran Lampung Selatan Festival merupakan bagian dari terwujudnya visi tersebut. “Itu adalah mimpi dari Pak Bupati yang hari ini mulai terwujud. Lampung Selatan dikenal oleh luar dan warga bangga menikmati Lampung Selatan,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, Bima Arya juga memberikan apresiasi kepada Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata Zita Anjani yang turut hadir. Ia pun memuji langkah Zita dalam mempromosikan Lampung Selatan. “Saya terkaget-kaget melihat berita di online dan di mana-mana Ibu Zita pakai jetski nyeberang menuju Lampung Selatan hanya untuk mempromosikan Lampung Selatan. Jempol untuk Ibu Utusan Khusus,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah (Pemda) setempat menjaga kebersamaan guna mendorong Lampung Selatan semakin maju. “Mudah-mudahan acara seperti ini menambah kebersamaan, menambah juga kebanggaan semuanya dan tidak berhenti sampai di sini,” ucapnya.

Ia juga turut menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-69 bagi Kabupaten Lampung Selatan. “Dirgahayu Lampung Selatan ke-69. Semoga Allah menjaga silaturahmi kita, semoga Allah mudahkan ikhtiar Pak Bupati untuk membuat Lampung Selatan maju dan sejahtera,” pungkasnya.

Puspen Kemendagri

Hearing dengan DPRD, PT BSI Tegaskan Komitmen Beri Manfaat Warga

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id | PT BSI hearing dengan DPRD Pelaku investasi PT Bumi Suksesindo (PT BSI) ternyata memiliki komitmen tinggi dalam menjalankan hasil kesepakatan dengan warga. Fakta itu terungkap dalam hearing yang digelar Komisi IV DPRD Banyuwangi, atas permintaan Kelompok Tani Hutan (KTH) Tambak Agung, Desa Pesanggaran, Kecamatan Pesanggaran, Jumat (14/11/2025).

Pada forum yang dipimpin langsung Ketua Komisi IV DPRD Banyuwangi, Patemo, terungkap bahwa anak perusahaan PT Merdeka Copper Gold Tbk, hanya melakukan aktivitas pertambangan emas di area sesuai Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) yang diterbitkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Guna memberi manfaat dan demi menjaga hubungan baik dengan warga, aktivitas pertambangan selalu diawali dengan komunikasi serta pendekatan humanis. Termasuk ketika menjalankan projek diarea hutan yang diklaim sebagai wilayah KTH Tambak Agung.

Disitu PT BSI secara sportif melaksanakan seluruh hasil kesepakatan bersama. Diantaranya, melibatkan warga anggota KTH Tambak Agung, sebagai tenaga porter dan melanjutkan program pavingisasi. Semua itu sudah dijalankan oleh perusahaan.

Dalam hearing, awalnya Tri Tresno Sukowono alias Suko, yang mengaku sebagai Ketua KTH Tambak Agung, sempat menuding bahwa PT BSI telah menyerobot atau melakukan aktivitas pertambangan di lahan mereka. PT BSI juga disebut tidak pernah melakukan koordinasi dengan warga sekitar perusahaan.

Namun, ujungnya semua itu terbantahkan. Karena setiap kegiatan PT BSI, senantiasa dilakukan sosialisasi dan musyawarah. Termasuk saat melakukan aktivitas pertambahan di petak 73 C dan 73 D, yang turut diklaim sebagai wilayah KTH Tambak Agung.

"Itu kan sudah ada kesepakatan," cetus Ketua Komisi IV DPRD Banyuwangi, Patemo, selaku pimpinan sidang hearing.

Untuk diketahui, hearing ini dihadiri oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Banyuwangi, Perhutani KPH Banyuwangi Selatan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banyuwangi, Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya Perumahan dan Permukiman (Dinas PU CKPP) Banyuwangi, serta SKPD terkait. Termasuk Forpimka Pesanggaran, Pemerintah Desa Sumberagung dan Kepala Desa (Kades) Pesanggaran, Sukirno.

Saat diberi kesempatan menjelaskan, KSS Hukum, Keamanan, dan Komper KPH Banyuwangi Selatan, Didik Nurcahyo, menegaskan bahwa petak 73 C dan 73 D yang dipermasalahkan Suko Cs, bukan termasuk wilayah KTH Tambak Agung. Dia juga menyampaikan bahwa wilayah KTH Tambak Agung, bukan seluas 700, 67 hektar.

"Wilayah KTH Tambak Agung itu seluas 83,49 hektar saja. dan KTH ini untuk kegiatan pertanian di kawasan hutan, kemudian perkebunan, kegiatan-kegiatan pertanian, misalnya kayak tumpang sari," jelasnya.

Didik pun membeberkan bahwa petak 73 C dan 73 D merupakan wilayah IPPKH yang berada dibawah pengelolaan PT BSI. Dan IPPKH tersebut telah terbit sejak era PT Indo Multi Niaga (PT IMN). Sedang SK KTH Tambak Agung, pertama kali terbit baru sekitar tahun 2019.

Dikonfirmasi terpisah, Kades Pesanggaran, Sukirno, menyampaikan bahwa petak 73 C dan 73 D, tidak masuk dalam wilayah administrasi Desa Pesanggaran. Namun, masuk wilayah Desa Sumberagung. Tak berhenti disitu, Sukirno juga menyebut bahwa Ketua KTH Tambak Agung, saat ini adalah Suroto. Alias bukan Suko.

"Dari hasil rapat anggota, sudah diputuskan Pak Suko diberhentikan dan anggota mengangkat ketua baru, Pak Suroto, Sekretarisnya Pak Mundir. Legalitas hukumnya sudah ada sampai notaris," ungkap Sukirno.

Sementara itu, Suko bersikukuh dia merupakan Ketua KTH Tambak Agung yang sah. Dia juga meyakini jika wilayah KTH Tambak Agung, sesuai pengajuan yang dilakukan secara bertahap luasannya lebih dari 83,49 hektar.

Sedang terkait kabar maraknya praktik Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di petak 73 C, 73 D, petak 78 serta disejumlah titik diarea IPPKH PT BSI, diwilayah Kecamatan Pesanggaran, Suko mengaku tidak tahu.

"Ya kalau soal tambang rakyat saya kurang begitu tahu ya, kurang begitu menguasai itu karena masyarakat sekitar sana. Jadi saya tidak mengurusi persoalan itu," cetusnya. (taufiq)

error: Content is protected !!