Sorry, we're closed Opens Rabu at 9:00 am

Bulan: November 2025

Kapolres Ponorogo Kukuhkan Pelajar Duta Kamtibmas

PONOROGO || jejakindonesia.id — Dalam upaya menumbuhkan kesadaran dan peran aktif generasi muda terhadap pentingnya keamanan dan ketertiban masyarakat ( Kamtibmas),Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo didampingi Wakapolres Kompol Ari Bayu Aji mengukuhkan Pelajar Duta Kamtibmas.

Pengukuhan tersebut dilaksanakan di halaman Mapolres Ponorogo dengan menggelar Upacara Pengukuhan Pelajar Duta Kamtibmas, Rabu (12/11/2025).

Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh semangat dengan dihadiri oleh para pejabat utama Polres Ponorogo Polda Jatim, perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Ponorogo, Dinas Pendidikan, guru pendamping, serta para pelajar peserta pengukuhan.

Kapolres Ponorogo, AKBP Andin Wisnu Sudibyo menyampaikan bahwa pengukuhan Pelajar Duta Kamtibmas merupakan langkah strategis untuk menanamkan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian sosial di kalangan pelajar.

“Duta Kamtibmas bukan sekadar predikat, tetapi tanggung jawab mulia untuk menjadi teladan dan agen perubahan, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat,” tegas AKBP Andin Wisnu Sudibyo.

Ia menambahkan, melalui program ini diharapkan para pelajar dapat berperan sebagai penggerak keamanan lingkungan, penyampai pesan positif, dan inspirasi bagi teman sebaya.

"Sehingga dapat mewujudkan kehidupan sekolah yang aman, tertib, dan harmonis," pungkasnya.

Polri Pertegas Peran Aktif Dalam Astacita Pada Topping off Sekolah, Peresmian Masjid dan Peletakan Batu Pertama Rumah Ibadah di SMA Kemala Taruna Bhayangkara

JAKARTA || jejakindonesia.id - Polri kembali menegaskan perannya dalam mendukung Program Astacita Presiden Prabowo Subianto, khususnya agenda percepatan pembangunan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045. Komitmen tersebut terlihat dalam rangkaian kegiatan pembangunan di SMA Kemala Taruna Bhayangkara (KTB), yang hari ini melaksanakan topping off Academic Center dan Library, peresmian Masjid An-Nahdah Suhanda, serta peletakan batu pertama rumah ibadah lintas agama. Kegiatan dipimpin langsung oleh Wakapolri Komjen Pol Prof. Dr. Dedi Prasetyo.

Dalam sambutannya, Wakapolri menegaskan bahwa SMA KTB bukan sekadar sekolah, melainkan pusat pembinaan karakter. “Keberadaan sekolah ini bukan hanya tempat pendidikan, tetapi pusat pembentukan karakter yang menjadi fondasi utama dalam membentuk generasi penerus bangsa yang unggul, berakhlak, dan berdaya saing global,” ujarnya. Ia menempatkan pembangunan karakter sebagai kunci keberhasilan SDM, sejalan dengan pemikiran Amartya Sen, Martin Luther King Jr., serta praktik pendidikan karakter di Jepang dan Singapura.

Wakapolri kemudian menyoroti pentingnya kualitas manusia sebagai penentu kemajuan bangsa. “Sumber daya alam yang melimpah tidak akan berarti banyak jika tidak dikelola oleh sumber daya manusia yang mumpuni. Di sinilah urgensi kita menyiapkan generasi yang mampu membawa Indonesia melakukan lompatan besar menjadi negara maju,” tegasnya. Ia juga mencontohkan Singapura yang berhasil melaju menjadi negara maju meski minim sumber daya alam.

Sebagai gambaran mutu SDM global, Wakapolri memaparkan jumlah mahasiswa luar negeri di universitas elite dunia. “Saat ini hampir 134.000 putra-putri Tiongkok belajar di Harvard dan kampus top Amerika. India mengirim 90.000, Vietnam 30.000, sedangkan Indonesia masih di bawah 10.000,” ujarnya. Data ini menunjukkan perlunya Indonesia mempercepat pembangunan sekolah unggulan sebagaimana menjadi perhatian utama Presiden Prabowo.

Wakapolri menyampaikan rasa syukur bahwa Polri mendapat kesempatan membangun SMA KTB untuk mendukung agenda tersebut. “Alhamdulillah, kami dipertemukan dengan Mas Dirgayuza dan Mas Miftah Sabri yang punya visi besar dalam pendidikan. Angkatan pertama berjumlah 120 siswa adalah kebanggaan kami—mereka menunjukkan kualitas, karakter, dan potensi luar biasa,” ucapnya. Ia menegaskan penanaman 12 karakter kebhayangkaraan sebagai fondasi moral dalam membentuk generasi unggul.

Terkait penerimaan murid baru tahun ini, Wakapolri memberikan dorongan kuat. “Animo tahun ini harus kita gas lagi. Target kita minimal 15.000 pendaftar. Dari jumlah besar itu kita bisa menyeleksi bibit unggul yang benar-benar siap menjadi generasi emas Indonesia,” tegasnya.

Dari sisi pembangunan, progres fisik SMA KTB terus menunjukkan hasil positif. Hingga 10 November 2025, capaian pekerjaan mencapai 18,796%, melampaui target 18,047%, meski sempat terkendala pasokan material dan cuaca. Wakapolri menyampaikan keyakinan bahwa seluruh fasilitas dapat selesai tepat waktu. “Target kita, sekolah ini dapat beroperasi penuh pada Mei 2026. Dengan penyelesaian tepat waktu, kita bisa segera menghadirkan layanan pendidikan terbaik bagi putra-putri bangsa,” ujarnya.

Kegiatan hari ini turut diisi dengan peresmian Masjid An-Nahdah Suhanda yang mampu menampung 976 jemaah. Masjid ini diharapkan menjadi pusat pembinaan spiritual bagi siswa, tenaga pendidik, dan masyarakat. Selain itu, Polri dan Yayasan Kemala Bhayangkari memulai pembangunan rumah ibadah lintas agama—gereja Katolik, gereja Protestan, vihara, dan pura—sebagai simbol komitmen terhadap toleransi dan keberagaman.

Sebagai wujud kepedulian sosial, Polri melalui Yayasan Kemala Bhayangkari menyalurkan 1.000 paket bantuan bagi anak yatim dan warga sekitar. Polri juga menyerahkan bus sekolah untuk mendukung operasional pendidikan di SMA KTB.

Menutup sambutannya, Wakapolri menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung berdirinya sekolah unggulan ini. “Dengan pengabdian yang tulus dan kerja sama yang solid, saya yakin SMA KTB mampu mencetak generasi berkarakter, berprestasi, dan siap menjadi penggerak bangsa menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Prajurit dan Rakyat Satu Hati, Satgas Yonif 700/WYC Bangun Jalan Menuju Honai di Kampung Nipuralome

PAPUA || jejakindonesia.id — Di tengah hamparan hijau pegunungan Distrik Omukia, gema semangat gotong royong kembali menggema. Prajurit Satgas Yonif 700/Wira Yudha Cakti melalui Pos Titik Kuat Bendungan melaksanakan kegiatan Binter terbatas dengan menggelar karya bhakti membantu Bapak Daniel Murib membangun jalan menuju honainya di Kampung Nipuralome, Distrik Omukia, Kabupaten Puncak. (13 November 2025).

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Lettu Inf Risal itu menjadi potret nyata keakraban antara TNI dan masyarakat Papua. Dengan semangat tanpa pamrih, para prajurit dan warga bahu-membahu menyingkirkan batu, meratakan tanah, dan menata jalur yang selama ini sulit dilalui menuju honai milik keluarga Murib.

> “Kami datang bukan sekadar untuk menjaga, tapi juga untuk melayani dan membantu,” ujar Lettu Inf Risal saat ditemui di lokasi kegiatan. “Melalui karya bhakti ini, kami ingin menunjukkan bahwa TNI selalu hadir di tengah masyarakat — menyalakan harapan lewat tindakan sederhana namun penuh ketulusan.”

Sementara itu, Bapak Daniel Murib, dengan wajah yang terpancar bahagia, menyampaikan rasa terima kasihnya.

> “Sa pu hati senang sekali. Jalan ini dulu susah dilewati, apalagi waktu hujan. Sekarang berkat TNI, sudah bisa mudah ke honai. Terima kasih banyak sudah bantu kami,” ungkapnya dengan senyum tulus.

Di sela-sela kerja bakti, tampak anak-anak Kampung Nipuralome menonton dengan gembira, sesekali ikut membantu mengambil batu kecil. Suasana penuh keakraban itu memperlihatkan bahwa di tanah Papua, hubungan antara prajurit dan rakyat bukan sekadar formalitas — tapi persaudaraan sejati yang tumbuh dari hati.

Sore itu, ketika matahari mulai turun di balik perbukitan Omukia, jalan kecil menuju honai Bapak Daniel Murib telah terbuka. Sebuah jalan sederhana, namun menyimpan makna besar: jalan menuju kebersamaan, kedamaian, dan kasih antara TNI dan masyarakat Papua.

Dengan karya kecil namun berdampak besar, Satgas Yonif 700/WYC kembali membuktikan bahwa pengabdian di Tanah Papua tak hanya lewat senjata, tapi juga lewat cinta dan kerja nyata untuk rakyat.

Autentikasi: Pen Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 700 Wira Yudha Cakti

Peletakan Batu Pertama Rumah Ibadah di SMA Kemala Taruna Bhayangkara oleh Wakapolri, Simbol Toleransi dan Persaudaraan Antarumat Beragama

JAKARTA || jejakindonesia.id - Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo memimpin kegiatan Peletakan Batu Pertama Rumah Ibadah Non-Muslim di kawasan pembangunan SMA Kemala Taruna Bhayangkara, Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Kamis (13/11).

Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen Polri dan Yayasan Kemala Bhayangkari dalam menanamkan nilai toleransi dan kebhinekaan di lingkungan pendidikan.

Dalam prosesi tersebut, Wakapolri Komjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo didampingi Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Rudi Setiawan, Pejabat Utama Mabes Polri, Pejabat Utama Polda Jabar, unsur Forkopimda Kabupaten Bogor, serta tokoh lintas agama dan masyarakat sekitar.

Pembangunan rumah ibadah ini meliputi empat tempat ibadah, yaitu Gereja Protestan dan Gereja Katolik masing-masing seluas 90 m², serta Vihara dan Pura masing-masing 36 m². Peletakan batu pertama dilakukan Wakapolri bersama tokoh lintas agama, sebagai simbol kuat persaudaraan dan penghormatan terhadap keberagaman.

Pada kesempatan yang sama, Wakapolri Komjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo juga meresmikan Masjid An-Nahdah Suhanda, yang berdiri di atas lahan seluas 4.854 m² dengan bangunan 1.761 m² dan kapasitas hingga 976 jamaah.

“Melalui pembangunan berbagai rumah ibadah di satu kawasan pendidikan, kita ingin menanamkan nilai toleransi dan kebersamaan sejak dini. Keberagaman harus menjadi kekuatan bangsa,” tegas Wakapolri Komjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo.

Kegiatan yang dihadiri sekitar 180 undangan tersebut juga dirangkaikan dengan bakti sosial dan santunan bagi anak yatim serta warga sekitar, sebagai wujud kepedulian sosial dan rasa syukur atas kemajuan pembangunan sekolah.

Melalui kegiatan ini, Polri dan Yayasan Kemala Bhayangkari menegaskan komitmen untuk membangun lembaga pendidikan unggulan yang berkarakter Bhayangkara, menjunjung tinggi nilai toleransi, persatuan, dan kemanusiaan di tengah keberagaman bangsa.

Wakapolri Resmikan Masjid An-Nahdah Suhanda di SMA Kemala Taruna Bhayangkara Bogor

JAKARTA || jejakindonesia.id - Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. meresmikan Masjid An-Nahdah Suhanda yang berlokasi di lingkungan SMA Kemala Taruna Bhayangkara Bogor, sebagai wujud dukungan Polri terhadap penguatan pendidikan karakter dan nilai spiritual di lingkungan sekolah.

Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti oleh Wakapolri, disaksikan oleh jajaran pejabat utama Polri, pengurus Yayasan Kemala Bhayangkari, para guru, siswa, dan tokoh masyarakat setempat.

Masjid An-Nahdah Suhanda berdiri di atas lahan seluas 4.854 meter persegi dengan luas bangunan mencapai 1.761 meter persegi, serta mampu menampung hingga 976 jamaah. Pembangunan masjid ini diharapkan menjadi sarana utama dalam membentuk karakter religius, disiplin, dan berakhlak mulia bagi para siswa SMA Kemala Taruna Bhayangkara.

Dalam sambutannya, Wakapolri menyampaikan apresiasi atas terlaksananya pembangunan masjid tersebut, yang dinilai sebagai bagian penting dari pembinaan mental dan spiritual generasi muda Polri.

“Masjid ini bukan hanya tempat untuk beribadah, tetapi juga menjadi pusat kegiatan pembinaan akhlak, pendidikan karakter, dan silaturahmi antara siswa, guru, serta masyarakat sekitar,” ujar Wakapolri, Kamis (13/11/2025)

Kegiatan peresmian berlangsung khidmat, diakhiri dengan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur atas berdirinya Masjid An-Nahdah Suhanda. Keberadaan masjid ini diharapkan dapat memperkuat nilai - nilai keimanan, kebersamaan, dan semangat pengabdian di lingkungan SMA Kemala Taruna Bhayangkara.

error: Content is protected !!