We're open Closes at 5:00 pm

Bulan: Oktober 2025

Polresta Deli Serdang Gelar Program Jum’at Curhat Guna Dengarkan Keluhan Dari Masyarakat

DELI SERDANG || jejakindonesia.id - Guna mendengarkan Keluhan dan Saran Dari Masyarakat, Polresta Deli Serdang melaksanakan kegiatan Jum’at Curhat, yang dilaksanakan di Warung Kopi Milik Warga di Jalan Pantai Labu, Gang Sadar, Kecamatan Lubuk Pakam, Kab. Deli Serdang. Jumat (24/10/2025) pukul 09.30 WIB.

Kegiatan ini dipimpin oleh Wakasat Binmas AKP Irwan S.I.P bersama AKP Syahrul Efendi selaku Kanit Bintibsos dan Bripka Purnomo dari Sat Binmas Polresta Deli Serdang. Dalam kegiatan tersebut, petugas memberikan himbauan kepada warga dan pemilik warung agar bersama-sama menjaga keamanan serta ketertiban di lingkungan sekitar.

Selain itu, masyarakat juga diberi kesempatan untuk menyampaikan keluhan dan masukan terkait situasi kamtibmas di wilayahnya.

Saat diwawancarai , Wakasat Binmas AKP Irwan SIP menyampaikan bahwa kegiatan Jum’at Curhat ini bertujuan untuk mempererat hubungan antara polisi dan masyarakat, serta mengantisipasi potensi gangguan keamanan seperti penyebaran berita hoaks maupun aksi unjuk rasa anarkis.

“Masyarakat merasa senang dan berterima kasih atas kehadiran personel Polresta Deli Serdang yang mau mendengarkan aspirasi secara langsung. Diharapkan komunikasi yang baik ini terus terjalin sehingga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” ujar AKP Irwan

Sementara itu, Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol Hendria Lesmana, S.I.K., M.Si. menegaskan bahwa program Jum’at Curhat merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendengar langsung suara masyarakat, memahami persoalan di lapangan, dan bersama-sama mencari solusi agar situasi kamtibmas di Deli Serdang tetap terjaga dengan baik. Polri tidak hanya hadir saat ada masalah, tapi juga menjadi bagian dari masyarakat dalam menciptakan keamanan dan kenyamanan bersama,” ungkap Kapolresta.(##Humas Polresta DS)

Anggota Satgas TMMD Ke-126 Lanjutkan Pekerasan Jalan di Hari Ke-16, Capai Progres 68%

PANDEGLANG || jejakindonesia.id — Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-126 Kodim 0601/Pandeglang terus menunjukkan perkembangan signifikan di berbagai sasaran fisik. Pada hari ke-16 pelaksanaan, anggota Satgas TMMD bersama warga masyarakat kembali melanjutkan kegiatan pengerasan jalan di lokasi utama sasaran fisik, dengan capaian progres yang telah mencapai 68 persen.

Di bawah terik matahari pagi yang hangat, tampak para prajurit TNI dengan semangat pantang menyerah bekerja bergotong royong bersama masyarakat. Mereka bahu-membahu menata batu kali dan meratakan badan jalan agar hasil pekerjaan nantinya kokoh dan dapat dilalui kendaraan dengan aman serta nyaman. Semangat kebersamaan antara TNI dan warga menjadi pemandangan yang penuh makna, menggambarkan kuatnya sinergi antara aparat pertahanan dengan rakyat dalam mewujudkan pembangunan desa.

Komandan Kodim 0601/Pandeglang Letkol Inf Afri Swandi Ritonga, S.I.P., selaku Dansatgas TMMD ke-126, menjelaskan bahwa pengerasan jalan ini merupakan salah satu sasaran utama dalam program TMMD yang bertujuan untuk membuka akses transportasi warga antar kampung. “Pembangunan jalan ini diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat, baik dalam mengangkut hasil pertanian maupun aktivitas sosial lainnya. Dengan akses jalan yang memadai, kesejahteraan warga akan semakin meningkat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dansatgas menambahkan bahwa meski kondisi medan yang cukup menantang dan cuaca yang tidak selalu mendukung, hal tersebut tidak menyurutkan semangat anggota Satgas untuk terus bekerja keras menyelesaikan target tepat waktu. “Kami bersama masyarakat terus berupaya maksimal agar seluruh sasaran fisik bisa tuntas sesuai jadwal, dengan tetap mengutamakan kualitas hasil pekerjaan,” tambahnya.

Warga sekitar juga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian TNI melalui program TMMD ini. Menurut salah seorang warga, keberadaan jalan baru yang kini sedang dikerjakan sangat dinanti-nantikan masyarakat, karena selama ini jalan tersebut sulit dilalui terutama saat musim hujan.

Melalui semangat gotong royong yang terus terjaga, kegiatan TMMD ke-126 diharapkan tidak hanya menghasilkan infrastruktur yang bermanfaat, tetapi juga mempererat kemanunggalan TNI dan rakyat sebagai kekuatan utama dalam membangun bangsa.

Dengan progres yang telah mencapai 68%, Satgas TMMD ke-126 optimis bahwa pengerasan jalan akan segera rampung dalam waktu dekat dan dapat digunakan oleh masyarakat untuk menunjang aktivitas ekonomi dan sosial di wilayah tersebut.

Sumber: Pendim 0601 Pandeglang

Polresta Banyuwangi Gelar Jumat Berkah; Bagikan Beras SPHP kepada Jukir, Tukang Becak, dan Takmir Masjid Agung

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyuwangi terus menunjukkan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat tidak hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga dengan aksi nyata kepedulian sosial.

Pada Jumat siang (24/10/2025) jajaran Satuan Samapta Polresta Banyuwangi menggelar kegiatan “Jumat Berkah” di Masjid Agung Baiturrahman Banyuwangi (MAB), yang dikolaborasikan dengan tugas pengamanan dan pengaturan lalu lintas (pam–gatur lalin) pasca pelaksanaan salat Jumat.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Samapta Polresta Banyuwangi Kompol Basori Alwi, S.H., M.H., dan diikuti oleh sejumlah personel yang turut serta berbagi beras SPHP kepada juru parkir, tukang becak, dan takmir masjid.

Aksi sederhana namun bermakna ini mendapat sambutan hangat dari para penerima manfaat yang sehari-hari beraktivitas di sekitar kawasan Masjid Agung.

Dalam keterangannya, Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H., menjelaskan bahwa kegiatan Jumat Berkah merupakan bagian dari implementasi nilai-nilai Polri Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan) dalam aspek sosial dan kemanusiaan.

Melalui kegiatan tersebut, Polresta Banyuwangi ingin menegaskan bahwa polisi hadir bukan hanya dalam konteks keamanan, tetapi juga dalam memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Kami ingin berbagi kebahagiaan dengan masyarakat yang setiap hari ikut berperan menjaga ketertiban di sekitar Masjid Agung. Semoga bantuan ini bermanfaat dan membawa keberkahan bagi kita semua,” tutur Kapolresta Banyuwangi.

Dalam kesempatan yang sama, Kasat Samapta Polresta Banyuwangi Kompol Basori Alwi, S.H., M.H. menuturkan bahwa kegiatan Jumat Berkah merupakan agenda rutin yang diinisiasi untuk memperkuat nilai-nilai kemanusiaan di tengah masyarakat.

Menurutnya, polisi memiliki peran strategis bukan hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga dalam menumbuhkan rasa saling peduli di antara warga.

“Kami ingin menunjukkan bahwa polisi bukan hanya pelindung dan pengayom, tetapi juga bagian dari masyarakat yang ikut merasakan denyut kehidupan sosial. Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan rasa kebersamaan, solidaritas, dan empati di tengah masyarakat,” ujar Kompol Basori Alwi.

Kasat Samapta menambahkan, kehadiran personel Polri di tengah masyarakat dalam kegiatan sosial seperti ini dapat mempererat hubungan emosional dan memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

“Ketika masyarakat merasa dekat dan percaya dengan Polri, maka keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi juga hasil kerja sama seluruh elemen masyarakat,” imbuhnya.

Selain berbagi beras SPHP, jajaran Sat Samapta juga menggelar pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas di sekitar area Masjid Agung. Hal ini dilakukan untuk memastikan kelancaran dan keamanan jamaah yang menunaikan salat Jumat serta menghindari kemacetan di kawasan pusat kota.

Para penerima bantuan tampak antusias dan mengucapkan terima kasih kepada jajaran kepolisian atas perhatian dan kepedulian yang diberikan.

Salah satu penerima bantuan, seorang tukang becak yang biasa mangkal di depan masjid, mengungkapkan rasa terima kasihnya.

“Kami sangat senang dan berterima kasih. Polisi sekarang bukan hanya menertibkan lalu lintas, tapi juga peduli sama orang kecil seperti kami,” ujarnya dengan mata berbinar.

Melalui kegiatan Jumat Berkah, Polresta Banyuwangi berupaya menanamkan nilai kepedulian sosial sebagai bagian integral dari tugas kepolisian dalam menjaga stabilitas Kamtibmas.

RKS BNN-IDI : Tingkatkan Standardisasi Rehabilitasi Medis

JAKARTA || jejakindonesia.id - Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) secara resmi menandatangani Perjanjian Kerjasama (PKS) terkait penyelenggaraan pelatihan dan peningkatan kompetensi tenaga medis dan tenaga kesehatan dalam bidang rehabilitasi medis.

Berlangsung di Kantor Pusat IDI, Gedung Dr. R. Soeharto, Jakarta Pusat, Kamis (23/10), perjanjian tersebut ditandatangani langsung oleh Deputi Rehabilitasi BNN RI, dr. Bina Ampera Bukit, M.Kes., serta Ketua Umum PB IDI, DR. dr. Slamet Budiarto, S.H., M.H.Kes., dan disaksikan oleh Deputi Hukum dan Kerja Sama BNN RI, Drs. Agus Irianto, S.H., M.Si., M.H., Ph.D.

Dalam sambutannya, dr. Bina Ampera Bukit mengatakan bahwa saat ini BNN membina lebih dari 200 klinik rehabilitasi yang tidak hanya fokus pada penanganan penyalahgunaan narkoba, tetapi juga menyediakan layanan berbasis bukti yang aman dan berkualitas.

“Ini merupakan tonggak penting mengingat nilai strategis dan anggaran besar yang terlibat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa peningkatan kapasitas sumber daya manusia dilakukan melalui webinar dan pelatihan yang dapat terakreditasi, sebagai bagian dari transformasi mutu layanan rehabilitasi.

Sementara itu, Ketua Umum PB IDI mengatakan bahwa kerja sama ini bersifat mutualisme dengan tujuan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia.

“Kami memiliki LP3S, lembaga pendidikan Ikatan Dokter Indonesia, yang akan membantu teman-teman BNN sehingga SDM kesehatan di BNN bisa meningkat dan semakin bermanfaat bagi masyarakat,” imbuhnya.

Ruang lingkup kerja sama yang disepakati di antaranya pelatihan online, offline, atau hybrid yang diselenggarakan oleh IDI melalui Lembaga Pendidikan, Pelatihan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (LP3S-IDI). Bentuk kegiatan meliputi webinar, pelatihan, simposium, workshop, konferensi, dan e-learning. Selain itu, pengembangan kurikulum/modul serta penjaminan mutu dan sertifikasi kegiatan ilmiah juga menjadi bagian penting dari kerja sama ini.

Melalui kolaborasi strategis, BNN dan IDI berkomitmen untuk mempercepat standardisasi kompetensi tenaga medis guna meningkatkan kualitas layanan rehabilitasi yang terstruktur dan berdampak luas bagi masyarakat.

#warondrugsforhumanity

Audensi Dengan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Kepala BNN RI Apresiasi DAI Anti Narkoba

JAKARTA || jejakindonesia.id - Sinergi lintas sektor dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) kembali dilakukan oleh Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto. Setelah bersilaturahmi dengan para ulama nasional, Jenderal Bintang Tiga tersebut secara khusus bertemu dengan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. KH. Haedar Nashir.

Pertemuan yang berlangsung di Kantor Lembaga Dakwah Komunitas PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, pada Senin (22/10), ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus mempererat sinergi dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkotika di Indonesia.

Dalam kunjungan tersebut, Kepala BNN RI yang didampingi oleh para Pejabat Utama (PJU) BNN RI menyampaikan apresiasi atas komitmen dan peran aktif Muhammadiyah dalam mendukung program P4GN, khususnya dalam bidang pencegahan, salah satunya melalui pembentukan Tim Dai Antinarkotika.

"Kami sangat mengapresiasi terbentuknya Tim Dai Antinarkotika oleh PP Muhammadiyah, yang Kami harapkan menjadi terobosan efektif dalam memberikan pencerahan kepada masyarakat," ujar Kepala BNN RI.

Lebih lanjut Kepala BNN RI berharap langkah Muhammadiyah ini dapat menjadi contoh atau role model bagi organisasi kemasyarakatan lainnya, khususnya ormas Islam, untuk turut berperan aktif dalam memerangi penyalahgunaan narkotika.

Disampaikan Kepala BNN RI bahwa saat ini jumlah penyalahguna narkotika di Indonesia masih berada di angka yang mengkhawatirkan, yakni sekitar 3,3 juta jiwa. Oleh karena itu, BNN terus mendorong langkah-langkah kolaboratif, termasuk pendekatan berbasis komunitas dalam upaya menurunkan angka prevalensi tersebut.

“Penanganan narkotika tidak bisa dilakukan sendiri oleh BNN. Untuk itu, Kami mengajak seluruh kementerian, lembaga, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama menghadapi persoalan yang mengancam generasi muda bangsa ini,” tegasnya.

Dengan kolaborasi yang solid dari seluruh komponen bangsa, Ia percaya Indonesia mampu menuntaskan persoalan narkotika dan melahirkan generasi Bersinar (Bersih Narkoba) yang menjadi pilar Indonesia Emas 2045.

#warondrugsforhumanity

error: Content is protected !!