Sorry, we're closed Opens Rabu at 9:00 am

Bulan: September 2025

Loyalitas Tanpa Batas Ambulans Gratis Polres Gresik Bantu Warga

GRESIK || jejakindonesia.id - Polres Gresik Polda Jatim melalui Sidokkes kembali menunjukkan kepeduliannya kepada warga masyarakat melalui layanan mobil ambulans gratis.

Kali ini, layanan kemanusiaan tersebut mengantarkan seorang pasien anak dari Gresik menuju RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk menjalani kontrol kesehatan.

Tim Dokkes Polres Gresik Polda Jatim yang dipimpin Kasi Dokkes Iptu Sugioto bergerak menjemput Amirah Salsabila Al Faruq (8), siswi asal Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik.

Bocah tersebut membutuhkan pendampingan transportasi medis untuk pemeriksaan rutin di rumah sakit rujukan.

Kapolres Gresik, AKBP Rovan Richard Mahenu, menegaskan bahwa layanan ambulans gratis ini merupakan program berkelanjutan Polres Gresik Polda Jatim untuk membantu masyarakat yang mengalami keterbatasan akses layanan kesehatan.

“Kami akan terus melakukan pelayanan kepada masyarakat, termasuk melalui pelayanan ambulans gratis," tegas AKBP Rovan, Selasa (9/925).

Ia berharap, layanan ini bisa meringankan beban warga sekaligus memberi manfaat besar bagi masyarakat Gresik.

Layanan ambulans gratis yang dijalankan Polres Gresik Polda Jatim menjadi bukti nyata bahwa kepolisian tidak hanya menjalankan tugas penegakan hukum, tetapi juga hadir sebagai pelayan dan pengayom masyarakat, khususnya di bidang sosial dan kemanusiaan. (*)

Anggota Sat Brimob Polda Jatim Terima Penghargaan KPLB dari Kapolri

SURABAYA || jejakindonesia.id – Pengabdian tanpa batas yang ditunjukkan Briptu Jauharul Lukmanul Hakim, anggota Satuan Brigade Mobil (Sat Brimob) Polda Jawa Timur, akhirnya mendapat apresiasi tertinggi.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan penghargaan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) sehingga ia naik satu tingkat menjadi Brigadir Polisi (Brigpol).

Sejak awal pengabdiannya, Brigpol Jauharul telah menunjukkan komitmen luar biasa.

Ia menempuh pendidikan pembentukan Bintara (Diktukba) di SPN Polda Jatim pada 2018, kemudian ditempatkan di Sat Brimob pada 2019.

Tahun yang sama, ia langsung ditugaskan dalam pengamanan aksi unjuk rasa Pemilu Presiden di Polda Metro Jaya.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, S.I.K., menegaskan bahwa perjalanan panjang ini menjadi bukti nyata keseriusan anggota Polri dalam mengabdi.

“Sejak awal pengabdian, rekan kita ini sudah menorehkan prestasi dan dedikasi. Dari penugasan di Ibukota hingga wilayah rawan di Papua, setiap langkahnya tidak pernah luput dari perhatian pimpinan,” ungkap Kombes Pol Abast, Selasa (9/9/25).

Dedikasi itu berlanjut pada penugasan Satgas Aman Nusa di Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah (2020–2021).

Setelah itu berlanjut sebagai Satgas Tindak Nemangkawi di Mimika (2021–2022) yang berfokus pada penegakan hukum terhadap kelompok kriminal bersenjata.

Pada 2024, ia juga mengikuti pendidikan pengembangan spesialisasi (Digbangpes) Dasba Brimob untuk memperdalam keahliannya.

Puncak pengorbanan terjadi pada 2025, saat bertugas mengamankan unjuk rasa di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Ia mengalami pelemparan massa aksi hingga harus dirawat di RS Bhayangkara Polda Jatim.

Meskipun sempat terluka dalam tugas, semangatnya tidak pernah surut.

"Penghargaan KPLB ini bukan hanya kebanggaan pribadi, tetapi juga motivasi bagi seluruh anggota Polri agar terus berani berkorban demi masyarakat dan negara,” tambah Kombes Abast.

Dengan penghargaan ini, Kapolri menegaskan bahwa setiap pengabdian tulus anggota Polri tidak akan pernah terabaikan.

Brigpol Jauharul menjadi teladan nyata bahwa tugas kepolisian bukan sekadar profesi, melainkan pengabdian demi keutuhan NKRI. (*)

Kakorlantas Polri: Keselamatan Lalu Lintas dan Pentingnya Pendidikan Perlu di Tanamkan Sejak Dini

JAKARTA || jejakindonesia.id  - Kakorlantas Polri Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho S.I.K., M.Hum., menyoroti perilaku pengemudi yang tidak perduli terhadap aturan lalu lintas. Hal tersebut, faktor utama penyebab terjadinya kecelakaan. Ia menegaskan pentingnya pengendara memahami faktor keselamatan dan selalu menaati hukum jangan hanya sekadar takut untuk ditilang.

"Kalau masyarakat hanya patuh karena takut dihukum, kesadaran hukumnya masih rendah. Idealnya, orang taat aturan lalu lintas karena sadar akan manfaatnya bagi dirinya dan orang lain," ujar Irjen Agus

Menurut Kakorlantas Pol Irjen Pol Agus, penegakan hukum di jalan raya menunjukkan bahwa aturan dan aparat saja tidak cukup. Data Korlantas Polri mencatat bahwa sebagian besar kecelakaan lalu lintas disebabkan oleh pelanggaran sederhana, mulai dari tidak mengikuti rambu-rambu lalu lintas hingga melawan arus.

Irjen Pol Agus Suryonugroho mendorong upaya meningkatkan kesadaran publik dengan memberikan pendidikan sejak dini kepada anak-anak. Menurutnya, anak-anak harus diberikan pemahaman pentingnya selalu menaati lalu lintas dan penyebab jika melanggar.

"Solusi jangka panjang untuk meningkatkan kesadaran hukum di jalan raya adalah melalui pendidikan sejak dini. Anak-anak harus dikenalkan pada etika berlalu lintas, baik dari keluarga maupun lingkungan sekolah. Keluarga menjadi fondasi pertama, karena orang tua adalah contoh langsung yang ditiru anak. Sekolah kemudian memperkuatnya lewat kurikulum dan kegiatan yang menanamkan disiplin serta tanggung jawab di jalan," katanya.

"Tahap berikutnya, sekolah mengemudi juga sangat penting. Lembaga ini bukan hanya mengajarkan cara mengendarai kendaraan yang benar, namun juga harus menekankan pemahaman tentang aturan hukum, keselamatan, dan etika berlalu lintas. Dengan kombinasi dari keluarga, sekolah, dan sekolah mengemudi, kami yakin kesadaran hukum masyarakat bisa terbentuk lebih kokoh," tambah Kakorlantas Polri.

Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus menyampaikan potret nyata dengan adanya kesadaran, kepatuhan lahir bukan karena rasa takut ditilang, melainkan karena pemahaman akan pentingnya keselamatan bersama.

Irjen Pol Agus Suryonugroho menekankan kepada Korlantas Polri untuk berperan menjaga agar kesadaran hukum yang ditanamkan sejak dini, baik di rumah maupun melalui pendidikan formal, dapat terwujud di jalan raya. Dengan konsistensi pembinaan dan penegakan, budaya tertib lalu lintas bisa berkembang sebagai bagian dari budaya hukum bangsa.

Kapolda Jatim Beri Pesan Penting di Peringatan Haornas

SURABAYA || jejakindonesia.id – Polda Jawa Timur menggelar upacara peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-42 di Mapolda Jatim.

Kegiatan yang dipimpin langsung Kapolda Jatim Irjen Pol Drs. Nanang Avianto, M.Si., itu berlangsung khidmat dengan diikuti Wakapolda, pejabat utama, personel Polri, ASN, serta peserta apel lainnya, Selasa (9/9/2025).

Dalam amanatnya, Kapolda Jatim menyampaikan bahwa Haornas tahun ini terasa istimewa karena mengusung tema “Olahraga Satukan Kita.”

Tema tersebut menegaskan olahraga bukan hanya untuk meraih prestasi, tetapi juga menjadi sarana memperkuat persatuan bangsa.

Menurut Kapolda Jatim, olahraga mengajarkan untuk bertanding dengan fair, menghormati lawan, dan menerima hasil dengan lapang dada.

"Nilai-nilai ini harus kita terapkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,”tutur Irjen Nanang.

Selain itu, Kapolda Jatim menekankan pentingnya olahraga bagi anggota Polri.

Menurutnya, olahraga bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan gerakan kebangsaan yang menumbuhkan disiplin, solidaritas, dan daya juang yang sejalan dengan tugas kepolisian menjaga keamanan serta ketertiban.

Pada kesempatan tersebut, Kapolda Jatim juga memberikan penghargaan khusus berupa kenaikan pangkat luar biasa (KPLB) kepada Brigpol Jauharul Luthfi Hakim.

Anggota Sat Brimob Polda Jatim itu dinilai telah menunjukkan dedikasi tinggi saat pengamanan unjuk rasa di Jawa Timur.

“Penghargaan ini adalah bentuk apresiasi atas kinerja yang melampaui panggilan tugas. Bapak Presiden dan Kapolri memberikan penghargaan kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi,”ungkap Irjen Nanang.

Menutup amanatnya, Kapolda Jatim mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan olahraga sebagai budaya hidup.

Ia menekankan, kemenangan terbesar bukan hanya ketika meraih piala, melainkan saat mampu menghargai perbedaan sebagai kekuatan untuk bersatu. (*)

Cooling System: Polresta Malang Kota Patroli KRYD Sinergi Lintas Instansi Jaga Kondusifitas Pascademo

MALANG || jejakindonesia.id – Jaga Kondusifitas selama long weekend, Polresta Malang Kota Polda Jatim intensifkan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) dengan patroli sinergitas lintas sektor.

Patroli gabungan melibatkan 80 personel dari Polresta Malang Kota, Kodim 0833, Satpol PP dan Dishub Kota Malang ini menyasar sejumlah titik yang dinilai adanya potensi kerumunan, tempat tongkrongan anak muda, hingga kawasan obyek vital di wilayah Kota Malang.

Patroli gabungan mulai Jumat malam hingga Senin dini hari (05-08/09) ini, dipimpin Kabag Ops Polresta Malang Kota, Kompol Wiwin Rusli mewakili Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Nanang Haryono SH. SIK, MSi.

“Patroli KRYD selain mempertahankan kondusifitas, juga memberikan rasa nyaman dan aman masyarakat yang beraktivitas di akhir pekan, serta meningkatkan kamtibmas Kota Malang.” jelas Kompol Wiwin, Selasa (08/09)

Patroli KRYD tidak hanya menyasar tempat-tempat tongkrongan, tapi juga menyentuh area rawan dan keramaian publik.

Beberapa titik yang dipantau seperti kawasan depan Balai Kota Malang (sekitar bundaran Tugu), sepanjang Jl Ry Soekarno-Hatta, Lingkungan kafe, Kampung Heritage Kayutangan, Jl Besar Ijen, hingga kawasan perumahan dan rumah kos mahasiswa di wilayah Lowokwaru, Klojen dan Sukun.

Selain itu anggota patroli sambangi rumah ibadah seperti Gereja Kayutangan, satpam Perbankan, Perkantoran untuk memastikan keamanan, serta menyasar pusat keramaian lain.

Dalam pelaksanaan, petugas keamanan sampaikan pesan-pesan kamtibmas dengan memberikan imbauan anak-anak muda yang sedang nongkrong agar tidak melakukan aksi trek-trekan (balap liar), tidak terlibat tindak kriminal dan tetap menjaga ketertiban lingkungan.

“Kami juga mengingatkan agar adik-adik tidak mudah terprovokasi ajakan anarkis, pengerusakan maupun hasutan yang merugikan diri sendiri, keluarga maupun masyarakat lainnya,“tambah Kompol Wiwin.

Selain itu, patroli dilakukan dengan pendekatan humanis agar masyarakat merasa terlindungi.

Petugas turut membangun dialog dengan warga untuk menjaga hubungan harmonis antara Polisi dan masyarakat.

Kompol Wiwin juga mengingatkan masyarakat agar segera melapor apabila menemukan tindak kejahatan atau potensi gangguan kamtibmas.

Laporan dapat disampaikan melalui layanan cepat Polri 110 atau Aplikasi Jogo Malang Presisi via WhatsApp di nomor +62 811-3780-2000.

Kompol Wiwin menyebut keterlibatan elemen Masyarakat menjadi kunci menciptakan lingkungan aman pasca-kerusuhan agar kembali kondusif.

“Kami terus hadir di tengah masyarakat untuk cooling system, serta memastikan Malang tetap aman, damai dan nyaman bagi semua,” pungkas Kompol Wiwin. (*)

error: Content is protected !!