Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Bulan: September 2025

PK Ditolak, Jalan Kabur Agus Sudirman Resmi Berakhir di Lapas Banyuwangi

BANYUWANGI || jejakindonesia.id - Drama pelarian Agus Sudirman, buronan kasus pemalsuan surat senilai Rp15 miliar, berakhir tragis. Alih-alih menerima putusan sejak awal, pria berusia 79 tahun itu justru memilih kabur, seolah-olah hukum bisa dikelabui.

Namun setelah ditangkap Tim Intelijen Kejaksaan Agung di Jakarta Utara pada 15 Juli 2025 lalu, Agus harus mendekam di Lapas Kelas IIA Banyuwangi dan masih harus menjalani sisa hukuman kurang lebih 10 bulan penjara.

Agus Sudirman, yang tercatat sebagai Komisaris BPR Restudhana Citrasejahtera Banyuwangi, sebelumnya masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.

Bukannya bersikap ksatria menerima putusan hukum, ia justru menjadi buronan tua yang lari dari tanggung jawab. Namun pelariannya hanya menunda, bukan membatalkan vonis.

Kapuspenkum Kejagung, Dr. Harli Siregar, SH., M.Hum., menegaskan bahwa saat ditangkap kala itu, Agus tak bisa lagi berbuat apa-apa. “Yang bersangkutan diamankan tanpa perlawanan dan diserahkan ke Kejati Jatim untuk dieksekusi,” ujarnya.

Agus Sudirman divonis satu tahun penjara karena terbukti secara sah dan meyakinkan menggunakan surat palsu seolah-olah asli. Perbuatannya menimbulkan kerugian Rp15 miliar. Putusan itu seharusnya sudah ia jalani sejak lama, namun Agus memilih jadi buronan. Kini, dengan amar putusan Peninjauan Kembali (PK) nomor 170 PK/PID/2025 yang ditolak oleh Mahkamah Agung, pintu hukum baginya tertutup rapat.

Majelis hakim PK yang diketuai Dwiarso Budi Santiarto, bersama Jupriyadi dan Soesilo, menolak bulat permohonan PK Agus. Artinya, tidak ada lagi celah untuk menghindar. Dari 17 Juli 2025 hingga hari ini, Agus baru menjalani hampir dua bulan, dan masih tersisa 10 bulan penuh yang wajib ia habiskan di balik jeruji besi Lapas Banyuwangi.

Jaksa Agung ST Burhanuddin kembali mengingatkan bahwa buronan tidak pernah benar-benar bebas. “Tidak ada tempat aman bagi buronan. Lebih baik menyerahkan diri daripada ditangkap paksa,” tegasnya.

Kini, Agus Sudirman menjadi bukti nyata bahwa lari dari hukum hanya menunda, bukan menyelamatkan. Dan pada akhirnya, jeruji besi tetap menutup semua jalan kabur. Sumber didalam Lapas Kelas IIA Banyuwangi menyebutkan, kondisi Agus Sudirman terlihat baik-baik saja, kendati sebelumnya sempat terganggu kesehatannya dan menjalani perawatan di sebuah rumah sakit, Selasa (9/9/2025).

Buka Rakernis Fungsi Logistik, Kapolda Kalteng Tekankan Maksimalkan Program Modernisasi Almatsus dan Sarpras Polri untuk Dukung Asta Cita

Palangka Raya || jejakindonesia.id - Biro Logistik Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) menggelar Rapat Kerja Teknis (Rakernis) tahun anggaran 2025 di Aula Arya Dharma, Mapolda setempat, Jl. Tjilik Riwut Km.1, Kota Palangka Raya, Selasa (9/9/2025).

Kegiatan rakernis ini dibuka langsung oleh, Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, S.IK., M.Si. didampingi Irwasda Kombes Pol Dr. Benny Ganda Sudjana, dan sejumlah pejabat utama, serta diikuti personel pengemban fungsi Logistik Satker dan Satwil jajaran.

Tema yang diangkat pada Rakernis kali ini, yaitu "Revitalisasi Peran Pengemban Fungsi Logistik Polri yang Presisi dalam Mendukung Tugas Polri guna Mewujudkan Asta Cita".

Dalam sambutannya, Kapolda Kalteng menyampaikan bahwa fungsi logistik merupakan salah satu fungsi yang mempunyai peran penting dalam mendukung jalannya roda organisasi.

"Oleh karena itu, sebagai pengemban fungsi logistik harus mampu bekerja dengan baik dan benar, mewujudkan tata kelola logistik yang profesional dan akuntabel," ungkap Kapolda.

Irjen Iwan juga menekankan kepada pengemban fungsi logistik agar mengoptimalkan pembangunan aplikasi Sistem Informasi Logistik (Silog) Polri sebagai basis data almatsus yang terintegrasi dan pengadaan barang/jasa melalui aplikasi RUP dan LPBJ.

Selain itu, percepat dan tindak lanjuti segera terkait sertifikasi tanah dan pembangunan gudang beras sesuai instruksi Presiden RI, guna mendukung terwujudnya program Asta Cita.

"Saya berharap melalui kegiatan ini, dapat dijadikan acuan untuk mengevaluasi kinerja dan menyusun langkah strategis dalam menghadapi tugas kedepannya," tutup Kapolda. (adji)

Apresiasi Atas Program DPC LPRI Kab Bogor.

BOGOR || jejakindonesia.id - Institut Merupakan sebuah Forum kajian kebijakan pemerintah daerah dalam memberikan sumbangsih pemikiran yang menciptakan ruang kajian secara akademisi lintas sektoral yang terdiri dari para akademisi keilmuan, tokoh budayawan, praktisi hukum, lembaga pers, serta melibatkan rekan - rekan mahasiswa yang bertujuan untuk menciptakan keselarasan pemikiran menuju Bogor Istimewah.

Forum Bogor Institut didirikan berdasarkan hasil dari buah pemikiran bersama dari presidium pemerkasa dialog Forum untuk menjadi bagian dari solusi sumbangsi dalam mempercepat cita - cita pembangunan yang berkeadilan sosial diwilayah Kabupaten Bogor.

H.Sukarman, SH.MH. Sering di sapa King Jabar Sebagai Ketua Umum LPKSM PATROLI Sangat Apresiasi atas Terselenggaranya Forum Bogor Institut yang merupakan produk dari Lembaga Pengawasan Reformasi Indonesia (LPRI). DPC.LPRI Bogor. Yang di Ketuai Oleh Hidayat S.Ip. Yang bersama - sama dengan dewan pengurus DPC.LPRI dan para tokoh pemerhati kebijakan publik, guna mengawal jalannya cita - cita Kabupaten Bogor Istimewa.

Tupoksi Kerja Bogor Institut
Bentuk Kajian :
1. Memberikan pemikiran percepatan pembangunan Kabupaten Bogor.
2. Memberikan pemikiran percepatan program kerja di sektor ketahanan pangan.
3. Memberikan pemikiran percepatan pemerataan di bidang kesehatan masyarakat.
4. Memberikan pemikiran percepatan SDM pada bidang pendidikan.
5. Memberikan pemikiran percepatan kebutuhan program kerja pemerintah Kabupaten Bogor pada sektor sosial yang dapat menyentuh lapisan masyarakat secara umum.
6. Memberikan pemikiran untuk menciptakan ruang dialog antara pemerintah daerah kabupaten Bogor dan para aktivis Mahasiswa,LSM,Ormas, Tokoh Masyarakat.

Forum Bogor Institut akan menjalankan program kerja kegiatan berdasarkan kajian survey ilmiah yang dijalankan oleh para rekan - rekan mahasiswa berserta lembaga aktivis, secara langsung turun kelapangan dalam menyusun aspirasi dari segenap lapisan masyarakat di wilayah Kabupaten Bogor.

Forum Bogor Institut juga memiliki peran sentral yang bertujuan menyatukan pemikiran pro dan kontra, yang nantinya akan di bahas lebih lanjut dalam menghadapi isu - isu menjadi sebuah solusi suara satu dalam pemikiran menuju Kabupaten Bogor Istimewah.

King Jabar berharap agar pihak instasi baik pemerintah terikat agar menyambut hangat atas program DPC LPRI Kab Bogor.

Report... Team

Polisi Ungkap Motif Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu

BANDUNG || jejakindonesia.id – Kepolisian berhasil mengungkap motif di balik pembunuhan sadis satu keluarga di Jalan Siliwangi Nomor 52, Kelurahan Paoman, Kabupaten Indramayu. Lima anggota keluarga itu ditemukan terkubur dalam satu liang di rumah mereka, Senin (1/9/2025) lalu.

Pelaku berinisial R (35) dan P (29), warga Desa Terusan, Kecamatan Sindang, Indramayu. R menjadi otak dari aksi pembunuhan ini karena dendam terhadap korban Budi Awaludin (45).

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan menjelaskan, rasa kesal itu muncul setelah R menyewa mobil Avanza kepada Budi dengan uang Rp750 ribu. Namun, ketika hendak mengambil mobil tersebut, kendaraan ternyata mogok. “Motif pembunuhan bermula dari rasa dendam tersangka R kepada korban Budi Awaludin. Sebelumnya, R merental mobil Avanza kepada Budi dengan memberikan uang sewa sebesar Rp750.000. Namun saat akan mengambil mobil yang disewa, kendaraan tersebut ternyata mogok,” ujar Hendra, Selasa (9/9/2025).

R kemudian meminta uangnya kembali, tetapi Budi menolak dengan alasan sudah digunakan untuk membeli sembako. Dari situlah muncul niat membunuh. Pada Kamis (28/8/2025) malam, R mengajak P dengan iming-iming uang. Sekitar pukul 23.00 WIB hingga dini hari, mereka mendatangi rumah korban sambil membawa pipa besi.

“R memukul kepala korban Budi Awaludin lalu menghabisi korbal lain, sedangkan P menenggelamkan bayi B ke bak mandi,” ungkap Hendra.

Lima korban yang ditemukan tewas adalah Budi Awaludin (45), istrinya Euis Juwita (43), anak mereka RK (7) dan bayi B (8 bulan), serta ayah Budi, Sahroni (76). Seluruh jasad dikuburkan di lubang berukuran panjang 4 meter, lebar 1,5 meter, dan kedalaman 4 meter di halaman belakang rumah.

Usai menghabisi korban, kedua pelaku mengepel lantai rumah untuk menghapus bercak darah, lalu membawa kabur uang, dua mobil, serta perhiasan milik keluarga Budi. Pipa besi yang digunakan dibuang ke Sungai Cimanuk.

Kapolres Indramayu AKBP Fajar Gemilang menuturkan, R merupakan seorang residivis. Setelah melarikan diri hingga ke Surabaya, keduanya ditangkap saat berencana kabur menjadi anak buah kapal. “Pihaknya juga masih mendalami apakah R berencana membunuh semua korban atau hanya diawali oleh R” kata Fajar.

Kasat Reskrim Polres Indramayu AKP Muchammad Arwin Bachar menambahkan, korban dan pelaku sebenarnya saling kenal. “Hubungan korban dan pelaku hanya saling kenal dan pernah bekerja bersama dengan salah satu korban di salah satu bank,” ujarnya.

Warga sekitar menjadi saksi pertama yang menemukan tanda-tanda keberadaan jasad korban. Ema (55), kerabat korban, mencium bau busuk dari arah rumah. “Awalnya kami curiga karena keluarga Sachroni tidak bisa dihubungi sejak beberapa hari. Rumah juga sepi tanpa aktivitas,” kata Ema.

Kecurigaan makin kuat saat ia bersama tetangga mendobrak pintu rumah. Dari arah belakang, tercium bau menyengat dari gundukan tanah di bawah pohon nangka. “Pas dilihat lebih dekat, terlihat kaki manusia muncul dari tanah. Itu jasad Haji Sachroni. Saya langsung minta tolong,” ucapnya.

Polisi masih mendalami kemungkinan adanya pelaku lain dalam kasus yang mengguncang warga Indramayu ini.

Perkuat Silaturahmi, Polisi dan Ojol Olahraga hingga Makan Bersama di Polda Riau

PEKANBARU || jejakindonesia.id – Suasana hangat dan penuh kebersamaan tampak di halaman Mapolda Riau, Selasa (9/9/2025). Ratusan pengemudi ojek online (ojol) berkumpul bersama jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Riau untuk memperkuat silaturahmi melalui kegiatan olahraga dan makan bersama serta berbagai kegiatan sosial.

Kegiatan yang dipimpin Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan dan Wakapolda Brigjen Jossy Kusumo ini diawali dengan doa bersama untuk mendoakan driver ojol Affan Kurniawan.

“Salam satu aspal! Saya merasa senang dan bangga, hari ini kita bisa berkumpul bersama seluruh aplikator ojol untuk sama-sama membahagiakan hati dan pikiran, sekaligus olahraga bersama,” ujar Irjen Herry Heryawan.

Kapolda menyebut, hubungan baik antara kepolisian dan komunitas ojol sudah terjalin sejak lama. Ia bahkan mengaitkan warna hijau seragam ojol dengan program Green Policing yang tengah dijalankan Polda Riau.

“Saya melihat bahwa ‘hijau’ ini adalah warna yang sangat fundamental, untuk menghijaukan kita semua dan ada pada GoJek dan Grab. Sebelumnya kita sudah berkolaborasi, dan alam semesta mendukung,” kata jenderal lulusan Akpol 1996 itu.

Tak hanya olahraga bersama, berbagai kegiatan lain juga digelar, mulai dari Gerakan Pangan Murah hasil kerja sama dengan Bulog, pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) gratis untuk ojol, hingga pembagian bibit pohon.

“Pembuatan SIM gratis baik itu SIM A, SIM C, SIM D. Silakan buat SIM mumpung ada momen bahagia ini,” imbuh Herry.

Ia juga menegaskan bahwa pihaknya selalu terbuka terhadap aspirasi dan kritik dari masyarakat, termasuk komunitas ojol.

“Saya juga menyampaikan kalau ada permasalahan silakan dikomunikasikan. Tidak ada masalah yang tidak dapat terselesaikan. Kami terbuka, bagaimana kita bisa menerima seluruh aspirasi, menerima semua kritik dan saran agar kita terbangun melalui kebersamaan. Tercapainya kebersamaan ini untuk bonume commune, untuk kebaikan bersama, kesejahteraan bersama,” tuturnya.

Acara ditutup dengan makan bersama jajaran kepolisian dan para driver ojol. Kapolda berharap komunitas ojol ikut serta dalam program Riau Hijau melalui gerakan Green Policing dengan turut menanam dan merawat bibit pohon yang telah dibagikan.

error: Content is protected !!