Edukasi Hidup Sehat Satgas Yonif 521/DY Beri Bantuan Obat di Distrik Kurima

Yahukimo, -Jejak-indonesia.id | Dalam rangka mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan warga di pedalaman, anggota Satgas Yonif 521/DY Pos Kurima menggelar komsos ke rumah masyarakat di Distrik Kurima, Kabupaten Yahukimo. Dalam kegiatan tersebut, personel TNI turut membagikan berbagai jenis obat-obatan untuk masyarakat sekitar, Minggu (03/8/2025).

Danpos Kurima, Letda Inf Dany Rizki Hardiyanto, S.Tr.Han, menyampaikan bahwa kegiatan anjangsana ini merupakan bagian dari upaya TNI untuk selalu hadir di tengah masyarakat.

“Pembagian obat-obatan ini diharapkan bisa bermanfaat bagi warga, sekaligus mempererat hubungan silaturahmi antara TNI dan masyarakat Kurima,” ujar Letda Inf Dany Rizki Hardiyanto, S.Tr.Han.

Selain membagikan obat, personel TNI juga memberikan edukasi singkat terkait cara penggunaan obat yang benar serta mendengarkan aspirasi warga mengenai kebutuhan pelayanan kesehatan di wilayah tersebut.

Kegiatan ini berlangsung hangat dan penuh keakraban. Bapak Yosef (51 th) bersama warga setempat menyambut baik kunjungan tersebut. “Kami sangat senang dan berterima kasih kepada Bapak TNI yang sudah datang membawa bantuan obat-obatan. Ini sangat membantu kami, apalagi fasilitas kesehatan di sini sangat terbatas,” ungkap Bapak Yosef.

Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat Distrik Kurima merasa sangat terbantu dan berharap agar kunjungan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan.

Letkol Inf Rahadyan Surya Murdata, S.E,M.I.P Dansatgas Yonif 521/DY, Kegiatan Binter terbatas secara rutin TNI hadir untuk membantu meningkatkan kualitas kesehatan dan pelayanan kesehatan dengan pembagian obat-obatan kepada masyarakat di Papua, terutama di daerah terpencil dengan Edukasi hidup sehat ini sebagai bentuk upaya bersama dari pemerintah, tenaga kesehatan, masyarakat dan berbagai pihak terkait, diharapkan edukasi hidup sehat di Papua dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat serta mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat.

“Prajurit Macan Kumbang Berhasil” (YONIF 521/DY)

Jalur Gumitir Ditutup, DPRD Diam, Jalan Rusak: Rakyat Jadi Korban Badokan dan Selfie

Banyuwangi, Jejak-indonesia.id | Delapan puluh tahun Indonesia merdeka, tapi rakyat di tapal batas Jawa Timur-Bali justru harus “menyembah tanah” akibat lumpuhnya jalur utama. Penutupan jalan nasional Banyuwangi-Jember di kawasan Gunung Gumitir bukan hanya menyusahkan pengguna jalan, tapi juga menelanjangi bobroknya tata kelola jalan dan lambannya respons pemerintah.

Alih-alih ditangani cepat, kendaraan besar terpaksa memutar lewat Bondowoso-Situbondo, sedangkan sepeda motor dialihkan ke jalan sempit milik PTPN 1 Regional 5. Jalan produksi itu sejatinya dibuat untuk mengangkut hasil perkebunan seperti karet, kopi, coklat, dan kayu dari lahan seluas lebih dari 2.000 hektare, bukan untuk jalur umum.

Ketua Aliansi LSM Banyuwangi, Rudy Voeler, yang juga dikenal sebagai Rudy Suharto, melontarkan kritik keras kepada Gubernur Jawa Timur, Direksi PTPN 1 Regional 5, dan para kepala daerah terkait.

“Gubernur dua periode kok kerjanya cuma konten makan mangga, pisang, apel. Jalan nasional putus, rakyat susah, dia malah ngurusi badokan! Kalau nggak mampu, mundur saja! Sama halnya Direksi PTPN 1 Regional 5, kalau bangun jalan produksi saja tak sanggup, lebih baik minggat dari jabatannya!,” tegas Rudy Voeler, Minggu (3/8/2025).

Rudy menyoroti, bahwa sejak era kolonial hingga saat ini, PTPN 1 telah menghasilkan triliunan rupiah dari sektor perkebunan. Namun, infrastruktur jalan di wilayah produksinya justru tetap seperti zaman perang.

“Diduga hasil panen ribuan triliun dari Gunung Gumitir itu hanya masuk ke kas Surabaya lalu diarak ke Kementerian BUMN di Jakarta untuk dikorupsi dan dibancaki para pejabat bermental rampok,” sindirnya tajam.

Rudy juga menuding Bupati Banyuwangi dan Jember abai menyelesaikan jalur alternatif utama yakni Jalur Lintas Selatan (JLS). Padahal jalur ini hanya kurang sekitar 13 km dan dua jembatan untuk menghubungkan Malangsari (Kalibaru) ke Kecamatan Silo (Jember).

“Tambang emas Tumpang Pitu di Banyuwangi sejak beroperasi 10 tahun lalu sudah menghasilkan ratusan ton emas. Tapi untuk bangun 13 km jalan saja, hasilnya entah ke mana. Diduga hanya dikuasai segelintir elite. Rakyat cuma dapat polusi dan kerusakan jalan,” suluk Rudy.

Tak ketinggalan, Rudy menyentil gaya kepemimpinan kepala daerah yang lebih suka tampil di hadapan kamera daripada bekerja menyelesaikan persoalan.

“Bupati Jember kalau cuma bisa senam sama emak-emak di alun-alun dan mimpin kenduren, ya ndak usah ngaku-ngaku pemimpin rakyat! Jalur JLS itu harus jadi prioritas nasional,” tegasnya.

Ia juga menyindir kinerja DPRD di berbagai level:

“DPRD Banyuwangi, DPRD Jember, DPRD Jatim… Jangan cuma datang, duduk, dengar, duit, dan ngantuk. Rakyat butuh solusi, bukan akrobat politik!”

Rudy Voeler menutup pernyataannya dengan desakan keras: jika semua pihak tidak sanggup memperjuangkan hak rakyat, maka sebaiknya mundur dengan hormat sebelum ditendang oleh sejarah. (red)

Polresta Banyuwangi Sigap Atasi Kepadatan Kendaraan di Jalur Pelabuhan Ketapang

Banyuwangi, Jejak-indonesia.id | Polresta Banyuwangi mengerahkan personel gabungan untuk mengurai kepadatan arus lalu lintas di kawasan Pelabuhan Ketapang, Jumat (1/8/2025) dini hari.

Peningkatan volume kendaraan, baik pribadi maupun logistik, menyebabkan antrean mengular di jalur utama Jalan Raya Tanjung Wangi, salah satu akses vital menuju dermaga penyeberangan Jawa–Bali.

Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H., turun langsung memimpin pengaturan lalu lintas bersama anggota Satlantas, Sat Samapta, Satpol Airud, Sat Pamobvit dan Polsek jajaran.

“Kami menempatkan personel di titik-titik yang kerap menjadi titik tumpu kemacetan untuk memastikan arus tetap bergerak,” ujar Kombes Pol. Rama di sela kegiatan.

Petugas juga memberikan imbauan langsung kepada pengendara untuk tetap tertib dan tidak memotong antrean (ngeblong) yang dapat mengganggu kelancaran arus kendaraan.

Menurut Kapolresta, penguraian kepadatan ini merupakan bagian dari upaya respons cepat Polresta Banyuwangi dalam memberikan pelayanan publik, khususnya di sektor transportasi.

“Pelabuhan Ketapang adalah simpul utama mobilitas antara Jawa dan Bali. Kami rutin lakukan pemantauan dan rekayasa lalu lintas, apalagi saat terjadi lonjakan kendaraan,” ujarnya.

Selain pengaturan arus, personel juga melakukan koordinasi dengan stakeholder pelabuhan guna menjaga distribusi barang dan penumpang tetap berjalan lancar.
(red)

Libatkan Personel Gabungan,Kapolresta Banyuwangi Turun Langsung Pimpin Urai Kepadatan di Pelabuhan Ketapang

Banyuwangi, Jejak-indonesia.id | Mengantisipasi lonjakan arus kendaraan di kawasan Pelabuhan Ketapang, Polresta Banyuwangi Polda Jatim mengerahkan seluruh kekuatan personelnya.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra mengatakan, seluruh unit, mulai dari Satuan Lalu Lintas, Samapta, Pamobvit, hingga jajaran Polsek, dikerahkan untuk memastikan arus kendaraan tetap mengalir dan situasi tetap terkendali.

Seperti diberitakan sebelumnya, kepadatan terjadi akibat meningkatnya volume kendaraan yang hendak menyeberang ke Pulau Bali melalui jalur penyeberangan utama Pelabuhan Ketapang Banyuwangi yang berada di ujung Timur Pulau Jawa tersebut.

“Kami siagakan seluruh personel untuk memastikan kelancaran dan keselamatan pengguna jalan. Penanganan dilakukan secara bertahap dan terukur,” ujar Kombes Pol Rama, Sabtu malam (2/8).

Sejumlah langkah taktis diterapkan untuk mengurai kemacatan, mulai pengalihan arus ke jalur-jalur alternatif, penyediaan kantong parkir sementara bagi kendaraan yang belum dapat memasuki kawasan pelabuhan, hingga penempatan personel pada titik-titik rawan kemacetan.

Selain itu, Polresta Banyuwangi Polda Jatim juga memperkuat koordinasi lintas instansi dengan pihak ASDP, Otoritas Pelabuhan, dan Pemerintah Daerah guna meminimalkan potensi gangguan keamanan dan ketertiban.

Peningkatan volume kendaraan dengan adanya penghentian sementara operasional penyebrangan akibat faktor cuaca ekstrem dan gelombang tinggi di Selat Bali menyebabkan antrian panjang kembali terjadi.

Kondisi ini menyebabkan antrean kendaraan mengular hingga ke jalur utama menuju pelabuhan.

Kapoklresta Banyuwangi menjelaskan, untuk merespons kondisi tersebut, pihakanya meningkatkan sistem patroli dan pemantauan lalu lintas dilakukan secara real-time melalui jaringan CCTV.

“Penempatan petugas di lapangan juga difokuskan pada pengaturan antrean, pelayanan informasi, serta penanganan darurat bila diperlukan,” kata Kombes Rama.

Polresta Banyuwangi Polda Jatim memastikan kesiapsiagaan personel akan terus berlangsung hingga situasi kembali normal.

”Masyarakat dan pengguna jasa penyeberangan kita imbau untuk tetap tenang, mematuhi arahan petugas, serta memantau informasi terkini dari sumber resmi,’’ pesan Kombes Pol Rama. (red)

Kodim 0825 Banyuwangi Gelar Penyuluhan Pertanian Terintegrasi dan Pemilihan Pupuk Alternatif dalam Rangka TMMD ke-125

Banyuwangi, Jejak-indonesia.id |  Dalam rangka mendukung program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-125 Tahun Anggaran 2025, Kodim 0825/Banyuwangi menggelar kegiatan penyuluhan pertanian terintegrasi dan pemilihan pupuk alternatif yang tepat. Kegiatan yang dilaksanakan pada malam hari ini diikuti oleh ratusan warga serta tokoh masyarakat dari wilayah sasaran TMMD.

Penyuluhan ini menghadirkan narasumber dari Dinas Pertanian dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuwangi. Mereka menyampaikan materi seputar metode pertanian yang ramah lingkungan, efisien, serta tepat guna, termasuk pentingnya beralih pada pupuk alternatif guna menjaga kesuburan tanah secara berkelanjutan.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para peserta, termasuk kelompok tani dan pemuda desa, tampak aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan seputar permasalahan yang dihadapi dalam praktik pertanian sehari-hari. Hal ini menunjukkan tingginya semangat warga dalam mendukung program TMMD yang tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga menyasar pembangunan sumber daya manusia.

Perwira Seksi Teritorial Kodim 0825 Banyuwangi, dalam sambutannya, menyampaikan bahwa penyuluhan ini merupakan salah satu bentuk sinergi TNI dengan pemerintah daerah dalam upaya mendorong ketahanan pangan masyarakat desa. Diharapkan, ilmu yang diperoleh dalam kegiatan ini dapat langsung diterapkan oleh masyarakat untuk meningkatkan hasil pertanian mereka.

Program TMMD ke-125 ini menjadi bukti nyata kehadiran TNI di tengah-tengah masyarakat, tidak hanya melalui pembangunan infrastruktur, namun juga melalui penyadartahuan dan penguatan kapasitas warga dalam berbagai bidang kehidupan. (red)

Satgas TMMD ke-125 Kodim 0825 Banyuwangi Genjot Pembangunan Saluran Irigasi, Progres Capai 50 Persen

Banyuwangi, Jejak-indonesia.id |  Pembangunan saluran irigasi oleh Satgas TMMD ke-125 Kodim 0825/Banyuwangi terus menunjukkan progres signifikan. Hingga hari ini, Minggu (3/8/2025), kegiatan pembangunan yang berlokasi di wilayah Kecamatan Siliragung telah mencapai sekitar 50 persen dari total panjang saluran yang direncanakan.

Dalam pelaksanaan di lapangan, tampak para personel TNI bergotong royong bersama warga setempat menyusun batu dan memperkuat struktur saluran yang menjadi sarana vital bagi pertanian masyarakat. Di bawah terik matahari, semangat kebersamaan tetap menggelora demi mewujudkan infrastruktur yang bermanfaat jangka panjang.

“Pembangunan saluran irigasi ini sangat penting bagi petani kami. Dengan aliran air yang lancar, masa tanam tidak lagi terganggu,” ungkap salah satu warga yang ikut dalam kegiatan.

Program TMMD ini tidak hanya membangun secara fisik, tetapi juga memperkuat hubungan antara TNI dan rakyat. Kegiatan yang berlangsung sejak bulan Juli ini menyasar berbagai pembangunan, di antaranya: rabat beton, pembangunan jembatan, sumur bor, RUTILAHU, MCK, serta saluran irigasi yang kini sedang digarap.

Dengan cuaca yang cukup mendukung dan partisipasi aktif masyarakat, pengerjaan saluran irigasi ditargetkan rampung tepat waktu sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh Satgas TMMD. (red)

Satgas TMMD 125 Kodim 0825/Banyuwangi Lanjutkan Pembangunan Rutilahu di Rumah Bapak Jemirin

Banyuwangi, Jejak-indonesia.id | Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-125 Kodim 0825/Banyuwangi terus menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat. Pada Sabtu, 3 Agustus 2025, kegiatan pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) milik Bapak Jemirin di Kecamatan Siliragung, Kabupaten Banyuwangi, kembali dilanjutkan oleh personel Satgas dengan semangat gotong royong.

Dandim 0825/Banyuwangi, Letkol Arh Joko Sukoyo, S.Sos., M.Han., menyampaikan bahwa program Rutilahu ini merupakan bentuk nyata kepedulian TNI terhadap kesejahteraan masyarakat. “Kami berharap, dengan dibangunnya rumah yang lebih layak, Bapak Jemirin dan keluarganya dapat hidup lebih nyaman dan sehat,” ujarnya.

Pembangunan Rutilahu ini juga mendapat dukungan penuh dari warga sekitar yang ikut bergotong royong membantu proses pengerjaan. Keterlibatan masyarakat ini mencerminkan semangat kebersamaan yang menjadi salah satu tujuan utama pelaksanaan TMMD.

Dengan percepatan pembangunan yang terus dilakukan, Satgas TMMD optimis target penyelesaian rumah dapat tercapai sesuai jadwal. Kegiatan ini tidak hanya memberikan dampak fisik berupa rumah layak huni, namun juga mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat. (red)

Gotong Royong Tanpa Lelah, Babinsa Siliragung Dan Satgas TMMD 125 Kerahkan Tenaga Penuh Untuk Pembangunan MCK

Siliragung, Jejak-jejakindonesia.id | 03/08/2025, Dalam upaya percepatan pembangunan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, Babinsa (Bintara Pembina Desa) Siliragung dari Posramil 0825/24, Sertu Sutriyadi, bersama tim Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-125, mengerahkan seluruh tenaga dan sumber daya untuk menyelesaikan pembangunan fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) di Desa Siliragung, Kecamatan Siliragung.

Semangat gotong royong dan kerja keras terlihat jelas di lokasi pembangunan. Sertu Sutriyadi, yang sehari-hari bertugas membina desa, bahu-membahu dengan para anggota Satgas TMMD 125. Mereka bekerja tanpa kenal lelah, mulai dari mengaduk semen, memasang bata, hingga tahap penyelesaian lainnya, demi memastikan fasilitas sanitasi yang layak ini dapat segera dirasakan manfaatnya oleh warga setempat.

“Kami kerahkan semua tenaga yang ada, bekerja pagi hingga sore, agar pembangunan MCK ini bisa selesai sesuai target, bahkan jika memungkinkan lebih cepat,” ujar Sertu Sutriyadi di sela-sela kegiatannya. “Ini adalah wujud kepedulian dan pengabdian kami, sinergi antara Babinsa dan Satgas TMMD, untuk membantu mengatasi kebutuhan dasar masyarakat di Desa Siliragung.”

Pembangunan MCK ini merupakan salah satu sasaran fisik dalam program TMMD ke-125 yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan lingkungan di pedesaan. Keberadaan MCK yang representatif diharapkan dapat mendorong pola hidup bersih dan sehat di kalangan warga.

Kolaborasi antara Sertu Sutriyadi selaku Babinsa yang memahami betul kondisi dan kebutuhan wilayahnya dengan dukungan penuh dari Satgas TMMD 125 menjadi kunci percepatan proyek ini. Dengan semangat kebersamaan yang membara, pembangunan fasilitas umum ini menjadi bukti nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. (red)

Satgas TMMD Ke-125 Kodim 0825/Banyuwangi Gelar Istighosah Bersama Warga di Dusun Silirsari

Banyuwangi,Jejak-indonesia.id |  Dalam suasana yang penuh kekhusyukan dan kebersamaan, Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-125 TA. 2025 Kodim 0825/Banyuwangi menggelar kegiatan istighosah bersama warga masyarakat. Acara yang berlangsung pada malam hari tersebut dilaksanakan di rumah Bapak Jumakun, warga Dusun Silirsari, Desa Kesilir, Kecamatan Siliragung, Sabtu malam (02/08/2025).

Kegiatan istighosah ini menjadi salah satu bentuk pendekatan spiritual yang dilakukan oleh Satgas TMMD untuk memohon kelancaran dan keberkahan atas seluruh rangkaian program yang tengah dijalankan, sekaligus mempererat hubungan emosional antara TNI dan masyarakat setempat.

Puluhan anggota Satgas TMMD dan warga dari berbagai kalangan hadir dan duduk bersama dalam suasana akrab dan penuh kehangatan. Lantunan doa dan dzikir menggema di ruangan sederhana namun sarat makna, mencerminkan semangat gotong royong dan kebersamaan yang menjadi roh dari program TMMD.

Komandan SSK TMMD Ke-125 Kodim 0825/Banyuwangi dalam keterangannya menyampaikan bahwa istighosah ini bukan hanya sebagai kegiatan religius, tetapi juga wujud syukur dan permohonan kepada Tuhan agar seluruh proses TMMD dapat berjalan aman, lancar, serta membawa manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kami ingin kehadiran Satgas TMMD bukan hanya terasa secara fisik melalui pembangunan, tapi juga memberi sentuhan spiritual dan sosial. Doa bersama ini menjadi bagian dari penguatan batin untuk kita semua,” ujarnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat setempat mengapresiasi kegiatan ini. Ia menyampaikan rasa terima kasih atas kedekatan yang ditunjukkan oleh anggota TNI. “Kami merasa sangat dihargai dan diperhatikan. TNI bukan hanya membangun infrastruktur, tapi juga membangun jiwa dan kebersamaan,” tuturnya.

Istighosah ini diakhiri dengan makan bersama antara Satgas TMMD dan warga sebagai simbol persaudaraan dan persatuan. Suasana hangat dan kekeluargaan begitu terasa, menandai bahwa TMMD tidak hanya membangun desa, tapi juga membangun harapan dan keharmonisan. (red)

Jumat Berkah Marnit Labuan Bajo: Kapolda NTT Salurkan Tali Asih kepada Nelayan Pesisir

Labuan Bajo, Jejak-indonesia.id | Wujud kepedulian Polri terhadap masyarakat pesisir kembali ditunjukkan melalui kegiatan “Jumat Berkah” yang digelar Markas Unit Polisi Perairan (Marnit) Labuan Bajo. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (1/8) pukul 11.00 WITA ini diisi dengan penyerahan tali asih dari Kapolda Nusa Tenggara Timur, Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., yang disampaikan secara langsung oleh Dirpolairud Polda NTT, Kombes Pol Irwan Deffi Nasution, S.I.K., M.H., kepada para nelayan di perairan Labuan Bajo.

Dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, personel Marnit Labuan Bajo mendistribusikan bantuan berupa paket sembako, bendera Merah Putih, dan jaket pelampung (life jacket) kepada para nelayan yang tengah melaut. Selain bantuan fisik, para personel juga memberikan imbauan keselamatan agar para nelayan senantiasa mengutamakan keselamatan diri dalam menjalankan aktivitas di laut.

Kegiatan ini melibatkan beberapa unsur satuan perairan, seperti kru KP. P. Padar 3018, KPC. 2007, dan KP. 2006, serta didukung alat utama (alut) berupa Kapal Patroli Cepat KPC-2007 dan Rigid Inflatable Boat (RIB) Intercept 03.

Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko melalui Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., menyampaikan apresiasi kepada jajaran Ditpolairud atas dedikasi dan kepedulian nyata terhadap masyarakat pesisir.

“Kegiatan Jumat Berkah ini adalah bentuk nyata kehadiran Polri, khususnya Ditpolairud, di tengah masyarakat pesisir. Tali asih yang diberikan diharapkan dapat meringankan beban para nelayan sekaligus menjadi pengingat pentingnya menjaga keselamatan saat melaut. Polri berkomitmen untuk terus hadir melalui aksi-aksi kemanusiaan seperti ini,” ujar Kombes Pol Henry, Minggu (3/8).

Dengan mengedepankan semangat sinergi dan pendekatan humanis, kegiatan Jumat Berkah berjalan dengan lancar dan aman. Kehadiran Polairud di tengah-tengah nelayan diharapkan dapat mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat, sekaligus menjadi wujud komitmen dalam menjaga keselamatan serta meningkatkan kesejahteraan warga pesisir. (red)