Lindungi Konsumen, Polres Ponorogo Bersama Instansi Terkait Lakukan Pengecekan Kualitas Beras

Ponorogo – Jejak-Indonesia.id | Polres Ponorogo Polda Jatim melalui Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim bersama Disperindag, Dinas Pertanian, Bulog, dan Kejaksaan melaksanakan pengecekan kualitas dan distribusi beras di wilayah Kabupaten Ponorogo Jawa Timur.

Pengecekan dilakukan di dua lokasi, yakni Penggilingan Padi di Jalan Trunojoyo Pasar Legi, serta Swalayan Bintang di Jalan Letjen Suprapto.

Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan tidak terjadi pelanggaran dalam distribusi dan penjualan beras kepada masyarakat.

Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo menyampaikan bahwa dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan adanya indikasi pengoplosan antara beras premium dan medium.

“Sejumlah merk kemasan beras diperiksa terkait berat kemasan sesuai dengan isi, serta tidak ditemukan pelanggaran kualitas,” jelasnya, Sabtu (2/8).

Lebih lanjut, pihaknya menegaskan bahwa kegiatan pengawasan ini akan terus dilakukan secara berkala untuk menjaga stabilitas harga dan kualitas bahan pokok di wilayah hukum Polres Ponorogo Polda Jatim.

“Kami pastikan pengawasan terus berjalan demi melindungi konsumen dan menekan potensi kecurangan,” pungkas AKBP Andin. (red)

Polisi Berhasil Ungkap Kasus Curanmor di Pamekasan 5 Tersangka Diamankan

Pamekasan, Jejak-Indonesia.id |  Polres Pamekasan Polda Jatim menangkap 5 (lima) tersangka dari Empat kasus berbeda pencurian kendaraan bermotor (Curanmor).

Kelima tersangka tersebut masing-masing inisial M, SRF, MHB, AML, dan SS.

Dari Kelima tersangka tersebut, Satu di antaranya, yakni SRF ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pamekasan, karena kasus penggelapan motor.

“Tersangka M ditangkap akibat aksi curanmor berupa motor Suzuki Smas Hitam bernopol M 3904 BL di Desa Palengaan Dhaja, Palengaan, Pamekasan,” kata Kasat Reskrim Polres Pamekasan, AKP Dony Setiawan, Jum’at (1/8/2025).

Dalam kasus tersebut, terdapat satu tersangka lain selain M, yakni inisial SHD yang bertindak mengawasi keadaan sekitar saat aksi curanmor di Desa Palengaan Dhaja, Palengaan, Pamekasan.

“Saat ini SHD berstatus sebagai DPO (Daftar Pencarian Orang),” kata AKP Doni.

Kasus kedua dengan tersangka SRF yang beraksi di Desa/Kecamatan Pakong, Pamekasan.

“Dari tersangka ini kita amankan 1 unit motor Honda NF hitam dengan nopol M 2152 AP, beserta sebuah BPKB motor curian,” ungkapnya.

Dalam kasus ketiga, Polisi menangkap dua tersangka berinisial MHB dan AML yang beraksi di Desa Ceguk, Tlanakan, Pamekasan.

“Dari tersangka ini kita amankan 2 unit motor, masing-masing Honda Beat Merah Putih bernopol M 6533 BO, dan Honda Beat Hitam dengan nopol M 8835 CS yang digunakan sebagai sarana pencurian,” jelasnya.

Sementara itu tersangka inisial SS ditangkap pasca beraksi di teras rumah warga di Desa Pegagan, Pademawu, Pamekasan.

“Dari tersangka ini kita amankan 1 unit motor Astrea 98 Hitam bernopol M 3313 AK, serta sebuah BPKB motor Yamaha Vega hasil curian,” pungkasnya.

Akibat kasus tersebut, para tersangka terancam Pasal 362 dan Pasal 363 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) sesuai peran dan kasus masing-masing. (red)

Antisipasi Lonjakan Kendaraan, Polresta Banyuwangi Kawal Ketat Jalur Menuju Ketapang

Banyuwangi, Jejak-Indonesia.id |  Polresta Banyuwangi menerjunkan personel gabungan untuk mengurai kepadatan arus lalu lintas di sekitar kawasan Pelabuhan Ketapang, Minggu (3/8/2025).

Adanya Peningkatan volume kendaraan menuju Pelabuhan Ketapang, Polresta Banyuwangi melakukan penanganan cepat guna mencegah kemacetan arus Lalu lintas.

Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Banyuwangi, Kombes Pol. Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H., memimpin langsung pengaturan arus lalu lintas di sejumlah titik yang kerap mengalami penumpukan. Dalam pelaksanaan di lapangan, Kapolresta didampingi anggota Satuan Lalu Lintas, Sat Samapta, Sat Pamobvit, Satpol Airud, Polsek KP3 dan Polsek Jajaran.

Kami memperkuat pengaturan di titik-titik rawan untuk memastikan kelancaran dan keselamatan lalu lintas, khususnya bagi pengendara yang akan menyeberang ke Bali melalui Pelabuhan Ketapang,” kata Kombes Pol. Rama.

Langkah penanganan ini melibatkan koordinasi lintas satuan, serta penempatan petugas secara taktis di ruas-ruas jalan strategis. Selain pengaturan arus lalu lintas, petugas di lapangan juga aktif memberikan imbauan kepada para pengemudi agar tertib berlalu lintas dan mematuhi arahan petugas.

Menurut Kapolresta, respon cepat tersebut merupakan bagian dari upaya preventif guna menekan potensi gangguan lalu lintas, terutama saat terjadi peningkatan aktivitas kendaraan, baik angkutan pribadi maupun logistik.

Kami berkomitmen memberikan pelayanan publik terbaik, termasuk dalam menjamin kelancaran mobilitas masyarakat,” ujarnya.

Pelabuhan Ketapang merupakan simpul transportasi vital yang menghubungkan Pulau Jawa dan Bali. Polresta Banyuwangi secara rutin melakukan pemantauan situasi lalu lintas serta penerapan langkah-langkah taktis guna menjaga kelancaran distribusi dan mobilitas penumpang.

Kapolresta Banyuwangi bersama jajaran turut melakukan pemantauan langsung di depan Pelabuhan ASDP Ketapang sebagai bentuk komitmen dalam memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat pengguna jasa penyeberangan.(red)

Personel Gakkum Satpolairud Polresta Banyuwangi Giat Pengamanan Perlombaan Perahu Layar Dikawasan Perairan Selat Bali

Banyuwangi, Jejak-indonesia.id | Dalam rangka memeriahkan HUT Republik Indonesia yang ke 80 Tahun. Pokmaswas Tanjung Beach, Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi melaksanakan kegiatan perlombaan perahu layar dikawasan perairan selat Bali. Minggu, (3/8/2025).

Dalam kegiatan tersebut, Personel Gakkum Satpolairud Polresta Banyuwangi Aipda Ida Bagus Permadi, S.H. mengatakan giat pengamanan yang dilaksanakan bersama Kapos Satpolairud unit Kota Aipda Haerul Umam, S.H.

Dalam giat pengamanan tersebut, personel Gabungan yang terdiri Satpolairud, Polsek Wongsorejo, Koramil Wongsorejo, Pemdes, dan Panitia menghimbau kepada peserta untuk selalu mengedepankan sportifitas dan menjaga keamanan secara bersama.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Sekdin PMD Banyuwangi Rido, Kepala Desa Bangsring Sutoyo, Tamu undangan dan dimeriahkan pertunjukan tari Gandrung dari Sanggar Tari Sayu Melik Desa Bangsring.

Adapun peserta lomba perahu layar berdiri dari 37 peserta dari kelompok nelayan desa Bangsring dan kelompok nelayan Gilimanuk yang merebutkan piala bergilir kepala desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo.

Perlombaan tersebut dibagi menjadi tiga etape, untuk etape 1 diikuti sebanyak 12 perahu, etape 2 sebanyak 12 perahu dan untuk etape 3 diikuti sebanyak 13 perahu serta untuk babak final diikuti sebanyak 10 perahu untuk merebut juara,” ucap Aipda Bagus dari keterangan panitia.

Menghimbau kepada peserta lomba untuk selalu mengenakan lifejacket serta menyediakan alat keselamatan pendukung diatas perahu pada saat perlombaan berlangsung.

Selain dalam rangka memeriahkan HUT RI, maksud dan tujuan dilaksanakan lomba ini guna melestarikan tradisi dan budaya Banyuwangi. “Lomba perahu layar yang diselenggarakan merupakan agenda tahunan masyarakat dan kelompok nelayan desa Bangsring yang bertujuan untuk mendongkrak perekonomian Banyuwangi, dengan melibatkan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) serta menarik kunjungan wisatawan,” terang Aipda Bagus dari Panitia.

Segera laporkan kepada pihak keamanan atau menghubungi Call Center 110 atau bisa menghubungi call center Satpolairud di nomer telepon 08113448222 jika ada hal mencurigakan atau tindak kejahatan.

Kegiatan pengamanan berjalan aman dan lancar tanpa ditemukan kejadian menonjol, dan panitia menyambut baik kehadiran Polairud sebagai bentuk perhatian dan perlindungan dari pihak kepolisian.

Diharapkan dengan kehadiran personel Polri khususnya Satpolairud Polresta Banyuwangi di tengah-tengah masyarakat pesisir mampu meningkatkan rasa aman dan memperkuat kerja sama dalam menjaga kamtibmas. (GP)

Dir PPA PPO Bareskrim Polri Menyapa PMI di Hong Kong, Serap Aspirasi dan Perkuat Edukasi.

Hong Kong, Jejak-indonesia.id | Direktorat Tindak Pidana Pelindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Dittipid PPA dan PPO) Bareskrim Polri menggelar kegiatan menyapa langsung para Pekerja Migran Indonesia (PMI) di wilayah Hong Kong. Kegiatan ini berlangsung di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hong Kong pada Minggu (4/8/2025).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Dir PPA PPO Bareskrim Polri, Kasubdit II PPA dan PPO Bareskrim Polri, Dirreskrimum Polda Sumatera Utara, Dirnarkoba Polda Sumatera Utara, KBP Elya Susanti, S.I.K., M.Si. selaku Perancang Peraturan Kepolisian Divkum Polri, Kombes Pol Nany Hartati Pribadi, S.I.K., M.I.K. Selaku Peneliti lImu Kepolisian Madya TK. Ill Puslitbang Polri, Kanit 3 Subdit I PPA dan PPO Bareskrim Polri, serta PLT Kanit TPPO Subdit IV Ditreskrimum Polda Sumatera Utara.

Kegiatan ini merupakan wujud sinergi antara Polri bersama KJRI Hong Kong, Imigrasi, dan Protokol Konsuler dalam memperkuat komunikasi dengan PMI. Melalui pertemuan tersebut, tim memberikan edukasi hukum, sosialisasi perlindungan terhadap perempuan dan anak, serta pencegahan tindak pidana perdagangan orang. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menyerap aspirasi serta mendengar langsung permasalahan yang dihadapi para pekerja migran di Hong Kong.

Dir PPA PPO Bareskrim Polri menyampaikan apresiasinya kepada para PMI atas semangat dan ketangguhan dalam bekerja sekaligus mengembangkan diri melalui pendidikan.

“Kami sangat bangga melihat semangat para Pekerja Migran Indonesia yang tidak hanya berjuang untuk keluarga, tetapi juga mampu membagi waktu bekerja sambil melanjutkan pendidikan. Banyak di antara mereka yang berhasil menyelesaikan studi hingga wisuda, ini adalah pencapaian luar biasa yang patut diapresiasi,” ungkap Dir PPA PPO Bareskrim Polri.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini menunjukkan komitmen Polri dalam memberikan perlindungan menyeluruh bagi WNI di luar negeri, sekaligus memperkuat hubungan antara institusi kepolisian dengan masyarakat migran.

“Polri hadir untuk memastikan bahwa para pekerja migran mendapat perlindungan hukum yang layak. Kehadiran kami juga menjadi wujud nyata pelayanan publik yang tak hanya di dalam negeri, tetapi juga bagi WNI yang berada di luar negeri,” tegasnya.

Dengan adanya kegiatan ini, Polri berharap PMI di Hong Kong dapat semakin merasa terlindungi, didengar aspirasinya, serta semakin dekat dengan institusi kepolisian sebagai bagian dari pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. (red)

Respons Cepat Polres Gresik, Enam Remaja Balap Liar Diamankan Sat Samapta di Jalan Raya Bungah

Gresik, Jejak-indonesia.id |  Satuan Samapta Polres Gresik Polda Jatim bergerak cepat menindak aksi balap liar yang meresahkan masyarakat.

Melalui Unit Raimas Kalam Munyeng, Enam remaja berhasil diamankan saat tengah melakukan balap liar di Jalan Bungah, pada Minggu dini hari (3/8/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari Patroli Perintis Presisi yang rutin digelar sebagai bentuk tindakan preventif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta mengantisipasi aksi kriminalitas 3C (curas, curat, curanmor) dan balap liar.

Patroli dimulai sejak Sabtu malam (2/8), tepatnya pukul 23.30 WIB. Personel menyisir sejumlah titik rawan di wilayah hukum Polres Gresik.

Pada pukul 23.53 WIB, tim patroli memastikan situasi kondusif di kawasan JIIPE.

Sekitar pukul 01.05 WIB, petugas bergerak ke Jalan Betoyo, Manyar, lokasi yang sering dijadikan ajang balap liar.

Namun, puncak kegiatan terjadi pukul 02.22 WIB saat petugas mendapati sekelompok remaja tengah melakukan aksi balapan liar di Jalan Bungah.

Langsung saja, tim melakukan penindakan. Enam remaja beserta kendaraan mereka berhasil diamankan.

Identitas enam remaja yang diamankan adalah R (13), warga Sidayu Gresik; A (14), warga Sidayu Gresik; R (16), warga Kemangi, Bungah Gresik; A (16), warga Kemangi, Bungah Gresik; F (15), warga Betoyo, Manyar Gresik; A (16), warga Betoyo, Manyar Gresik.

Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu melalui Kasat Samapta Polres Gresik, AKP Heri Nugroho menegaskan bahwa patroli ini adalah wujud nyata komitmen Polres Gresik dalam menjaga kamtibmas.

“Kami tidak akan memberi ruang bagi aksi-aksi yang mengganggu ketertiban umum, termasuk balap liar yang membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya,” tegas AKP Heri.

AKP Heri juga menyampaikan bahwa keenam remaja tersebut tidak hanya diamankan, tetapi juga akan diberikan pembinaan.

“Mereka akan didata dan diberi edukasi, serta orang tua masing-masing dipanggil untuk diberikan pemahaman mengenai bahaya dan dampak hukum dari balap liar,” tambahnya.

Polres Gresik juga mengimbau masyarakat untuk aktif berperan menjaga keamanan lingkungan.

Jika menemukan aktivitas mencurigakan, masyarakat bisa segera melapor ke kantor kepolisian terdekat atau melalui hotline layanan aduan “Lapor Kapolres Cak Roma” di nomor 0811 – 8800 – 2006. (red)

Di Bawah Kepemimpinan Jenderal Sigit, Ketua PBNU Akui Ketentraman Dirasakan Masyarakat

Cirebon, Jejak-indonesia.id | Ketua PBNU, Yahya Cholil Staquf, mengungkap bahwa kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo patut diapresiasi. Sebab, dengan kepemimpinanya di Polri, ketertiban dan keamanan masyarakat dapat dirasakan kondusif oleh seluruh masyarakat.

Ia pun memandang bahwa Jenderal Sigit seperti jimat yang mewujudkan keamanan di tengah masyarakat.

“Kita semua mengalami bahwa di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ini, kita masyarakat mengalami keadaan relatif tentram tertib aman sehingga seolah-olah pak Listyo ini telah berfungsi sebagai jimat ketertiban dan keamanan masyarakat selama ini,” ujar Ketua PBNU dalam sambutannya di Haul Pondok Buntet Pesantren Cirebon, Sabtu (2/8/25).

Tak dipungkiri, ujarnya, Jenderal Sigit paham betul mengenai lingkungan para tokoh agama yang bisa bersinergi mewujudkan ketentramam dan keamanan di masyarakat.

“Pak Listyo ini pernah bertugas di Jogja kalau tidak salah, beliau tahu betul di Jogja banyak jimat-jimat yang disebut kiyai,” jelas Ketua PBNU.

Diketahui, Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo menghadiri Haul Pondok Buntet Pesantren Cirebon, Jawa Barat. Haul ini juga dihadiri Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Ketua PBNU Yahya Cholil Staquf, dan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer.

Sesepuh Pondok Buntet Pesantren, Kh. Adib Rofiuddin Izza pun mengucapkan terima kasih kepada Jenderal Sigit atas segala kontribusinya selama ini terhadap Pondok Buntet Pesantren. Tak dipungkiri, berbagai bantuan telah diberikan dari Polri sebagai bentuk kepeduliannya.

“Terima kasih Pak Kapolri seluruh bantuannya, terima kasih, beliau berbaik hati,” jelasnya dalam sambutan, Sabtu (2/8/25).

Ditegaskan Kh. Adib, keluarga besar pesantren ini mempercayai bahwa keamanan negeri ini terjamin dengan kepemimpinan Jenderal Sigit. Persatuan dan kesatuan menjadi komitmen bersama untuk menjaga bangsa ini.

“Kami di sini hanya menitipkan bangsa dan negara saja, tidak lebih dari itu,” ujarnya. (red)

Maksimalkan Edu – Lead, SPN Polda Jatim Bentuk 247 Calon Bintara Polri yang Berdedikasi dan Berkarakter

Mojokerto, Jejak-indonesia.id |  Lapangan Catur Prasetya Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jawa Timur di Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto, pada Minggu (3/8) pagi dipenuhi suasana edukatif yang berbeda.

Para pengasuh siswa Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktukba) Polri T.A. 2025 menggelar kegiatan pengasuhan yang berfokus pada detail-detail esensial, sebagai implementasi dari program inovasi terbaru, “Edu-Lead” (Education and Leadership).

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang cenderung konvensional, kali ini para pengasuh terlihat sabar dan telaten membimbing para siswa secara personal.

Mereka mendekat, menjelaskan, dan mempraktikkan cara memasang drahriem dan ransel dengan rapi, baik, dan benar.

Setiap pengasuh secara rinci mengajarkan mulai dari pengaturan drahriem yang presisi hingga cara pemasangan tas ransel yang efektif.

Pendekatan ini bertujuan untuk menanamkan pentingnya kerapian dan ketelitian sejak dini, yang merupakan bagian tak terpisahkan dari karakter seorang anggota Polri.

Kepala SPN Polda Jatim, Kombes Pol Agus Wibowo, S.I.K., menjelaskan bahwa program Edu-Lead dirancang untuk mencetak calon Bintara yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga berdedikasi dan memiliki karakter kepemimpinan yang kuat.

Kombes Pol Agus Wibowo, S.I.K juga mengatakan, kerapian dalam menggunakan drahrim dan ransel bukan sekadar aturan, melainkan cerminan dari kedisiplinan dan tanggung jawab.

“Ini adalah pelajaran mendasar yang harus dipahami oleh setiap peserta didik selama tujuh bulan masa pendidikan,” kata Kombes Pol Agus Wibowo, Minggu (3/8).

Lebih lanjut, Kombespol Agus Wibowo menekankan bahwa Edu-Lead merupakan komitmen SPN Polda Jatim dalam menciptakan generasi Polri yang unggul dan profesional.

“Kami ingin para lulusan SPN tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga menjadi pribadi yang peduli pada detail dan siap menjadi pelayan, pelindung pengayom di tengah masyarakat,” tambah Kombes Pol Agus Wibowo, Minggu (3/8).

Masih menurut Kombes Pol Agus Wibowo, setiap kegiatan pengasuhan, sekecil apa pun, adalah bagian dari proses pembentukan karakter tersebut. (red)

Edukasi Hidup Sehat Satgas Yonif 521/DY Beri Bantuan Obat di Distrik Kurima

Yahukimo, -Jejak-indonesia.id | Dalam rangka mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan warga di pedalaman, anggota Satgas Yonif 521/DY Pos Kurima menggelar komsos ke rumah masyarakat di Distrik Kurima, Kabupaten Yahukimo. Dalam kegiatan tersebut, personel TNI turut membagikan berbagai jenis obat-obatan untuk masyarakat sekitar, Minggu (03/8/2025).

Danpos Kurima, Letda Inf Dany Rizki Hardiyanto, S.Tr.Han, menyampaikan bahwa kegiatan anjangsana ini merupakan bagian dari upaya TNI untuk selalu hadir di tengah masyarakat.

“Pembagian obat-obatan ini diharapkan bisa bermanfaat bagi warga, sekaligus mempererat hubungan silaturahmi antara TNI dan masyarakat Kurima,” ujar Letda Inf Dany Rizki Hardiyanto, S.Tr.Han.

Selain membagikan obat, personel TNI juga memberikan edukasi singkat terkait cara penggunaan obat yang benar serta mendengarkan aspirasi warga mengenai kebutuhan pelayanan kesehatan di wilayah tersebut.

Kegiatan ini berlangsung hangat dan penuh keakraban. Bapak Yosef (51 th) bersama warga setempat menyambut baik kunjungan tersebut. “Kami sangat senang dan berterima kasih kepada Bapak TNI yang sudah datang membawa bantuan obat-obatan. Ini sangat membantu kami, apalagi fasilitas kesehatan di sini sangat terbatas,” ungkap Bapak Yosef.

Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat Distrik Kurima merasa sangat terbantu dan berharap agar kunjungan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan.

Letkol Inf Rahadyan Surya Murdata, S.E,M.I.P Dansatgas Yonif 521/DY, Kegiatan Binter terbatas secara rutin TNI hadir untuk membantu meningkatkan kualitas kesehatan dan pelayanan kesehatan dengan pembagian obat-obatan kepada masyarakat di Papua, terutama di daerah terpencil dengan Edukasi hidup sehat ini sebagai bentuk upaya bersama dari pemerintah, tenaga kesehatan, masyarakat dan berbagai pihak terkait, diharapkan edukasi hidup sehat di Papua dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat serta mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat.

“Prajurit Macan Kumbang Berhasil” (YONIF 521/DY)

Jalur Gumitir Ditutup, DPRD Diam, Jalan Rusak: Rakyat Jadi Korban Badokan dan Selfie

Banyuwangi, Jejak-indonesia.id | Delapan puluh tahun Indonesia merdeka, tapi rakyat di tapal batas Jawa Timur-Bali justru harus “menyembah tanah” akibat lumpuhnya jalur utama. Penutupan jalan nasional Banyuwangi-Jember di kawasan Gunung Gumitir bukan hanya menyusahkan pengguna jalan, tapi juga menelanjangi bobroknya tata kelola jalan dan lambannya respons pemerintah.

Alih-alih ditangani cepat, kendaraan besar terpaksa memutar lewat Bondowoso-Situbondo, sedangkan sepeda motor dialihkan ke jalan sempit milik PTPN 1 Regional 5. Jalan produksi itu sejatinya dibuat untuk mengangkut hasil perkebunan seperti karet, kopi, coklat, dan kayu dari lahan seluas lebih dari 2.000 hektare, bukan untuk jalur umum.

Ketua Aliansi LSM Banyuwangi, Rudy Voeler, yang juga dikenal sebagai Rudy Suharto, melontarkan kritik keras kepada Gubernur Jawa Timur, Direksi PTPN 1 Regional 5, dan para kepala daerah terkait.

“Gubernur dua periode kok kerjanya cuma konten makan mangga, pisang, apel. Jalan nasional putus, rakyat susah, dia malah ngurusi badokan! Kalau nggak mampu, mundur saja! Sama halnya Direksi PTPN 1 Regional 5, kalau bangun jalan produksi saja tak sanggup, lebih baik minggat dari jabatannya!,” tegas Rudy Voeler, Minggu (3/8/2025).

Rudy menyoroti, bahwa sejak era kolonial hingga saat ini, PTPN 1 telah menghasilkan triliunan rupiah dari sektor perkebunan. Namun, infrastruktur jalan di wilayah produksinya justru tetap seperti zaman perang.

“Diduga hasil panen ribuan triliun dari Gunung Gumitir itu hanya masuk ke kas Surabaya lalu diarak ke Kementerian BUMN di Jakarta untuk dikorupsi dan dibancaki para pejabat bermental rampok,” sindirnya tajam.

Rudy juga menuding Bupati Banyuwangi dan Jember abai menyelesaikan jalur alternatif utama yakni Jalur Lintas Selatan (JLS). Padahal jalur ini hanya kurang sekitar 13 km dan dua jembatan untuk menghubungkan Malangsari (Kalibaru) ke Kecamatan Silo (Jember).

“Tambang emas Tumpang Pitu di Banyuwangi sejak beroperasi 10 tahun lalu sudah menghasilkan ratusan ton emas. Tapi untuk bangun 13 km jalan saja, hasilnya entah ke mana. Diduga hanya dikuasai segelintir elite. Rakyat cuma dapat polusi dan kerusakan jalan,” suluk Rudy.

Tak ketinggalan, Rudy menyentil gaya kepemimpinan kepala daerah yang lebih suka tampil di hadapan kamera daripada bekerja menyelesaikan persoalan.

“Bupati Jember kalau cuma bisa senam sama emak-emak di alun-alun dan mimpin kenduren, ya ndak usah ngaku-ngaku pemimpin rakyat! Jalur JLS itu harus jadi prioritas nasional,” tegasnya.

Ia juga menyindir kinerja DPRD di berbagai level:

“DPRD Banyuwangi, DPRD Jember, DPRD Jatim… Jangan cuma datang, duduk, dengar, duit, dan ngantuk. Rakyat butuh solusi, bukan akrobat politik!”

Rudy Voeler menutup pernyataannya dengan desakan keras: jika semua pihak tidak sanggup memperjuangkan hak rakyat, maka sebaiknya mundur dengan hormat sebelum ditendang oleh sejarah. (red)