Sorry, we're closed Opens Rabu at 9:00 am
IMG-20250804-WA0024

Di Bawah Kepemimpinan Jenderal Sigit, Ketua PBNU Akui Ketentraman Dirasakan Masyarakat

Cirebon, Jejak-indonesia.id | Ketua PBNU, Yahya Cholil Staquf, mengungkap bahwa kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo patut diapresiasi. Sebab, dengan kepemimpinanya di Polri, ketertiban dan keamanan masyarakat dapat dirasakan kondusif oleh seluruh masyarakat.

Ia pun memandang bahwa Jenderal Sigit seperti jimat yang mewujudkan keamanan di tengah masyarakat.

“Kita semua mengalami bahwa di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ini, kita masyarakat mengalami keadaan relatif tentram tertib aman sehingga seolah-olah pak Listyo ini telah berfungsi sebagai jimat ketertiban dan keamanan masyarakat selama ini,” ujar Ketua PBNU dalam sambutannya di Haul Pondok Buntet Pesantren Cirebon, Sabtu (2/8/25).

Tak dipungkiri, ujarnya, Jenderal Sigit paham betul mengenai lingkungan para tokoh agama yang bisa bersinergi mewujudkan ketentramam dan keamanan di masyarakat.

“Pak Listyo ini pernah bertugas di Jogja kalau tidak salah, beliau tahu betul di Jogja banyak jimat-jimat yang disebut kiyai,” jelas Ketua PBNU.

Diketahui, Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo menghadiri Haul Pondok Buntet Pesantren Cirebon, Jawa Barat. Haul ini juga dihadiri Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Ketua PBNU Yahya Cholil Staquf, dan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer.

Sesepuh Pondok Buntet Pesantren, Kh. Adib Rofiuddin Izza pun mengucapkan terima kasih kepada Jenderal Sigit atas segala kontribusinya selama ini terhadap Pondok Buntet Pesantren. Tak dipungkiri, berbagai bantuan telah diberikan dari Polri sebagai bentuk kepeduliannya.

“Terima kasih Pak Kapolri seluruh bantuannya, terima kasih, beliau berbaik hati,” jelasnya dalam sambutan, Sabtu (2/8/25).

Ditegaskan Kh. Adib, keluarga besar pesantren ini mempercayai bahwa keamanan negeri ini terjamin dengan kepemimpinan Jenderal Sigit. Persatuan dan kesatuan menjadi komitmen bersama untuk menjaga bangsa ini.

“Kami di sini hanya menitipkan bangsa dan negara saja, tidak lebih dari itu,” ujarnya. (red)

IMG-20250804-WA0016

Maksimalkan Edu – Lead, SPN Polda Jatim Bentuk 247 Calon Bintara Polri yang Berdedikasi dan Berkarakter

Mojokerto, Jejak-indonesia.id |  Lapangan Catur Prasetya Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jawa Timur di Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto, pada Minggu (3/8) pagi dipenuhi suasana edukatif yang berbeda.

Para pengasuh siswa Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktukba) Polri T.A. 2025 menggelar kegiatan pengasuhan yang berfokus pada detail-detail esensial, sebagai implementasi dari program inovasi terbaru, "Edu-Lead" (Education and Leadership).

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang cenderung konvensional, kali ini para pengasuh terlihat sabar dan telaten membimbing para siswa secara personal.

Mereka mendekat, menjelaskan, dan mempraktikkan cara memasang drahriem dan ransel dengan rapi, baik, dan benar.

Setiap pengasuh secara rinci mengajarkan mulai dari pengaturan drahriem yang presisi hingga cara pemasangan tas ransel yang efektif.

Pendekatan ini bertujuan untuk menanamkan pentingnya kerapian dan ketelitian sejak dini, yang merupakan bagian tak terpisahkan dari karakter seorang anggota Polri.

Kepala SPN Polda Jatim, Kombes Pol Agus Wibowo, S.I.K., menjelaskan bahwa program Edu-Lead dirancang untuk mencetak calon Bintara yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga berdedikasi dan memiliki karakter kepemimpinan yang kuat.

Kombes Pol Agus Wibowo, S.I.K juga mengatakan, kerapian dalam menggunakan drahrim dan ransel bukan sekadar aturan, melainkan cerminan dari kedisiplinan dan tanggung jawab.

"Ini adalah pelajaran mendasar yang harus dipahami oleh setiap peserta didik selama tujuh bulan masa pendidikan," kata Kombes Pol Agus Wibowo, Minggu (3/8).

Lebih lanjut, Kombespol Agus Wibowo menekankan bahwa Edu-Lead merupakan komitmen SPN Polda Jatim dalam menciptakan generasi Polri yang unggul dan profesional.

"Kami ingin para lulusan SPN tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga menjadi pribadi yang peduli pada detail dan siap menjadi pelayan, pelindung pengayom di tengah masyarakat," tambah Kombes Pol Agus Wibowo, Minggu (3/8).

Masih menurut Kombes Pol Agus Wibowo, setiap kegiatan pengasuhan, sekecil apa pun, adalah bagian dari proses pembentukan karakter tersebut. (red)

IMG-20250803-WA0216

Edukasi Hidup Sehat Satgas Yonif 521/DY Beri Bantuan Obat di Distrik Kurima

Yahukimo, -Jejak-indonesia.id | Dalam rangka mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan warga di pedalaman, anggota Satgas Yonif 521/DY Pos Kurima menggelar komsos ke rumah masyarakat di Distrik Kurima, Kabupaten Yahukimo. Dalam kegiatan tersebut, personel TNI turut membagikan berbagai jenis obat-obatan untuk masyarakat sekitar, Minggu (03/8/2025).

Danpos Kurima, Letda Inf Dany Rizki Hardiyanto, S.Tr.Han, menyampaikan bahwa kegiatan anjangsana ini merupakan bagian dari upaya TNI untuk selalu hadir di tengah masyarakat.

“Pembagian obat-obatan ini diharapkan bisa bermanfaat bagi warga, sekaligus mempererat hubungan silaturahmi antara TNI dan masyarakat Kurima,” ujar Letda Inf Dany Rizki Hardiyanto, S.Tr.Han.

Selain membagikan obat, personel TNI juga memberikan edukasi singkat terkait cara penggunaan obat yang benar serta mendengarkan aspirasi warga mengenai kebutuhan pelayanan kesehatan di wilayah tersebut.

Kegiatan ini berlangsung hangat dan penuh keakraban. Bapak Yosef (51 th) bersama warga setempat menyambut baik kunjungan tersebut. “Kami sangat senang dan berterima kasih kepada Bapak TNI yang sudah datang membawa bantuan obat-obatan. Ini sangat membantu kami, apalagi fasilitas kesehatan di sini sangat terbatas,” ungkap Bapak Yosef.

Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat Distrik Kurima merasa sangat terbantu dan berharap agar kunjungan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan.

Letkol Inf Rahadyan Surya Murdata, S.E,M.I.P Dansatgas Yonif 521/DY, Kegiatan Binter terbatas secara rutin TNI hadir untuk membantu meningkatkan kualitas kesehatan dan pelayanan kesehatan dengan pembagian obat-obatan kepada masyarakat di Papua, terutama di daerah terpencil dengan Edukasi hidup sehat ini sebagai bentuk upaya bersama dari pemerintah, tenaga kesehatan, masyarakat dan berbagai pihak terkait, diharapkan edukasi hidup sehat di Papua dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat serta mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat.

"Prajurit Macan Kumbang Berhasil" (YONIF 521/DY)

IMG-20250804-WA0004

Jalur Gumitir Ditutup, DPRD Diam, Jalan Rusak: Rakyat Jadi Korban Badokan dan Selfie

Banyuwangi, Jejak-indonesia.id | Delapan puluh tahun Indonesia merdeka, tapi rakyat di tapal batas Jawa Timur-Bali justru harus “menyembah tanah” akibat lumpuhnya jalur utama. Penutupan jalan nasional Banyuwangi-Jember di kawasan Gunung Gumitir bukan hanya menyusahkan pengguna jalan, tapi juga menelanjangi bobroknya tata kelola jalan dan lambannya respons pemerintah.

Alih-alih ditangani cepat, kendaraan besar terpaksa memutar lewat Bondowoso-Situbondo, sedangkan sepeda motor dialihkan ke jalan sempit milik PTPN 1 Regional 5. Jalan produksi itu sejatinya dibuat untuk mengangkut hasil perkebunan seperti karet, kopi, coklat, dan kayu dari lahan seluas lebih dari 2.000 hektare, bukan untuk jalur umum.

Ketua Aliansi LSM Banyuwangi, Rudy Voeler, yang juga dikenal sebagai Rudy Suharto, melontarkan kritik keras kepada Gubernur Jawa Timur, Direksi PTPN 1 Regional 5, dan para kepala daerah terkait.

“Gubernur dua periode kok kerjanya cuma konten makan mangga, pisang, apel. Jalan nasional putus, rakyat susah, dia malah ngurusi badokan! Kalau nggak mampu, mundur saja! Sama halnya Direksi PTPN 1 Regional 5, kalau bangun jalan produksi saja tak sanggup, lebih baik minggat dari jabatannya!,” tegas Rudy Voeler, Minggu (3/8/2025).

Rudy menyoroti, bahwa sejak era kolonial hingga saat ini, PTPN 1 telah menghasilkan triliunan rupiah dari sektor perkebunan. Namun, infrastruktur jalan di wilayah produksinya justru tetap seperti zaman perang.

“Diduga hasil panen ribuan triliun dari Gunung Gumitir itu hanya masuk ke kas Surabaya lalu diarak ke Kementerian BUMN di Jakarta untuk dikorupsi dan dibancaki para pejabat bermental rampok,” sindirnya tajam.

Rudy juga menuding Bupati Banyuwangi dan Jember abai menyelesaikan jalur alternatif utama yakni Jalur Lintas Selatan (JLS). Padahal jalur ini hanya kurang sekitar 13 km dan dua jembatan untuk menghubungkan Malangsari (Kalibaru) ke Kecamatan Silo (Jember).

“Tambang emas Tumpang Pitu di Banyuwangi sejak beroperasi 10 tahun lalu sudah menghasilkan ratusan ton emas. Tapi untuk bangun 13 km jalan saja, hasilnya entah ke mana. Diduga hanya dikuasai segelintir elite. Rakyat cuma dapat polusi dan kerusakan jalan,” suluk Rudy.

Tak ketinggalan, Rudy menyentil gaya kepemimpinan kepala daerah yang lebih suka tampil di hadapan kamera daripada bekerja menyelesaikan persoalan.

“Bupati Jember kalau cuma bisa senam sama emak-emak di alun-alun dan mimpin kenduren, ya ndak usah ngaku-ngaku pemimpin rakyat! Jalur JLS itu harus jadi prioritas nasional,” tegasnya.

Ia juga menyindir kinerja DPRD di berbagai level:

“DPRD Banyuwangi, DPRD Jember, DPRD Jatim... Jangan cuma datang, duduk, dengar, duit, dan ngantuk. Rakyat butuh solusi, bukan akrobat politik!”

Rudy Voeler menutup pernyataannya dengan desakan keras: jika semua pihak tidak sanggup memperjuangkan hak rakyat, maka sebaiknya mundur dengan hormat sebelum ditendang oleh sejarah. (red)

IMG-20250801-WA0043

Polresta Banyuwangi Sigap Atasi Kepadatan Kendaraan di Jalur Pelabuhan Ketapang

Banyuwangi, Jejak-indonesia.id | Polresta Banyuwangi mengerahkan personel gabungan untuk mengurai kepadatan arus lalu lintas di kawasan Pelabuhan Ketapang, Jumat (1/8/2025) dini hari.

Peningkatan volume kendaraan, baik pribadi maupun logistik, menyebabkan antrean mengular di jalur utama Jalan Raya Tanjung Wangi, salah satu akses vital menuju dermaga penyeberangan Jawa–Bali.

Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H., turun langsung memimpin pengaturan lalu lintas bersama anggota Satlantas, Sat Samapta, Satpol Airud, Sat Pamobvit dan Polsek jajaran.

“Kami menempatkan personel di titik-titik yang kerap menjadi titik tumpu kemacetan untuk memastikan arus tetap bergerak,” ujar Kombes Pol. Rama di sela kegiatan.

Petugas juga memberikan imbauan langsung kepada pengendara untuk tetap tertib dan tidak memotong antrean (ngeblong) yang dapat mengganggu kelancaran arus kendaraan.

Menurut Kapolresta, penguraian kepadatan ini merupakan bagian dari upaya respons cepat Polresta Banyuwangi dalam memberikan pelayanan publik, khususnya di sektor transportasi.

“Pelabuhan Ketapang adalah simpul utama mobilitas antara Jawa dan Bali. Kami rutin lakukan pemantauan dan rekayasa lalu lintas, apalagi saat terjadi lonjakan kendaraan,” ujarnya.

Selain pengaturan arus, personel juga melakukan koordinasi dengan stakeholder pelabuhan guna menjaga distribusi barang dan penumpang tetap berjalan lancar.
(red)