Kapolda Aceh Apresiasi Peran Ustadz Adi Hidayat dalam Menguatkan Nilai Keislaman
BANDA ACEH || Jejak-indonesia.id – Kepolisian Daerah (Polda) Aceh memberikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada Ustadz Dr. Adi Hidayat, Lc., M.A. atas kontribusi, kepedulian sosial, serta dakwah yang selama ini memberikan manfaat luas bagi masyarakat Aceh. Penghargaan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolda Aceh, Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., atas nama keluarga besar Polda Aceh dan masyarakat Aceh.
Ucapan terima kasih tersebut merupakan bentuk penghormatan atas kehadiran Ustadz Adi Hidayat di Aceh yang tidak hanya menyampaikan tausiyah keagamaan, tetapi juga menghadirkan berbagai program kebaikan dan bantuan sosial yang dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Kehadiran ulama nasional yang dikenal dengan metode dakwah berbasis Al-Qur’an, hadis, dan pendekatan ilmiah itu dinilai mampu memberikan energi positif dalam memperkuat nilai-nilai keislaman, kebangsaan, serta kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Kapolda Aceh Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah menegaskan bahwa peran ulama memiliki posisi yang sangat strategis dalam menjaga kesejukan kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, dakwah yang mengedepankan ilmu, akhlak, persatuan, dan kepedulian terhadap sesama menjadi modal penting dalam membangun masyarakat yang kuat secara spiritual sekaligus kokoh dalam menjaga persatuan bangsa.
“Atas nama keluarga besar Polda Aceh dan masyarakat Aceh, kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Ustadz Dr. Adi Hidayat atas kehadiran, tausiyah, serta bantuan yang telah diberikan kepada masyarakat Aceh. Apa yang beliau lakukan merupakan bentuk pengabdian yang memberikan manfaat nyata bagi umat,” ungkap Kapolda Aceh. Minggu (21/6)
Menurutnya, Aceh sebagai daerah yang dikenal dengan julukan Serambi Mekkah memiliki karakter masyarakat yang sangat dekat dengan nilai-nilai agama. Karena itu, kehadiran para ulama yang mampu menyampaikan dakwah secara menyejukkan, mencerahkan, dan membangun optimisme sangat dibutuhkan untuk memperkuat ketahanan moral masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan sosial, ekonomi, maupun perkembangan zaman.
Polda Aceh menilai, dakwah yang disampaikan Ustadz Adi Hidayat tidak hanya berfokus pada aspek ibadah semata, tetapi juga mengajarkan pentingnya persaudaraan, pendidikan, kepedulian sosial, semangat gotong royong, serta kecintaan terhadap bangsa dan negara. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan upaya membangun masyarakat yang harmonis, toleran, dan berkarakter.
Lebih jauh, Kapolda Aceh menyampaikan bahwa kontribusi yang diberikan Ustadz Adi Hidayat merupakan investasi moral dan spiritual yang sangat berharga bagi generasi masa depan Aceh. Ilmu yang diajarkan, nasihat yang disampaikan, serta program-program kebaikan yang dijalankan diyakini akan terus memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.
“Semoga setiap ilmu yang diajarkan, setiap nasihat yang disampaikan, dan setiap program kebaikan yang telah dilakukan menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya. Semoga manfaatnya dapat terus dirasakan masyarakat dalam memperkuat nilai-nilai keislaman, mempererat persaudaraan, dan mendorong kemajuan Aceh yang lebih sejahtera serta penuh keberkahan,” lanjutnya.
Polda Aceh juga memandang bahwa sinergi antara ulama, umara, dan aparat keamanan merupakan salah satu kunci penting dalam menjaga stabilitas daerah. Kolaborasi tersebut menjadi fondasi yang kuat untuk mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif, sekaligus memperkuat pembangunan yang berlandaskan nilai-nilai agama dan kemanusiaan.
Sebagai bentuk penghormatan dan doa, Kapolda Aceh turut memohon kepada Allah SWT agar Ustadz Adi Hidayat senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, umur yang penuh keberkahan, serta kemudahan dalam menjalankan dakwah dan pengabdiannya untuk umat, bangsa, dan negara.
Apresiasi yang disampaikan Polda Aceh ini sekaligus menjadi pesan bahwa pembangunan daerah tidak hanya membutuhkan kekuatan fisik dan infrastruktur, tetapi juga memerlukan pembangunan karakter, moral, dan spiritual masyarakat. Dalam konteks tersebut, peran ulama menjadi elemen penting yang tidak dapat dipisahkan dari perjalanan Aceh menuju daerah yang lebih maju, aman, religius, dan bermartabat.
Dengan semangat kebersamaan antara ulama, masyarakat, dan pemerintah, Aceh diharapkan terus melangkah menuju cita-cita besar sebagai daerah yang barokah, maju, sejahtera, dan bermartabat, sebagaimana semangat yang terus digaungkan oleh berbagai elemen bangsa di Bumi Serambi Mekkah.
