Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am
Beranda » Polri » Halaman 151

Polri

IMG-20260326-WA0018

Operasi Ketupat 2026 Berakhir: Angka Kecelakaan Turun, Kakorlantas Pastikan Jalur Trans Jawa Lancar

SURAKARTA || Jejak-indonesia.id – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., menyatakan bahwa kondisi arus balik Lebaran 2026 secara umum terpantau terkendali hingga hari terakhir Operasi Ketupat, Rabu (25/3/2026).

Kakorlantas menjelaskan bahwa evaluasi menyeluruh terhadap rekayasa lalu lintas, termasuk penerapan sistem one way nasional, dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. bersama instansi terkait.

"Berdasarkan hasil evaluasi dengan para pemangku kepentingan (stakeholder), termasuk Jasa Marga dan Kementerian Perhubungan, serta laporan dari Dirlantas Jawa Tengah, volume lalu lintas saat ini sudah mulai melandai," ujar Irjen Pol. Agus Suryonugroho.

Analisis melalui alat penghitung arus (traffic counting) di titik krusial seperti Gerbang Tol Banyumanik dan Kalikangkung menunjukkan penurunan jumlah kendaraan yang signifikan. Merespons kondisi tersebut, Polri mulai melakukan normalisasi jalur secara bertahap.

“Jadi parameter-parameter yang melintasi di Gate (Gerbang Tol) Banyumanik, Gate Tol Kalikangkung, sudah cukup rendah. Maka dari itu, tadi Rabu (25/3) pukul 10.00 WIB kami lakukan sosialisasi, pukul 11.30 WIB sudah kami lakukan normalisasi, dari Kilometer 414 Tol Kalikangkung hingga KM 263 Tol Pejagan, Jawa Tengah,” ungkap Kakorlantas.

Selanjutnya, normalisasi lalu lintas kembali diperluas hingga KM 70 Tol Cikampek Utama (Cikatama). Pada pukul 15.30 WIB, jalur Trans Jawa dari KM 414 Tol Kalikangkung hingga KM 70 telah kembali dibuka secara normal dua arah.

“Hari ini (Rabu 25/3/2026), sore ini juga, kami juga menambah normalisasi lagi. Yang tadinya dari KM 414 Tol Kalikangkung sampai KM 263 Tol Pejagan dari KM 263 kami normalisasi lagi, sterilisasi lagi sampai ke KM 70 Tol Cikampek Utama (Cikatama). Jadi pukul 15.30 WIB baru saja ini sudah kami buka normal jalur yang dari Trans Jawa khususnya Kalikangkung Semarang sampai di kilometer 70 Cikatama,” tutur Kakorlantas.

Meski demikian, rekayasa lalu lintas masih diterapkan secara situasional. Di antaranya contraflow satu lajur dari KM 70 hingga KM 55, serta pengoperasian tol fungsional Japek II Selatan yang menghubungkan Sadang, Deltamas, hingga Setu untuk mengurai arus dari arah Jawa Barat menuju Jakarta.

“Di kilometer 70 masih kami lakukan rekayasa lalin, dari kilometer 70 sampai 55 kami masih berlakukan contraflow lajur satu. Demikian juga yang dari Jawa Barat masih kita berlakukan dan kita buka tol fungsional Japek II Selatan, dari Sadang, Deltamas hingga Setu dan nanti bisa masuk di JORR (Jakarta Outer Ring Road),” ucapnya.

Irjen Pol. Agus Suryonugroho menegaskan, meskipun volume kendaraan masih tergolong tinggi, kondisi arus lalu lintas tetap dapat dikelola dengan baik berkat berbagai strategi rekayasa yang diterapkan.

Dari sisi keselamatan, capaian positif juga terlihat dengan menurunnya angka kecelakaan lalu lintas. Data sementara menunjukkan penurunan fatalitas korban hingga 39 persen, serta penurunan jumlah kejadian kecelakaan sebesar 4,90 persen dibandingkan periode sebelumnya.

“Jadi kami laporkan sampai saat ini cukup terkelola dengan baik. Memang arus padat karena ini Lebaran dan sudah bisa kita kelola dengan baik. Alhamdulillah kecelakaan juga turun, fatalitas korban turun 39% dan peristiwanya turun 4,90%,” pungkasnya.

Operasi Ketupat 2026 dijadwalkan berakhir resmi pada Rabu malam pukul 00.00 WIB. Korlantas Polri memastikan akan tetap melakukan pemantauan intensif guna menjaga kelancaran lalu lintas pasca-operasi berakhir.

IMG-20260326-WA0015

Polda Babel Gencarkan KRYD, Pastikan Arus Balik Aman Dan Lancar

BABEL || Jejak-indonesia.id - Polda Bangka Belitung memastikan personel akan tetap disiagakan untuk mengawal dan mengamankan pelaksanaan arus balik lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah kendati Operasi Ketupat Menumbing 2026 resmi berakhir pada Rabu (25/3/26) kemarin.

Demikian hal itu disampaikan Kabid Humas Polda Babel Kombes Pol Agus Sugiyarso melalui keterangan resminya di Mapolda.

"Jadi Operasi Ketupat Menumbing 2026 memang berakhir pada Rabu (25/3/26) pukul 00.00 Wib. Namun, kita pastikan, anggota tetap siaga untuk memastikan seluruh rangkaian pengamanan dalam rangka Idul Fitri 1447 Hijriah termasuk arus balik ini dapat berjalan aman dan lancar,"kata Agus, Kamis (26/3/26) siang.

Agus menerangkan, personel yang disiagakan ini nantinya akan dijalankan melalui penerapan skema Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD).

KRYD ini sendiri, kata Agus, akan dilaksanakan mulai tanggal 26-29 Maret 2026.

"Sesuai instruksi Bapak Kapolri yang ditindaklanjuti ditingkat Polda bahwasanya pengamanan diperpanjang selama 4 hari kedepan dengan skema KRYD yang dimulai hari ini,"terangnya.

"Ini adalah bagian dari upaya kita untuk memastikan masyarakat khususnya pemudik dapat terlayani dan terjaga sampai arus balik selesai,"timpalnya.

Agus juga memastikan seluruh rangkaian pengamanan mulai dari H-7 hingga H+5 lebaran Idul Fitri 1447 H berjalan aman dan lancar.

"Seperti kita ketahui, untuk situasi secara umum aman dan kondusif. Tentunya ini semua berkat kerjasama dan sinergi semua stakeholder terkait termasuk masyarakat yang bersama-sama menjaga kondusifitas kamtibmas di Bangka Belitung,"ucapnya.

Perwira Polri berpangkat melati tiga ini juga menegaskan bahwa fokus utama Kepolisian saat ini ialah keselamatan masyarakat terutama para pemudik. Oleh karenanya, Ia mengimbau untuk senantiasa memanfaatkan pelayanan Kepolisian seperti Pos-pos hingga layanan Call Center 110.

"Keselamatan masyarakat adalah yang utama. Kita imbau silahkan manfaatkan layanan yang sudah kita siapkan dan sebar dibeberapa titik. Ada pos pengamanan, ada pos pelayanan dan jika ada kendala lain bisa hubungi kami di call center 110,"tegasnya.

Selain pengamanan arus balik lebaran, Agus menuturkan, pihaknya turut mengerahkan personel untuk melaksanakan patroli rutin guna mengantisipasi adanya potensi gangguan kamtibmas pasca lebaran Idul Fitri ini.

"Seperti yang disampaikan Pak Kapolda, Polisi akan terus hadir dan mendampingi disetiap kegiatan masyarakat untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat khususnya di Bangka Belitung,"pungkasnya.

IMG-20260326-WA0014

Ungkap Kasus Senpi Ilegal, Polda Banten Ringkus Dua Pelaku

SERANG || Jejak-indonesia.id - Polda Banten menggelar press conference ungkap kasus tindak pidana kepemilikan senjata api rakitan jenis revolver tanpa izin dan tanpa bukti kepemilikan yang sah, yang bertempat di Aula Ditreskrimum Polda Banten pada Kamis (26/03).

Kegiatan ini dipimpin Kapolda Banten Irjen Pol Hengki, didampingi Wakapolda Banten Brigjen Pol Hendra Wirawan, Dirreskrimum Polda Banten Kombes Pol Dian Setyawan, Dirresnarkoba Polda Banten Kombes Pol Wiwin Setiawan, Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea, serta Kabidpropam Polda Banten Kombes Pol Murwoto.

Dalam kesempatannya, Kapolda Banten Irjen Pol Hengki menyampaikan kronologis kejadian tersebut. "Berdasarkan Laporan Polisi Nomor 6 Tanggal 08 Maret 2026 Ditreskrimum Polda Banten berhasil meringkus dua orang tersangka berinisial KB dan RH, peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu, 7 Maret 2026 sekitar pukul 22.35 WIB. Dua orang tersangka menyeberang dari Pelabuhan Bakauheni Lampung menuju Pelabuhan Merak," ujarnya.

"Ketika dilakukan pemeriksaan menggunakan alat X-ray, terdeteksi adanya benda mencurigakan di dalam tas ransel yang dibawa oleh tersangka KB. Setelah diperiksa lebih lanjut, ditemukan satu pucuk senjata api rakitan jenis revolver beserta lima butir peluru kaliber 9 mm yang dibungkus plastik dan disimpan di dalam tas. Berdasarkan hasil pemeriksaan, senjata api tersebut diperoleh dengan cara membeli dari seseorang berinisial SA yang saat ini DPO melalui perantara RH," kata Kapolda Banten.

Selanjutnya, Irjen Pol Hengki menjelaskan motif serta modus operandi yang dilakukan para pelaku. "Motif kedua tersangka untuk memperoleh keuntungan. Modus operandi yang dilakukan, tersangka KB membeli senjata api melalui perantara RH dari SA yang saat ini DPO dengan harga Rp7.750.000. Dari transaksi tersebut, tersangka RH memperoleh keuntungan sebesar Rp1.125.000," jelasnya.

Adapun barang bukti yang berhasil disita dari kedua tersangka,
Tersangka KB :
1 unit handphone merek Realme C12
1 pucuk senjata api rakitan jenis revolver
5 butir peluru kaliber 9 mm
1 buah tas warna hitam

Tersangka RH :
1 unit handphone merek Realme C67

Irjen Pol Hengki menyebutkan pasal yang di kenakan kepada kedua tersangka. “Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 306 juncto Pasal 20 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun,” katanya.

Polda Banten menghimbau masyarakat untuk tidak terlibat dalam kepemilikan maupun peredaran senjata api ilegal dan segera melaporkan jika menemukan hal mencurigakan melalui Call Center 110. (Bidhumas).

IMG-20260326-WA0009_copy_403x504

Sigap di Tengah Karhutla, Brimob Sumut Amankan Jalur Lintas Siborongborong–Parapat

SIMALUNGUN || Jejak-indonesia.id – Respons cepat dan sigap ditunjukkan personel Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Sumatera Utara dalam menghadapi situasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Rabu (25/03/2026).

Dalam rangka pelaksanaan Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat Toba 2026, sebanyak 10 personel yang dipimpin oleh IPDA Hotlin Lisbon Sastro Purba, S.H. diterjunkan ke lokasi untuk melaksanakan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas di jalur strategis Siborongborong–Parapat.

Di tengah kondisi darurat, personel Brimob hadir memastikan kelancaran akses jalan bagi kendaraan pemadam kebakaran (Damkar) yang tengah berjibaku memadamkan api. Pengaturan lalu lintas dilakukan secara optimal guna mencegah kemacetan serta menjamin keselamatan masyarakat pengguna jalan.

Kegiatan di lapangan juga melibatkan peran aktif personel yang dipimpin oleh AIPTU Jakub Sembiring, S.H., yang turut memastikan situasi tetap terkendali dan kondusif selama proses pemadaman berlangsung.

Berkat sinergi yang solid antara Brimob dan tim Damkar, api berhasil dipadamkan dengan baik. Arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian pun tetap berjalan lancar tanpa hambatan berarti.

Kehadiran Brimob tidak hanya sebagai aparat pengamanan, tetapi juga sebagai wujud nyata kepedulian dan kesiapsiagaan dalam membantu masyarakat di tengah situasi darurat. Komitmen ini menjadi bukti bahwa Brimob selalu siap hadir dalam setiap kondisi, menjaga stabilitas keamanan serta mendukung keselamatan masyarakat.

IMG-20260326-WA0008

Polri Resmi Tutup Operasi Ketupat 2026, Kakorlantas: Angka Fatalitas Kecelakaan Turun Drastis 30 Persen

JAKARTA || Jejak-indonesia.id - Polri secara resmi mengakhiri Operasi Ketupat 2026 pada Rabu (26/3/2026) malam. Berdasarkan evaluasi nasional, Korlantas Polri mencatatkan keberhasilan signifikan dalam menekan angka fatalitas atau korban jiwa di jalan raya selama periode mudik dan balik Lebaran tahun ini.

Kakorlantas Polri, Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho S.H., M.Hum., menyatakan bahwa situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) secara umum berjalan kondusif tanpa adanya kejadian menonjol. "Saya Kakorlantas Polri, atas seizin Bapak Kapolri malam ini secara resmi menutup Operasi Ketupat 2026. Secara umum situasi kamtibmas selama perayaan Lebaran 2026 terjaga aman, tertib dan kondusif, tanpa kejadian menonjol," ujar Irjen Pol. Agus Suryonugroho kepada wartawan di Semarang, Jawa Tengah.

Irjen Pol. Agus Suryonugroho juga mengungkapkan bahwa berdasarkan data aplikasi IRSMS Korlantas Polri menunjukkan penurunan tajam pada jumlah korban meninggal dunia (MD). Tahun ini, tercatat 238 korban jiwa, turun 30,41 persen atau berkurang 104 orang dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 342 orang.

Selain angka kematian, total kecelakaan lalu lintas secara nasional juga menyusut sebesar 5,31 persen atau berkurang 153 kejadian dibandingkan tahun lalu. "Tahun ini terdapat 2.727 perkara kecelakaan, sementara tahun lalu menyentuh 2.880 perkara. Yang paling disyukuri, tahun ini tercatat nihil kecelakaan menonjol," tambah Kakorlantas.

Meski Operasi Ketupat 2026 berakhir, Polri tidak langsung menarik seluruh personel. Sesuai arahan Kapolri Jenderal Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo M.Si., petugas akan melanjutkan pengamanan melalui Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) hingga 29 Maret 2026.

Langkah ini diambil karena arus balik menuju Jakarta terpantau belum sepenuhnya tuntas. Hingga saat ini, volume kendaraan yang masuk ke Jakarta baru mencapai 57,71 persen dari total proyeksi.

"Masih ada sisa arus balik sekitar 42,29 persen. Kami pastikan pengamanan tetap optimal agar pemudik bisa kembali dengan selamat. Bagi kami, tugas ini adalah kehormatan untuk menjaga keselamatan masyarakat," tegasnya.

Keberhasilan Polri menekan angka kecelakaan ini disebut sebagai buah dari rekayasa lalu lintas yang terukur, mulai dari sistem One Way Nasional hingga One Way Sepenggal Presisi. Penggunaan teknologi modern seperti ETLE Patrol Presisi, Command Center Mobile, hingga Body Cam juga memainkan peran vital dalam pengambilan keputusan cepat di lapangan.

"Sinergitas antar-stakeholder dan pelayanan humanis menjadi kunci utama suksesnya Operasi Ketupat 2026, sesuai semangat 'Mudik Aman, Keluarga Bahagia'," pungkas Kakorlantas.

error: Content is protected !!